Ikatan Perjodohan

Ikatan Perjodohan
Malu-malu!


__ADS_3

Fiona berdiri di bawah pohon rindang di pintu masuk utama kampus, mencoba berlindung dari terik matahari yang sangat menyengat. Dari kejauhan, Fiona sudah melihat mobil Dave yang melaju pelan ke arahnya. Fiona melihat bahwa Dave tidak datang sendirian, di samping kursi ada Tommy yang duduk.


Baguslah, aku tidak harus berduaan dengan Dave! Suasananya akan menjadi sangat aneh dan canggung! pikir Fiona.


Dave memarkirkan mobilnya, Tommy turun terlebih dahulu dan disusul oleh Dave. Mereka hanya berdiri di depan mobil mereka dan sudah banyak gadis yang memandang mereka.


Sungguh sangat berlebihan sekali mereka! Mereka kan tidak perlu keluar dari mobil dan membuat kehebohan seperti ini! batin Fiona.


Namun tidak bisa dipungkiri lagi, kedua lelaki itu sangat tampan dalam setelan jas mereka. Dave dan Tommy terlihat sangat menonjol dengan tinggi badan mereka dan tentu saja ketampanan mereka. Tommy terlihat terlebih ramah dan dia selalu tersenyum kepada para gadis yang melihatnya. Sedangkan Dave, pandangannya hanya tertuju kepada Fiona. Fiona berjalan ke arah mereka diikuti dengan tatapan cemburu dari para gadis lainnya.


Fiona langsung menyapa Tommy yang sedang membukakan pintu untuk Fiona layaknya gentleman.


"Hi, Tommy! Aku tidak tahu kamu akan ikut makan."


"Hello, Fio. Apakah aku mengganggu kalian jika aku ikut makan siang bersama kalian?"


"Tidak! Tidak sama sekali. Aku suka jika kamu akan bergabung dengan kami."


"Apa yang sedang kalian bicarakan? Ayo kita pergi!" kata Dave yang penasaran apa yang sedang diperbincangkan oleh Fiona dan Tommy.


Fiona masuk ke mobil dan duduk di belakang Tommy. Setelah Fiona masuk, Tommy menutup pintu untuknya dan masuk juga ke dalam mobil. Dave yang sudah menunggu langsung memulai untuk menghidupkan mesin mobil dan meluncur ke restaurant yang sudah dibicarakan olehnya dan Tommy. Astrid, sekretaris Dave yang merekomendasikan restaurant ini karena terkenal enak dan murah. Restaurant ini terletak tidak jauh dari taman yang terdapat danau kecil di tengahnya. Jadi banyak orang datang kesana, tidak hanya untuk menikmati makanan namun juga menikmati pemandangan yang lumayan untuk meningkatkan nafsu makan. Dave sudah menyuruh Astrid untuk memesankan meja untuk mereka jadi ketika mereka sampai, mereka tidak perlu lagi untuk menunggu apalagi ketika ini adalah jam makan siang.


Akhirnya mereka sampai dan mereka ditempatkan pelayan di luar sehingga mereka dapat langsung melihat pemandangan taman dan danau. Pelayan sudah memberikan buku menu dan meninggalkan mereka supaya mereka bisa memilih apa yang akan mereka minum atau makan.


"Mau pesan apa, Fio?" tanya Tommy dan Dave bersamaan.


Dave dan Tommy saling memandang karena mereka bertanya hal yang sama. Sementara Fiona hanya tersenyum kecil ketika membaca buku menu.


Enaknya menjadi pusat perhatian dari dua lelaki tampan! batin Fiona senang.

__ADS_1


"Aku akan memesan ayam bakar dan nasi putih beserta es jeruk kelapa muda! Kalau kalian akan memesan apa?" tanya Fiona sambil memandang Dave lalu Tommy.


"Aku sama!" jawab Dave.


"Aku akan memesan rendang daging sapi dengan sayur nangka dan es teh. Apakah kamu cukup hanya memesan itu, Fio?"


"Cukup kok! Aku tadi sempat makan snack di kampus, di kantin yang biasa aku kunjungi. Jadi aku tidak begitu lapar." ucap Fiona. Aku lapar namun bukan lapar akan makanan. Aku lapar akan ciuman Dave yang membuatnya merasakan sensasi baru! Fiona membayangkan lagi kejadian tadi pagi dan wajahnya menjadi memerah lagi.


Tommy melihat raut wajah Fiona yang memerah dan kemudian bertanya "Apakah kamu baik-baik saja? Wajahmu menjadi merah!"


Dave yang tidak melihat wajah Fiona sebelumnya, kemudian ikut memandang wajah Fiona. Wajahnya merah. Dave tahu kalau Fiona tidak sakit. Pasti gadis ini sedang membayangkan apa yang terjadi pagi ini! pikir Dave senang.


"Fiona tidak sakit namun..." ucap Dave tidak selesai.


"Ayo kita panggil pelayan dulu!" potong Fiona.


"Aku tidak sakit kok, cuman tadi aku kan berdiri di bawah pohon tapi sinar matahari terlalu terik!" kata Fiona berbohong.


"Bohong!" jawab Dave pasti dan lantang.


"Apanya yang bohong?" tanya Tommy.


Fiona langsung memotong Dave supaya Dave tidak menceritakan kejadian tadi pagi.


"Eh, akhir-akhir ini kok aku merasa ada yang mengikuti dan mengawasi aku, ya?"


Dave dan Tommy langsung berpandangan dan raut wajah mereka mengeras.


"Sejak kapan?" tanya Dave.

__ADS_1


"Sejak aku kembali dari bulan madu. Aku selalu merasa ada seorang lelaki yang mengikuti dan mengawasiku!"


"Apa kamu tahu siapa orang itu?" tambah Dave.


"Tidak. Tapi Angie juga berkata seperti itu ketika kami sedang berada di kantin di hari ulang tahunku! Jadi aku pikir itu bukanlah hanya perasaanku aja!" jelas Fiona.


Dave tahu siapa yang sedang mengikuti dan mengawasi Fiona, membuah darahnya mendidih karena amarah.


"Aku rasa kamu sebaiknya kamu harus selalu berada di keramaian dan jika ada yang sedikit mencurigakan, segera lapor polisi atau memanggil orang setempat. Dave dan aku baru saja menolak kasus baru yang kami rasa ada hubungannya dengan kejadian yang kamu alami. Orang itu memiliki adik yang kami penjarakan dua tahun yang lalu dan ingin membalas dendam!" jelas Tommy.


"Jadi sekarang aku sedang menjadi target?"


"Kurang lebih seperti itu! Jika kamu sedang diluar, pastikan selalu bersama seseorang atau ponselmu harus selalu hidup! Aku akan memasang GPS di ponselmu sehingga jika terjadi sesuatu, aku bisa melacak keberadaanmu!" lanjut Dave.


Fiona yang tidak pernah mengalami hal seperti ini menjadi sedikit takut tapi dia lebih mengkhawatirkan keadaan Dave dan Tommy karena target sebenarnya adalah mereka!


Aku tidak bisa membiarkan sesuatu terjadi pada Dave juga, pikir Fiona.


Makanan dan minuman mereka telah tiba dan mereka menghentikan pembicaraan mereka dan mulai untuk makan.


Cuaca yang bagus, makanan yang enak dan teman makan yang tampan! Makan siangku sungguh nikmat, batin Fiona.


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2