Istri Imut Om CEO

Istri Imut Om CEO
61


__ADS_3

Setengah jam kemudian, 4 mobil pick up dan mobil sedan berhenti didepan kami. Kang Nanang kaget sekali,


"Cari siapa ya tuan!!!?".


Tanya kang kepada manager umum yg mencari sosok Alex dengan lihai.


" Maaf saya tidak mencari anda, maaf!!".


Kata manager itu dan mendekati Alex.


" Tuan cari saya?" Katanya dengan nada takut dan gemetaran.


" Saya lagi makan. Tunggu sejenak!".


Katanya dengan wajah dingin yg berubah seketika. Entah sejak kapan berubah.


Meanager itu menatapku dan tunduk,


' oh itu nyonya, istri tuan muda. Cantik dan imut juga!!'.


Gumam nya dalam hati.


Selesai makan, Alex angkat bicara.


" Turunkan semua barang itu, bangunkan teras yg bagus. Lalu mana uang nya!".


Kata Alex tegas tapi santai.


" Ini tuan!!".


Sambil memberikan amplop berisikan uang 15jt, tapi dia gemetaran.


"Kembalilah bekerja, terimakasih!".


Katanya pelan masih dengan wajah seram dan menakutkan.


Manager itu memberi hormat dan menyuruh tukang turun menghadap.


Aku" sayang makasih!!".


Kataku lagi dan dia hanya tersenyum.


Aku menemui kang Nanang.


" Kang ini pekerja tukang yg akan membangun teras akang. Meja dan kursinya juga ada! Akang atur sendiri ya, kami mau balik dulu ketoko!!".


Kataku ramah sambil menepuk pundak kang Nanang ramah.


Alex datang dan memberikan amplop berisikan uang itu,


" Ini uang untuk modal dan beli gerobak. Semoga bermanfaat untuk kalian!".


Kata suamiku yg baik itu.


Kang" makasih neng, tapi!!".


Kata kang Nanang gugup sekali.


Alex" ini kartu namaku, telpon saya nanti kalau sudah siap bangun teras nya!!".


Kata alex dengan lembut.


" Masya Allah, akang baru ingat. Jadi suami neng Aulia itu orang yg terkenal itu ya. Alexander clinton...orang terkaya dikota xxx ya kan?. Maaf tuan, saya gak tahu kalau itu anda, maaf!!".


Kata kang Nanang malu sendiri.


" Kalau ada apa-apa kasi tahu istri saya aja ya. Jangan lupa call saya!!".


Kata Alex dengan sopan sekali.


Aku mengambil pesananku dan memberikan kang Nanang uang 100rb.


" Ambil aja kembaliannya kang. Salam sama Abah dan emak. Salam juga teteh sama anak-anak dirumah!".


Kataku sopan dan kami menyalami kang Nanang lalu pergi.


Kang Nanang masih saja terpaku dan masih bengong seperti mimpi saja.


Disepanjang jalan,


" Kamu baik dan cantik, beruntung aku menikahimu sayangku!!".


Katanya lembut masih dengan menggenggam tanganku erat sekali.


" Iya kamu baik juga tampan, makasih ya sayangku. Aku cinta kamu!!".


Kataku lagi menggodanya.


Yang membuat aku itu selalu bersyukur atas nikmat Tuhan yaitu:



Suami super tampan seperti Oppa Korea dan bak model.


Kaya raya dan pekerja keras meskipun sering marah gak jelas kenapa.


Selalu baik dan ramah, ya kadang banyak ngeselin juga.



Awalnya sih, aku gak suka sama dia karena sosoknya yg angkuh dan menyebalkan. Ternyata dibalik itu semua, ada sisi lembut dan baik didalam hatinya yg sering terluka itu.


Hingga.....!!!!


Aku pun benar benar jatuh cinta padanya


Cuit....!!!πŸ’•


Cuit....!!!!πŸ’ž


Gas pool bang, jangan kasi kendor kang!


Sampai ditoko kami makan bersama lahap dan pulang jam 9 malam.


Dia mandi terlebih dahulu, dan aku menyusul kekamar setelahnya.


" Aku mandi dulu, kamu rebahan aja dulu oke sayang!!! He....he.....ee!!".


Kataku sambil meledek suamiku.


Selesai mandi, aku melihat dia sudah terlelap sekali. Kelihatan lelah,


" Maklum gak pernah kerja kasar! Ini pelajaran buat kamu. Besok kamu juga bakal balik kekantor bukan? Kasihan Ric harus kerja sendiri, pasti dia bingung dan kalang kabut kebakaran jenggot...!".


Kataku sambil mengelap wajahnya dengan kain basah.

__ADS_1


Selesai itu akupun langsung tidur disebelahnya dan memeluknya erat.


Hingga, subuh datang menjelang. Terasa dingin dan hening, angin berhembus membelai setiap lubang pori pori tubuh. Sedikit menggigil, namun aku tetap suka karena terasa segar dan enak. Seketika kubuka mata dan mulai mencari sosok yg tadi malam kupeluk erat.


" Sedang cari apa sayang?".


Katanya dengan senyuman, menghampiriku dan mencium keningku.


Cuuup.....!!! 😘


" Ah dasar mesum!!! Sudah adzan?".


Kataku bertanya dengan penasaran,


" Belom? Mandilah!!!".


Katanya pelan dan melemparkan Andik kewajahku sambil ketawa.


Kusingkapkan handuk yg menutupi wajahku dan kulihat kedepan,


" Hei kenapa telanjang? Pakai bajumu?".


Kataku setengah berteriak.


Pak....ketipak....tipuuung....!!! πŸŒ‹


Suara jantungku seperti genderang!!!


' dasar bikin kaget aja? Untung ganteng, badannya sixpac jadi enak dipandang. Kalo gak? Aku juga ogah lihat???'.


Kataku protes didalam hati sambil menutup mata seketika tadi.


" Loh sayang? Kok malu sih? Memang bagian mana dari tubuhku yg belum kamu lihat, kamu raba dan kamu pegang? Coba bilang? Aku mau tahu?".


Katanya sambil duduk disebelahku sambil senyum jahat nan licik.


" Iya tapi gak gitu juga? Malu ah... Cepat pakai bajumu sekarang. Aku gak mau tahu, nanti kamu masuk angin...mau?".


Kataku dengan wajah merah dan berbicara agak gugup nada tinggi masih dengan mata yg tertutup rapat.


" Hei jangan gitu ah! Kamu juga sama, aku sudah melihat semua bentuk tubuhmu. Lekukan tubuhmu yang indah dan menarik. Bagian mana yg belum kulihat, kuraba, kucium dan kukecup manja? Semua sudah kulakukan! Hei??".


Katanya sambil mulai meraba pahaku.


" Hei mesum, mau apa kamu?".


Kataku mulai kaget dan membuka mata.


" Mau lihat tubuhmu, boleh? Mari aku mandikan supaya bersih...!!!?".


Katanya merayuku manja sambil membuka bajuku.


" Jangan....!!!! Jangan....!! Aku bisa mandi sendiri kok? Jangan....!!! Dasar genit!".


Aku beranjak pergi meninggalkan kasur dengan gondok bukan main.


" Sayang cepat mandinya, bentar lagi subuh loh. Atau mau aku bantu cinta??".


Katanya lagi menggoda dari depan pintu.


" Tidak mau, dasar genit...!!!".


Kataku berteriak dari dalam.


Aku mandi dengan cepat dan menyadari bahwa handuk tadi ketinggalan.


Kataku mencari didalam.


" Sayang, handuknya diluar nih. Mau aku masuk kedalam atau kamu ambil sendiri kesini sih sayang?".


Katanya dari depan pintu.


" Tidak, gantung saja didepan pintu!".


Kataku berteriak dari dalam.


'sial, dasar mesum! Semoga dia mau meletakkan dipintu! Dasar genit!'.


Kataku sambil mengintip pelan dan membuka pintu sedikit.


" Hei, cepat dikit. Sudah mau azan nih!".


Katanya agak bawel.


Aku memakai handuk dan keluar,


' hah? Ganteng nya!!!'.


Gumamku dalam hati sambil bengong lihat malaikat duduk dikursi.


" Apakah sekarang kamu baru sadar kalau aku begitu tampan sayang?".


Dengan percaya diri tinggi dia memuji dirinya sendiri dengan bangga.


" Air laut asin sendiri tahu? Dasar!!!".


Kataku sambil mengambil pakaian dari dalam lemari dan kembali kedalam kamar mandi untuk pakai baju.


Kalau gak ada dia mungkin aku bisa pakai baju didepan lemari, nah ini ada dia. Nanti katanya aku yg menggodanya. Males ah, dari pada Error' lebih baik aku menghindar saja dari Singa lapar.


Selesai sholat, dia menatapku sambil senyum gak jelas. Yg intinya membuat aku takut karena senyuman itu horor.


' perasaanku gak kok gak enak ya? Lebih baik cepat kabur dari pada jadi makanan pembuka untuk sarapannya. Gawat...!!'.


Gumamku sambil berbenah dan hendak kabur keluar menyelamatkan diri.


Ckleeek.....!!!


Dengan berlari cepat dia menutup pintu dan mengunci kamar. Aku hanya diam saja dan dia kembali ke kasur. Rebahan seperti raja Firaun.


"Sayang sini mari?".


Sambil menepuk nepuk kasur disebelahnya sambil senyum kecil.


Aku hanya menggelengkan kepala dan diam mematung didekat pintu.


" Ya sudah kalau gitu, aku yg akan datang padamu dengan senang hati, Ratuku...!!".


Katanya sambil membuka pakaian dan sarung yg tadi melekat dipinggangnya.


Hanya celana pendek yg melekat,


" Uh panasnya kamar ini gak ada AC!".


Katanya sambil pura pura gelisah.

__ADS_1


" Mau apa sih? Aku haus! Tolong mana kuncinya, haus sekali nih!".


Gayaku sambil mengelus Elus leher.


Dia berdiri dan berjalan mendekat, dan menggendongku sepeti karung saja.


Bruuuk....?!!!πŸ’’πŸ˜­


Aku jatuh dikasur posisi telentang, kedua tanganku dipegang erat diatas kepalaku. Dia senyum menyeringai dan berbisik,


" Waktunya sarapan sayang! Tenang, jangan takut. Aku akan lembut kok....!".


Berbisik manja dengan hasrat.


Sekarang dia ada diatas badanku sambil membelai rambutku,


" Kamu ibu dari anakku kelak, jadilah surgaku dan pahala buatku baby....!!!".


Katanya sambil mulai mencium bibirku.


Muuuaaach......!!! 😘


Kurasakan detak jantungnya berdebar kencang, aku terkejut namun aku diam saja dan pasrah saja lah.


Tanganku melingkar didada nya dan membuat dia bersemangat sekali, sesekali kurasa nafasnya berhembus kencang di wajahku dan membuatku semakin bergairah.


Tangannya mulai menjelajahi setiap inci bagian tubuhku dan meraba disetiap lekuk tubuhku.


Emmm.....mm! Kataku mengerang,


Dia tersenyum dan mencumbui seluruh bagian sensitif tubuhku.


Aaaaach.......!!! Emmm.......m!


Nafasku mulai naik dan turun, tak kusadari ternyata leherku penuh tanda Kiss mark, stempel ala Alexandra Clinton.


Tanda bahwa aku adalah miliknya, kepunyaan dirinya dan hanya dia saja.


" Ah sayang, wajahmu sungguh menggemaskan sekali. Membuat aku bergairah, kamu manis sekali!".


Bisiknya sambil mulai menciumiku dengan agak kasar seperti kerakusan.


' seluruh tubuhnya wangi, padahal sabun yg kupakai sama dengan yg dia pakai. Bahkan farfum yg digunakan sering juga kugunakan, tapi kenapa terasa berbeda jika dia yg memakainya. Apakah ada bedanya antara dia atau aku yg pakai? Kosmetik yg dia gunakan biasa saja tapi kenapa saat dia pakai menjadi istimewa dan berbeda sekali ya? Ah sial, dia begitu menggoda sekali. Tubuhku selalu bereaksi ketika bersamanya, melihatnya saja aku selalu berdebar. Seperti candu versiku saja, ah...Aulia Slavina Chen!!!'.


Gumam Alex sambil menikmati setiap inchi dan setiap lekukan tubuhku.


Aaaacccch.....!!! Aaaah....!!!


Eranganku membuatnya semakin memuncak dan ganas seperti singa yg menerkam mangsanya.


"Tenanglah, dan lihat aku. Lihat sayang!".


Katanya padaku lembut, karena sedari tadi aku menutup mata.


Kulihat didepanku, sebuah karya Tuhan yg tidak bisa dipungkiri. Hanya sejengkal berjarak dari wajahku yg nafasnya masih bisa kudengar jelas.


Wajah tampan, lembut dan mata yg teduh memandangku. Menetes kepipiku air keringat nya, seperti air hujan gerimis.


" Indah....cantik???".


Kataku dengan polos tanpa sadar.


Dia tersenyum manis menciumku lagi, lidah kami terpaut lama seperti tarian Salsa yg mengairahkan.


" Baru sadar ya kalau aku begitu tampan? Apa selama ini kamu gak sadar sayang?".


Katanya menggodaku lagi.


Kurasakan hangat diantara kedua pahaku yg berusaha masuk dan mendekati areal sensitif ku.


Cluuuup......!!! 😡


Aku menutup mata " shit....!!!".


" Hei baby, lihatlah aku. Jangan tutup matamu, aku ingin melihat matamu yg indah itu. Ayolah sayang....!".


Pintanya manja.


Aku membuka mata dan tersenyum,


Dia mulai bergerak maju mundur dan bergoyang seirama dengan tubuhku.


Hingga membawaku terbang tinggi dan lebih tinggi lagi, bersamanya aku merasakan cinta dan kasih sayang yg sesungguhnya.


Aku hanya tersenyum lucu,


" Hi.....hi.....iiii lucunya!!".


Kataku disela Olahraga kami.


" Kok kamu ketawa, apa yg lucu?".


Katanya sambil masih terus melakukan yg katanya Sarapan Pagi.


Opi Iyo yooo??? 😊😊😊


" Aku teringat saat kamu demam dan mengigau manja sewaktu dulu!".


Kataku sambil tersenyum.


' iiih...!!! Bisanya dia tersenyum begitu sambil meledekku. Jangan salahkan aku kalau kamu tidak bisa bangun setelah ini. Kamu sih begitu imut dan menggoda!'.


Gumam Alex sambil agak kesal.


Dan akhirnya dia selesai dengan kegiatan " maju kena, mundurpun lagi kena. Semuanya kena, semakin lama semakin terasa" tarik bang ....jangan kasi kendor. Gas aja poll bg, kan mantap.


Ya benar saja, aku tidak bisa bangun setelah itu. Karena ngilu dan perih kurasakan saat dia selesai " main enjot-enjotan denganku...!!!".


Sejam full tanpa jeda, wow...??? Amazing.


' sial...dia sengaja melakukannya. Apakah dia masih dendam padamu karena semalam ngerjai dia terus. Awas saja kamu ya, gak akan kubiarkan gitu aja! Aduh...sakitnya. wow...ngilunya. Dasar Alex gila, hampir saja mematahkan pinggangku tadi. Melawan pun akan sia-sia karena dia lebih kuat dan akan semakin keras kepala kepadaku. Jika dia melakukan hal ini tiap hari, bisa mati aku. Dasar Alex sial....sial...!! Hu....hu...uu!'.


Kataku dengan kesal dan geram akan tingkahnya tadi.


Setelah itu aku langsung tertidur lelap dibawah selimut hangat. Mimpi indah seakan membelaiku di dunia mimpi. Aku melupakan segalanya dan melupakan bahwa aku masih ada didunia ini.


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!


Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1



__ADS_2