
Tercium bau yg sudah lama kunanti dan kuidamkan setengah tahun ini, apa lagi kalo bukan masakan ibu yg meLegenda.
Aku berjalan kedapur, dimeja sudah tertata makanan yg lezat deh. Rejeki anak Soleh mah....gak kemana....!!!
Aku duduk dimeja, mulai berpikir makanan mana yg akan aku santap terlebih dahulu.
" Nyonya, anda sudah bangun?". Kata pelayan yg dibawa oleh Ric bersamaku tadi, ternyata dia membantu ibu didapur untuk memasak dan menyiapkan semua makanan ini dimeja.
Hm.........mmm? Kataku lembut.
Ibu membawakan jus jeruk dan memberikan kepadaku,
Ibu" ayo habiskan. Kamu harus kekampus ini hari kan syg?".
Ibu mengacak2 rambutku.
" Darimana ibu tahu?" Tanyaku singkat.
Ibu" tuan Ric yg bercerita syg!!".
Ibu meninggalkan aku sendiri makan diatas meja seorang diri.
Ya aku hanya makan secukupnya saja kok, sekuat perutku menerima makanan enak ini tentunya lah....
Selesai makan, aku ganti baju buat kekampus, ya hari ini Ric akan menemaniku lagi kekampus. Karena Rika masih kuliburkan untuk menemani dan merawat ayahnya yg masih sakit
Aku" buk, aku berangkat ke kampus. Kalo ada perlu apa, telpon saja aku, ya???".
Aku berlari salaman dan pamitan kepada orang tuaku.
Ric" ayo berangkat nyonya, Yayuk akan tetap berada disini menemani orang tua nyonya. Untuk sekedar bantu2 saja...!!".
Hatiku senang mendengar Ric perhatian dengan orang tuaku itu.
Aku" makasih Ric, kamu yg terbaik deh?".
Aku memberikan dua jempol dan akhirnya kami berangkat kekampus.
Sampai dikelas, kulihat Yuke sudah duduk di bangkunya itu.
Aku" hai? Sudah lama sampainya?".
Aku duduk disebelahnya dan menepuk pundak nya pelan.
Yuke" ah....iya. lumayanlah Lia?".
Dia kemudian buang muka lagi.
Aku" apakah kamu belakangan ini jadi ikut program Idol di Clinton group?".
Tanya ku dengan keterusan.
Yuke menatapku tajam dan heran,
" Kamu kok tahu sih? Apa ini semua ada hubungannya dengan mu ya Lia....?".
Yuke menggenggam tanganku.
Aku" mana aku tahu, aku gak ada ikut campur apapun. Apa kamu percaya?".
Menatapnya dengan tajamnya.
Yuke" bagaimana hubunganmu dengan dia? Baik2 saja kan? Kalo sempat dia melukaimu....akan kugantung di jendela!".
Yuke serius, membuatku geli dan tertawa dengan gelaknya.
Aku" dia baik kok, hanya saja dia punya bayangan seperti hantu. Menyeramkan!".
Aku meringis karena ngerih membayangkan wajah dingin Ric.
Seketika aku terbayang dengan Ric,
Mengerihkan seperti iblis, menakutkan seperi hantu yg gentayangan. Setiap perkataan yg keluar dari mulutnya seperti sumpah serapah, perintah yg dia berikan seperti titah raja. Bayangkan bagaimana seramnya manusia seperti itu, tidak ada? Hanya manusia setengah Devil yg mampu bersikap aneh macem itu, bahkan om saja selalu mendengarkan sarannya karena masuk logika. Sumpah, kenapa orang seperti itu dikirim kerumahku...? Kalau bicara dongkol, aku geram dan gemes lah, kalau ditanya marah setinggi gunung Bromo sangkin besarnya. Belum lagi ucapannya seTajam Silet... PERIH seperti disiram air garam. Mampus woy, matipun bisa kalo gitu!.
__ADS_1
Aku" syukurlah, akhirnya kamu baikan juga. Kamu memang sahabat terbaikku!".
Aku memeluknya dengan hangat,
Yuke" semua kulakukan hanya untukmu, karena mulai sekarang saat suamimu tak ada bersamamu. Aku yg akan menjagamu dan melindungimu Lia...!!?".
Masih dengan mengelus kepalaku,
Seperti seorang kakak yg melindungi adiknya sekuat tenaga dan cinta kasihnya yg tak pernah pudar.
Yuke" besok nonton aku ya, peragaan busana di Clinton group. Bisa?".
Sambil memohon...sangat memohon.
Aku hanya mengangguk saja,
Sehabis belajar, aku dan dia mengantri untuk memberikan sumbangan dalam penggalangan dana untuk fakir miskin.
Yuke" kamu mau kasi berapa?".
Melihatku dengan senyuman, Yuke merogoh tasnya dan memberikan 5lembar uang ratusan ribu.
Aku" pinjam uang dong, aku cuma bawa 50rb? Maaf ya Yuke...aku lupa bawa dompet karena tadi dari rumah ibu?".
Merampas uang yg ditangan Yuke,
Hei.....????!!!! Pekiknya geram.
Aku hanya tertawa geli sambil menggenggam uang yg kurampas tadi.
Yuke" apa segitu pelitnya suami mu tidak beri uang jajan!?".
Yuke berbisik ketelingaku.
Aku" tadi pagi aku diberi ferarri keluaran baru, warna putih...mau coba gak?".
Aku berbisik lagi kepada Yuke, berusaha mencoba menggoda sahabatku itu.
Hei cepat berdiri,,,,!!!
Tanganku menarik Yuke,
Yuke" yang benar Lia? Boleh dong aku pinjam sekedar jalan2 aja. Boleh?".
Yuke berbisik sambil gelanjutan menggantung dilengan kanan ku.
Aku" ya tuhan Yuke, seperti anak kecil saja kamu. Seorang bintang idol, jangan manja ah....bikin malu aja. Jaga image dan style dong ah....!!!".
Aku sengaja menepiskan lengan kananku yg terus digantunginya.
Aku menarik tangannya menjauh dari kerumunan setelah memberikan sumbangan kepada panitia.
Yuke dan aku duduk didepan kolam ikan koi, dibelakang Fakultas Tekhnik yg tergolong sepi dan jarang dikunjungi.
Kami duduk dengan kaki menjulur kedalam kolam, sambil memberikan ikan makan roti yg selalu aku bawa dari rumah setiap harinya.
Aku" Yuke, sebenarnya hubungan aku dengan om itu tidak semulus yg kamu bayangkan. Om selalu sibuk dengan urusan ini dan itu, aku selalu sendiri. Tiap kali mau pulang kerumah ibu, orang tuaku bakal marah dan menyuruhku pulang untuk melayani om. Bayangkan saja bagaimana tekanan yg aku dapatkan dirumah dan diluar? Sakit loh Yuke, lalu aku harus apa dan bagaimana.
Semua pelayan bilang, kalau om itu banyak berubah jadi baik karena aku. Katanya om mencintaiku dan menyayangiku dengan tulus hati, tapi pernahkah dia tahu bagaimana isi hatiku? Kalau aku bilang, aku tidak ada rasa padanya....itu bohong! Lalu kubilang aku cinta padanya...itu bukan cinta melainkan kasih sayang seperti aku dan kamu. Yuke, hanya kamu yg mampu memberikan rasa nyaman. Melihatmu bahagia adalah bahagiaku, Yuke. Sungguh, aku ingin berlari dan terbebas dari tekanan ini, andai aku bisa bebas dan tak terikat. Sungguh nyaman!".
Kata2 ku membuat hati Yuke meringis dan nangis seketika itu.
Yuke tersenyum sambil mengelus kepalaku dengan lembut, seperti dulu sewaktu SMA saat aku sedih di bully.
Yuke" sabarlah syg, semua ada masanya. Semakin tinggi pohon tumbuh, semakin kencang angin bertiup kepadanya. Coba kamu bayangkan, nikmat Nya mana lagi yg kamu dustakan? Semua gadis dikota xxx ini mengantri untuk menjadi istri pengusaha dan pria paling berpengaruh diKota ini. Namun, kenyataan nya kamu itu istrinya. Kesimpulannya kamu adalah wanita kesayangan om CEO yg tampan. Apakah kamu pernah berpikir demikian? Apakah kamu tahu apa yg dirasakan oleh suamimu diluar tekanan kerja dan dirumah. Bayangkan bagaimana dia mengurus perusahaan yg besar dan memajukannya. Bagaimana dia menghadapi para mafia, bagaimana dia harus kerja siang dan malam, bagaimana dia memimpin puluhan ribu karyawan dan bagaimana dia menghadapi kamu dirumah yg ingin ini dan itu. Apakah kamu pernah berpikir bagaimana dia membagi pikirannya ini dan itu? Tidakkah Lia?".
Sambil memelukku yg masih menangis sedih didadanya yg bagus itu.
Aku" iya aku sadar, aku sebenarnya yg tidak pernah memikirkan dia. Padahal om sellau berusaha membagi waktu denganku dan menemaniku...lalu aku saja yg egois tanpa memikirkan om. Aku sih sebenarnya tahu, kalau om itu sangat baik dan mencintaiku. Tapi bagaimana caranya aku mencintai dia, Yuke?".
Aku masih sengkukan didadanya,
Yuke" bagaimana kamu memperlakukan aku, begitu juga dia perlakukan. Baik hati padanya, perhatian padanya dan cintai dia dengan tulus...walau setetes air saja. Cobalah Lia, meski aku tahu cinta tak bisa dipaksa. Tapi dia akan terus tumbuh jika disirami cinta dan kasih sayang...!!".
__ADS_1
Yuke masih membelaiku dalam pelukannya dengan hangat.
Aku" aku akan coba, doakan saja aku! Sebisa mungkin aku akan memperlakukan dia sebagai imamku dan mencintainya tiap hari...!!".
Aku melepaskan pelukanku, kami tertawa dan bercanda riang lagi.
HPku berbunyi...
Ric is calling...📲
"Dimana nyonya?" Dia bertanya dingin.
Aku akan segera selesai, tunggu saja ditempat biasa ya. Aku akan segera kesana sebentar lagi, makasih!!
Aku menutup telpon dan melirik Yuke.
Siapa? Hem?
Tanya nya padaku singkat.
" Ric hantu yg selalu bergentayangan disekitarku, siapa lagi??"
Aku membersihkan air mata dan ingus yg keluar karena nangis tadi.
Yuke" sudah agak tenang belum?".
Yuke membantu aku mengelap kaki ku yg basah dengan tisu yg dibawanya selalu.
Aku hanya mengangguk sambil senyum.
Yuke juga membantu aku memakai sepatu, lalu dia juga bersiap.
Aku" makasih ya, kamu selalu ada buatku. Aku tahu, kamu juga terluka, tapi aku juga tahu kamu itu baik. Yuke, jadilah seperti ini sampai kapanpun juga. Aku sangat suka kamu yg sekarang loh?".
Kami berpisah, dia kanan dan aku kiri.
Aku masuk mobil dan hanya duduk diam.
Ric" anda baik2 saja nyonya?".
Ric menatapku dari kaca spion.
Aku" jam berapa pesawat om tiba?".
Aku bertanya dengan sedih.
Ric" seharusnya 2jam lagi, kenapa?".
Ric semakin heran melihatku.
Aku" kita ke bandara, sekalian mampir ketoko Bunga dan coklat. Boleh...?".
Sambil menghapus air mata yg mengalir dengan deras membasahi pipi.
Ric" tumben nyonya?".
Tersenyum kecil, masih dengan wajah keheranan dan bingung.
Mobil melaju menuju bandara.
Ric berhenti didepan toko bunga. Aku segera turun dan dia juga turun.
Aku memilih beberapa mawar putih,
" Tolong buket bunga mawar putih 39 tangkai dengan pita merah muda!!!".
Akhirnya pesananku jadi, aku menerimanya dan begitu senang.
Aku" Ric tolong bayar, aku gak punya uang cas loh. Makasih ya sebelumnya!".
Aku membawa buket itu dan masuk kedalam mobil dengan gembira.
Jangan lupa like n komen....
__ADS_1