
Kemudian gak lama setelah ibu itu mengomel ini dan itu, Ric dan hartono turun dari mobil Ric.
"Ya tuan muda, ada apa?".
Kata Ric sambil memberikan hormat kepada Alex seperti biasa.
" Ini anakmu kan? Coba lihat!!".
Kata Alex menatap tajam kepada Hartono dan ibu itu.
Seketika ibu itu bingung dan kaget kenapa anaknya ada disini.
" Kamu ngapain kemari?".
Katanya dengan nada tinggi.
" Ya saya dipanggil presidir...itu dia?".
Kata Hartono dengan polos sambil memberikan hormat dan menunjuk Alex dengan sopan.
Ibu itu kaget dan pucat sekali,
" Jadi dia bos kamu?".
Katanya lagi sambil memastikan.
" Iya bu, tuan muda Alexandra Clinton. Yg punya perusahaan lah...!!!".
Katanya polos lagi dan masih heran.
" Ric, apakah bulan ini Hartono ada melakukan kesalahan?".
Alex menghardik Ric dengan tatapan tajam yg mematikan saja.
Hartono diam tidak bergeming, ibunya juga diam dan mulai malu.
" Hei, Hartono ajari ibumu sopan santun dan ilmu akhlak. Kesombongan itu tidak berguna, suruh ibumu untuk lebih bisa menjaga lisannya setelah ini!!".
Kata Alex dengan kejam dan lantang.
Ric" kamu dengar apa kata tuan muda?".
Ric menghardik.dan menatap tajam mereka berdua seperti yg dilakukan Alex.
Hartono rubuh kelantai dan berlutut,
" Maafkan kesalahan ibu saya tuan muda, ibu saya sudah tua. Maafkanlah dia sekali ini saja. Saya akan lebih menjaga dia dengan baik dan lembut!!!".
Sambil meneteskan air mata.
Ibunya juga berlutut dan menangis,
" Maaf saya kasar tadi, maafkan saya yg lancang menghina anda. Maaf!!".
Katanya dengan rasa bersalah dan berlinang air mata.
Alex" dimana kesombongan mu tadi? Bukankah anda menghina istri saya? Saya bisa laporkan ke pihak yg berwajib jika saya mau. Itu sudah melanggar hukum, menghina dan melecehkan nama orang, serta pencemaran nama baik keluarga saya dan perusahaan. Berapa pasal yg anda langgar. Hitung saja!!".
Kata Alex dengan senyuman iblisnya.
Ayah dan ibuku hanya diam ketakutan melihat wajah asli dari suamiku itu, pikiran ayah dan ibu sudah diluar jalur.
' seramnya menantu kami, ya Karim!'.
Gumam hati ibu dan ayahku, mereka saling berpegangan tangan dengan erat dengan wajah pucat dan mata mendelik.
Aku sadar akan hal itu, mendekati Ric,
" Hei, kau urus sisanya. Akan kubawa Alex menghindar sebisa mungkin!".
Kataku berbisik Ric,
" Saya tidak berani!!".
Katanya sambil menggelengkan kepala.
' huh!!! Sial gak bisa diajak kompromi!'.
Gumamku kesal pada Ric.
Hartono" maaf tuan, maafkan kami!".
Katanya sambil menangis.
" Saya minta maaf, saya tidak akan ulangi lagi. Saya tidak akan pernah berkata demikian yg mengerihkan itu lagi setelah ini. Kasih kami kesempatan tuan!!".
Ibu gendut yg sombong itu merendah dan memohon maaf berlutut didepan Alex.
Namun si CEO galak dan garang itu masih saja berwajah datar, mengerihkan dan tanpa ekspresi sambil melipat tangan didada menatap mereka berdua dengan penuh amarah level 10.
" Ric, singkirkan mereka dari hadapanku sekarang juga. Seret mereka sekarang keluar dari toko, tuntut mereka juga!!".
Katanya dengan nada tinggi membentak seperti petir menyambar saja.
Dag....!!!
Dig.....!!!
Dug....!!! π΅
Jantung kami semua yg mendengar seperti kaca yg pecah berserakan entah kemana lah rimbanya...!!!!
Aku berjalan mendekatinya dan memeluknya dengan hangat, berharap dia bisa luluh dan mendengarkan aku.
" Sayang, sudahlah. Maafkan saja mereka, bukankah kamu berhati besar?".
Aku mencium pipinya dan tersenyum.
" Kamu ya???".
Katanya kesal dan nada tinggi.
" Jangan marah sayang, sudahlah. Maafkan saja mereka, bukan salah mereka. Bukan juga salah siapapun. Biarkan saja, bukankah kamu orang yg baik, pemaaf dan penyabar! Heh?".
Kataku sambil merayunya dengan mengelus dadanya sambil mencolet hidung nya yg mancung itu.
Seeeeer.....!!! π©π©π©
Akhirnya jantung yg tadi memompa kencang akhirnya netral juga. Kulihat wajahnya berubah dingin dan manis, meskipun hanya sedikit saja....!!!
" Maafkan mereka ya! Ayolah sayang, nanti kuberi hadiah, oke???".
Kataku berbisik pelan ketelinga nya
Seketika itu juga dia tersenyum ramah, seperti matahari yg cerah. Habis badai terbitlah terang.....
' Hem? Cepat sekali berubah mood!! Seperti roaler coaster saja! Dasar...!!'.
Kata Ric dalam hati.
Alex" Ric, urus mereka. Aku maafkan, ini semua karena kebaikan hati istriku. Pergilah dan jangan buat salah lagi!".
Katanya sambil senyum dan duduk lagi dikursi kasir sambil makan kue kering.
__ADS_1
' berhasil! Tapi bagaimana sekarang ya? Hadiah apa yg akan kuberikan padanya? Sial... Aku melupakan hal ini???!'.
Gumamku dalam hati bingung.
Setelah membayar mereka pergi, namun Ric masih saja duduk santai sambil menunggu perintah tuan nya.
" Tuan! Saya kembali ke perusahaan!".
Katanya dengan tegas dan hormat.
" Ric, makasih ya. Atas kerja kerasmu, aku sudah bahagia. Lalu kapan kamu akan bahagia juga? Ayolah... Bentuklah keluargamu sendiri. Mana tahu anakku bisa berjodoh dengan anakmu nanti!?".
Kata Alex dengan tulus dan polos.
Hah??" Katanya Ric singkat.
Sambil menatap wajah Alex itu,
" Pikirkan ucapanku itu ya! Kembalilah bekerja, aku masih malas!".
Kata Alex lagi sambil memakan kue.
Ric pergi dan orang tuaku itu agak kaku,
" Kenapa ayah? Kok ibu bengong!".
Kataku aneh melihat sikap mereka sejak kejadian tadi mereka hanya diam seperti ketakutan dengan dan entah apa gitu.
" Tidak kok!!".
Jawab mereka singkat lalu pergi kedepan toko dan mulai membereskan barang.
' aneh? Apa aku saja yg perasaan ya?? Dari tadi semua orang kelihatan aneh, kok bisa gitu ya? Ah pusing pala berbi!'.
Gumamku sambil menyusun barang lagi.
Kak Rika duduk tepat disebelahku,
" Hei Aulia, kamu tahu kan bagaimana kalau tuan muda marah. Aku hampir mati ditelannya tadi, seram ah...!!".
Katanya pelan berbisik padaku.
" Ah masa sih kak? Biarkan saja dia sendiri yg gampang marah dan suka hati. Sesekali dia dikasih pelajaran. Oh ya kak jalan yuk, cari makanan diluar??!".
Kataku padanya.
" Lalu tuan muda bagaimana? Dia bisa ngamuk lagi kalau ditinggal!!".
Kata Rika dengan wajah cemas jika ingat tadi sewaktu Alex ngamuk gak jelas.
" Ayah, ibu...aku mau beli rujak uleg nih. Ibu mau titip apa ya?".
Kataku bertanya pada orang tuaku.
' hah? Mau kemana lagi dia? Mau ninggalin aku lagi yah? Gak akan kubiarkan dia melakukannya lagi!!'.
Gumam Alex agak kesal.
" Ibu sama ayah titip siomay sama ketoprak yg pedasnya sedang. Kalo bapak supir mau apa?".
Kata ibu bertanya pada supir kami.
" Oh ketoprak aja, makasih ya nyonya...!".
Katanya dengan sopan dan ramah.
" Oke deh, tunggu sebentar ya!!".
Aku berdiri dan melirik Alex yg kesal.
Katanya manja.
" Kita jalan kaki saja, cuma 100m aja kok. Tokonya kelihatan dari sini. Oke!!".
Kataku pada mereka tegas.
" Iya saya tinggal saja, kaki saya pegel!".
Alasan Rika padaku, karena dia tahu tuan muda pasti kesel kalo diekorin.
Kami berjalan beriringan, seketika Alex menyambar tanganku dan menggenggamnya dengan erat sekali.
" Sok mesra! Aslinya aja kamu tukang marah, galak dan garang. Alias selalu buat aku kesal setengah mati?".
Kataku dengan bibir manyun.
" Huh? Mau aku cium ditengah jalan begini? Aku sih gak keberatan sayang!".
Katanya sambil menjulurkan lidah.
Kami berdua tertawa dan jalan lurus.
" 3 ketoprak dan 2 siomay! Sedang ya pak, dibungkus sekarang!!".
Kataku kepada kang Nanang pemilik toko camilan yg lezat seNusantara.
Kang" oh neng Aulia? Apa kabarnya?".
Kang Nanang menyalami tanganku dengan sangat ramah.
Kang Nanang adalah adik kang Ujang penjual cilok dekat rumah kami. Mereka saudara sekandung sih, sangat ramah dan baik kepada keluarga kami. Dan kak Indah adalah anak dari adik ibu nya kang Ujang, alis keponakan nya lah.
Dunia itu sempit ya kan?
" Alhamdulillah sehat kang! Bagaimana kabarnya Abah sama emak? Udah lama gak mampir kesana....!".
Kataku ramah sambil menerima kursi plastik 2 biji yg diberikan kang Nanang.
Kang" Alhamdulillah baik juga, ayah ibu neng Aulia gimana kabarnya?".
Berbicara Sambil mengulek pesananku.
" Baik juga kok! Gimana kabar teteh dan anak nya kang? Sudah berapa?".
Kataku ramah sambil mengajak Alex duduk disebelahku
" Oh baru 2 tuh neng, sepasang. Kelas 5 dan 1... Alhamdulillah sehat!".
Katanya dengan ramah dan tawa.
" Oh kapan tambah kang? Ada rencana?".
Kataku lagi menggoda kang Nanang.
Seketika kurasakan hawa dingin, awan tebal menghampiriku. Dan aku mulai takut serta merinding, aku melirik Alex.
" Sayang kamu kenapa sih?".
Kataku bertanya dengan heran.
" Oh neng Aulia...akang dengar sudah menikah ya dari ibu kemarin. Itu suaminya ya neng? Kenalkan Napa??!".
Kata kang Nanang kepo setengah mati.
__ADS_1
" Oh itu kang, ini suami saya. Maklum agak pemalu, namanya Alex. Sayang??".
Aku melirik Alex dengan senyuman.
Kang dan Alex salaman. Tapi ekspresi Alex masih datar dan dingin.
" Wah...ganteng pisan eeeuy neng!!! Pintar ya cari suami, Alhamdulillah semoga SAMAWA ya neng Aulia...!!".
Kata kang Nanang, seketika Alex berubah baik dan tersenyum. Horor....!!!!
" Makasih ya kang nanang baik deh!!".
Kataku memujinya lagi.
" Hem....tapi neng. Kok saya rasa wajah suami neng kok pernah lihat ya? Tapi akang bingung dimana gitu ya? Aduh...kok bisa lupa ya neng???".
Kata kang Nanang sambil mengingat2.
" Ih kang Nanang suka lihat tv hot gosip ya? Kayak berita seleb update gitu, kan?".
Kataku meledek nya.
" Iya neng, saya suka dan ngeFans sama Clinton Alexander. Udah ganteng, baik dan dermawan bantu UMKM kecil seperti akang. Pengen dapat bantuan juga, tapi gak tahu gimana caranya...!!".
Kata kang Nanang dengan polos.
" Sayang, bantu Napa?".
Kataku pelan berbisik padanya.
Hm.....!!!! Katanya singkat.
Lalu dia mengeluarkan hape dan menelpon Ric.
Dreeet........!!! Hape Ric bergetar π²
" Kali ini apa lagi tuan muda?".
Katanya dengan agak geram.
Alex: Ric, utus seseorang mengantarkan pesanan ku sekarang. Kalau bisa manager dari divisi Humas. Paham?"
Katanya menekankan dengan tegas.
Ric: baik tuan, saya paham.
Masih dengan wajah kesal karena lelah dengan urusan kantor yg padat.
Alex: akan ku kirim daftarnya sekarang!
Telpon terputus.
Kemudian dia melirikku,
" Sudah sayang, tanya apa maunya?".
Kata suamiku itu.
" Kang, satu porsi jumbo siomay. Jangan pedas dan bumbunya parah ya. Saya makan disini, sekarang ya kang!!!".
Kataku untuk mengulur waktu sampai orang yang diutus Alex datang.
Hem.....!!! Iya...!!!
Katanya singkat sambil membaca koran.
" Kang emangnya butuh apa sih?".
Kataku penasaran.
" Banyak neng, yg jelas modal. Steling kaca, lihat punya akang dah hancur dan jelek. Mau beli harganya jutaan. Mau tambah teras dikit aja buat yg mau makan disini dan gak kena panas dan hujan. Meja dan kursi, sama tikar yg mau duduk lesehan gitu???".
Kata kang Nanang dengan ramah dan gak ada rem nya.
" Kira kira kalau 10jt cukup gak?".
Kataku bertanya sambil bercanda.
" Cukup neng, lebih pun. Bisa buat tambah beli gerobak untuk teteh jualan dirumah. Kan Alhamdulillah neng!".
Katanya lagi.
Kemudian seporsi jumbo siomay datang, kulihat suamiku menatapnya aneh sekali. Alisnya naik dan matanya melotot.
" Ini enak sayang, cobalah!!".
Kataku padanya, memberikan sendok dan garpu kepadanya.
Dia hanya menerima dan mulai makan perlahan dan pasti.
" Enak kok, aku suka. Boleh kumakan?".
Katanya melihatku.
" Iya makanlah, enakkan! Masakan siapa dulu? Kang Nanang nih...!!!?".
Kataku memuji kang Nanang.
Kang Nanang tertawa bangga,
Ah....!!! Senang nya membuat orang bahagia seperti ini. Bahagia itu gak harus mahal dan sulit. Ya kan?
Kataku dalam hati kecil.
Alex mengetik pesan kepada Ric,
" Uang 15jt, bersama kursi dan meja 10set. Lalu tukang untuk membangun teras 10 pasang. Sekarang!!!!"
Uuuh, seramnya pesan suamiku.
"Sudah sayang, bentar lagi paket nyampek kok. Tenang saja!"
Katanya sambil makan santai.
" Uh...! baiknya suamiku, love you!".
Kataku manja sambil menggenggam tangannya erat sekali.
Seketika wajahnya merah dan senyum,
" Hem....mm, love you too baby!!!"
Katanya balik padaku.
Tahu apa yg kurasakan?
Bagai terbang kelangit ketujuh dan menang undian 10milliar. Aku hanya bangga memiliki suami yg baik dan perhatian, meskipun suka marah gak jelas alasannya yg buat aku sering kesal.
Setengah jam kemudian, 4 mobil pick up dan mobil sedan berhenti didepan kami. Kang Nanang kaget sekali,
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
__ADS_1
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!
πSelamat membaca ya..π€π€π€