
Pagi hari yg cerah, papa mertua janji akan menjemputku kesekolah dan kami akan jalan2 katanya mau belanja. Ya aku sih ikut aja, kan cuma nemani papa belanja yg entah apa gitu.
Papa" syg, kamu suka apa? Ambil aja sesukamu, jangan sungkan syg?!"
Papa membelai pipiku membuat aku gugup setengah mati dan kaku.
Aku mengikuti papa mertuaku berjalan menesuri setiap lorong yg kami lalui. Ya papa hanya membeli buah, cemilan, alat kantor dan kulihat papa menyelipkan beberapa kaos kaki bayi yg lucu.
Aku" papa? Untuk siapa kaos kaki itu? Lucunya ya? Gemes deh lihatnya??"
Aku melirik benda yg terpajang didepan kami sambil tersenyum.
Papa" nanti, buat anak kalian lah...!!"
Ucapan papa membuatku terkejut setengah mati, sampai sejauh itu rupanya pikiran papa tentang kami.
Aku hanya tertawa saja melihat tingkah papa yg aneh dan lucu itu.
Papa" kamu beli apa saja syg?"
Papa melihat ku tidak memilih apapun dan aku hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.
Aku" aku lagi gak mau apa2 loh papa, cuma nemani papa belanja aja. He....ee!!"
Papa" ambil aja, pilihlah satu benda gitu. Biasanya sepatu, baju atau tas gitu, bukankah gadis suka benda2 yg mahal?"
Aku hanya tersenyum saja dan menggandeng papa mertuaku yg berjalan menggunakan tongkat itu.
Papa" ayolah syg, tidak perlu berhemat. Papa tidak akan miskin meski kamu minta beli seluruh isi mall ini. Pilihlah salah satu mana yg kamu suka syg, jangan sungkan lagi....!!"
Pipiku memerah ketika melihat senyuman papa yg manis itu.
Aku" belikan aku sebuah boneka saja, aku suka boneka beruang yg besar dan warna putih loh. Bisa papa?"
Papa" baiklah, ayo kita lihat dibagian sebelah sana. Toko boneka....?!"
Papa dan aku berjalan kearah rak boneka, wow....seketika dunia ku runtuh melihat boneka yg banyak dan bagus2. Papa melihatku dengan tertawa kala aku bertanya bagaimana komentar nya.
Aku" ini bagus gak papa? Aku suka loh? Warna putih, besar dan bulunya lembut!"
Aku memeluknya erat sekali, seakan tak mau melepaskan boneka itu lagi.
Papa" ya sudah, kamu ambil saja syg. Nanti dikirim kerumah kita, oke?"
Aku dan papa kemudian pulang setelah membeli begitu banyak macam barang.
Jam menunjukkan jam 4 sore, kami solat di mesjid ketika jalan pulang.
Ting...tong....Ting....tong....!!!
Hp ku berbunyi dan kulirik,
Om_galak sedunia ia calling,
Aku: ya ada apa?
Tanyaku berdecak sebal dan kesal
Alex: saya lembur, bawakan saya sesuatu untuk dimakan nanti malam saya pulang telat. Bisa tolong saya Aulia???
Alex memohon kepadaku dengan lembut
Aku: ya sudah dimana alamat nya? Mau makan apa? Biar kubuatkan sesuatu...
Aku bertanya pada om yg galak n kaku sedunia itu.
Alex: terserah kamu saja, saya tunggu!
Alex menutup telpon dan aku bergegas pulang membuatkan bontot makan malam yg dipinta oleh om.
Papa" siapa syg? Kamu mau keluar ya?"
Papa melirikku karena aneh melihat expresiku yg berubah jadi kecut.
Kayak jeruk purut yg ditekuk-tekuk sangkin jeleknya, gak bisa kubayangkan bagaimana ekspresi ku saat ini.
Aku" anak papa ngeluh... minta kubuatkan bontot makan malam karena lembur pulang telat. Aku masak saja, biar sehat gitu. Papa juga maukan makan masakanku? He....He....eee??!"
Aku tertawa sambil menggaruk kepala.
Papa" oke. Papa tunggu, masakan kamu pasti enak dan lezat syg??"
Papa menepuk pundakku dan mengelus pucuk kepalaku dengan kasih sayang.
Papa' kelihatannya mereka ada perkembangan besar! Baguslah kalo begitu aku gak perlu repot ngurusi mereka lagi sekarang, gak salah pilih mantu aku rupanya. Baik dan perhatian!' kata papa Alex bangga dalam hatinya.
Sampai dirumah, aku bergegas kedapur dibantu oleh bibi memasak didapur. Aku buatkan sup daging, tumis sayur, telur mata sapi dan sambal kecap.
Bibi" non, sup nya dimasukkan ketermos ini kan?" Bibi menunjukkan termos stainless yg sedang kearahku.
Aku" hm....mm iya bibi. Nasinya juga dibanyakin aja, mungkin pak Fei dan Ell bakal makan barengan kami. Oke?"
Aku membuka celemek dan membuatkan makan malam buat papa.
Papa sudah menunggu sejak 15menit yg lalu untuk makan malam.
Aku mandi dan makan malam bersama papa dan semua anggota keluarga
Selesai makan, papa menjadi imam solat magrib kami dirumah. Lalu akupun berangkat bersama sopir ke kantor Alex yg agak jauh sejam perjalanan penuh.
Sampai depan kantor, aku turun sambil membawa tas yg berisikan bontot makan malam yg sudah kupersiapkan.
Satpam menghadangku dan membawaku kemeja resepsionis.
Pegawai" maaf dik, mau jumpa siapa?"
Dia bertanya dengan sopan.
Aku" saya mau keruangan Alex Clinton!"
Aku berkata polos dan penuh percaya diri
Pegawai" maaf, jika belum buat janji tidak bisa bertemu dengan beliau. Harus buat janji temu dulu. Maaf ya...!!"
Pegawai itu berkata dengan sopan untuk menolakku bertemu dengan om_ galak seduania yg kini jadi suamiku.
Aku" baiklah kalau begitu, saya boleh tunggu saja diruang tunggu itu?"
Aku menunjuk kursi ruang tunggu tamu.
Pegawai" boleh, silahkan saja...!!"
Pegawai itu memperbolehkan aku untuk duduk menunggu si om_galak sedunia.
Aku duduk diam dibangku untuk menunggu om, ku ambil hp dan kutelpon beliau tapi hp nya gak aktif.
Begitu juga pak Fei dan Ell yg tidak bisa dihubungi sama sekali, hatiku kecewa dan kesal sekali harus nunggu.
Akhirnya aku chat saja om,
Aku: aku dibawah om, dah nunggu dari tadi. Hp juga gak aktif, kesal tahu...!!!
__ADS_1
Aku menunggu beliau, tapi mataku lelah sekali seharian belum ada istirahat.
Sejam kemudian barulah om membaca pesanku dan langsung lari kebawah mencari aku dimana.
Semua orang dikantor hari ini lembur karena ada masalah keuangan yg harus ditangani hari ini juga.
Sepanjang jalan, semua pegawai memberi hormat pada Alex. Biasanya kalo rapat pasti wajah Alex berubah seram dan mengerikan. Siapapun yg berbuat salah akan dipecat dan dikutuk gak dapat pesangon sepeserpun.
Alex melewati banyak karyawan sepanjang jalan,
" Malam pak Alex.....!!"
Tahu bagaimana Alex....?
Alex hanya berwajah datar, menyeramkan dan menakutkan sekali. Hawa mengerihkan keluar dari sekujur tubuhnya saat itu juga.
Jangankan menjawab sapa orang, melihatnya saja dia tidak mau. Hanya menatap lurus kedepan saja.
Fei dan Ell saja kalau sudah melihat ekspresi Alex, mereka hanya diam gak berani menyapa Alex sepatah katapun. Karena mereka tahu, Alex akan lebih ganas dan menyeramkan jika diajak bicara. Bahkan bisa ngamuk...membuat mereka kewalahan setengah mampus.
Satpam" dasar, Kids zaman now gak tahu malu. Menunggu sampek besok belum tentu pak Alex akan menerima dia!"
Satpam berkata kasar tentang ku.
Pegawai" iya sih, aku aja jarang jumpa beliau. Mana mungkin? Gak tahu malu!"
Fei dan Ell ternyata mengikuti Alex yg berjalan cepat turun kebawah.
Fei' habislah kali ini...!' katanya dlm hati
Ell hanya menepuk jidat dan menghembus nafas panjang sambil tutup mata seolah tak mau melihat kejadian yg akan terjadi setelah ini.
Alex tiba dibawah dan mencari sosok yg ingin dia temui sejak tadi sore.
Alex berubah menjadi lebih mengerihkan lagi dibandingkan tadi,
" Siapa...yg tidak mengijinkan dia masuk....? Hah?" Suara Alex bergema dan menggelegar seperti petir diruangan bawah.
Sontak membuat semua orang dan karyawan ketakutan ingin kabur saja.
" Katakan....siapa yg tidak mengijinkan dia masuk? Kalian tahu siapa dia?"
Alex menunjuk kearahku dengan suara yg begitu besar. Bagaimana aku gak kaget setengah mati, dia berteriak histeris membuat gendang telingaku hampir pecah. Untung saja rohku masih didalam tubuhku kalo gak kuat mungkin dah kabur ke syurga sangkin terkejutnya.
"Kalian tuli...satpam...resepsionis...! Kemari kalian semua...cepat.....!?" Alex berteriak keras membuat aku seketika berdiri dan kaget bukan kepalang.
4 Satpam dan 3 resepsionis menghadap Alex dan menunduk saja.
" Ya...pak direktur.....!!" Suara lemah.
" Kalian buta semua, besok gak usah masuk kerja lagi. Kalian gak tahu dia siapa? Bodoh...tolol kalian....!!"
Suara Alex masih tinggi dan membuat aku ketakutan melihat dia yg seperti dewa kematian yg siap mencabut nyawa manusia dibumi ini.
Aku mendekat secara perlahan,
Aku" mereka gak salah...hp nya aja yg gak aktif. Mereka mana tahu apa2? Hanya menjalankan perintah sesuai prosedur saja...sudahlah..!!"
Aku memegang tangan Alex dan berusaha menenangkan dia yg sudah seperti setan saja. Wajahnya memerah dan rambutnya semua berdiri...kayak singa yg lagi meraung-raung saja.
Alex" Fei...urus karyawan kesayanganmu ini. Ell...ajari satpam pilihanmu ini juga! Aku gak mau melihat kejadian macam ini terulang lagi. Paham....?" Suara teriakan Alex menggetarkan seluruh isi gedung lantai dasar. Seram loh kyk gozilla yg sedang ngamuk...π€£π€£
Seluruh karyawan" paham direktur??!!"
Aku" sudahlah, suara nya seperti petir yg menyambar. Telingaku sampai sakit...!"
Aku menarik tangan Alex,
Duaar.........je...deeeeerβ‘β‘β‘
Seluruh karyawan terkejut disambar petir. Gak ada hujan...gak ada badai.
Tapi petir menyambar....
Aneh kan...??πππ
Alex menarikku menuju ruangan nya dilantai 30 dengan naik lift khusus direktur saja.
Aku" haiiisz....om_galak sedunia. Suara om membuat aku terbangun dari mimpi indahku tadi. Padahal aku mimpi lagi terbang...ehhh....jatuh dengar suara Auman singa lapar. Ha...ha....aaa!!"
Alex" kamu bisa saja. Mana makan malam saya? Lapar nih? Mana??"
Alex duduk disofa berhadapan dengan ku, dia membuka jasnya dan Mengendurkan dasi.
Aku"ulurkan tangan om, biar kugulungkan lengannya sedikit. Kan agak susah!?"
Aku melipatkan lengan bajunya.
Gak lama Fei dan Ell datang.
Aku" aku juga bawa untuk pak Fei dan Ell. Mari makan bersama. Ayo duduk!!!"
Aku mengeluarkan piring mereka, dan kubuatkan porsi makan mereka.
Fei" kamu kok baik sekali sih Aulia?"
Fei meminum teh yg kubuat.
Aku" sudah gak usah dibahas. Karena aku tahu kalian bertiga itu sepaket! Gak pernah terpisahkan bukan?"
Hi...hi....ini aku tertawa saja.
Alex" kamu baik ya, lalu apakah benar suara saya membangunkan kamu tidur!"
Alex makan sambil menatapku.
Aku" iya...aku terkejut. Kupikir aku mati tadi tersambar petir, eh rupanya om!? Kalo ibu hamil yg dengar sudah melahirkan dia, kukira sangka kala bertiup dan kiamat deh...!!! Huh...??"
Aku kesal dan melirik om_galak sedunia dengan tajam sekali membuat dia meriang ketakutan.
Ell" kamu panggil Alex kok om? Bukan syg, Beby atoo apapunlah itu?"
Alex berhenti sejenak dan melirik dengan tatapan maut yg mematikan ke Ell.
Aku" aku lebih nyaman seperti itu, gak penting aku memanggilnya gimana. Aku punya julukan sendiri buat dia...!"
Alex" apa itu? Kamu bercanda?"
Alex menatapku heran.
Aku" om_ galak sedunia, cocok kan?"
Aku tertawa melihat mereka terheran dan terkejut mendengar nya.
Fei" akhirnya, ada juga yg akan membalaskan dendam kesumatku...!"
Ell" gak kusangka, istri singa adalah singa betina yg menyeramkan. Uhu....uy!"
Mereka berdua tertawa, Alex hanya senyum saja pertanda dia menerimanya.
Aku" enak gak masakannya, aku cuma tahu masakan orang kampung aja...!"
__ADS_1
Alex" enak, gurih dan lezat. Terimakasih kamu repot2 masak dan mengantarkan kami makan malam. Makasih syg..!"
Fei" cie....cie syg? Cuit....cuit....iiit!!"
Fei menyuit kearah Alex dan menatapku.
Aku" oke gak masalah. Aku nunggu sampai kalian siap kerja. Dirumah juga bosan, ada yg bisa kubantu gak nih?"
Mereka selesai makan, aku menyusun kembali peralatan makan kedalam tas.
Fei dan Ell kembali keruangan mereka.
Alex" besok Minggu, kita jalan ya...?"
Aku" kemana?"
Alex" kamu mau kemana rupanya?"
Aku" tadi aku sudah ke mall belanja sama papa dan....papa belikan aku boneka beruang yg sangat besar dan cantik...warna putih bulunya lembut!!"
Alex" kamu suka boneka?"
Alex kembali kemeja kerja dan mulai mengetik ini dan itu.
Aku" suka...suka sekali. I love it!!"
Aku membuka majalah yg diatas meja.
Alex" ini ada PC, kamu mau main internet bisa kok. Daripada kamu melamun dan bosan baca majalah .....?"
Alex menawarkan aku untuk membagi meja dengan dia.
Aku" aku mau jalan aja lihat2 isi gedung ini boleh gak om? Sekedar lihat aja!!"
Aku bertanya kepada si om_galak sedunia yg berwajah datar dan menyeramkan kalo lagi kerja.
Alex" kamu mau apa? Nanti kamu tersesat pula...?" Alex mengkhawatirkan aku akan kejadian tadi.
Aku" aman itu, oke. Kalau aku tersesat kan bisa share lock...aman kak?"
Aku mengambil majalah tentang perusahaan suamiku itu.
Alex" baiklah. Lakukan sesukamu, kalau kesulitan share lock aja. Saya gak mau ada masalah sama kamu, Aulia syg...?"
Aku menganggukan kepala dan keluar dari ruangan nya.
Aku berjalan menusuri lorong karyawan divisi desain, semua orang masih sibuk dengan kerjaan nya sih.
Alex" wow...luas sekali ruangan ini. Berapa banyak karyawan sih?"
Staf" hei jangan sembarangan buka berkas ekspedisi, kami tidak butuh bantuan dari divisi lain....!!" Seorang staf bed namanya Betty berteriak padaku.
Aku" ah....maaf cuma sekedar lihat aja kok mbak. Maaf ya mbak...maaf...!!"
Aku menundukkan badan dan mohon maaf kepada nya dengan sopan.
Aku berjalan lagi menusuri tangga kelantai 29 yaitu divisi periklanan.
Aku melihat kejendela kaca yg transparant dan wow.....
Aku" indah sekali, tinggi juga kalau dilihat dari sini. Gila ah...merinding aku jadinya!"
Aku melihat kebawah sambil berdecak kagum sekali.
Lalu aku turun kelantai 25 dengan lift. Aku jalan mengikuti 3 karyawan yg berjalan kesebuah ruangan gitu.
A" hei pak direktur kenapa ya sampai sekarang masih lajang? Jangan2 dia gay deh, atau impotent gitu ya kan?"
B" hei, tampang nya garang dan menyeramkan sekali loh. Aku mau jadi selirnya kalau dia setuju. Udah tampan, garang n kaya raya pula....!!"
C" iya bisa jadi ratu sejagad ini dan itu dilayani. Mungkin pak direktur suka cewek yg semok? Dada besar, pinggul bohay dan badan sexy...??"
Aku mendengar mereka jadi serba salah dan melihat tubuhku yg dikaca.
Aku" dada biasa aja, pinggul gak ada yg menarik, badan ku mungil...bagaimana ini sih? Apa yg salah denganku?"
Suara rintihanku didengar oleh mereka dan membuat mereka terusik.
A" kamu siapa? Dari divisi mana? Hei...?"
A membentakku dan aku gugup.
Aku" cuma lihat2 aja mbak, maaf kalau kalian terusik. Saya akan pergi?"
Aku ingin beranjak pergi tapi mereka menghalangi jalanku.
B" kamu siapa? Malam2 gini kok masih berada dikantor? Kamu karyawan mana?"
B melirikku dari atas sampai bawah.
Aku" saya tamu, maaf ya mbak. Permisi?"
Aku berjalan tapi mereka menarik tanganku dengan keras.
C" siapa yg menyuruhmu kemari?"
Aku" gak ada, cuma jalan aja...! Aduh...!!?"
Tanganku meninggalkan bekas merah.
B" siapa yg mengijinkan kamu masuk keruangan ini...hah?"
B menolakku hingga aku jatuh terduduk.
Aku" aku sudah ijin sama Alex dan dia mengijinkan aku jalan2 kok. Mbak kok marah gak senang begitu?"
Aku dengan enteng menyebutkan nama Alex didepan mereka.
A" kamu siapanya pak direktur? Jawab?"
Aku hanya diam tertunduk dan bangkit kembali berdiri segera berjalan hendak meninggalkan mereka bertiga.
C menarik tanganku, kuhempaskan saja dan meninggalkan bekas cakar sampai berdarah. Aku meringis saja...
A" pasti kamu wanita bayaran yg ingin naik ke ranjang pak direktur. Hei dik..!kamu masih kecil tapi lihat dikasur ya...?"
Mereka menghina ku dan aku hanya diam saja menerima hinaan mereka.
Aku" hei Tante gak ada kerjaan, urus saja urusanmu dan gak usah campuri urusanku. Masalah buat kalian? Dasar tukang gosip? Kalian pikir direktur kalian yg sok itu, suka tipe wanita kayak tante? Ngaca lah...lihat gimana diri kalian...!?"
Plok .....plok.....plok .....
3 tamparan mendarat kepipiku,
A" lidahmu tajam sekali, gak tahu malu?"
A menendang kakiku dengan keras sehingga memar.
C melemparkan buku kearahku dan kena jidatku ujung nya. Meneteskan kecap kental dari jidatku yg tertutup poni.
Aku hanya menangis sengkukan didepan ruangan karena diseret mereka keluar.
__ADS_1
Jangan lupa like n komen ya .ππ