Istri Imut Om CEO

Istri Imut Om CEO
75


__ADS_3

Aku beranjak dan duduk dipangkuan nya,


" Siapa yg berani membulimu sayang?".


Katanya sambil mengelus kepalaku.


Aku hanya diam saja dan tersenyum.


" Ayo kita pulang, sudah beberapa kali anakku terkejut dibuat mereka. Badanku tidak enak, aku kesal tahu!".


Sambil mengelus perutku.


" Iya maaf aku terlambat datang...!".


Katanya dengan lembut dan hangat.


Aku hanya mengangguk dan tersenyum,


" Jadi bapak dan dosen sudah percaya? Aku bukan hamil diluar nikah seperti kata mereka semua, aku sudah menikah!".


Aku menatap fans berat Alex yg sedari tadi terdiam dan ketakutan.


" Urus mereka Ric, aku akan pulang. Besok aku mau mereka semua dengan baik, sebelumnya terimakasih!!".


Kata Alex, lalu menggandeng tanganku keluar dari kampus.


Sepanjang jalan banyak mata yg memperhatikan kami, mereka tak percaya bahwa aku istri Alex. Ya wajar, karena pernikahanku memang sangat tertutup dan tidak banyak yg tahu.


Ric menatap para wanita yg membully aku tadi, tatapan mata Ric sungguh seram. Bayangkan saja dia seperti hantu.


Ric" berhubung kalian tidak tahu hal ini maka tuan muda memaafkan kalian, nyonya Aulia itu kesayangan beliau. Lain kali untuk kalian semua, berhati-hatilah berlaku dan berbicara. Paham....?".


Ric membentak semua orang yg menonton diruangan itu.


Lalu Ric keluar dan kembali bekerja kekantor sesuai perintah alex untuk mengurus rapat yg sempat tertunda.


" Ah, tuan dan nyonya. Pasangan yg serasi dan bahagia, aku iri....!!".


Kata Ric didalam mobil menuju kantor.


Sampai dirumah, kami duduk disofa dalam kamar dan bercerita akan hal tadi.


" Kamu tuh, gak bisa bela diri....?".


Kata alex dengan kesal.


" Percuma saja, sudah biarkan saja mereka tahu sendiri. Kan lebih bagus lagi bukan, buat kejutan untuk mereka....!!?".


Kataku dengan santai.


" Kamu gak masuk angin kan?".


Kata Alex memeriksa kondisi tubuhku,


" Iya gak apa, terimakasih! Untung aku gak flu atau demam!!".


Kataku lagi sambil memintanya untuk mengoleskan kaki ku minyak angin.


" Kamu yakin mau tidur pake training?".


Katanya lagi menatapku ragu.


Sesampai dirumah aku langsung mandi dan pakai baju tebal, jaket dan celana panjang. Kayak baju olahraga saja,


" Hm.....iya, soalnya dingin sekali loh?".


Kataku sambil memakai minyak angin disekitar leher ku.


Dia memijat kaki ku dengan lembut namun nyaman dan enaklah.


" Sayang, kamu besok buka panti pijat saja. Pijatan kamu enak banget loh?".


Kataku menggoda dia lagi,


" Enak saja, cuma kamu yg mau aku pijat. Kamu bisa saja, bagian mana yg sakit?".


Katanya lagi menatapku.


" Gak ada, sudah pijat yg benar saja!".


Kataku lagi dan mulai ngantuk.


Gak lama aku tertidur nyenyak dan dia sudah tidak ada dikamar, mungkin kembali kekantor sih.


Jam 1 siang, aku terbangun dan sadar bahwa aku sendiri. Kubuka mata lebar dan kudapati kak Rika yg duduk disebelahku sedari tadi.


" Kakak kemana saja?".


Kataku padanya,


" Aku sakit perut dan cari obat diluar kampus. Maaf ya aku gak bisa menjaga kamu dengan baik, maaf ya...!!".


Kak Rika hanya tertunduk.dan merasa bersalah sekali.


" Kak gak diapakan oleh dia kan?".


Aku meyakinkan saja.


" Tidak kok....!".


Katanya dengan singkat.


Memang benar, Alex tidak pernah memarahi kak Rika lagi karena aku bilang padanya cuma aku yg bisa memarahi dan menghukumnya. Karena Alex takut dan menghargai ku, jadi dia diam saja.


" Ah syukurlah kak...lega aku nih. Sumpah aku takut kalo mikirin dia marah. Oh ya kak aku lapar nih, pengen nya makan siomay kang Nanang. Temani yuk kak?".


Kataku dengan santai sambil beranjak dari tempat tidurku.


Aku kekamar mandi dan cuci muka, lalu mencari tas ranselku. Kulihat diatas meja hias, secangkir teh susu jahe dan ada surat cintanya juga.


# sayangku, jaga dan rawatlah anak kita dengan baik. Aku percaya kamu bisa, aku kembali bekerja karena banyak pekerjaan yg menumpuk disana yg harus kuselesaikan. Semua demi kamu Dan buah hati kita kelak, tidurlah lebih awal. Jika butuh sesuatu minta tolong pada Rika, telpon aku jika kamu rindu. Aku akan selalu memikirkan kamu, love youπŸ’–! #


Itulah isi pesan yg kudapatkan, aku senyum senyum membacanya,


" Tumben dia mesra, dasar CEO garang!".

__ADS_1


Kataku sambil menikmati susu jahenya.


Selesai itu, aku dan kak Rika berangkat. Sampai di kios kang Nanang.


" Kang Nanang, sehat kang?".


Kataku dengan ramah, lalu duduk ditempat lesehan.


Kang Nanang melihatku langsung bahagia dan sumringah aja, kayak jumpa dengan cinta sejatinya aja...! πŸ˜†


Opi Iyo kang??? πŸ˜†πŸ˜‚πŸ˜†πŸ˜‚πŸ˜„πŸ˜‚


" Alhamdulillah neng Aulia, sehat atuh. Neng apa kabarnya ya? Kangen akang!".


Katanya sambil menjabat tanganku.


" Biasa kang, porsi besar ya kang!".


Kataku lagi sambil menatap kak Rika.


" Sahaa atuh neng?".


Katanya heran menatap kak Rika yg sedari tadi wajahnya ketat aja.


" Ah itu, teman saja kang. 2 porsi ya kang, jeruk peras esnya dikit aja kang!!".


Kataku lagi dengan tawa lebar.


" Oh gitu neng, makasih ya neng atas bantuannya. Kios akang jadi rame dan laris manis tanjung kimpul. Dagangan habis...duit ngumpul....!!!".


Kang Nanang tertawa lebar sekali.


" Iya kang sama-sama! Kan jadi bisa gratis makan disini, oh ya gimana dagangan yg dirumah? Teteh lancar jualannya kang? Gimana?".


Kataku kembali bertanya serius.


" Alhamdulillah neng, laris juga. Berkat neng juga kan, intinya kalo neng Aulia mampir makan, gratis lah neng....!".


Katanya dengan tertawa lebar dan sambil menguleg makanan kami.


Memang kulihat rame, tapi kang Nanang masih sempat menghampirinya sekedar bercanda tawa saja. Aku bahagia karena akhirnya uang Alex berguna juga dan aku tidak kena marah karena sudah menghabiskan uang nya dengan banyak.


Alex, CEO sombong dan garang itu bakal marah dan ngamuk kalo aku tidak menggunakan uang nya. Katanya dia bakal gak jatuh miskin karena aku menggunakan uang nya sesuka hatiku, ya aku pakai saja buat bantu orang.


Selain dapat pahala, bisa juga menambah tali silaturahmi antar umat.


Aseeek....aseek.....jos....!! πŸ‘


Gak lama pesanan datang, kami makan lahap dengan riang. Tapi kok aku lihat wajah kak Rika ketat dan gak suka. Dia belum memakan apalagi menyentuh piring yg tersaji sedikitpun.


" Kanapa kak?".


Tanya ku heran sekali.


" Gak apa? Tapi....apa tuan tahu?".


Katanya dengan wajah takut.


" Oh Alex juga pernah makan disini kok, awalnya dia jijik tapi begitu tahu rasanya jadi ketagihan. Ric juga sama, dia suka!!".


Kataku meyakinkan kak Rika.


" Sudah makan saja, icip dulu. Kalo gak enak gak masalah, berarti lidah Ric dan Alex bermasalah dong kak???".


Kataku sambil ketawa lagi,


Kak Rika mulai memakan sesuap, kulihat wajahnya kaget dan tersenyum.


" Enakkan kak? Apa kataku?".


Kataku dengan tawa karena aku tahu kak Rika pasti belum pernah makan yg ginian.


Hm......iya, enak kok!!!


Katanya dengan singkat dan mulai makan lahap seperti aku.


Selesai makan, aku meminta makanan manis seperti puding gitu. Karena biasanya kang Nanang ada jual.


" Kang ada yg manis-manis gitu?".


Kataku meneriakin dia yg sedang lewat membawakan piring kotor.


" Oh ada neng, teteh kemarin buat manisan dan asinan. Mau cicipi neng?".


Tanya kang nanang dengan ramah.


Aku hanya mengangguk saja, kang nanang pergi kebelakang dan membawakan sepiring besar potongan buah manisan dan asinan.


" Kak mau coba gak?".


Kataku lagi merayunya.


Kak Rika langsung mencobanya,


" Enak kok, mantap asin dan manis!".


Katanya dengan polos.


Lalu aku mengambil HP dan menelpon Ric yg sedang dikantor.


Ric melirik HP nya,


Nyonya kecil is calling.....!!! πŸ“²


Ric: ya nyonya, ada apa?


Masih dengan nada dingin jawabnya.


Aku: mau makan siomay gak?


Ric: boleh, sudah tanya tuan?


Aku: ah sama aja, kalian satu set kok. Gak perlu tanya lagi. Oke nanti aku antarkan kekantor. Aku mau kerumah ibu, tolong katakan padanya. Makasih...!!!


Ric: iya, baik nyonya....!!!

__ADS_1


Aku menutup telpon dengan cepat.


Kak rika" ada apa? Kekantor lagi?".


Katanya dengan santai.


" Pesankan 2 porsi besar dan air jeruk peras nya juga. Tanpa es....!!".


Kataku pada kak Rika,


Maklum, makbun. Kalo dah wareg ya pengen turu. Gak bisa bangun lagi, apa lagi sudah nyelongsor....!!!!


Setelah itu, aku pamit sama kang Nanang dan pamit pulang. Sampai depan kantor aku menyuruh satpam untuk mengantarkan makanan ini kepada Ric. Aku tidak masuk karena males nanti Alex ini dan itu, gak jadi pergi deh.


Setelah itu aku langsung ketoko berjumpa dengan ibuku. Yg sibuk berjualan dan bapak sibuk digudang entah apalah, maklum aja.


Ibu menyambutku dengan hangat dan gembira melihat aku turun dari mobil.


" Ibu, bapak....sehat?".


Kataku sambil duduk dikursi kasir.


Ibu" kamu sehat ya? Bagaimana sayang? Kamu sudah makan?".


Kata ibu padaku bertanya.


" Sudah makan ditempat kang Nanang!".


Kataku sambil memakan kue kering yg ada didepanku. Tentunya, kue jualan ibu.


Ibu hanya senyum dan melanjutkan kerja, kak Rika membantu ibu menyusun barang yang berserakan. Lalu aku bosan dan duduk dibawah sambil nonton tv.


Tak butuh waktu lama, aku tertidur juga didepan tv. Kalo jaman dulu Nonton TV, tapi sekarang TV yg nonton kita.


Aneh....bin ajaib kan??? Pasti anda yg baca juga sering mengalaminya...!! πŸ˜†πŸ‘


3 jam kemudian, aku bangun dan langsung membantu ibu dan bapak untuk tutup toko. Karena aku datang jadi cepat tutup dan katanya ibu mau masak enak.


Karena aku kepinging sekali makan sayur asem dan rujak serut. Lalu oseng tempe.


Enak x bah....enak kawan...!!!😍😍😘


Selesai makan malam, kami solat berjamaah bersama dirumah ibu. Lalu aku kembali kerumah besar, sebelum Alex pulang jadi aku cepat kembali.


Sementara itu, dikeluarga kecil Ric.


" Mama, kapan papa pulang?".


Kata gadis kecil yg mirip dengan Ric.


Eva adalah anak gadis Ric, berusia 8thn yg dibawa Ric kembali ke kota ini setelah berapa lama mereka terpisah.


Ranti adalah istri Ric, cantik, muda dan sangat lembut sekali. Wanita yg beruntung bisa menikah dengan Ric si Hantu es di Group Clinton.


Mama" iya sayang sebentar lagi, kamu tidur saja kalau ngantuk!".


Kata Ranti kepada anaknya itu,


" Tidak mama, tunggu papa kembali!".


Kata Eva menunggu papanya kembali.


Pukul 9 malam, mereka pulang kerumah dan aku sudah menunggu dia dimeja makan dengan hidangan yg disukainya.


Suara mobil terdengar, kudengar suara langkah kaki yg nyaring dan sudah kudengar dan kupahami sejak lama.


" Hai sayang, apa kabarmu?".


Aku menghampirinya, dan membuka jasnya dan mencium pipinya.


" Tumben baik sekali, ada apa sayang?".


Katanya dengan senang riang gembira.


" Ah biasa aja, kamu aja yg parnoo!".


Kataku dan mengajaknya makan malam,


Kami makan tanpa suara, biasa tradisi. Selesai makan baru duduk diruang keluarga sambil nonton tv.


" Jadi kamu kerumah ibu!!".


Tanya nya dengan santai membaca koran yg belum sempat dibacanya.


" Iya jadi, bagaimana urusan kantor?".


Kataku lagi,


" Baik kok, kamu dah enakan? Ada yang sakit lagi gak? Gak apa kan?".


Katanya lagi melirik aku.


" Iya, gak apa. Boleh aku minta uang yg banyak. Aku ada perlu nih?".


Kataku dengan manja duduk dipangkuannya dengan rayuan maut.


" Pantes kamu baik, ada maunya!!".


Katanya sambil senyum gak jelas.


"Iya, aku mau donasi untuk anak-anak yg sakit dan kaum miskin. Bukankah kamu pernah bilang, aku bisa menghabiskan uangmu dalam jumlah besar?".


Kataku sambil berbisik lembut ketelinganya dengan manja.


" Iya, besok Ric akan mengurusnya. Sekarang, kamu harus memadamkan api yg sudah besar didalam hatiku ini!".


Katanya sambil menggendong aku kembali kedalam kamar.


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!


Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,

__ADS_1


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—



__ADS_2