Ikatan Perjodohan

Ikatan Perjodohan
Makan siang dan usaha Fiona mempersatukan Lana dan Tommy lagi.


__ADS_3

Lana sudah sampai terlebih dahulu di restaurant yang terkenal dengan masakan lokal. Restaurant itu memiliki kolam buatan yang sangat besar. Ada dua pilihan untuk makan disitu. Bisa duduk di ruang depan yang berisi deretan meja makan atau makan dengan duduk di lesehan dan menikmati kolam ikan. Lana memilih untuk duduk di lesehan dan menunggu kedatangan Fiona disana. Lana sudah berpesan dengan pelayan di restaurant tersebut jika ada dua gadis datang, maka pelayan itu akan mengantar mereka ke tempat yang sudah dipilih oleh Lana.


Fiona, Angie dan Dokter Rio sudah datang, namun Angie menolak Fiona untuk bergabung dengannya karena ia memiliki rencana tersendiri dengan Dokter Rio yang sudah ditaksirnya. Angie hanya berpesan kepada Fiona untuk menyampaikan permintaan maafnya kepada Lana dan berkata jika lain waktu, dia masih memiliki kesempatan untuk bertemu, Angie akan senang sekali. Angie berkata kalau Fiona sudah selesai nanti, ia bisa bergabung dengan Angie dan Dokter Rio. Angie akan menunggunya disana.


Fiona berjalan mengikuti pelayan yang mengantarkannya ke tempat yang sudah Lana pesan. Lana sedang duduk dan memberi makan ikan-ikan. Mata Lana terlihat sangat sedih sekali. Fiona bisa merasakan suasana yang sedang tergambar disana. Fiona menyapa Lana dan bergabung dengannya.


"Hi, maaf ya agak lama menunggu. Tadi aku harus menjalani tes tambahan!"


"Tidak apa-apa, aku juga baru sampai. Lho dimana Angie?"


"Angie ada kok, tapi dia sedang duduk di tempat lain bersama dengan Dokter Rio yang ditaksirnya. Dia meminta maaf kepadamu tapi dia tidak mau melepaskan kesempatan karena Dokter Rio akhirnya menyetujui ajakannya!" ucap Fiona.


"Ah begitu ya! Bagus deh karena dia tidak menyia-nyiakan kesempatan!"


"Iya, dia memang gadis seperti itu. Dia jarang sekali suka kepada lelaki tetapi kalau dia sudah suka, dia tidak akan melepasnya dan berusaha dengan keras. Walaupun kebanyakan, dia selalu sakit hati karena ditolak. Aku sangat berharap kali ini dia akan bisa menjadi bahagia."


Ketika Fiona menjelaskan tentang Angie, Lana berpikir apakah ia seharusnya membuang egonya dan mengejar cintanya? Lana akhir-akhir ini juga sangat tersiksa karena ingin mengetahui keadaan Tommy. Namun harga diri dan egonya menahan dirinya untuk bertanya atau bahkan mengunjungi Tommy. Perasaan Lana juga sangat hancur dan gadis itu sangat takut untuk tidak dicintai. Jadi Lana menahan dirinya setiap saat dan hanya melampiaskan perasaannya di malam hari dengan menangis di tempat tidurnya.


"Begini, Lana.... Aku mengajakmu untuk makan siang hari ini bukan karena aku ingin mencampuri urusanmu dengan Tommy. Tapi..."


"Tapi apa?"


"Tapi aku sudah menganggap Tommy seperti seorang kakak bagiku. Aku mendengar dari Dave bahwa akhir-akhir ini keadaan Tommy sangat kacau di tempat kerja. Jadi aku memberanikan diri untuk mengajakmu makan siang sekarang karena kita tidak sengaja bertemu tadi dan aku merasa bahwa aku sedang diberi kesempatan oleh Tuhan untuk berbincang-bincang denganmu!" jelas Fiona.


"Kamu tidak mencintai Tommy?" tanya Lana blak-blakan.


"Aku mencintai dia seperti seorang kakak. Tommy juga sudah mengetahuinya."


"Tommy sudah tahu?"

__ADS_1


"Tentu saja dia tahu.  Dia juga selalu tahu bagaimana perasaanku terhadap Dave. Betapa menderitanya aku ketika aku belum mengetahui bagaimana perasaan Dave kepadaku! Dia selalu berada disana dan menyemangatiku."


"Apakah kamu yakin kalau Tommy tidak mencintaimu?"


"Yakin sekali karena cara Tommy menatapmu sangat berbeda dengan cara dia menatapku!"


"Apa maksudmu?"


"Tommy menatapmu dengan berbinar-binar. Dia hanya menatapmu walaupun di sekelilingnya sedang ada banyak orang. Dia menatapmu seperti Dave menatapku! Tatapan itu adalah tatapan mendamba dan cinta!"


Lana tersentak mendengar penjelasan Fiona dan merasa tidak percaya. Kalau Tommy mencintainya kenapa dia berkata seperti itu di depan Dave dan Fiona. Kenapa Tommy juga tidak pernah berkata kepadanya kalau dia mencintainya. Walaupun Lana menyadari perlakuan Tommy kepadanya sungguh lembut dan penuh kasih.


"Dia berkata dia tidak yakin kalau dia mencintaiku ketika aku bertanya kepadanya..." ucap Lana lirih.


"Aku tahu bagaimana perasaanmu. Sungguh! Aku sudah mengalaminya sendiri. Aku bertanya kepada Dave sampai beberapa kali dan jawabannya adalah dia tidak mencintaiku. Aku tetap berusaha dan lihatlah sendiri akhirnya, kami saling mencintai dan hari ini aku juga baru tahu kalau aku sedang mengandung anaknya, buah cinta kami berdua!" kata Fiona sambil memandangi perutnya sendiri.


 


"Iya.... Iya aku hamil!" ucap Fiona sambil terisak bahagia.


"Baru Angie, kamu dan Dokter Rio yang tahu. Aku berencana untuk memberitahu Dave nanti sepulang dari sini." tambah Fiona.


"Selamat ya! Terima kasih juga telah memberitahuku tentang kehamilanmu. Aku sungguh merasa terhormat karena menjadi orang yang mengetahui hal ini di awalan!"


"Aku yang merasa terhormat karena seorang Lana Wilson telah memberiku ucapan selamat. Gila ya, beberapa hari yang lalu aku baru saja melarikan diri karena aku merasa aku pasti akan kalah jika harus bersaing denganmu!"


"Sebenarnya, aku yang merasa cemburu kepadamu karena Tommy selalu membicarakanmu!"


Fiona kaget mendengar perkataan Lana yang mengatakan seorang Lana Wilson cemburu kepadanya.

__ADS_1


Eh, tunggu, kalau Lana cemburu kepadanya, berarti Lana mencintai Tommy dong! pikir Fiona.


 


"Lana, bolehkah aku bertanya sesuatu kepadamu?"


"Errr, boleh..."


"Apakah kamu sudah jatuh cinta kepada Tommy? Maksudku apakah kamu mencintai Tommy?"


"Aku akan jujur kepadamu, tapi iya, aku sudah jatuh cinta kepadanya!"


"Apakah Tommy mengetahuinya?"


"Aku tidak yakin tentang itu. Kenapa kamu bertanya?"


"Kenapa kamu tidak memberitahunya? Kalau boleh aku mau memberimu saran, jika kamu memang mencintai Tommy, nyatakan saja perasaanmu kepadanya!"


"Bukankan seharusnya lelaki yang melakukan itu?"


"Mamaku pernah berkata bahwa cinta tidak memandang gender. Jika kamu memang mencintai seseorang, nyatakan saja. Kalau memang orang itu tidak mencintaimu, bepergianlah sebentar dan tenangkanlah dirimu. Tetapi bagaimana jika Tommy juga mencintaimu?"


"Aku tidak tahu lagi, Fio..."


"Percayalah kepadaku! Aku yakin sekali kalau Tommy mencintaimu!"


Lana ingin sekali percaya bahwa Tommy memang mencintainya. Namun Lana tidak yakin dan takut untuk mengambil resiko. Mereka berbincang-bincang lebih lama lagi sambil makan dan akhirnya, Angie datang untuk mengajak Fiona pulang karena Angie masih ada rencana dengan Dokter Rio. Tetapi Lana berkata tegas kepada Fiona bahwa ia akan mengantarkan Fiona pulang dan berkata kepada Angie supaya dia tidak mengkhawatirkan Fiona. Akhirnya Angie dan Dokter Rio berpamitan kepada Lana dan Fiona, sedangkan Lana dan Fiona masih agak lama lagi berbincang-bincang.


Beberapa jam sudah berlalu dan kali ini Dave yang menelpon Fiona dan bertanya kenapa istrinya masih belum pulang ketika Dave sudah sampai di rumah. Fiona kali ini meminta Lana untuk mengantarnya pulang kerumah karena Dave sudah menunggunya. Lana mengantarkan Fiona pulang ke rumah.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Fiona, Lana menolak untuk masuk karena hari sudah menjadi lumayan gelap. Fiona tidak mau menahan Lana lebih lama lagi tetapi ketika Lana hendak pergi, Fiona berkata supaya Lana menjenguk keadaan Tommy. Hari ini Tommy tidak masuk kerja lagi. Setelah itu Lana berpamitan dan menghilang dari jalan rumahnya. Fiona masuk ke rumah dan berpikir bagaimana ia akan memberitahu kepada Dave tentang kehamilannya. Hatinya berdebar-debar tidak karuan.


__ADS_2