Istri 108kg Tuan Bara

Istri 108kg Tuan Bara
Bab 69. Suami posesif.


__ADS_3

“Apa?” tanya Bara pada teman-temannya yang memandang dirinya dan Yonna secara bergantian seakan ada yang ingin mereka katakan.


“Kapan kamu menikah?” celetuk Daka yang sedari tadi hanya diam memperhatikan pembicaraan mereka.


Pasangan Daka tampak begitu pendiam, wanita itu jarang berbicara. Setiap menghadiri perjamuan hanya akan diam dan duduk di samping suaminya.


“Iya, kapan kamu menikah? Kenapa tidak ada kabar dan undangannya sama kita-kita?” cecar Liam. Lelaki bule itu seakan tak terima dengan penjelasan Bara. Wajar saja, karena saat mereka menikah dulu Yonna meminta pernikahan itu diadakan secara tertutup.


Liam kembali menatap Yonna, ia tertarik dengan Yonna dari pertama memandangnya dan kini harus kecewa karena wanita yang ia sukai itu adalah istri dari temannya.


“Simpan rasa tertarikmu itu! Ia istriku dan kami juga sudah memiliki putra yang pintar dan lucu!”


“Apa?” ujar mereka lagi serempak. Liam menjatuhkan bahunya lemas, jika seperti itu tak ada celah lagi untuknya mengejar wanita cantik di hadapannya itu.


“Seperti siluman aja lo Bar. Kapan nikahnya, tahu-tahu sudah punya anak saja.” Felix hampir menjatuhkan rahangnya. ingin tidak percaya dengan ucapan pria itu tetapi melihat sikap dan tindak tanduk Bara. Tampaknya lelaki itu tak sedang bercanda dengan mereka.


“Aku tak menyangka akhirnya ada juga yang meluluhkan pria es ini,” Daka menimpali ucapan Felix. Mereka sama-sama pengacara, sering bertemu dan dapat dikatakan cukup akrab. Akan tetapi ia juga tak tahu akan hal pernikahan Bara dan Yonna.


Jiwa pengacaranya yang peka menangkap ada alasan hingga lelaki yang tampak mencintai istrinya itu harus merahasiakan pernikahan mereka.


Daka tahu banyak tentang Bara, bagaimana sikap pria itu terhadap wanita dan bagaimana ia yang seakan tak tertarik pada wanita yang terus menggodanya. Akan tetapi malam ini, Bara seperti Bara yang tidak ia kenal. Cukup posesif dengan wanita yang baru saja ia umumkan sebagai pendamping hidupnya.


Bara menggeser kursinya supaya bisa lebih dekat dengan istrinya, tangannya melingkar pada bahu sang istri dan membisikkan kalimat di telinga Yonna. Namun tampak seperti sebuah ciuman di mata teman-temannya.


“Sepertinya aku salah telah membiarkanmu memakai baju ini.”


Yonna menatap suaminya dengan jarak mereka yang semakin dekat. “Kenapa? Apa penampilanku membuatmu malu?” tanya Yonna penuh kebingungan.

__ADS_1


Hatinya sedikit tersentak kaget mendengar ucapan suaminya. Ia seakan dejavu pada kenangan masa lalu yang mana pada saat itu Gavin malu membawanya ke sebuah acara penting.


Lelaki itu terang-terangan mengatakan jika ia malu mengajak Yonna yang dulu masih gemuk itu. Waktu itu Yonna sangat terluka, itu adalah kali pertama dan terakhir Gavin dulu mengajaknya. Setelah itu Gvain akan lebih memilih untuk pergi sendiri ketimbang mengajak dirinya.


Bara mengusap bahu telanjang istrinya lembut. “Apa yang sedang kamu pikirkan? Kamu tak pernah membuatku malu Sayang. Justru membuat jantungku berdebar waswas yang disertai amarah. Semua mata lelaki memandang lapar ke arahmu,” ujar bara dengan nada tak sukanya.


“Kamu tampak begitu cantik dan seksi, sungguh mempesona. Kamu lihat bagaimana bedebah bule itu menggodamu! Kenapa kamu nggak tampil biasa-biasa saja! Agar hatiku bisa sedikit tenang.”


Yonna mengulum senyum. “Ucapanmu seperti pria yang sedang cemburu saja, Mas?”


Bara mengunci bola mata istrinya lekat-lekat. “ Bukankah sudah jelas, kenapa masih bertanya.”


Bara tak menampik ucapan istrinya itu. Karen aia memnag cemburu setiap ada lelaki lain memuji kecantikan istrinya dan berbagi senyuman dengannya.


“kamu juga sekarang mulai mengomentari pakaianku, Mas? Dan mungkin kamu akan menjadi penentu pakaian apa yang boleh aku kenakan dan pakaian apa yang tidak boleh aku pakai setelah ini.”


Yonna menanggapi ucapan suaminya dengan mengulum senyum.


“Lelaki yang dulu kukenal dingin dan ketus padaku kini berubah menjadi lelaki posesif padaku.”


Bara mengsuap punggung Yonna yang terbuka dengan gerakan jemari yang sensual, kembali membuat darah Yonna berdesir.


“Aku suamimu Sayang, dan aku tak suka berbagi keindahan pada orang lain.”


Bara yang berbisik di telinga Yonna menghembuskan napas hangat yang menggelitik. Jemari Bara yang masih bergerak lembut di punggungnya membuat Yonna menegang dengan sentuhan suaminya yang menggoda.


“Kamu harus sadar Sayang, jika dirimu saat ini telah menyandang status sebagai Nyonya Bara. Kamu menyandang namaku di belakang gelar barumu itu. Apa kamu mengerti?”

__ADS_1


Yonna hanya sanggup mengangguk kepala. Sentuhan Bara di balik punggungnya mengantarkan gelegar rasa yang begitu familiar, Bara seakan tak sadar jika beberapa pasang mata yang ada di hadapannya saat ini sedang memperhatikan gelagat mereka berdua.


“Iya, aku mengerti, Mas,” jawab Yonna dengan suara yang tercekat di tenggorokan. Dadanya berdebar, malam ini suaminya seperti sedang mengintimidasinya.


“Bagus!” Bara tersenyum puas mendengar jawaban istrinya yang begitu patuh.


Gavin mengepalkan kedua tangannya, lelaki itu sedari tadi tak beranjak dari tempatnya duduk saat ini. Kepalanya panas seakan bakalan keluar bara api dan asap di kepalanya itu. Ia marah melihat kemesraan yang di pamerkan Bara pada semua orang.


“Sial, seharusnya aku lelaki beruntung itu. Kenapa sekarang justru berbalik menjadi milik Bara. Istri cantik, popularitas, anak tampan yang pintar dan menggemaskan. Kenapa semuanya Bara yang mendaooatkan itu, sedangkan aku …,” ucapan Gavin di dalam hati terjeda, matanya melirik Gisella yang duduk di sampingnya dengan hati yang geram.


“Aku sudah peringatkan padamu Liam, jaga pandanganmu!” ucap Bara pada lelaki berambut pirang di hadapannya itu.


“Maaf, tapi istrimu ada di depanku. Bagaimana aku tidak memandangnya? Sayang sekali melewatkan pemandangan yang indah ini,” jawab Liam sembari memainkan alisnya menggoda pada Bara.


Bara memerengkan tubuhnya sedikit untuk menutupi setengah wajah Yonna.


“Aku hanya mengagumi istrimu, bukan merebutnya darimu. Kau pelit sekali!” Liam berdecak melihat tingkah Bara.


Liam tahu lelaki itu sedang posesif pada pasangannya membuat Liam tersenyum. Pria itu seakan menemukan kelemahan Bara yang bisa ia jadikan mainan baru untuknya, terasa menyenangkan saja saat menggoda Bara yang memasang tampang kesal setiap ada lelaki lain yang memandang istri cantiknya itu.


“Tetapi aku seperti familiar dengan wajah istrimu. Mirip seseorang yang pernah aku temui … tapi siapa ya?” ucapan Felix mengalihkan perdebatan dua lelaki tersebut.


Yonna tersentak melihat Felix yang sedang berpikir keras. Yonna baru ingat jika Felix juga teman Gavin. Ia dulu pernah dua kali bertemu pria itu di perusahaan Gavin saat ia masih menjadi istri lelaki yang sekarang menjadi adik iparnya itu.


Felix memicingkan matanya menatap Yonna menyelidik, sudut matanya tak sengaja menangkap tatapan lain yang juga menatao ke arah mereka. Lelaki hitam manis itu menoleh ke samping, alis sebelahnya terangkat melihat Gavin menatap Bara beserta istrinya secara tajam dan memnag posisi meja Gavin kelang satu meja di samping meja mereka.


“Ada apa dengannya? Kenapa tatapannya seperti itu pada saudaranya sendiri. Seperti seekor kucing yang mengeram marah karena ikannya direbut oleh kucing lain? Sepertinya ada hal yang aku lewatkan di sini. Tetapi apa? Kenapa aku seperti mengenal wajah itu, tapi di mana ya?” batin Felix bertanya-tanya dengan segala rasa keingintahuannya.

__ADS_1


__ADS_2