Ikatan Perjodohan

Ikatan Perjodohan
Pilihan lain yang diutarakan Dave!


__ADS_3

Di saat Tommy dan Lana sedang berada di sebuah kamar suite di hotel, Dave sedang menunggu Fiona yang sedang berada di kamar mandi. Dave memikirkan lebih dalam apa arti kata-kata yang telah diucapkan Tommy.


Sialan Tommy! Kenapa sih dia tidak mau memberitahuku secara pasti apa maksud dari perkataannya? Aku menjadi sangat penasaran! pikir Dave geram.


Perkataan Tommy sangat mengganggu dan mengusik sesuatu dalam diri Dave. Rasa ingin tahu Dave sudah memuncak sampai ke ubun-ubun.


Apa yang sudah Tommy ketahui tapi tidak aku ketahui? Apakah Fiona hanya memberitahu Tommy? Jika Fiona memberitahu Tommy, kenapa ia tidak memberitahuku? Aku kan suaminya! pikir Dave marah.


Dave tidak merasa bahwa Fiona dan Tommy sudah menjadi sedekat itu. Dave membayangkan Fiona dan Tommy sudah menjadi sangat dekat tanpa sepengetahuannya dan itu membuatnya marah, juga sangat cemburu! Suara pintu terbuka dari arah kamar mandi, membuat Dave sadar dari lamunannya! Fiona keluar mengenakan baju tidurnya yang sudah lama.


Aku harus mengajak Fiona pergi berbelanja! janji Dave pada dirinya sendiri. Dave juga sadar, sudah hampir sebulan mereka menikah, Fiona tidak pernah meminta apapun padanya. Terutama uang!


Rambut Fiona basah karena habis keramas! Fiona mencoba untuk mengeringkan rambutnya dengan handuk karena alat untuk mengeringkan rambutnya sedang rusak.


"Duduklah disini! Aku akan membantumu mengeringkan rambut!" ucap Dave lembut.


Fiona hendak menolak namun sedang tidak ada mood untuk berdebat dengan Dave. Beberapa hari belakangan ini, mereka sudah menjadi lebih dekat dan intim tapi ujung-ujungnya mereka akan berakhir saling debat dan dingin terhadap satu sama lain. Fiona memutuskan untuk menuruti Dave dan duduk di tepi ranjang. Dave langsung bisa mencium bau tubuh Fiona yang habis mandi. Wanginya seperti yang diingatnya ketika ia menciumi Fiona! Dave mencoba fokus untuk membantu mengeringkan rambut istrinya yang basah.


"Terima kasih, Dave!" kata Fiona lirih.


"Fio, apakah ada yang kamu sembunyikan dariku tetapi Tommy mengetahuinya?"


Fiona bingung dengan pertanyaan dari Dave! Gadis itu berpikir keras apakah ia sudah keceplosan dalam berkata-kata ketika bersama dengan Tommy!


"Aku pikir aku tidak menyembunyikan sesuatu darimu!" kata Fiona. Kecuali bagaimana perasaanku terhadapmu, tapi itu juga Tommy tidak tahu bagaimana perasaannya! batin Fiona.

__ADS_1


"Apakah Tommy mengatakan sesuatu kepadamu tentang aku yang mengganggu pikiranmu?" tanya Fiona yang sedang bingung.


"Apakah kamu menyatakan perasaanmu terhadap Tommy?" kata Dave spontan.


"Apa?!" Fiona tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya, menghentikan Dave yang sedang mengeringkan rambutnya dan berbalik ke arah tubuh Dave.


"Dave, aku tidaklah segila itu. Aku sangat menghormati pernikahan denganmu walaupun pernikahan kita hanya di atas kertas seperti kemauanmu!"


Dave menghela napas dan merasa lebih lega ketika mendengar perkataan Fiona. Gadisku gadis yang baik-baik! pikir Dave.


"Bagaimana kalau perjanjiannya kita batalkan?"


"Apa maksudmu?"


"Kita sudah menikah tapi hidup dalam bayang-bayang akan perceraian!"


"Bagaimana jika aku mau merubahnya?" tanya Dave menatap mata Fiona.


Mata mereka saling bertatapan! Dave menatap bibir Fiona yang kecil namun penuh. Sementara Fiona sedang berpikir dan merasa kebingungan.


Jika kita merubahnya, maka kita akan menikah sungguhan. Berarti kita tidak akan bercerai! Tetapi Dave tidak mencintaiku! Itu akan menyiksa diriku sendiri dan Dave! pikir Fiona.


"Aku tidak apa-apa kok, walaupun pernikahan kita hanya di atas kertas. Sewaktu-waktu kamu mau mencerai..."


Dave memotong kalimat yang akan diucapkan Fiona dengan ciuman di bibir gadis itu. Ciuman itu begitu lembut dan dalam. Dave memegang wajah Fiona dan tidak rela untuk melepasnya. Tubuh Fiona yang akhir-akhir ini sudah terbiasa dengan sentuhan Dave, merasakan panas karena terbakar oleh api gairah.

__ADS_1


Pikiran Fiona berusaha untuk menghentikan apa yang sedang terjadi, tapi tubuhnya menjawab berbeda. Fiona mendamba untuk didekap oleh tubuh besar Dave yang berotot dan kencang.


Aku mencintai Dave dengan sepenuh hati! Aku rela jika ini kemauan Dave! batin Fiona.


Tiba-tiba Dave menghentikan tindakannya. Dave sadar dia harus segera menghentikan hal-hal gila yang selalu ia lakukan akhir-akhir ini. Tubuh Dave sakit karena menahan gairah yang sangat besar.


"Fio, apa jawabanmu?"


Fiona yang terengah-engah karena kehabisan nafas, berusaha mengatur nafasnya supaya kembali normal.


" Dave, seperti yang sudah aku bilang! Kamu tidak perlu memaksakan dirimu hanya untuk menyenangkan aku! Aku akan baik-baik saja!" jawab Fiona yang berbohong.


Aku tidak akan baik-baik saja, tapi aku juga tidak bisa membohongi diriku sendiri kalau Dave tidak mencintaiku! Sudah berapa kali kau bertanya pada Dave, Fiona? batin Fiona mengingatkan dirinya sendiri.


Aku akan baik-baik saja, kata-kata tersebut menggema di kepala Dave. Apakah gadis itu baru saja berkata bahwa dia akan baik-baik saja tanpa Dave?


"Pikirkan baik-baik! Aku tetap tidak akan menceraikanmu! Kertas perjanjian itu sudah aku simpan di tempat yang aman!" kata Dave.


"Aku tahu! Aku tidak akan bisa menceraikanmu! Hanya kamu yang bisa menceraikanku, kan? Apakah kau tidak berpikir kalau itu tidak adil?"


"Aku tidak urusan! Turuti saja apa mauku! Aku suamimu!"


"Di atas kertas!" ucap Fiona jengkel.


"Jangan mencobai aku atau aku akan membuatnya tidak hanya di atas kertas! Kau tahu kan, bagaimana tubuhku bereaksi terhadap tubuhmu dan demikian sebaliknya!" kata Dave mencoba mengingatkan Fiona.

__ADS_1


Wajah Fiona menjadi tersipu malu lagi. Fiona pergi keluar untuk menenangkan dirinya sendiri. Ditaruhnya handuk yang dipakainya tadi di tempat pengeringan baju dan Fiona beranjak untuk mengambil air minum untuk membantu menenangkan dirinya yang haus akan gairah. Sedangkan Dave masih berada di kamar dan merencanakan akan bertanya macam-macam kepada Tommy besok ketika mereka sedang di kantor.


__ADS_2