
Dave tidak bisa tidur nyenyak semalam sehingga dia bangun lebih awal, begitu juga dengan Fiona. Gadis itu hanya diam dan menyiapkan sarapan untuk mereka. Dave sudah selesai mandi dan baru mengenakan kemeja dan celananya. Dave duduk dan menunggu Fiona yang sedang memasak nasi goreng sosis dan menggoreng telur ceplok kesukaan Dave. Kopi sudah tersedia di atas meja.
Dave sudah memikirkan bahwa dia tidak akan menceraikan Fiona karena dia tidak mau mengecewakan kedua orangtuanya. Dave ingat bagaimana kedua orangtuanya, terutama ayahnya, yang sangat bahagia ketika mendengar jawaban langsung dari bibir Dave!
Alasan lainnya adalah Dave merasakan ketertarikan terhadap Fiona yang bahkan tidak ia rasakan terhadap Lana Wilson yang merupakan seorang super model.
Dave berjalan mendekati Fiona dan berkata "Fio, aku ingin berbicara sebentar denganmu. Mohon dengarkan aku!"
"Apa lagi yang kau inginkan? Kau ini kenapa?" tanyanya ketus. "Kita akan bercerai dan kau bisa bebas bersama dengan Lana Wilson!"
Mendengar jawaban Fiona, hati kecil Dave terasa terusik dan terganggu. Bibir Dave membentuk garis tipis dan dia menghembuskan napas pendek.
"Dan setelah itu, aku juga akan bebas dan bisa mencari lelaki lain yang bisa mencintaiku!"
"Tommy terlalu tua untukmu! Dia akan memangsa gadis muda sepertimu untuk sarapan! Dia juga seorang yang tidak mudah ditebak!"
__ADS_1
"Jadi inti pembicaraanmu apa? Aku sudah 19 tahun dan aku berhak menentukan dengan siapa aku ingin menghabiskan waktuku! Kalau kamu bisa berkencan dengan Lana Wilson kenapa aku tidak bisa berkencan dengan lelaki yang aku mau? Aku bisa bebas berkencan dan melakukan apapun yang aku suka!" Fiona memandang wajah Dave kesal.
Kata-kata Fiona membuat Dave tidak lagi bisa menahan dirinya. Dave sudah berusaha menahan dirinya sejak kejadian bulan madu di pulau BB. Dave merengkuh pinggang Fiona, menyeretnya ke balik bayangan, dan menekankan tubuh lembut Fiona ke tubuhnya sendiri yang kuat dan kencang.
"Kau akan menyesal telah mengucapkan kata-kata...!" kalimat Dave terhenti di bibir Fiona.
Ciuman itu mengejutkan Fiona bagai sengatan listrik. Dave sudah tidak pernah lagi menyentuhnya semenjak kejadian di pulau BB. Sebelah tangan yang besar dan kencang mengelus hingga ke pangkal tulang belakang Fiona sementara bibir Dave ******* bibir Fiona. Dave menariknya ke dalam lekuk tubuhnya dan sekali lagi Fiona merasakan tekanan keras dan kuat di perutnya.
Fiona tersengal di bawah bibir Dave, memberi celah yang diinginkan oleh Dave. Lidah Dave mendorong kuat dan dalam, melewati bibir Fiona yang terkuak. Dave tidak pernah menciumku seperti ini! Fiona merasakan ciuman yang begitu liar dan posesif dari Dave. Kuku pendek Fiona menancap di lengan atas Dave ketika terasa gelenyar dan sensasi-sensasi aneh di tempat-tempat asing di tubuhnya. Fiona belum pernah merasakannya. Tubuhnya bergetar tak terkendali saat tegangan gairah menarik kencang ototnya dan membuat seluruh tubuhnya terasa bengkak!
Fiona nyaris tidak bisa melihat Dave. Pandangannya kabur karena ia merasa terkesima, kaget dan limbung. Tangannya melepas lengan Dave dan menekan kemeja katun putih yang dikenakan oleh Dave.
Dave yang juga kaget akan reaksi Fiona, merasakan kejantanannya yang bereaksi dan mengeras. Dave kehilangan keseimbangannya namun bertekad tidak akan menunjukkannya di depan Fiona. Ia nyaris gemetar oleh gairah, tetapi menyembunyikannya dengan hati-hati kecuali denyut kencang nadinya yang tidak tampak di permukaan.
Fiona meletakkan ujung jari pada bibirnya yang membengkak. Pikirannya berputar tak menentu. Bibirnya panas dan bengkak. Di bibirnya tertinggal rasa Dave-maskulin, berempah dan berbau kopi. Fiona juga mencium aroma tubuh Dave di wajahnya sendiri.
__ADS_1
Fiona tenggelam dalam rasa mendamba yang asing untuknya sendiri. Ternyata Fiona tidak sanggup untuk melupakan rasa cintanya terhadap Dave. Perasaan cintanya membuat dia terasa bodoh dan tersiksa.
Ia merasa malu karena dia juga membalas ciuman Dave sehingga dia masih menundukkan kepalanya dan memandang lantai dapurnya.
Sedangkan Dave juga kaget karena tidak menyangka bahwa Fiona tidak menolaknya melainkan membalas ciumannya. Kalau Fiona bereaksi seperti ini lagi ketika dia menciumnya, maka dia tidak berjanji kalau ia bisa menahan dirinya. Dave berusaha menahan dirinya semenjak bulan madu. Betapa Dave merindukan untuk menyentuh tubuh mungil dan polos Fiona. Betapa Dave merindukan untuk melihat reaksi tubuh Fiona yang bergetar saat ia menyentuhnya.
Dave yang menjadi tidak lapar, memakai dasinya dan jasnya, memutuskan untuk pergi lebih awal ke kantor.
"Nanti aku akan pulang seperti biasa. Kamu tidak perlu memasak karena kemarin klienku berkata ada bakmi ayam enak dekat kantor. Kamu istirahat saja!"
Fiona yang masih tertunduk malu, tidak menjawab melainkan hanya menganggukkan kepalanya.
Melihat bibir Fiona yang bengkak dan wajah Fiona yang berubah menjadi merah, Dave sungguh merasa senang dan puas.
Sungguh pagi yang akan ia kenang seumur hidup!
__ADS_1