Istri Imut Om CEO

Istri Imut Om CEO
1


__ADS_3

Pagi-pagi buta, Bobi Clinton papa Alexandra sudah mulai sidang meja bundar dengan putra semata wayang kesayangannya itu.


Alex dan papa nya sudah 15 tahun lebih hidup berdua, sejak ibu nya meninggal. Ayah Alex memilih hidup menduda dan menjalankan bisnisnya bersama putra tunggal keluarga Clinton.


Alex sudah berumur 30 tahun tapi belum menikah hingga saat ini, bahkan pacar saja mungkin tak ada. Siapa yang berani mendekati Alex, raja bisnis di Kota V.


Banyak rekan bisnisnya yang mengenalkan anak gadis mereka tapi tak satupun yang dia inginkan. Karena baginya semua sama saja, uang....uang dan uang saja.


Tapi pagi ini berbeda, karena papanya mengancam dan memarahi anaknya yang cuek dan dingin itu.


Mereka diskusi dengan sangat serius...


" Alex...papa sudah tua, kamu cuma satu-satunya anak papa. Kapan lagi papa bisa santai minum kopi sambil gendong cucu...? Kamu mau lihat papa mati tidak tenang karena meninggal belum memiliki cucu, kepada siapa perusahaan akan aku percayakan jika cucuku tidak ada.....!!!?".


Kata papanya dengan nada sedih.


Papa menangis karena diusia yang sudah mencapai usia yang matang, Alexandra belum punya istri tapi wanita banyak yang mendekatinya.


" Sudahlah papa, aku akan menikah kelak. Sabarlah. Papa jangan mau mati saja selalu ancaman nya padaku? Aku merinding dan serba salah jadinya....?".


Kata Alex menggaruk-garuk kepalanya dan menghembuskan nafas panjang.


" Kamu tega lihat papa mati penasaran? Papa ingin menimang cucu secepat mungkin, siapapun wanitanya asalkan dia baik...aku akan setuju.... Ayolah Alex bukalah hatimu.....???!".


Kata Papa menangis sedih dan sangat menyedihkan. Alex pun luluh.


" Baiklah. Akan kuusahakan secepatnya, aku janji tahun ini juga papa sudah punya cucu....!Papa doakan saja yang terbaik!".


Kata Alex pergi meninggalkan kamar papanya dengan perasaan kacau dan kesal.


Alex bergegas pergi kekantor dengan menyetir sendiri, kota dipagi hari begitu sibuk dan padat jadinya macet seperti biasa.


Didalam mobil, Alex begitu suntuk dan stress akibat permintaan papa nya tadi.


" Ya Allah ya Karim....berilah petunjuk mu. Ketika aku membuka mata tunjukkanlah siapa jodoh ku...karena kau Maha Pencipta. Tolonglah makhluk tak berdaya ini, ya Rabb....ya Karim.....???!".


Kata Alex sepanjang perjalanan didalam mobil strees bukan amin.


Alex membuka mata dan menatap kedepan jalan yang masih macet dan menghembuskan nafas berat yang panjang.


" Hah? Apa-apaan aku ini, konyol dan begitu tololnya. Mana mungkin Tuhan mengirimkan jodoh dijalanan macet seperti ini, itu hanya ada dalam novel? Ya ampun bodohnya...!".


Kata Alex memijit jidatnya dan menghela nafas panjang.


Tak sengaja dia menoleh kesamping dan melihat salah satu makhluk Tuhan paling Sexy menurutnya didunia ini. Seketika pandangannya tertuju pada gadis SMA yang duduk dimotor dibonceng oleh Ojol, senyumnya terus mekar.


" Ternyata bidadari itu tidak mesti punya sayap ya? Salah satu nya adalah dia....!!".


Kata Alex mendekat kejendela dan membaca bed nama gadis itu dan asal sekolah mana.


" Hm....? Aulia Slavina Wijaya, SMA Negeri 9 xxx...baiklah... Ini yang kumau?".


Kata Alex mengambil ponsel dan mengambil foto Aulia seketika.


Aulia tersadar bahwa dibalik kaca mobil ada pria tampan yang memperhatikannya. Aulia tersenyum dan merasa malu, sambil menganggukkan kepalanya.


Foto nya didapat, Alex tersenyum kecil melihat senyum gadis itu manis sekali.


Sampai dikantor, seluruh pekerjaan terbengkalai karena Alex masih saja termenung dan senyum-senyum sendiri membuat asistennya bingung entah bagaimana melihat sikapnya itu.


Fei Tong dan Samuel Zack adalah orang kepercayaan Alex diperusahaan ini. Fei dan Samuel adalah sahabat Alex yang paling terpercaya dan terbaiknya.


" Lex.....Lex....? Kenapa bengong saja dari tadi sih? Kita harus rapat sebentar lagi?".


Kata Fei kelihatan kesal dan panik dibuat Alex karena dari tadi melihat ponsel dan senyum-senyum sendiri seperti orang gila.


" Hei Lex...aku perhatikan dari tadi kok kamu senyum-senyum sambil lihat ponsel? Beritahu kami kenapa? Penasaran aku....!!".


Kata Samuel bingung dan melihat Alex dengan mata aneh, sambil jijik dan geli sendiri.


" Fei, aku ingin berkunjung ke suatu tempat siang ini. Batalkan semua janji mulai jam 2 siang. Aku mau keluar!".


Kata Alex sambil senyum-senyum tidak jelas.


" Tolong Jadwalkan ulang saja mau? Gila si Alex hari ini? Salah minum pil ya?".


Kata Fei mau muntah melihat sikap Alex yang tidak jelas.


Jam 2 siang, Alex sudah tiba didepan sekolah SMK Negeri 9 xxx. Dia berdiam diri dan menunggu seseorang, yang telah menjadi bumbu di otaknya. Alex melihat dari kejauhan dan tersenyum, sebelum berangkat Alex membawa 2 bodyguard.


" Kalian lihat anak SMA itu yang rambut hitam sepundak tas pink, bawakan dia kepadaku bagaimana pun caranya?".


Kata Alex memberikan perintah kepada mereka.


Alex menyuruh bodyguardnya turun dan membawa sesuai perintah.


" Nona, tuan kami ingin bertemu anda. Dia dimobil hitam itu?".


Kata salah seorang bodyguard sambil menunjuk marcedes hitam didepan pintu gerbang.


Aulia hanya bingung dan terkejut saja.

__ADS_1


" Maaf pak, anda salah orang. Saya tidak ada urusan? Maaf sebelumnya ya...!".


Kata Aulia menghindar dan langsung saja ditarik paksa masuk kedalam mobil.


Bruk.....!! 💢


Aulia menatap wajah tampan, putih, badan mantap dan alis tebal. Matanya coklat dan tajam bagai elang, hidung tinggi dan lesung Pipit dalam dikedua pipi lelaki tampan didepannya itu.


" Maaf pak apa saya kenal anda?".


Kata Aulia menatap bingung dan ketakutan.


" Aku Alexandra ....kamu Aulia kan?".


Kata Alex tersenyum lebar padanya, seketika wajah Aulia merah dan gugup.


Dag....💞


Dig....💓


Dug.....💕


Jantung Aulia hampir saja copot dan lari entah kemana? Untung buatan Tuhan, kalau buatan Jerman mungkin sudah mati saat itu juga. Siang bolong...jumpa pria ganteng dan super cool seperti Oppa Korea...sungguh nasib sedang baik.


" Tapi aku tidak kenal? Siapa?".


Kata Aulia tampak tenang dan bingung.


" Makanya saya mau kenalan sama kamu, boleh kan Aulia? Apa saya salah?".


Alex tersenyum sambil memberikan aulia sekaleng minuman segar yang diambilnya dekat pintu samping.


" Pak? Aku masih tidak paham?".


Aulia masih memegang minuman itu dengan kuat, masih bingung apa sebenarnya yang terjadi. Apakah ini mimpi.


Alex tersenyum manis dan hangat,


" Hari ini saya lihat kamu naik Ojol tadi pagi, pas macet lampu merah?".


Kata Alex pelan.


" Maaf pak, aku tidak ingat...!".


Aulia tersenyum kecil kepada Alex, seketika pipi Alex memerah dan matanya melotot melihat senyuman Aulia yang begitu manis dan imutnya.


" Kamu mau temani saya makan? Daritadi saya kelaparan, mau?".


" Aku harus kerja paruh waktu, sepulang sekolah aku mau kerumah sakit dulu lihat ayah sakit. Maaf ya!".


Kata Aulia membuka pintu, tapi Alex menarik tangannya dengan lembut.


" Ayo saya antarkan kamu, kebetulan saya juga mau kesana. Ada perlu...!".


Kata Alex menahan rasa malu dan gugup.


Mereka pergi menuju rumah sakit besar, sampai diruangan ayahnya Aulia memperkenalkan Alex kepada orang tuanya sebagai gurunya. Alex hanya diam saja menerima sikap Aulia yang sembarangan itu.


Ibu datang dari luar dan menangis sedih, membuat Alex heran dan Aulia menjadi panik.


" Maaf ayah, ibu tidak bisa apa-apa. Biaya operasi ayah mahal sekali, lagian belum ada orang yang mau mendonorkan jantung nya buat ayah. Sabar ya?".


Kata Ibu dengan terisak-isak memeluk ayah yang terbaring.


Ayah hanya tersenyum saja, sementara Aulia menangis sedih. Seketika Alex memeluk Aulia dengan lembut,


" Antar saya menemui dokter dan yang berbicara kepada Ibu. Saya mau tahu...!?".


Kata Alex berdiri dan mengikuti ibu dari belakang, begitu juga Aulia.


Sampai disuatu ruangan, Alex dan ibu masuk keruangan itu. Ibu begitu bingung, akan sikap Alex yang aneh itu.


" Diam saja, perhatikan saja....! Oke. Aku akan membereskan dan berbicara dengan mereka semua...!!".


Kata Alex main mata kepada mereka dan berbicara yang membuat mereka sontak terkejut.


" Apa yang membuat standart rumah sakit ini menurun? Setahuku pasien adalah prioritas bukan? Apa yang terjadi...?".


Seketika wajah manis dan periang Alex tadi berubah jadi sangat menakutkan sekali, hawa dingin dan menakutkan keluar dari dalam tubuhnya.


" Siapa anda berani berkata demikian kepada saya? Hah? Anda tidak tahu saya penentu disini, bukan anda?".


Kata Dokter kepala dengan sombong dan nada tinggi dia meneriaki Alex.


" Keluarga Clinton, tidak pernah memperkerjakan orang seperti anda!".


Kata Alex menatapnya dengan penuh amarah.


" Saya kepercayaan keluarga Clinton, saya adalah kepala rumah sakit. Anda siapa berkata demikian kepada saya? Anda tidak penting tahu? Pergilah?".


Kata Dokter kepala itu tertawa kepada Alex.

__ADS_1


" Kepercayaan? Jangan bercanda dan menipu ku? Hei perhatikan lisan anda tuan? Aku tak mengerti siapa Anda sebenarnya!".


Kata Alex masih menatapnya dengan penuh kesal dan marah sekali.


" Saya kepercayaan yang punya rumah sakit ini asal Anda tahu saja?".


Kata dia dengan sombong dengan nada tinggi.


Alex terkejut dan tersenyum menyeringai, sungguh menyeramkan sekali. Oh, my God.


" Siapa pemiliknya? Anda kenal?".


Tanya Alex bertanya dengan kesal tapi masih menahan amarah yang besar.


Sebenarnya apa yang sedang dilakukan oleh mereka? Kenapa bisa jadi kacau begini?


Kata batin Aulia.


" Alexandra Clinton, saya kepercayaan mereka. Pergilah, percuma berbicara dengan sampah seperti kalian. Tidak ada guna dan tidak penting? Pergilah!".


Kata Dokter kepala itu sombong dan tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini.


" Menarik? Kau menyebut namanya tapi tidak tahu siapa orang nya? Bodoh!".


Kata Alex ketawa geli seketika.


" Pergi kalian keluar semua?".


Teriak Dokter kepala itu melemparkan air minum kewajah Alex, sontak membuat Alex meledak seperti Nuklir yang mematikan.


" Perkenalkan namaku Alexandra Clinton anaknya Boby Clinton. Bereskan barangmu dan pergilah, keluarga Clinton tidak ingin orang seperti kamu!".


Bentak Alex dengan level 100. Sungguh menakutkan sekali wajahnya pada saat ini.


Aulia dan ibunya hanya terbelalak saja melihat Alex dari ujung rambut keujung kaki dengan teliti. Aulia membersihkan wajah dan rambut Alex dengan handuk kecil yang dibawanya dari rumah tiap hari.


" Sudah, aku tidak peduli lagi. Jangan begitu nanti ayah dikeluarkan dari rumah sakit?".


Kata Aulia dengan sedih sambil sengkukan.


Hiks...


Hiks...


Aulia menangis didepan Alex, dan membuat dia makin geram. Alex mengambil ponselnya dan menelpon papanya yang sedang asik santai sambil baca koran 📲


" Papa? Kenapa papa menyerahkan rumah sakit kepada orang yang seperti setan, dia menyiram tubuhku dengan air. Dia tidak tahu siapa bosnya. Papa?".


Nada bicara Alex meninggi dan marah.


" Iya tidak apa? Bereskan apa yang sudah kamu lakukan oke?".


Kata papa Alex.


Telpon terputus, dan Dokter kepala itu mulai malu dan gugup.


" Sudahlah jangan diteruskan, aku pasrah?".


Kata Aulia dengan sedih. Ibu memeluk Aulia dengan erat,


" Baiklah, aku akan selesaikan ini. Akulah yang akan mengurus ayahmu disini! Jangan takut, maaf kau takut ya?".


Kata Alex sambil tersenyum kecil kepada Aulia. Meskipun sedang marah, seketika Alex mereda juga.


Aulia hanya mengangguk saja, kemudian mereka keluar dari ruangan itu.


Alex menelpon Fei dan Samuel yang masih sibuk dikantor 📲


" Fei...Samuel kerumah sakit. Bantu aku selesaikan kekacauan disini...!!?".


Pinta Alex sambil menaikkan alis sebelah dengan nada agak keras dan membentak.


Tak sampai setengah jam, Fei dan Samuel datang dengan nafas sesak dan berat berlari menuju Alex diruangan kosong.


" Alex....kau sialan. Kau mau membunuh kami ya? Sialan kau?".


Kata Fei meneriakin Alex karena kesal.


" Dasar pecundang, kau mau kami mati ya? Hah? Sialan kau Alex, raja iblis!".


Kata Ell sambil mengelus dada perlahan.


Mereka berdua kelihatan lelah dan nafas terenggah-enggah karena terburu-buru tadi.


" Alex gila...keluarga Clinton mengerihkan seperti iblis, sialan...sial?!".


Kata Fei meninju pintu dan terkejut melihat aku duduk disamping Alex sambil menangis sengkukan.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Jangan Like dan Komen ya kak!!!

__ADS_1


__ADS_2