Ikatan Perjodohan

Ikatan Perjodohan
Fiona mengamuk!


__ADS_3

Dave menerobos masuk ke dalam apartemen Tommy. Fiona yang sedang duduk di meja, kaget mengetahui Dave bisa menemukan dirinya!


"Apa yang sedang kamu lakukan disini? tanya Fiona terkejut.


"Seharusnya aku yang sedang bertanya kepadamu, apa yang sedang dilakukan seorang wanita yang bersuami di rumah rekan kerja suaminya yang bujangan?"


"Kami sedang mau makan seperti yang kamu lihat!" Fiona menjawab Dave dengan ketus.


"Ayo pulang!" ajak Dave.


"Tidak mau! Kenapa aku harus pulang? Kami baru saja hendak makan. Kalau mau pulang, pulanglah sendiri!"


"Fiona, aku tahu kamu sangat marah kepadaku karena aku telah mengecewakanmu. Namun aku sungguh tidak bermaksud untuk menyakiti hatimu. Bagaimana kalau hari ini aku akan mengajakmu pergi keluar?"Dave berkata sambil mengusap rambutnya karena frustasi.


"Maaf tidak bisa, hari ini aku akan pergi bersama Angie. Aku tidak bisa membatalkannya hanya karena kamu memiliki waktu. Kenapa kamu tidak pergi bersama super model itu?"


"Baiklah kalau begitu aku akan makan bersamamu disini." jawab Dave yang langsung duduk di samping Fiona.


Tommy yang melihat pertengkaran Dave dan Fiona, hanya berjalan santai dan mengambil piring tambahan untuk Dave. Tommy meletakkan piring untuk Dave dan ikut bergabung dengan mereka. Mereka makan dalam diam hingga semua makanan sudah habis.


"Tommy terima kasih atas makanan dan telah mengajakku kemari. Sekarang aku akan pergi ke rumah Angie. Sampai jumpa lagi." Fiona berkata sambil berdiri dan mengambil tasnya.


"Akan kuantarkan kamu ke tempat Angie!"


"Dave, jangan kau buat aku lebih marah. Aku perlu waktu untuk sendirian! Aku mohon berikanlah aku waktu!"


Dave yang bersikeras untuk mengantar Fiona hendak mengikuti Fiona, namun tangannya ditahan oleh Tommy.


"Hati-hati Fiona. Selamat bersenang-senang. Kalau membutuhkan bantuanku, hubungi saja aku!" ucap Tommy.


"Terima kasih sekali lagi, Tommy!" kata Fiona sambil berjalan ke arah pintu dan meninggalkan apartemen Tommy


Tommy mengajak duduk Dave di sofa.


"Kamu mau kopi?"


"Boleh. Hitam tanpa susu dan gula!"


"Aku tahu!" balas Tommy. Tommy segera ke pantry tempat mesin kopi berada. Dimasukkannya kapsul kopi ke mesin kopi dan menunggunya. Setelah kopi mereka sudah jadi, Tommy membawakan gelas ke ruang tamu. Tommy duduk di depan Dave.


"Aku pikir lebih baik kamu biarkan Fiona untuk tenang dan berikan dia ruang hingga amarahnya mereda!"


Dave diam saja dan tidak menjawab. Di kepala Dave, muncul beberapa pertanyaan yang sangat mengganggunya!

__ADS_1


"Bagaimana kamu bisa mengetahui kalau kemarin adalah ulang tahun Fiona?"


"Aku tidak tahu. Aku mendapat undangan dari temanku yang juga mantan klienku. Temanku membuka sebuah restaurant baru. Aku iseng untuk bertanya kepada Fiona apakah dia memiliki waktu luang karena kemarin kamu memberikan pengumuman untuk semua orang di kantor kalau kamu akan pergi dengan model itu!"


"Apakah kamu menyukai Fiona?"


"Hmm, gadis itu cantik dan menarik. Dia berbeda dengan gadis lain yang pernah kukenal!"


"Tapi kau tahukan kalau dia istriku?" tanya Dave merasa marah.


"Aku tahu dia istrimu namun hanya diatas kertas. Kalau kamu menyukai Fiona, kenapa kamu sendiri juga pergi bersama Lana?" balas Tommy.


"Aku tidak tahu. Bersama Lana, aku berasa seperti lelaki yang memiliki daya tarik. Karena Dia super model!"


"Lantas kenapa aku tidak bisa bersama dengan Fiona?" balas Tommy ketus.


"Aku sungguh tidak tahu. Aku tertarik dengan Lana namun merasa marah kalau Fiona bersama lelaki lain!"


"Dave, sebagai seorang sahabat dan rekan untukmu. Aku akan memberikan nasehat kepadamu. Tetapkanlah kepada siapa kamu suka! Jadilah lelaki yang bisa mengambil keputusan. Kalau kamu seperti ini, kamu seperti menginjakkan kaki di dua perahu. Jangan kau sakiti hati Fiona. Gadis itu berbeda dan baik!"


Dave meminum kopinya dalam satu tegukan dan berdiri. "Aku akan pulang dan berpikir di rumah! Aku juga tidak akan menceraikan Fiona cepat. Jadi jangan kau harap bisa memilikinya!


Tommy hanya menggangguk ke Dave dan mengantarkan Dave ke arah pintu. Dave keluar dan menunggu lift untuk pergi ke parkiran mobil yang ada di basement. Sesampainya di dalam mobil, Dave hanya duduk dan berpikir.


Aku akan menunggu Fiona, putusnya!


Fiona turun dari taksi ketika sudah sampai di rumah Angie. Dibunyikannya bel rumah dan pintu rumah segera dibuk oleh Bibi Asih yang sudah merawat Angie dari bayi.


"Halo Bi Asih, Angie ada?" tanya Fiona.


"Ada non, di kamar. Ayo masuk non! Non, kemana aja? Kok gak pernah main ke rumah? Bibi ikut berduka cita ya Non! cerocos Bi Asih.


"Iya, gak apa-apa Bi! Om dan Tante di rumah, bi? Fiona menanyakan orang tua Angie.


"Gak ada. non! Bapak sama Ibu sedang keluar kota! Ayo non, bibi antar ke kamar non Angie!


"Ayo, Bi!" kata Fiona sambil mengikuti Bi asih ke arah kamar Angie.


Di depan kamar Angie, Bi Asih mengetuk kamar. "Non Angie, ada Non Fiona nih!"


"Masuk aja, Bi!" suruh Angie.


Fiona langsung membuka pintu dan masuk ke kamar Angie. Angie sedang berada di ranjang dan mengerjakan tugasnya di laptop. Buku-buku Angie berserakan di atas ranjang.

__ADS_1


"Kok kamu disini? Katanya nanti kita akan bertemu di mal jam 12? Ini kan masih jam 10!"


Fiona diam aja. Angie tambah bingung. Kenapa ini anak? pikir Angie.


"Gimana semalam? Sukses?" tanya Angie lagi.


Fiona tidak menjawab namun raut wajah Fiona sudah menunjukkan kalau Fiona mau menangis. Angie bangkit dari ranjangnya dan duduk di samping Fiona. Dipeluknya Fiona yang sedang menahan nangis.


"Kenapa, Fio? Cerita dong!" ucap Angie sambil memeluk Fiona. Fiona tidak bisa lagi menahan tangisnya.


"Dave lupa janjinya, Nggie. Dia malah pergi ke Gala Dinner bersama super model, Lana Wilson!" cerita Fiona sambil sesenggukan.


"Kamu tahukan, kalau Dave cinta pertamaku dan perasaanku belum berubah sama sekali!" tambah Fiona.


"Terus kamu kemarin ngapain? Kok gak telpon aku aja?"


"Kamu pernah aku ceritain tentang rekan dan teman Dave yang bernama Tommy Wong, kan? Dia kemarin menjemputku dan membawaku ke restaurant baru yang bergaya Mediteranian yang terkenal itu lho!"


"Jadi kamu pergi sama dia? Dave tahu?" Angie tambah penasaran.


"Dave akhirnya tahu! Kemarin aku pulang larut malam dan Dave sudah pulang duluan. Dia marah tapi aku lebih marah lagi. Semalam aku gak bisa tidur, jadi pagi ini aku menyelinap keluar sebelum Dave bangun dan pergi ke taman. Ternyata di taman, aku bertemu Tommy lagi! Tommy sedang lari pagi." cerita Fiona.


"Biar tahu rasa si Dave! Brengsek ya dia. Kamu lupain aja si Dave. Itu namanya kamu berjodoh dengan Tommy!" kata Angie berapi-api.


"Terus aku tadi membeli makan pagi dan dibungkus. Kami makan di rumah Tommy, entah bagaimana, Dave muncul di rumah Tommy ketika kami akan makan!"


"Terus?"


"Dave mengajakku pulang, tapi aku menolaknya. Dave bersikukuh kalau dia mau aku pulang bersamanya,akhirnya ikut makan bersama kami! Ketika sudah selesai, aku langsung aja ambil tas dan pergi ke rumahmu sebelum Dave berkata apa-apa!"


"Kamu lupakan aja si Dave! Lelaki seperti dia tidak pantas mendapatkanmu!" ucap Angie geram.


"Aku gak bisa, Nggie! Belum bisa tepatnya!" kata Fiona yang sedang menangis. Hati Fiona sakit sekali! Cintanya tidak berbalas!


"Ya udah, kamu mau pergi sekarang?"


"Nggie, boleh gak, aku tidur dulu disini sebentar? Aku ngantuk banget!"


"Boleh dong! Bagaimana kalau kita gak usah ke mall? Kita pesan aja makanan dan nonton film di rumah?"


"Kalau kamu gak apa-apa, aku iya aja deh!"


Angie membereskan bukunya yang berserakan supaya ada tempat untuk Fiona. Ketika Fiona tertidur, Angie masih melanjutkan mengerjakan tugasnya. Beberapa jam sudah terlewat, Angie yang merasa ngantuk akhirnya ikut tidur dengan Fiona. Sungguh kasihan Fiona, pikir Angie sebelum tertidur!

__ADS_1


__ADS_2