Ikatan Perjodohan

Ikatan Perjodohan
Ragu akan perasaan!


__ADS_3

Dave tidak membuang waktunya lagi ketika hari sudah semakin sore dan pekerjaan untuk hari ini sudah selesai, Dave langsung mengemasi tas dan pergi meninggalkan kantor. Dave tidak sabar untuk pulang ke rumah dan bertemu dengan Fiona. Setelah jam makan siang bersama Tommy, Dave tidak bisa fokus untuk bekerja dan memikirkan untuk pulang. Dave sudah memikirkan beberapa kemungkinan yang akan terjadi. Tetapi dia sendiri masih ragu tentang keabsahan ucapan Tommy, karena itu masih hanya praduga dalam bahasa hukum.


Perasaan Dave dalam perjalanan pulang ke rumah tercampur aduk, antara senang dan ragu.


Bagaimana jika ia salah? Ia tidak siap untuk merasa malu. Tetapi bagaimana jika ia benar? Tetapi bagaimana caranya agar ia bisa mengetahuinya? pikir Dave.


Dave melambatkan laju mobilnya ketika hampir sampai di rumah. Dave tidak pernah merasakan rasa seperti ini! Biasanya wanita yang didekatinya lebih mudah ditebak dan kebanyakan dari mereka akan menyodorkan diri mereka sendiri. Perasaan Dave sungguh terombang-ambing seperti menaiki roller coaster. Walaupun  sudah melambatkan laju mobilnya namun tetap saja Dave sampai di rumah.


Fiona sedang menyapu daun-daun yang berjatuhan dari pohon di pekarangan rumah. Gadis itu hanya memakai celana pendek dan kaos, akan tetapi gadis itu malah terlihat menggemaskan. Rambut Fiona yang sudah semakin panjang, dikucir seolah memiliki buntut di belakang kepalanya. Fiona menghentikan pekerjaannya ketika mobil Dave sudah masuk ke pekarangan.


Aduh, aku belum memasak sama sekali karena belajar untuk ujian tengah semester dan membersihkan rumah! batin Fiona.


Fiona datang mendekat untuk menyambut Dave. Tak lama kemudian, Dave turun dari mobil dan menjumpai Fiona yang sudah menunggunya.


"Halo, bagaimana harimu?" sambut Fiona dengan tersenyum.


"Semua berjalan baik. Bagaimana dengan belajarmu?"


"Aku sudah selesai mempelajari semua tetapi aku tidak sempat memasak!"


"Tidak apa-apa, kita bisa memesan atau pergi keluar. Tergantung kamu mau yang mana?"


"Sepertinya hari akan hujan! Bagaimana kalau kita memesan saja? Aku lagi ingin makan ayam goreng tepung dan kentang goreng!"


"Sepertinya boleh juga!"


"Kalau begitu, pergilah mandi! Aku akan memesan sekarang lewat aplikasi ponsel."

__ADS_1


Dave mengangguk setuju dan mereka masuk ke dalam rumah. Dave langsung pergi mandi dan Fiona sibuk dengan ponselnya. Tak lama berselang, pesanan mereka sudah dikirim dan sesuai dugaan Fiona, hujan deras mengguyur rumah dengan petir yang menyambar. Fiona membuka bungkusan ayam dan menyiapkan piring untuk makan. Dave sudah bergabung dengannya di meja makan.


"Jadi apa yang telah terjadi di kantor?" tanya Fiona lagi.


"Maksudmu?"


"Tadi pagi kan Tommy menelponmu berulang kali. Ada apa?"


"Oh, tentang tadi pagi! Sekarang aku sudah tidak menangani kasus Lana Wilson lagi!"


"Kok bisa? Apa yang sudah terjadi?"


"Menurut Tommy, akan lebih baik jika ia yang menangani kasus Lana Wilson karena aku sudah menikah. Dia tidak ingin kamu tersakiti hatinya!"


"Ah, Tommy baik sekali. Kalau saja semua lelaki sebaik dia!" ucap Fiona memuji Tommy.


"Tommy tidak sebaik yang kamu pikirkan!"


"Tommy selalu baik kok terhadapku!"


"Tommy dan Lana tidur bersama semalam!"


Fiona hampir tersedak ayam goreng yang dimakannya ketika mendengar kata-kata Dave. Tidak mungkin Tommy bisa melakukan hal seperti itu. Apalagi semalam kan dia bersama kita, pikir Fiona.


"Aku tahu apa yang ada di pikiranmu tetapi percayalah memang itu yang telah terjadi! Tommy dengan sengaja memintaku untuk menyerahkan kasus itu kepadanya. Hilang sudah bayaran mahalku!" keluh Dave dengan ekspresi wajah yang dibuat-buat.


"Mereka hanya tidur bersama di ranjang kan? Jadi apa masalahnya?" tanya Fiona lugu.

__ADS_1


"Sayangku... Mereka tidak hanya tidur bersama di ranjang yang sama seperti yang kita lakukan, mereka melakukan lebih daripada tidur! goda Dave.


"Oh...Oh! Kau tidak perlu menjelaskan secara detail kepadaku!"


"Kau sendiri yang bertanya. Mereka telah berciuman, bersentuhan dan..."


"Hentikan! Sungguh kamu tidak perlu menjelaskan seperti itu! Aku paham!" wajah Fiona berubah merah karena membayangkan kejadian yang di katakan satu-persatu oleh Dave.


"Fio, bolehkah aku bertanya sesuatu kepadamu?"


"Boleh asalkan pertanyaanmu normal!"


"Apakah kamu pernah jatuh cinta atau mencintai seseorang?"


Pernah dan orang itu sedang duduk dan makan bersamaku! batin Fiona.


Fiona hanya diam dan tidak menjawab Dave. Rasa ingin tahu Dave sangat besar, Dave sudah pindah posisi dan mendekati Fiona. Menatap mata Fiona yang besar dan memiliki bola mata berwarna coklat yang indah, tubuh Dave semakin mendekat!


"Aku pernah jatuh cinta satu kali!"


"Siapa?"


"Lelaki yang pernah main ke rumahku ketika aku kecil dan sampai sekarang aku rasa aku masih memendam rasa kepadanya!"


Jawaban Fiona memukul telak Dave. Dave tidak menyangka kalau Fiona sudah memiliki orang yang dicintai! Berarti ucapan Tommy tentang perasaan Fiona salah kaprah. Untung saja ia tidak mengungkapkan perasaannya atau bertanya langsung kepada Fiona tentang perasaannya ke Dave. Semangat Dave seolah padam, jantung Dave seolah dihujam oleh belati yang tajam. Dave kembali ke kursinya dan memakan ayamnya dengan diam.


Fiona yang melihat perubahan sikap Dave menjadi kebingungan!

__ADS_1


Aku harus mencari tahu siapa lelaki yang dimaksud Fiona dan aku akan mulai memikirkan bagaimana cara-cara untuk membuat Fiona jatuh cinta kepadanya sehingga ia bisa merobek atau membakar surat perjanjian pernikahan mereka! Namun jika Fiona memang tidak mencintainya, Dave rela untuk melepaskan Fiona, asalkan gadis itu menjadi bahagia!


__ADS_2