Ikatan Perjodohan

Ikatan Perjodohan
Mencari cara!


__ADS_3

Sore hari ketika pekerjaan sudah selesai, Dave mencari Tommy di kantornya. Ternyata Tommy masih berada di kantor dan belum ada tanda-tanda akan pulang.


"Yo, bro. Kamu belum mau pulang?" tanya Dave.


"Belum. Lagipula pulang ke rumah atau di kantor tidak ada bedanya bagiku. Aku tidak mempunyai seorang istri yang menunggu di rumah sepertimu." ucap Tommy meledek Dave.


"Kalau begitu, mau makan malam di rumah bersama? Fiona masak tuh!"


"Kamu serius ngajak aku, Dave?" tanya Tommy yang terkejut.


"Iya, tapi..."


"Jangan bilang kalau kamu mau minta bantuanku untuk memberi Fiona penjelasan?"


"IYA!" jerit Dave semangat.


"Bro, makan malam di rumah sangat murah harganya dibandingkan kemungkinan aku juga akan dibenci oleh Fiona selamanya!"


"Please. Aku mohon!"


"Okay, aku akan ikut. Lagipula jika Fiona mengijinkanmu untuk bekerja dengan Lana, aku akan sukarela menemaninya. Menemani gadis muda cantik yang sedang kesepian!"


"Jangan macam-macam! Lagipula aku bersedia melakukan ini hanya sebagai pekerjaan. Jika nama kantor kita semakin terkenal, maka kita akan lebih sukses daripada sekarang!"


"Dave, kantor kita baik-baik saja. Kita tidak memerlukan promo dengan cara seperti ini. Kalau kita bekerja dengan baik dan bisa memenangkan kasus yang kontroversial, nama kantor kita akan terkenal dengan sendirinya!"


"Aku tahu, Tom! Tapi Lana juga menawarkan untuk membayar jasaku dua kali lipat. Lana juga berkata apakah aku tidak malu untuk tinggal di rumah istri dan tidak mampu untuk menyediakan tempat untuk Fiona!"


"Dave, lebih baik kau bicarakan ini dengan Fiona. Aku yakin gadis itu tdak ada masalah dengan itu karena dia bukan tipe gadis yang matrealistis!"

__ADS_1


"Aku tahu, Tom! Tapi harga diriku yang akan menahanku untuk bertanya. Akan lebih baik jika aku tidak banyak bicara namun langsung membuktikan dan menyediakan yang terbaik untuk Fiona!"


"Tapi bro, pernikahanmu akan berakhir dalam waktu setahun. Apakah kamu lupa?"


Dave tidak menjawab Tommy, dia kalut dengan pikirannya sendiri. Tommy tidak tahu bahwa Dave sudah jatuh cinta terhadap Fiona dan Dave sudah memutuskan untuk tidak memberitahu siapapun sampai dia akan menyatakan perasaannya terhadap Fiona. Walaupun dia sendiri tidak yakin kapan dia akan menyatakan perasaannya! Saat ini lebih baik berjalan seperti ini dan Dave akan berusaha membuat Fiona jatuh cinta kepadanya!


"Ayo! Kamu jadi ikut tidak?"


"Oke, aku akan membereskan meja. Kau tunggu aku di mobil!" kata Tommy yang membereskan meja kerjanya yang kacau. Dave keluar dan menunggu Tommy di dalam mobil. Beberapa menit kemudian, Tommy sudah bergabung dengannya di dalam mobil dan mereka segera meluncur ke dalam rumah!


Sesampainya di rumah, Dave mengecek area depan rumah yang telah terpasangi CCTV. Semua sempurna! Dave menjadi lebih tenang, mengetahui bahwa semua area rumah sudah terpasangi CCTV. Dave dan Tommy kemudian masuk ke dalam rumah.


Fiona sedang sibuk memasak di dalam dapur, mendengar bunyi pintu depan rumah terbuka.


"Selamat datang, Dave!" kata Fiona menyambut Dave tetapi tidak mengetahui kalau Tommy juga datang untuk makan.


"Mana salam untukku?" tanya Tommy pura-pura kesal.


"Tentu saja! Aku datang kesini karena Dave sering membual tentang masakanmu yang sungguh enak." Tommy meledek Fiona.


"Aah, masakanku biasa aja kok!"


"Hari ini masak apa, sayang?" tanya Dave.


Fiona yang tadi pagi membaca pesan dari Dave tidak merasa yakin apakah Dave benar-benar memanggilnya sayang, tapi saat ini Dave memanggilnya sayang lagi. Hati Fiona menjadi berbunga-bunga dan terasa ringan.


"Maaf, hari ini aku hanya masak ayam bakar, sayur asem dan sambel terasi. Aku tidak tahu apakah makanan ini akan cocok dengan lidah Tommy!" ucap Fiona.


"Wow, gila! Sudah lama aku tidak makan masakan rumahan seperti ini. Ibuku dulu sering memasakkan makanan seperti yang kamu masak!" kenang Tommy.

__ADS_1


"Apakah kamu sudah lama tidak pulang mengunjungi ibumu?"


"Ibuku sudah meninggal lima tahun yang lalu, Fio!" jelas Tommy.


"Maaf sudah tidak sopan bertanya kepadamu! Bagaimana dengan ayahmu?!"


Raut wajah Tommy langsung berubah menjadi keras dan dingin. Fiona merasa bahwa pertanyaannya salah. Dave juga tidak pernah bertanya tentang orang tua Tommy karena bagi dirinya, urusan pribadi tidak patut untuk ditanyakan. Tommy juga sangat tertutup tentang kehidupan pribadinya. Dave menjadi ingin tahu juga tentang kehidupan pribadi Tommy.


"Ayahku dulu berselingkuh dengan seorang model yang usianya setengah dari usia ayahku. Ayahku tergila-gila hingga mengabaikan keluarganya sendiri. Ibuku diceraikan oleh ayah dan akhirnya bekerja sendirian untuk menghidupi aku dan adik kecilku. Semenjak itu aku tidak pernah lagi bertemu dengan ayahku walaupun dia memohon padaku!" ucap Tommy dengan jijik dan penuh kebencian.


Aah, Dave sekarang sadar kenapa Tommy bersikap sedemikian rupa terhadap Lana!


"Ya udah, yuk makan! Nanti keburu dingin. Kalian duduklah, aku akan menyiapkan semua makanan dan membuatĀ  minuman dingin untuk kalian!"


"Apakah kamu butuh bantuan?" kata Tommy yang langsung berdiri untuk membantu Fiona membawa piring-piring dan makanan.


"Terima kasih ya!" ucap Fiona tulus.


Mereka makan malam dengan santai dan hampir seluruh makanan sudah habis. Fiona senang sekali ketika usahanya untuk memasak dihargai seperti ini. Setelah makan Fiona membuatkan kopi untuk Dave dan Tommy yang sudah pindah ke ruang keluarga untuk bersantai.


"Kalian bicara apa sih? Kok kelihatannya sangat serius?!" tanya Fiona yang bergabung dengan mereka.


"Begini Fio, Dave ingin meminta izin kepadamu!" kata Tommy.


Fiona memasang telinganya dan berusaha untuk fokus mendengarkan Tommy. Setelah mendengar semua penjelasan secara garis besar dari Tommy, hati Fiona menjadi sakit.


Apakah itu hanya alasan supaya Dave bisa menjadi lebih dekat dengan model itu? batin Fiona.


"Kenapa kamu harus minta izin padaku? Lakukan aja apa yang menurutmu benar!" jawab Fiona dengan ketus . Fiona bergegas menuju dapur dengan alasan bahwa dia harus mencuci piring dan membersihkan dapur, meninggalkan Tommy dan Dave yang sedang duduk dan berbicara.

__ADS_1


Air mata Fiona menetes tanpa ia sadari, hatinya sangat sakit.


__ADS_2