Ikatan Perjodohan

Ikatan Perjodohan
Tommy bertemu dengan Lana!


__ADS_3

Setelah sampai di kantor dan naik ke dalam mobilnya, Tommy berpikir dia tidak akan pulang ke rumahnya karena pikirannya menjadi sedikit kalut. Dia tidak pernah menceritakan masa lalu kelamnya terhadap siapapun! Karena ia selalu berpikir masa lalunya terlalu pahit untuk diceritakan kepada orang lain atau bahkan untuk diingat-ingat.


Tommy menghidupkan mobilnya dan meluncur ke sebuah hotel yang memiliki bar dimana ia selalu kunjungi jika ia ingin minum untuk menenangkan pikiran dan hatinya.


Beberapa saat setelah sampai di hotel tersebut, Tommy memarkirkan mobilnya di basement. Tommy masuk ke dalam lift yang akan mengantarkannya ke lantai lima dimana bar itu berada. Di dalam lift, Tommy menggulung lengan kemejanya menjadi pendek dan membuka kancing atas kemejanya. Lift terbuka dan Tommy berjalan melewatinya. Cara berjalan Tommy sungguh sangat elegan yang membuat wanita-wanita yang sedang mencari cinta atau hubungan semalam, langsung membalikkan tubuhnya dan terang-terangan menunjukkan rasa tertariknya!


Lana yang sedang berada di bar yang sama karena meeting dengan salah satu desainer yang membosankan dan mencoba untuk menggodanya. Namun Lana sungguh tidak tertarik dan merasa jijik kepada desainer itu. Lana sungguh tidak memiliki pilihan lain karena kasus yang dialaminya, membuat beberapa kontrak dibatalkan begitu saja.


Lana tahu bahwa desainer itu mencoba untuk membuatnya mabuk sehingga bisa mengambil keuntungan darinya! Oleh karena itu, Lana berusaha untuk menyesap minumannya sedikit demi sedikit dan berusaha untuk membuat desainer itu yang mabuk dengan menambahi minumannya lagi dan lagi! Lana menjadi seorang model dengan perjuangan yang berat dan tidak semudah yang orang pikirkan.


Desainer itu mencoba untuk memegang paha Lana dan membuat Lana tiba-tiba bangkit dari kursi yang didudukinya.


"Maafkan aku. Aku harus ke kamar mandi!" ucap Lana.


"Jangan lama-lama ya!"


Dalam perjalanan ke kamar mandi, Lana melihat Tommy sedang duduk sendirian di bar. Ia mengurungkan niatnya untuk menghampiri Tommy namun ia sungguh berharap bahwa ia bisa mendapatkan pertolongan dari Tommy.


Lana selalu bertanya-tanya kenapa sikap lelaki itu sungguh dingin terhadapnya dan sikap itu mengusik hati kecil Lana. Di antara dua pilihan, kembali ke desainer yang terang-terangan menggodanya atau bertemu dengan lelaki yang sedingin es terhadapnya! Lana memutuskan untuk mendatangi Tommy karena ia merasa lebih aman dengan lelaki yang sedingin es itu.


"Halo, kamu Tommy kan? Rekan kerja Dave?" ucap Lana sopan.


Tidak ada jawaban! Tommy hanya memandanginya dengan dingin dan melanjutkan untuk minum.


"Aku mohon, tolonglah aku! Bawa aku keluar dari sini!"


"Kenapa aku harus menolongmu?" tanya Tommy dingin.


"Karena aku tidak ingin berada disini dan menjadi mangsa dari desainer mesum. Aku mohon! Aku yakin kamu pasti bisa menolongku!" kata Lana sambil menunjukkan dimana desainer itu sedang duduk.


"Kamu mau menemaniku minum?"


"Aku akan menemanimu minum jika kau benar-benar mau membantuku agar desainer itu menjauhiku!"


"Deal tapi jangan sesali keputusanmu!"

__ADS_1


Tommy berdiri dan menggandeng tangan Lana menuju ke arah desainer tersebut duduk bersama model-model lain.


Desainer itu melihat Lana telah kembali namun bersama seorang lelaki tampan!


"Maafkan saya, saudara-saudara! Namun saya harus membawa wanita saya kembali karena hari sudah larut!"


"Wanitamu?" tanya desainer itu.


"Iya, wanita saya! Apakah Anda memiliki masalah pendengaran?" jawab Tommy ketus karena harus mengulangi kata-katanya.


"Ayo, kita pergi!" tambah Tommy kepada Lana.


Lana tidak menjawab namun langsung dengan cepat mengambil tasnya dan mengikuti Tommy.


"Terima kasih!"


"Jangan berterima kasih! Kamu masih harus menemaniku minum!"


"Dimana?" tanya Lana.


Tommy dan Lana masuk ke dalam lift yang membawa mereka ke loby hotel. Tommy segera memesan sebuah kamar suite dan sebotol minuman alkohol.


"Kenapa kamu malah memesan sebuah kamar? Kita akan minum dimana?"


"Kita akan minum dikamar! Apakah kamu mau melihat wartawan mengambil fotomu sedang minum bersamaku?"


Lana berpikir benar juga apa yang dikatakan Tommy. Sehingga Lana tidak berpikiran aneh-aneh. Dia mengikuti kembali Tommy yang sudah mendapatkan kunci kamarnya. Mereka sudah memasuki kamar yang luas dengan pemandangan yang menakjubkan!


Lana yang merasa sudah bebas dari desainer mesum itu, menjadi lebih rileks. Lana langsung mencopot highheelsnya yang tinggi. Kakinya capek! Dia duduk di sebuah sofa dan meluruskan kakinya.


Tommy melihat gadis itu menjadi lebih santai dan dai sendiri membuka minuman kerasnya yang sudah diantarkan.


Gadis itu tidak banyak bicara, pikir Tommy. Tommy tidak menghiraukan keberadaan Lana dan melanjutkan minum-minumnya. Tak lama kemudian, Lana datang menghampirinya dan mengambil gelas kosong yang kemudian di isinya air putih.


"Kamu berjanji akan menemaniku minum kan?"

__ADS_1


"Iya, aku sudah berjanji tapi aku kan tidak mengatakan kalau aku akan minum alkohol! Aku tidak suka alkohol karena aku mudah untuk menjadi mabuk!" terang Lana.


Tommy merasa dikhianati oleh Lana dan menjadi marah. Gadis itu pintar bermain dengan kata-kata rupanya!


Apakah ayahku dulu juga dipermainkan seperti ini? Apakah ibuku dulu harus menderita karena gadis macam ini? pikir Tommy marah.


Tommy kembali meminum minumannya dengan satu tegukan! Tommy sudah setengah mabuk.


Dia bangkit dan mendekati Lana. Direngkuhnya pinggang gadis itu dan ditarik ke arah tubuhnya.


Lana terkejut dengan sikap tiba-tiba Tommy, mencoba untuk melawan. Namun apa daya, tenaga lelaki itu sangat kuat dan dia tidak bisa melawannya.


Tommy tertawa. Giginya memagut bibir atas Lana yang lembut, lidahnya membelai kasar, sementara tangannya menciptakan keajaiban di sekujur tubuh Lana. Tangan Tommy yang lincah dengan cekatan membuka gaun Lana.


Tubuh gadis itu sudah tersingkap dan telanjang. Tommy yang sudah seperti orang kerasukan, tidak bisa berhenti lagi.


Satu-satunya penghalang ditubuh Lana, disingkirkannya! Tubuh Tommy juga sudah sangat bergairah langsung melucuti pakaiannya sendiri. Sekarang di antara mereka sudah tidak ada penghalang lagi.


Lana menjadi ketakutan!


"Please, jangan!"


Tommy berpikir model seperti ini pasti sudah tidur dengan banyak lelaki sehingga dia tidak segan-segan lagi dan tetap melanjutkan apa yang sudah dimulainya!


"Rileks!" kata Tommy.


Pada saat bersamaan, Tommy merapat lembut, dan merasakan tubuh langsing Lana tersentak. Tommy melakukannya lagi. Lana terkesiap lirih, dan Tommy merasakan tungkainya bergerak. Kali ketiga, Lana mengeluarkan suara yang tidak pernah didengar oleh Tommy, keluar dari bibir gadis itu.


Lana terisak, melengkungan tubuhnya. Rasa sakit menghunjam tubuhnya. Darah segar dan panas mengalir dari area wanitanya, Tommy menghentikan tubuhnya dan melihat darah mengalir.


Gadis ini masih perawan! Apa yang telah aku lakukan?! pikirnya.


Tetapi semua sudah terlambat, bibir Tommy membelai lembut mata Lana yang terisak. Kemudian Tommy beralih ke arah bibirnya dan diciumnya bibir itu lembut sementara ia bergerak sangat pelan, sangat sensual, menuju penyatuan total. Tidak lama setelah itu, Tommy tidak sanggup untuk menahan diri lagi dan bisa merasakan kenikmatan puncak. Lana yang tidak menyangka ini akan terjadi, juga merasakan kenikmatan puncak setelah rasa sakit dan nyeri yang dialaminya sebelumnya. Mereka berdua bersama-sama merasakan puncak kenikmatan dan terengah-engah.


Tubuh Tommy bergulir ke arah samping dan Lana langsung menarik selimut di atas ranjang untuk menutupi tubuh telanjangnya. Setelah Lana masuk dan mengunci kamar mandi, Tommy duduk di tepi ranjang dan memandangi bercak darah yang menempel di atas sprei ranjang.

__ADS_1


Rupanya aku telah salah berpikir bahwa semua model adalah sama! sesal Tommy.


__ADS_2