Ikatan Perjodohan

Ikatan Perjodohan
Menangani kasus Lana Wilson.


__ADS_3

Akhir minggu berjalan dengan cepat, Dave sedang menyiapkan dan mempelajari berkas atas kasus-kasus yang sedang ditanganinya. Sedangkan, Fiona menghabiskan waktu untuk mengejar ketinggalan dan mengerjakan laporan-laporan kuliahnya.


Sore harinya, Fiona berhenti mengerjakan tugas-tugasnya dan pergi ke dapur. Dia segera menggoreng ayam yang sudah direbus bersama bumbu-bumbu tadi pagi. Fiona juga memasak tumis kangkung untuk menemani ayam goreng untuk makan malam nanti. Akhirnya Fiona sudah selesai memasak dan menyiapkan masakannya diatas meja makan. Dave sedang berada ruang keluarga ketika Fiona memanggilnya.


Dave yang sudah mencium bau masakan dari tadi, sudah merasa lapar. Fiona duduk di samping Dave dan mengambilkan nasi untuk Dave.


"Apa nasi segini cukup untukmu, Dave?"


"Tambah sedikit lagi. Aku tidak pernah menyangka bahwa kamu bisa memasak,Fio. Kamu sudah beberapa hari ini memasak. Kita cuma keluar untuk ke pasar! Kalau kamu capek, kamu bilang lho! Jangan terlalu memaksakan dirimu!


"Aku hanya bisa memasak seadanya, kok!"


"Tapi kita kan bisa memesan online. Jadi kamu tidak perlu repot!"


"Tapi memasak sendiri lebih hemat, Dave!"


"Kita tidak miskin, Fio. Nanti juga kalau kamu mau beli bahan persediaan, kamu gak usah pergi ke pasar. Pergi aja ke supermarket!"


"Iya, kita tidak miskin tapi bukan berarti kita harus menghambur-hamburkan uang. Aku tidak tahu apakah aku masih bisa mendapatkan beasiswa dan orang tuaku tidak meninggalkan banyak warisan. Untukmu, kamu kan juga masih harus membayar mobil dan biaya-biaya lain!"


"Kapan kamu terakhir pergi shopping, Fio?"


"Aku lupa tapi kayaknya sudah lama. Aku tidak butuh apa-apa! Angie kadang-kadang memberikan padaku baju milik dia yang sudah tidak dipakainya lagi."


"Kamu mau apa untuk hadiah ulang tahunmu?"


"Kan sudah aku bilang kalau aku tidak membutuhkan apapun. Aku cuma tidak mau sendirian!"


Apa yang harus aku belikan untuk Fiona? Aku akan bertanya kepada rekan-rekan kerjaku besok! pikir Dave.


"Apa ayamnya enak? Kangkungnya enak?"


"Kalau tidak enak, tidak akan kumakan. Semua masakanmu enak,Fio!" ucap Dave tulus.

__ADS_1


"Besok kamu kuliah jam berapa?" tanya Dave.


"Besok aku ada kuliah jam 10, jadi aku harus berangkat pukul 9.30 karena jarak kampus dari rumah kan dekat."


"Fio, aku besok harus berangkat jam 7 pagi karena harus mempersiapkan meeting untuk kasus model Lana Wilson. Jadi aku tidak bisa mengantarkanmu! Kamu lebih baik naik taksi, jangan naik angkutan umum!"


"Dave, aku sudah naik angkutan umum sejak aku kecil. Jadi kamu tidak usah mengkhawatirkan aku!"


Mereka menyelesaikan makan malam mereka dan Dave kembali bekerja ketika Fiona mencuci piring. Fiona dan Dave sibuk masing-masing di depan laptop mereka. Jam sudah menunjukkan hampir tengah malam, mereka segera menyudahi apa yang mereka lakukan dan pergi tidur.


Di pagi hari, ketika Dave masih tidur nyenyak, Fiona sudah bangun dan menyiapkan sarapan untuk Dave. Ketika sarapan sudah siap, Fiona masuk ke kamar dan membangunkan Dave.


"Dave, bangun. Nanti kamu akan terlambat!"


Dave perlahan bangun dari tidurnya. Dilihatnya Fiona sedang menyiapkan kemeja, jas dan dasinya.


Dave segera pergi mandi dan Fiona membuatkan kopi. Walaupun mereka hanya menikah di atas kertas namun Fiona tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang istri.


Dave yang sudah selesai mandi dan mengenakan pakaian, segera bergabung dengan Fiona di meja makan.


Dave menyelesaikan makan dengan sangat cepat karena dia sudah terlambat untuk pergi ke kantor.


Saat Fiona melihat kepergian Dave, perasaan Fiona tiba-tiba merasa tidak enak.


Fiona segera menyibukkan diri agar dia bisa menghilangkan perasaannya yang tidak enak.


Setibanya Dave di kantor, Dave sudah ditunggu oleh seorang wanita cantik yang terlihat sangat elegan.


Lana Wilson sedang berdiri menghadap ke jendela di kantor Dave. Lana adalah seorang model profesional yang sudah sejak kecil merintis karirnya. Sekarang dia sudah terkenal di dalam maupun luar negeri. Namun karena kasus pelecehan yang didapatkannya, Lana harus menolak beberapa tawaran karena kasusnya menghabiskan banyak biaya dan waktu.


Dave segera menyalami dan mempersilahkan Lana untuk duduk. Lana yang sudah duduk, mengawasi Dave dengan teliti. Ganteng juga pengacaraku, pikirnya. Dilihatnya di jari manis sebelah kiri Dave sudah menikah.


"Sudah lama menikah?" tanya Lana

__ADS_1


"Baru aja."


"Waktu aku menyuruh asistenku untuk mencarikan pengacara, asistenku berkata kamu masih bujangan."


"Ah, iya. Aku baru saja menikah seminggu karena dijodohkan oleh orang tuaku."


"Dijodohkan? Hari ini masih ada pernikahan karena perjodohan? Jadi kamu menikahi gadis itu tanpa cinta?"


"Hahaha, hubungan kami memang agak rumit. Dia baru saja kehilangan kedua orangtuanya yang meninggal karena kecelakaan. Aku berpikir dia mau menikah denganku karena tidak mau mengecewakan orang tuanya!"


"Bagaimana denganmu?" tanya Lana tanpa basa-basi.


"Untuk saat ini, aku tidak bisa memastikan bagaimana perasaanku namun dia sudah menanyaiku beberapa kali bagaimana perasaanku terhadap dia."


"Dan apa jawabanmu?" tanya Lana ingin tahu.


"Aku tidak mencintainya namun aku juga tidak suka ketika ada lelaki lain yang mendekatinya!" Dave berkata jujur dengan perasaannya.


Lana tidak bertanya lebih jauh lagi namun ia berpikir bahwa pengacaranya ini cukup ganteng untuk diajak ke acara Gala Dinner hari jumat malam nanti. Dia tidak akan memalukan untuk digandeng nanti!


"Dave, maukah kamu menemaniku ke acara Gala Dinner?"


"Kapan?"


"Jumat ini pukul 19."


Dave yang benar-benar tidak menyangka akan diajak oleh seorang model profesional, merasa senang sekali. Seketika dia lupa kalau dia sudah berjanji akan merayakan ulang tahun Fiona bersama.


"Oke. Aku bisa."


"Kalau begitu, bisakah kamu menjemputku di apartemenku pukul 18.00?"


"Bisa kok."

__ADS_1


"Kamu tidak perlu membawa apapun karena aku akan menyiapkan jas dan baju untukmu!"


Dave dan Lana kembali berdiskusi tentang kasus Lana. Setelah beberapa jam berdiskusi, Lana memutuskan untuk mengakhirinya karena dia ada pemotretan yang harus dijalankan. Ketika Lana keluar dari kantor Dave, Lana menabrak Tommy yang sedang membaca berkasnya. Tommy yang mengetahui bahwa seseorang yang menabraknya adalah seorang model, mendengus sinis. Lana mengucapkan maaf namun Tommy tidak menggubrisnya dan meninggalkan Lana. Lana yang merasa sangat tersinggung karena ini baru pertama kalinya dia merasa ditolak oleh seseorang, memutuskan suatu saat dia akan bertanya kepada Dave siapa orang yang baru saja ditabraknya.


__ADS_2