Ikatan Perjodohan

Ikatan Perjodohan
Menjadi berita!


__ADS_3

*****Restaurant*****


Tommy dan Lana sudah sampai di restaurant tempat mereka berjanjian dengan kedua orang tua Dave. Tommy yang turun terlebih dahulu, berlari untuk membukakan pintu mobil bagi Lana. Sesudah Lana turun, Tommy memberikan kunci mobilnya untuk diparkirkan oleh petugas valley. Restaurant yang mereka datangi adalah restaurant barat yang sangat berkelas. Banyak politikus dan orang-orang terkenal yang pergi makan disana. Pelayan yang berada di depan pintu segera membukakan pintu dan bertanya apakah mereka sudah melakukan reservasi karena kebanyakan meja disana sudah full dipesan. Tommy menyebutkan namanya dan pelayan tersebut segera memeriksa nama-nama yang sudah melakukan reservasi.


Nama Tommy sudah tertera disana dan menunjukkan bahwa lelaki itu melakukan pemesanan untuk empat orang. Pelayan tersebut mengantar Tommy dan Lana menuju ke tempat meja mereka. Ternyata kedua orang tua Dave belum sampai. Karena terburu-buru, Tommy tidak sempat untuk buang air kecil sebelumnya, kemudian dengan sopan, Tommy berpamitan sebentar kepada Lana untuk pergi ke kamar kecil.


Di Pojokan meja, Tamara, seorang reporter khusus untuk selebritis sedang makan bersama temannya, melihat bahwa Lana Wilson yang sedang diberitakan sedang berada di sana juga.


Rasa ingin tahu seorang reporter menguasai diri Tamara, Tamara menyiapkan kamera yang selalu berada di tasnya dan hendak mengambil foto-foto Lana. Apalagi Tamara melihat Lana sedang bersama seorang lelaki yang bukan dari kalangan selebriti.


Ketika Tamara sedang mempersiapkan kamera tersebut, kedua orang tua Dave datang dan juga sedang diantarkan oleh pelayan tadi. Kedua orang tua Dave yang sudah mengetahui bahwa mereka akan bertemu dengan Lana, langsung menyapa dengan hangat dan ramah.


"Halo, saya Johan Emanuel dan ini istri saya Julia Emanuel!" kata Om Johan memperkenalkan diri.


Lana langsung berdiri dan mencium pipi kedua orang tua tersebut. Pada saat itu, Tamara langsung bereaksi untuk mengambil beberapa foto ketika mereka saling mencium pipi dan tersenyum satu sama lain. Ketika hendak mengambil foto-foto lain, pelayan yang tadi mengantarkan kedua orang tua Dave langsung mendatangi Tamara.


"Maaf, Ibu. Disini dilarang untuk mengambil foto karena kami sangat menjaga privasi tamu lain. Silahkan kameranya dititipkan ke saya. Nanti bisa diambil kalau Anda sudah selesai makan. Saya akan selalu di depan!" ucap pelayan tersebut sopan kepada Tamara.


Tamara hendak mendebat pelayan tersebut, namun pelayan itu lebih cekatan daripada dia. Sehingga Tamara tidak memiliki pilihan lain. selain menyerahkan kameranya yang sudah diperlakukannya seperti anaknya sendiri.


Walaupun hanya beberapa, namun foto-foto itu sudah cukup untuk menjadi berita! batin Tamara.


"Halo Om dan Tante, saya Lana Wilson! Senang sekali bertemu dengan kalian. Silahkan duduk!" kata Lana sopan dan berkelas.


"Nama Emanuel kok rasanya sangat familiar ya?" lanjut Lana.


"Iya, kami adalah kedua orang tua Dave Emanuel. Dave dan Tommy adalah rekan dan sudah seperti saudara sendiri!"


"Ah... Iya. Sebelum Tommy mengambil alih kasus yang sedang saya jalani, Dave adalah pengacara saya! Maaf jika saya sudah tidak sopan, namun kenapa Anda sedang berada disini?"


"Kami datang ke kota ini karena menantu saya sedang berada di rumah sakit!"


"Iya, saya tahu. Saya sudah menjenguk beberapa kali Fiona. Apakah dia sudah baik? Bagaimana dengan kondisi dirinya?" tanya Lana yang sedang teralhkan dari pertanyaannya sendiri. Hormon mempengaruhi wanita hamil untuk menjadi cepat lupa. Hehehe.

__ADS_1


"Dia baik-baik saja sekarang. Mungkin dalam beberapa hari dia akan pulang ke rumah!" sahut Tante Julia.


Ketika hendak bertanya lebih jauh, Tommy datang dari kamar mandi dan langsung menyapa kedua orang tua Dave.


"Om dan Tante, kapan datang? Maafkan Tommy karena Tommy sedang berada di kamar mandi!" jelas Tommy.


"Tidak apa-apa, Nak! Kami baru saja datang dan baru berbincang-bincang santai dengan Nak Lana. Cantik ya, aslinya!" kata Om Johan yang memuji Lana.


Tante Julia mencubit pinggang Om Johan dengan pelan.


"Udah deh, papa mulai lagi genitnya! Mama kan malu!"


"Kan cuma bercanda, ma! Mama paling cantik deh sedunia!" jawab Om johan sambil mencium pipi istrinya.


Lana yang melihat cinta kasih antara kedua orang tersebut merasa iri. Mereka mungkin sudah menikah berpuluj-puluh tahun namun masih bisa menunjukkan rasa cinta dan sayang satu sama lainnya, batin Lana.


"Lana, mereka adalah orang tua Dave!" jelas Tommy.


"Aku sudah tahu kok! Mereka sudah menjelaskan kepadaku tadi!"


Menikah? Menikahiku? Tommy akan menikahiku? Itu sebabnya dia mengajakku dan kedua orang tua ini untuk makan malam? tanya Lana di dalam hatinya. Lana terkejut dengan pernyataan kalimat Tommy. Itu berarti Tommy sudah mengambil keputusan.


Sebelum Lana sempat untuk menjawab, Tommy sudah berlutut dan mengeluarkan sebuah cincin berlian satu karat yang sudah dibelinya sebelum ini. Lana yang terkejut dengan sikap Tommy, berusaha menekan rasa terkejutnya dengan mendekap mulutnya dengan kedua tangannya.


"Lana Wilson, apakah kamu bersedia untuk menikah denganku?" tanya Tommy yang sudah bersimpuh di kedua lututnya.


"Ayo Nak. Jawab Iya. Nak Tommy adalah lelaki baik yang bisa menjadi suami idaman!" bujuk Tante Julia ke Lana.


Lana merasa dirinya tidak bisa menolak lamaran Tommy lagi, mengingat bahwa ia juga sedang mengandung anak dari lelaki itu.


"Iya aku akan menikah denganmu!" jawab Lana dengan terisak bahagia. Walaupun mungkin bukan pernikahan atas dasar cinta, namun Lana merasa perasaannya terhadap lelaki itu sudah mulai tumbuh.


Tommy juga merasa sangat berbahagia, mengambil cincin itu dan memasangkannya di jari manis Lana. Semua orang yang melihat kejadian itu, berbisik-bisik dan Tamara sangat marah karena dengan berita sepenting ini, dia tidak mempunyai kamera bersamanya. Sehingga ia tidak bisa mengambil foto atas moment itu.

__ADS_1


Tamara yang marah, tidak memiliki lagi nafsu makannya. Gadis itu langsung beranjak dari kursinya dan berjalan mencari pelayan yang mengambil kameranya tadi. Ia akan langsung kembali ke kantor dan membuat berita atas Lana Wilson.


Di lain sisi, Tommy kembali ke tempat duduknya dan menggenggam tangan Lana sambil memesan makanan. Lana yang masih merasa tidak percaya, memandangi cincin berlian yang berada di jari manisnya. Ia sekarang adalah tunangan dari Tommy Wong.


Om Johan dan Tante Julia kemudian menyelamati mereka berdua atas pertunangannya. Mereka senang sekali bisa menjadi saksi bahagia akan Tommy yang melamar Lana! Setelah memesan makanan, mereka kembali melanjutkan perbincangan mereka.


"Lana, apakah kamu memiliki seseorang yang akan mengantarkanmu ke altar? Paman atau seseorang?" tanya Tommy.


"Tidak ada!" jawab Lana yang tiba-tiba merasa sedih. Dia tidak memiliki siapapun selain Bi Ina dan biarawati yang mengasuhnya di panti asuhan.


"Kalau begitu, Bolehkah Om Johan untuk mendapatkan kehormatan tersebut?" tanya Om Johan.


Lana menatap pria tua yang sedang tersenyum ramah kepadanya dengan rasa tidak percaya. Om Johan bersedia untuk mengantarkanku berjalan ke altar? Betulkah ini? Apakah aku sedang bermimpi?! batin Lana.


"Itupun jika..." tambah Om Johan.


"Tentu saja mau. Aku sungguh berterima kasih jika Om johan bersedia melakukan itu! Saya tidak memiliki siapa-siapa, Om!" potong Lana.


"Kalau begitu, tinggal kalian yang menentukan selanjutnya. Lebih baik jangan terlalu lama karena mengingat kondisimu!" jelas Om Johan.


Lana langsung melempar pandangan ke arah Tommy dengan rasa tidak percaya! Om Johan dan Tante Julia tahu kalau aku sedang hamil.


"Iya mereka tahu. Aku memberitahu mereka semuanya! Kan mereka sudah seperti orang tuaku sendiri. Jadi aku tidak berbohong kepada mereka. Lagipula mereka akan lebih bertanya kepadaku jika tiba-tiba aku akan menikahi gadis yang bahkan tidak pernah aku ajak kencan sebelumnya! Bukan begitu, Om dan Tante?"


"Iya, tidak apa-apa, Nak! Tante akan lebih marah lagi jika Tommy tidak mau mengakui dan bertanggung jawab atas anak tersebut!" ucap Tante Julia.


Maka Lana sudah sedikit lega karena pandangan dari Om Johan dan Tante Julia tidak merendahkan dirinya namun malah menerima dan berbahagia untuknya.


Makanan mereka telah datang dan mereka mulai untuk memakan makanan yang sangat enak itu sambil berbincang-bincang ringan. Setelah perut mereka kenyang dan Tommy sudah membayarnya, Tommy menawari Om Johan dan Tante Julia untuk mengantarkan mereka kembali ke rumah. Namun Om Johan dan Tante Julia menolak tawaran Tommy dan memilih untuk memanggil taksi yang sudah berjejer menunggu calon penumpang. Setelah mereka berpisah, Tommy menyupir mobilnya dan membawa Lana ke apartemennya untuk beristirahat.


 


****Di kantor Tamara****

__ADS_1


Tamara seperti mendapatkan jackpot setelah kembali ke kantornya. Gadis itu segera menghidupkan laptopnya dan bekerja. Gadis itu menuliskan bahwa Lana Wilson akan menikah dan memasang foto Lana yang sedang berciuman dengan kedua orang tua Dave. Setelah di post ke berita online, Tamara puas dan mematikan laptopnya untuk kembali ke rumah untuk beristirahat. Berita tersebut sudah menjadi topik panas untuk hari itu.


__ADS_2