
Ketika Lana dan Tommy di dalam mobil dalam perjalanan arah pulang ke apartemen, hujan deras turun dari langit dan membasahi tanah. Begitu deras sekali hingga harus membuat Tommy memperlambat laju kecepatan mobilnya karena jarak pandang yang begitu terbatas. Namun bukan hal itu yang mengganggu pikiran Tommy tetapi sikap Lana yang aneh sejak berada di rumah Dave dan Fiona tadi. Tommy merasa bahwa Lana sedang kesal kepadanya namun ia tidak tahu apa yang telah ia perbuat hingga gadis itu begitu marah.
"Lana, apakah kamu baik-baik saja?" tanya Tommy memecah keheningan di dalam mobil.
Lana tetap diam dan tidak mau menjawab Tommy. Lana masih merasa tidak percaya karena Tommy menanyakan hal ini kepadanya. Lana merasa pasti bahwa Tommy tidak tahu alasan kenapa dia marah kepada lelaki itu. Semenjak berada di rumah Dave dan Fiona, Lana sudah mencoba untuk mengendalikan emosinya! Ingin sekali rasanya untuk menjerit kepada Tommy dan memberitahu apa yang salah, tetapi Lana memilih untuk diam saja! Gadis itu tidak akan membiarkan Tommy untuk mengetahui bagaimana perasaannya. Lana takut sekali jika Tommy mengetehui bahwa dia sudah jatuh cinta maka lelaki itu malah akan merasa tidak nyaman!
"Apakah kamu akan mendiamkan aku tanpa memberitahu apa kesalahanku?" lanjut Tommy.
Lana tetap bersikeras untuk tidak menjawab namun gadis itu hanya menatap lelaki yang telah membuatnya jatuh cinta dan sakit hati di waktu yang bersamaan! Tommy nampak sangat gusar sekali, lelaki itu bergerak-gerak dengan tidak nyaman sambil menyetir mobil. Dahinya tampak berkernyit, tanda sedang berpikir. Walau begitu, Tommy masih tampak sangat ganteng sekali seperti artis korea!
Tommy yang merasa gusar dan jengkel karena Lana sama sekali tidak memberi jawaban kepadanya, memutuskan untuk tidak bertanya lebih lanjut. Dia akan bertanya ketika mereka sampai di apartemen nanti. Untunglah apartemen Tommy sudah tidak jauh lagi. Dalam beberapa menit berikutnya, mobil Tommy sudah memasuki parkir mobil di basement, di tempat yang memang diperuntukkan hanya untuk mobil Tommy.
Lana bahkan tidakn mau menunggu Tommy untuk membukakan pintu mobil. Gadis itu sudah keluar terlebih dahulu dan memasuki lift ke atas tanpa menunggu kedatangan Tommy sama sekali. Dengan sikap seperti itu, Tommy sudah yakin seratus persen bahwa Lana memang sednag marah kepadanya.
Tommy kemudian menyusul Lana dan memasuki lift yang akan membawanya ke aapartemennya. Lana sudah menunggu di depan pintu, Tommy langsung membuka pintunya dan mempersilahkan gadis itu untuk masuk ke dalam!
Setelah berada di dalam, Lana baru memutuskan untuk mengatakan apa maunya.
"Okay, mari kita berbicara! Aku rasa aku tidak sanggup untuk menikah denganmu!" ucap Lana sambil melepas cincin berlian yang diberikan Tommy pada saat lelaki itu melamarnya.
"Kenapa? Apakah aku melakukan kesalahan yang membuatmu begitu marah?" tanya Tommy yang menuntut penjelasan kepada gadis itu.
"Tidak. Aku hanya merasa tidak bisa menikah denganmu!"
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan anak kita?"
"Kau tetap bisa mengunjungi anak kita. Aku tidak akan melarangmu. Tapi aku tidak bisa menikah denganmu!"
"Kenapa kau berbuat seperti ini? Anak kita akan tetap dipandang sebagai anak haram di luar sana!"
"Jika kau memaksa untuk menikah denganku, kita akan menikah namun kita tidak akan hidup bersama dan kita akan membuat surat perjanjian pernikahan dan akan bercerai setelah setahun!"
"Katakan kenapa kau memutuskan hal ini dalam semalam, Lana? Apa alasan yang sebenarnya?!"
Lana duduk di sofa dengan wajah dingin. Dia berusaha untuk tidak menangis di depan Tommy. Ia sangat ingin menjerit ke wajah Tommy dan memberitahunya kalau gadis itu sudah jatuh cinta kepadanya dan ia sangat sakit hati dengan apa yang dikatakan Tommy di depan Dave dan Fiona tadi. Namun Lana mengurungkan niatnya karena dia tidak ingin tersakiti lebih jauh lagi.
"Kamu tinggal memilih! Kita tidak menikah atau kita menikah tetapi kamu harus mau menuruti semua persyaratanku! Aku tidak ingin lagi berhubungan secara emosional ataupun fisik denganmu!"
"Apakah kamu marah karena ucapanku di rumah Dave dan Fiona tadi? Kau tahu kan kalau aku hanya bercanda!" jelas Tommy kepada Lana. Tetapi Lana masih tidak bergeming.
Lana tertawa keras dan suara tawanya sangat melengking.
"Seperti mereka? Apa itu artinya kamu mencintaiku?"
"Saat ini aku tidak akan berbohong kepadamu, aku tidak yakin kalau aku sudah mencintaimu tetapi aku akan belajar untuk mencintaimu!"
"Belajar? Mencintai itu membutuhkan hati, perasaan! Belajar itu membutuhkan otak! Kenapa kamu yakin sekali kalau aku mau menunggumu belajar untuk mencintaiku? Aku adalah Lana Wilson. Banyak lelaki di luar sana sedang menunggu untuk mendapatkan cintaku!" ucap Lana membalas Tommy.
__ADS_1
Raut wajah Tommy langsung berubah ketika mendengar perkataan Lana. Ia sama sekali tidak menyukai bahwa banyak lelaki di luar sana, menginginkan gadis itu! Tommy merupakan lelaki yang masih konservatif! Dia tidak suka untuk berbagi wanitanya dengan lelaki lain.
"Kamu jangan mengetes kesabaranku!" raung Tommy marah.
Tiba-tiba Tommy bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah Lana. Lana yang tidak menyadari gerakan tiba-tiba Tommy, menjadi kaget! Namun semua terlambat, Tommy dengan kasarnya meraih kedua tangan Lana dan memeganginya sedangkan bibirnya dengan kasar menciumi bibir Lana. Lana mencoba untuk memberontak tapi tenaganya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan tenaga lelaki itu.
Tommy dengan kasar menarik paksa gaun yang dikenakan Lana dan merobek pakaian dalam Lana. Tommy bahkan tidak menghentikan aksinya ketika Lana mulai untuk terisak menangis. Disatukannya tubuh mereka dengan kasar dan tanpa ampun.
"Tolong, anak kita..." isak Lana.
Tommy yang mendengar kata anak, langsung sadar atas apa yang telah ia lakukan kepada gadis itu. Namun ia tidak bisa berhenti, tubuhnya tetap memacu tubuh Lana tetapi dengan cara yang lebih lembut dan pelan. Setelah beberapa saat, Tommy tidak bisa lagi untuk menahan gairahnya yang sudah terpusat di bawah pusar. Ia segera melepaskan semua gairah yang telah ditahan selama beberapa hari.
Lana segera mencari-cari gaun yang telah robek untuk menutupi tubuhnya. Ia merasa sangat malu dan marah atas perlakuan Tommy. Secara tidak langsung Tommy telah memperkosanya. Awalnya Lana hanya merasa marah dan cemburu kepada Fiona, namun sekarang ia merasa tidak pasti lagi. Dia sungguh-sungguh tidak mau dan tidak akan hidup dengan lelaki yang tidak memiliki perasaan cinta kepadanya dan hanya memiliki hawa nafsu. Dia bukan wanita untuk melampiaskan hawa nafsu.
"Maafkan aku!"
"Aku ingin pulang. Aku akan menelpon asisten dan supirku agar menjemputku disini! Aku rasa kita tidak perlu bertemu dulu untuk sementara waktu. Untuk persidangan, tolong berikan alasan kalau aku sakit dan kamu akan menjadi perwakilanku!"
"Lana, maafkan aku. Aku tetap ingin menikah denganmu! Demi anak kita!"
"Maaf, aku sungguh-sungguh tidak bisa!" ucap Lana dingin.
__ADS_1
Tubuh Lana masih bergetar dan merasa sakit di bagian bawah, tetapi itu tidak menghentikan Lana untuk meraih ponselnya. Gadis itu menelpon asistennya dan asistennya berkata mereka akan sampai dalam waktu setengah jam. Lana yang tidak ingin berlama-lama lagi berada di satu ruangan yang sama dengan Tommy, memutuskan untuk mengambil pakaian lain yang dibawanya dan segera luar. Ia lebih memilih untuk menunggu di parkiran daripada di apartemen Tommy.
Tommy sendiri sudah berusaha untuk menghentikan Lana dan meminta maaf, tetapi gadis itu menjadi sangat dingin dan keras kepala. Semua penjelasan yang berusaha untuk diucapkan oleh Tommy, sama sekali tidak didengar oleh Lana. Lebih parahnya lagi, raut wajah Lana memandang Tommy dengan rasa jijik dan sedih. Akhirnya Tommy hanya bisa duduk di sofa dengan lampu yang mati. Lelaki itu duduk dalam kegelapan dan berpikir apakah ada cara untuk membuat hubungannya menjadi lebih baik dengan Lana!