Ikatan Perjodohan

Ikatan Perjodohan
Kejutan dari Fiona kepada Dave!


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Fiona mencari sosok suaminya. Tapi Dave sedang mandi sehingga Fiona tidak bisa memberitahu suaminya sekarang. Fiona keluar dari kamarnya dan menuju ke dapur dimana Bi Ayu sedang menyiapkan makan malam untuk mereka. Fiona berjalan mendekat untuk mengetahui apa yang sedang Bi Ayu masak. Hari ini Bi ayu sudah memasak soto dan perkedel kentang daging dan juga tempe goreng.


Semua komplit dan cuma tinggal untuk dipanasi. Fiona mengambil gelas dan mengisinya dengan air.


"Bi, Fio mau cerita sesuatu!"


"Kenapa Nak? Bagaimana dengan hasil kontrol hari ini?"


"Bibi jangan cerita sama Dave dulu ya! Nanti kalau Dave sudah selesai mandi, Fiona akan cerita kok! Bi, Fio hamil! Sudah tiga minggu."


"Benarkah Nak? Ya Tuhan, selamat ya Nak. Semoga menjadi anak yang baik dan berbakti kepada orang tua!"


"Iya makasih Bi. Tapi jangan cerita dulu ke Dave. Habis ini Fio sendiri yang akan cerita!"


Ketika Fiona dan Bi Ayu sedang berbincang-bincang, Dave keluar dari kamar dengan rambut yang masih basah. Dave berjalan ke arah Fiona dan mencium pipi istrinya.


"Ada apa sih sayang? Kok kayaknya hari ini kamu senang sekali!"


"Tidak ada apa-apa kok sayang. Aku mau mandi dulu, karena seharian ini aku berada di luar."

__ADS_1


Fiona masuk ke dalam kamar dan diikuti oleh Dave yang merasa penasaran. Sebelum Fiona masuk ke dalam kamar mandi, Dave sudah meraih pinggang istrinya dan memeluknya. Ditatap wajah istrinya dengan penuh rasa penasaran.


"Cerita dong, ada apa!" perintah Dave.


"Sebentar sayang. Biarkan aku mandi dulu ya. Sudah bau asam nih." tolak Fiona.


"Baiklah tapi jangan lama-lama." ucap Dave yang kemudian mencium bibir istrinya dengan dalam dan agak lama.


Walaupun enggan, akhirnya Dave melepas istrinya untuk masuk ke dalam kamar mandi. Dave menghidupkan Tv yang ada di hadapannya dan memilih untuk menonton Tv sambil menunggu istrinya. Bolak balik Dave mencari acara Tv yang menarik namun  sudah beberapa kali mencari, tidak ada yang menarik sama sekali. Dave kemudian mengambil ponselnya, namun juga tidak ada yang menarik sama sekali.


Dave berjalan mondar mandir di dalam kamar. Akhirnya Fiona yang telah usai mandi, berjalan keluar hanya memakai kimono.


Awalnya Dave masih tidak paham dengan surat itu dan hanya menatap Fiona untuk membantunya atau memberikan bantuan. Namun Dave membacanya sekali lagi dan menjerit kegirangan.


"Aku akan menjadi papa! Benarkah ini?"


"Iya, kamu akan menjadi papa! Aku sudah hamil tiga minggu."


"Tiga minggu? Bagaimana kamu tahu kalau sudah tiga minggu?"

__ADS_1


"Tadi kan aku di tes kehamilan dan melakukan USG sayang."


"Berarti kamu sudah hamil sebelum kejadian penusukan?"


"Iya, sepertinya aku langsung hamil ketika malam itu kita..."


"Ya Tuhan, aku tidak percaya ini. Ini sungguh-sungguh sebuah mukjijat. Anak kita bertahan walaupun kamu sempat koma. Lalu bagaimana dengan keadaan anak kita saat kamu koma dan banyak sekali obat-obatan yang masuk ke dalam tubuhmu?"


Fiona yang tidak menyadari hal itu, seketika menjadi panik dan takut. Bagaimana jika terjadi apa-apa kepada anaknya! batin Fiona.


"Dokter Rio, menyarankan aku untuk pergi ke ginekolog spesialis dan bahkan sudah mendaftarkan aku untuk pergi hari Rabu ini pukul lima sore sayang. Apakah kamu bisa mengantarku atau aku akan meminta Angie atau Bi Ayu untuk menemaniku?"


"Jam lima sore kan? Aku akan menemanimu! Kalau Dokter Rio sudah berkata seperti itu, aku rasa kita bisa tenang sekarang karena pasti tidak terjadi apa-apa." ucap Dave mencoba untuk menenangkan Fiona.


 


Sekarang Fiona yang merasa sangat tidak tenang dan agak sedih. Walaupun gadis itu tidak ingin memperlihatkannya di depan Dave, namun Dave juga bisa merasakan kalau istrinya merasa resah dan panik. Dave mengajak Fiona untuk makan malam, tetapi Fiona hanya makan sedikit dan memutuskan untuk kembali ke dalam kamar untuk beristirahat. Dave yang masih berada di luar, membuatkan segelas susu coklat panas kesukaan Fiona dan membawakannya ke dalam kamar. Fiona yang bisa merasakan ketulusan hati suaminya, meminum susu coklat hangat itu.


"Jangan takut sayang. Aku akan selalu bersamamu. Kita akan menghadapi semuanya bersama-sama!" ucap Dave sambil memeluk istrinya. Fiona menangis keras dan menumpahkan isi perasaannya dengan menangis. Namun sesudah itu, Fiona menjadi agak lebih tenang. Dave terus memeluk istrinya yang akhirnya jatuh tertidur di pelukannya. Diusapnya wajah Fiona yang basah karena tangisan dan dikecupnya bibir Fiona. Dave memeluk dan menemani istrinya hingga akhirnya dia sendiri juga tertidur.

__ADS_1


__ADS_2