
Kiri....!!!!
Kanan....!!!!
Kiri....!!!
Putar!!!!
Itulah instruksi yang mereka ikuti selama berlatih dance.
" Ali? Bisa tidak kamu dan Hai membayangi aku dan Yuke?".
Tanya Yuda kepada mereka berdua dengan serius.
" Ah! Boleh dicoba! Ayo latihan keras! Semoga bisa menghandel dengan mudah....!".
Kata Ali sambil menatap Hai untuk melaksanakan perintah Yuda.
" Kalau kurang gerak, Gito dan Bee bisa mencoba. Apapun ceritanya kita harus berhasil memberikan yang terbaik kepada penonton. Jangan buat mereka kecewa!".
Kata Yuke kepada personal groupnya.
" Aku juga sedang usaha agar bisa tampil maksimal, aku bisa!!".
Kata Hai kepada mereka, seraya memberikan semangat.
Yuda sebagai ketua group, Yuke, Ali, Hai, Bee dan Gito ( Six Motion ).
Mereka semua berlatih dengan giat dan kerja keras yang tinggi demi mencapai tangga popularitas tertinggi sebagai Artis tentunya. Hanya sedikit waktu untuk beristirahat, sekedar makan dan minum saja. Semoga kerja keras mereka menghasilkan buah yang manis dan memuaskan.
Alex membaca pesan singkat yang masuk ke Handphone nya.
Ting...!
Tong...!
" Sayang, aku kembali. Aku tunggu di bandara. Aku tahu kamu akan datang bukan! Miss you...!".
Itulah pesan singkat yang didapati.
Seketika Alex berubah menjadi dingin dan serius. Berlari sambil memakai mantel, berhubung diluar sedang gerimis mengundang.
Ric langsung mengikuti tuannya dengan sigap, karena Ric tahu Alex sedang marah. Ya hanya Ric yang tahu bagaimana Alex.
Didalam mobil Alex hanya diam membisu dan moodnya sedang buruk. Wow menakutkan ah!
" Ric, kebandara. Dia kembali!".
Kata Alex singkat kepada Ric.
Seketika Ric paham dan terkejut dengan perkataan Alex.
" Hah? Ana kembali? Ya Tuhan? Ini bukan berita baik tentunya!".
Kata Ric dalam hati merasakan firasat buruk sekali.
Diam membisu selama perjalanan kebandara, bahkan jarum jatuhpun akan terdengar merdu sekali. Ric bahkan sesekali mencuri pandangan dari kaca memperhatikan raut wajah Alex.
" Menakutkan sekali tuan! Apakah akan terjadi pertengkaran? Ini buruk! Bahkan Tuhan pun tahu kalau Ana pernah jadi wanita paling dia sayang sepanjang hidupnya, cinta pertama yang selalu dia jaga sepenuh hati. Ini buruk jika terjadi, aku harus apa setelah ini. Nyonya? Tidak? Dua wanita yang berbeda namun bertempat yang sama dihati tuan. Alangkah baiknya jika Ana tidak kembali setelah 9tahun menghilang tanpa jejak, tuan apa yang akan anda lakukan kepada dua wanita ini. Yang satu adalah istri sah agama dan negara, yang satunya lagi teman kecil dan cinta pertama tuan. Yang bahkan Tuhan juga tahu kedua wanita ini istimewa, ini buruk!!! Aku tidak tahu harus berpihak pada siapa dan kenapa?".
Kata Ric dalam hati sudah bisa menebak apa yang akan terjadi.
" Sial....!!! Kenapa dia kembali?".
Kata Alex berteriak keras membuat Ric terkejut namun hanya bisa diam sambil menunduk.
Sampai di bandara Alex segera berlari dan mencari sosok wanita yang dulu pernah bertahta dihatinya. Menjadi dunianya dan menjadi impiannya, namun tuhan menakdirkan lain.
" Ana...? Ana...?".
Teriak Alex melihat kiri dan kanan.
Jauh dari ujung lorong, seorang wanita cantik, putih, indah, berseri dan mempesona. Punya aura yang kuat dan berkharisma kelihatan dari sikapnya bahwa dia wanita terhormat dan jelas kaya raya. Berjalan anggun dengan dress selutut berwarna peach, rambut pirang, mata biru... Alias bule.
Wajah Ana begitu cantik dan menarik hati bagi siapa saja yang melihat, bahwa artis Hollywood saja kalah saing. Tanpa riasan dan make up Ana begitu cantik nan bidadari di surga yang menawan sekali.
Alex berlari dan memeluk Sang Dewi Pujaan hatinya... Dulu!!!? Kalau sekarang siapa yang tahu?
" Aku merindukanmu!".
Kata Alex dengan spontan.
Ana tersenyum bahagia, saat ini mungkin dia merasa bahwa seluruh dunia Alex akan diberikan kepadanya. Padahal sesungguhnya kembalinya Ana bukan karena masih mencintai Alex, melainkan ada tujuan lain.
" Bagus! Ternyata kamu masih mencintai aku, dengan mudah aku masuk dalam hatimu lagi. Beruntunglah aku, ternyata Tuhan mendengarkan doaku selama ini!".
Gumam Ana dalam hati kecil, ternyata Ana telah berubah tak seperti dulu lagi.
__ADS_1
Ric hanya diam terpaku melihat sikap Alex, bahkan Ric tidak bisa berbuat apa-apa melihat mereka mesra kembali.
" Kasihan nyonya! Padahal sedang hamil, bahkan tuan juga tidak bisa melupakan mantan pacar nya itu. Maaf nyonya, saya tidak bisa membantu anda. Semoga tuhan melindungi anda dimana pun anda berada, dia akan menjaga anda dengan sangat baik. Semoga saja!".
Kata Ric meringis dalam hati kecil.
" Ayo kita pulang, aku sudah lama merindukan kamu!".
Alex menyeret Ana kedalam mobil, mereka pergi ke suatu tempat.
Sampai di suatu Villa yang megah pinggiran kota, jauh dari hiruk-pikuk kehidupan yang sesungguhnya. Alex dan Ana duduk berdua di kursi ruang tamu, sambil berpelukan. Ric hanya duduk di kursi taman sambil berpikiran jauh tentang nyonya Clinton yang sesungguhnya.
" Ya Tuhan, aku harap tidak akan ada orang yang terluka lagi setelah ini. Tidak tuan, nyonya dan nona Ana. Tiga orang yang saling mencintai pasti akan ada yang terlupa dari pihak manapun. Disatukan sisi adalah istri sah, dilain sisi cinta pertama di dunia nya. Oh tidak? Apa yang akan berlaku?".
Kata Ric dalam hati, membayangkan hal yang terburuk bakal terjadi.
" Sayang! Sudah lama tidak bertemu. Kamu tidak berubah sedikitpun ya? Miss you...?".
Kata Ana merayu Alex dengan gesit.
" Kamu juga? Kenapa pergi dan baru kembali? Aku mencarinya, tapi kamu kemana perginya? Jahat...!".
Kata Alex manja pada Ana,
Sekejap itu pula Alex melupakan istri tersayang nya. Bahkan dunia Alex sudah diputar balikkan oleh Ana hanya dalam sekejap mata.
" Akan ku buat kau jatuh cinta lagi padaku, hanya aku yang pantas jadi nyonya Clinton! Lihat saja!!!".
Kata Ana bergumam dalam hati dengan senyuman licik nya itu.
" Bagaimana kabarmu?".
Tanya Alex lagi sambil mencium serigala betina itu lembut.
" Aku baik saja! Selama aku pergi, aku sudah berhasil mencapai seluruh impianku. Aku bahagia! Maaf kamu harus tersiksa karena aku, tapi percayalah dihatiku tidak ada orang lain selain kamu sayang!".
Kata Ana merayu Alex dengan licik.
Mereka bercanda bersama sampai lupa akan waktu yang berlalu. Sementara itu dirumah utama, ada seorang ibu hamil yang mencari suaminya dan menunggu.
" Ya ampun? Kemana sih dia pergi? Sudah mau malam, bahkan handphone pun tidak aktif. Apa ada rapat mendadak dikantornya?".
Aku bertanya dalam hati kecil.
Namun pikiran melayang jauh entah kemana dia pergi, dengan siapa dan sedang apa. Maklum saja Bumil suka banyak menghayal, bahkan lebih sensitif lagi.
Aku duduk di balkon kamar sambil menatap gemerlap lampu malam. Begitu indah dengan menyimpan seribu cerita baik dan buruknya, hanya orang yang mengalaminya saja yang tahu. Aku bahkan tidak tahu kemana suamiku pergi.
Kataku sambil mengelus perutku perlahan dan akhirnya si Bayi merespon dengan baik.
Aku begitu bahagia, ternyata dia sudah bisa menendang dengan benar dan merespon setiap ucapanku. Aku bahagia sekali. Selayaknya bayi 5bulan, dia sudah aktif bergerak dan menendang. Semua ibu pasti bahagia jika demikian, sungguh nikmat Tuhan yang tidak bisa didustakan lagi.
" Sayang, kamu paham ya apa yang mama katakan? Semoga kamu sehat dan sempurna! Papa pasti senang dengan kehadiranmu!".
Kataku lembut sambil membelai perutku secara perlahan.
Sore hari, si Dewa Petir dan Asistennya pun belum tampak. Aku mulai cemas dan berpikiran yang melayang entah dimana dan bagaimana, hanya tuhan yang tahu beserta jajarannya saja.😂
" Ya Karim, sudah hampir malam. Mereka kemana tidak ada kabar sama sekali. Aku mulai takut nih!".
Kataku sambil rebahan disofa.
Aku mengambil handphone dan mulai Video Call si Yuke.
Ting....!!!
Tong.....!!!
Tak lama Yuke menjawab,
" Apa lagi? Tumben!?".
Kata Yuke dengan keponya. Membuat aku kesal sambil tersenyum jengkel saja.
" Salah aku call? Siapa tahu saja kamu keselempit didalam mimpi indahnya yang aneh itu? He....!".
Kataku mulai menggoda Yuke dengan nakal dan jahil.
" Iya aku tahu nyonya besar! Ada perlu apa? Bikin repot....?".
Kata Yuke dengan kesal lagi.
" Tumben muka kamu seperti Jeruk Purut yang ditekuk-tekuk begitu? Jelek tahu? Iiiiis bodoh....!".
Kataku lagi bercanda dengan dia.
" Aku baru aja siap latihan buat Konser Akhir Tahun. Datang ya? Tiketnya sudah aku sisakan buatmu dan suamimu yang sedingin es itu. Kamu ada cara tidak?".
__ADS_1
Tanya Yuke sambil minum teh dengan gaya santainya.
" Iya nanti kuusahakan menyeret si Gunung es itu. Kabari aja! Kapan kamu luang, jalan yuk. Nonton atau makan diluar begitu? Tapi kamu yang traktir aku dong? Pasti lemak menikmati uang gaji hasil kerja keras kamu itu. Aji mumpung tahu? Ha....ha.....aaa!".
Kataku sambil tertawa kepadanya.
Ya, ketika bersama Yuke. Aku bisa berubah ceria dan melupakan segalanya. Maklum kami sudah berteman sejak lama, bahkan dia sudah seperti kakak atau Abang bagiku. Dia bahkan selalu m niaga dan melindungi aku dimana pun itu, kami seperti bayangan saja yang selalu bersama satu sama lain.
Meski penampilan Yuke itu feminim dan lembut kayak Tahu, tapi dia begitu baik, tulus dan begitu jujur kepadaku. Apa yang tidak aku ketahui tentang dia, semua tahu! 😂
" Udah ya, aku lelah. Mau balik! Sekalian mampir kerumah ibumu, tadi beliau titip buah. Oke!".
Kata Yuke sambil berdiri, bersiap mau pergi.
" Iya, terimakasih ya. Tolong jaga ayah dan ibu, makasih Yuke?".
Kataku sambil meneteskan air mata sedih karena jarang pulang.
" Jangan nangis, aku janji akan jaga mereka. Kamu juga, jaga tuh perut. Sebentar lagi aku bakal dapat ponakan, senang nya...!?".
Kata Yuke sambil mengkhayalkan yang indah untuk anakku.
" Iya aku janji. Selamat malam!".
Kataku sambil mengakhiri percakapan kami barusan.
Setelah terputus, Yuke langsung mampir ke toko beli buah pesanan ibuku. Yuke anak yang baik bukan.
Sampai dirumah dia langsung singgah kerumah orang tuaku dan langsung tidur. Maklum rumah kami bersebelahan begitu.
Sementara aku masih menunggu si Dewa petir pulang entah kapan. Dari jauh, kulihat Ric mengendap-endap masuk seperti pencuri.
" Aku tidak boleh ketahuan pulang! Bisa gawat kalau aku ditanyai, sebaiknya aku harus cepat!".
Gumam Ric sambil masuk kedalam ruang kerja Alex. Kelihatannya dia mengambil dokumen penting begitu.
Lalu aku mengendap-endap mengikuti Ric dengan perlahan.
" Apa yang dilakukan Ric? Bukankah dia bebas masuk kedalam rumah ini? Sangat mencurigakan sekali?".
Gumamku dalam hati kecil dan mengikuti dia pergi.
Aku mengikuti mobil Ric dari belakang, coba bayangkan Bumil tua menyetir mobil seorang diri dimalam hari? Bisa kena tilang!
Karena ada undang-undang kalau Bumil dilarang menyetir apa lagi hamil tua, bisa Mbrojol aku😂🤣
Sampai disebuah villa kecil yang lumayan jauh dari rumah. Sekitar 45menit begitu, yang aku tahu itu hunian khusus orang kaya. Maklum aku naik Ferarri jadi satpam tidak menyetop laju mobilku.
" Hah? Sedang apa Ric berhenti disini? Mencurigakan aku saja!".
Kataku pelan didalam mobil sambil bergegas keluar perlahan.
Awak mengendap-endap seperti pencuri saja, kejam ah Dunia ini kawan. Tidak paham awak.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Ah, Aisyah sayang. Putri kecil ibu yang paling cantik dan mungil. Baru 18hari kita berpisah sayang,
Tapi ibu sudah masuk RSU lagi nak, ibu demam dan menggigil. Ibu gak tahu sakit apa. Tapi Abi, gak bilang apapun tentang sakit ibu. Berat rasanya melalui hidup ini nak, sejak adek pergi ibu sampai lupa bagaimana cara tersenyum, apalagi tertawa nak. Mampukah ibu bertahan tanpa adek...? Ibu juga gak tahu nak...?
Melihat foto nisanmu aja ibu gak berani, wajahmu hanya ada diingatan ibu sayang. Bahkan fotomu saja ibu gak punya nak, sampai sekarang hanya suara tangisanmu saja yang ibu ingat.
Banyak orang mencibir ibu, katanya ibu gala dan gunanya. Banyak yang tertawa karena ibu kehilangan adek, dan ada juga yang simpati sayang itupun jumlahnya sedikit.
Banyak hinaan dan cibiran yang ibu dengar ketika ibu jalan keluar menemani si Abang.
" Bodoh sekali suaminya, kalau aku jadi dia. Kuceraikan istri yang tidak ada gunanya itu. Cantik tidak, kaya juga tidak. Kan apa yang harus dipertahankan dari perempuan itu?".
" Kawin lagi sudah, banyak perempuan cantik diluar sana yang lebih sempurna. Untuk apa kawin gak punya anak! Bodoh suaminya!".
" Entah apa yang dilihat suaminya itu dari perempuan begitu, heran aku? Jangan-jangan sudah kena Tahi belacan alias pelet makanya suaminya mau bertahan!".
Itulah sebagian ucapan dan cibiran orang tentang ibu belakangan ini.
Bagaimana ibu tidak depresi nak? Ingin ibu pergi keujung dunia dan berteriak keras, tapi apa dayaku. Bahkan Tuhan mampu memberikan ibu ujian yang begitu berat nak. Ibu harus apa? Saat ini nyawa ibu diujung tanduk lagi, melihat Abi dan si Abang nangis ibu tidak tega.
Sudah 2malam ibu di RSU, sendiri gak ada yang jaga. Siang hari Abi kerja, pulang tengah malam. Si Abang dititipkan dirumah nenek. Tahu bagaimana ibu melewati hidup ini nak? Berat dan sakit, kadang ibu berpikir untuk menyusul adek saja. Tapi sepertinya Tuhan belum mengijinkan sayang.
Adek, tunggu ibu nak. Gak tahu sampai kapan nyawa ibu bisa bertahan di badan ini. Nanti kalau kita sudah bersama, ibu bakal main tiap hari sama adek. Kita bakal selalu bersama dan berpelukan. Adek, anak ibu paling cantik. Doakan ibu sehat selalu nak, Abi dan si Abang masih bergantung pada ibu. Tunggu ya sayang!
Tuhan, jaga dia, kenyangkan perutnya dan sayangi dia. Kelak kembalikan dia padaku setelah aku tiada. Terimakasih banyak.
Love you Aisyah...💐
Anak ibu paling cantik 😍
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Hai pembaca, sebenarnya cerita novel ini sudah selesai kusalin sejak lama. Tapi belum sempat kuketik, jadi bersabarlah untuk waktu pengetikan naskahnya. Terimakasih atas komen dan like nya.
By Thoornya 🍁