
" Dia calon istriku, mohon anda merestui kami dan hadir dipernikahan kami...!".
Kata yuke santai agar tidak bikin malu.
" Ah tentu, kabari saja. Nanti saya pesankan gedung, tenang saja...!!! Sudah makan bukan?".
Alex menawari mereka makan meskipun telat, habisnya Alex bingung.
" Baiklah, anda lanjut saja makan. Saya mau urus yg lain. Butuh sesuatu?".
Kata Yuke menawarkam diri.
Alex hanya menggeleng kepala dan senyum kecil, Yuke menarik tangan Nanda menjauh dari mereka.
" Sudah puas kan? Bagaimana?".
Kata Yuke agak kesal melihat Nanda
" Sumpah aku gak nyangka kamu kenal baik dengan presidir loh. Kaget nya aku, selain itu senang juga kok!!".
Kata Nanda dengan puas diri sambil memeluk Yuke tanpa rasa gugup sangkin senang dan bahagianya.
Yuke yg sedang dipeluk hanya kaku saja, wajahnya memerah seperti Angry bird yg sedang marah. Sungguh menggelikan! πππππππ²π²π²π²ππππ
Mereka tak sadar bahwa semua memperhatikan mereka, maklum saja lagi kasmaran. Hatipun berbunga-bunga seperi taman bunga di Bogor.
Hah? Apa iya ada...? π
Aku kembali dari kamar, lalu duduk bersama mereka yg sedang makan.
" Saya permisi, silahkan....!!".
Kata Ric sambil membawa piring,
" Tidak Ric, duduklah sebentar!!!".
Kataku padanya secepat kilat dan menarik tangannya.
" Ah iya, baiklah nyonya...!!".
Katanya dengan wajah gugup.
' sial, mau apa lagi dia? Aku tidak mau dalam masalah karena dia, bisa mati aku dibunuh tuan muda kalau macam*!'.
Gumam Ric dalam hati kecil.
Ric duduk kembali dan menatapku gugup seperti Nara pidana yg mau dimasukkan ke sel penjara saja, membuat aku ketawa geli setengah mati.
Ha....ha....aaa!!!
Ha...aaaa!!! π€£π€£π€£π€£
" Hei Ric, jangan gugup...! Aku bukan hakim yg mau menjatuhkan hukuman ataupun ilusionis yg ingin menghipnotis kamu. Aku hanya ingin bertanya, kita sudah lama tinggal dan bertemu. Aku hanya ingin mengenalmu lebih dekat saja kok, gak lebih...gak kurang....!!".
Kataku sambil memberikan dia sebuah coklat Silverqueen dengan bunga mawar putih tanda persahabatan.
Biarpun bunga imitasi, ya jadilah... Yang penting makna nya yg besar....!!! πππ
" Apa ini nyonya!".
Kata Ric bingung melihat aku lalu mengambilnya dengan perlahan.
Aku main mata pada Alex, memberikan kode supaya dia hanya diam sambil mendengarkan saja.
" Baby, shut up....!!!".
Kataku pada nya pelan.
Alex hanya mengangguk saja dan senyum sambil melanjutkan makan.
" Ini apa? Untuk ku? Gak mungkin?".
Katanya lagi menatap Alex.
" Uuuups!!! Aku hanya diam menonton saja, aku tidak ikut campur! Hi...hi..ee!!".
Kata Alex senyum dan lanjut makan.
Seperti yg kutahu, Alex itu kalau makan pasti banyak. Porsi 3 orang bisa habis sekejap mata, maklum jarang makan makanan kampung gitu.
" Bagaimana kabarmu?".
Kataku lembut.
Ric" baik nyonya, kenapa?".
Katanya lagi heran.
Aku" sebenarnya kamu sudah menikah belom? Atau punya anak berapa?".
Kataku tanpa malu.
Alex melotot dan terbelalak matanya,
' hah? Kok pertanyaan aneh?'.
Katanya dalam hati, namun hanya bisa diam saja karena aku yg memintanya.
__ADS_1
" Sebenarnya saya sudah berkeluarga, dikampung 10thn lalu. Saya punya seorang putri berusia 8thn...kenapa?".
Katanya perlahan.
Aku terkejut begitu juga Alex, tapi kami hanya tersenyum saja,
" Iya, lalu kenapa kamu tidak mengkhawatirkan mereka? Ada yg salah? Atau apa yg terjadi....!!".
Kataku kembali bertanya.
" Sebenarnya tuan besar menyelamatkan kami dari perang di Irlandia dan membawa kami kenegara ini. Sejak itu saya berbakti kepada keluarga ini, sejak tuan muda Alex kecil saya sudah mengabdi. Lalu 10thn lalu saya menikah dan punya seorang putri...!!! Mereka hidup bahagia dan dikampung....!!!".
Kata Ric dengan wajah sedih.
" Aku akan senang jika hidup bersama, jangan menyiksa dirimu Ric. Sekarang aku yg akan menjaga dan merawat Alex sepenuhnya. Kamu bisa menjeput mereka dan hidup berdampingan bersama kami. Ada kami semua,apakah kamu masih ragu?".
Kataku sambil mengelus punggung tangan Ric dengan perlahan.
" Tapi, bagaimana dengan tuan muda? Saya gak mau tuan muda jadi gak fokus mengerjakan perusahaan jika ada keluarga saya yg harus diurus...!!".
Kata Ric akhirnya mengakui apa yg selama ini diresahkannya.
" Sudahlah Ric, jangan terlampau bingung. Aku akan mengurus keluargamu dan kamu urus perusahaan bersama Alex. Semua akan baik-baik saja, percayalah. Semua akan indah pada waktunya, habis badai terbitlah terang!".
Kataku lagi meyakinkan dia.
Ric menatap Alex dengan lekat,
" Ya sudahlah. Kita bisa hidup damai, tidak masalah kok. Ya kan sayang?".
Kata Alex lembut.
Ric yg terkenal kejam dan dingin, berubah menjadi sosok yg hangat dan menyenangkan sekali. Sekarang tatapan Ric begitu lembut dan penuh perhatian.
Ulang tahun ayah, begitu berkah. Menyatukan banyak orang dan mempererat keluarga yg jauh. Itu semua berkat seorang sosok yg ramah.
" Terimakasih tuan muda dan nyonya!".
Ric meneteskan air mata,
" Hei, kupikir gumpalan es gak punya air mata dan perasaan!".
Kataku menggoda Ric lagi.
' tak kusangka nyonya begitu perhatian dan menyenangkan sekali. Ramah dan begitu hangat, pantas saja tuan muda banyak berubah. Tak kusangka nyonya akan berkata demikian, jadi selama ini dia mengkhawatirkan dan memikirkan aku. Padahal selama ini diselalu saja membuat masalah dan buat kepalaku pusing bukan main, dia memang manja dan menjengkelkan. Tapi dibalik itu semua ada sosok yg tangguh dan penuh tanggung jawab, aku iri dan aku juga bahagia bisa mengenal sosok itu. Aulia, wanita yg mampu membuat tuan muda bertekuk lutut padanya. Sungguh beruntung hidupku bisa mengenal dia!'.
Kata hatinya memuji aku, Ric yg kejam dan selalu gentayangan itu punya sisi lembut juga. Aku baru tahu....
Alex mendatangi ayah setelah selesai makan dan memberikan sebuah bingkisan yg membuat kami kaget.
Alex memberikan kunci mobil,
" Apa ini ya?".
Ayah masih saja heran dan belum paham
" Besok ke toko gak usah naik motor, naik mobil saja. Kan gak masuk angin...!!!".
Kata Alex tertawa mengingat kejadian sewaktu naik motor dengan Rika.
" Ah ini berlebihan....!".
Kata ayah menolak,
" Iya, kemarin aku jengkel. Kesal karena ditinggal, jadi motor ayah mertua saya buang sangkin marahnya. Maaf! Ini sebagai gantinya, semoga bermanfaat!".
Alex memeluk ayah dan ibu.
Ibu" makasih ya, semoga kalian hidup berbahagia sampai tua kelak!".
Ibu mendoakan kami,
" Selamat ya tuan, semoga sehat selalu. Saya pamit pulang dulu.selamat malam!".
Ric memberi hormat dan pergi pulang.
" Saya ngantuk, silahkan lanjutkan acaranya. Maaf saya lelah hari ini...!".
Kata Alex sambil berjalan masuk, sambil memijit kepala dan lehernya.
Aku melihatnya agak gelisah dan sangat mencemaskan dia.
" Mau kutemani tidak?".
Kataku padanya setengah berteriak.
" Tidak, lanjutkan saja. Aku lelah!".
Alex masuk kekamar, mandi dan tidur.
Sementara kami begadang hingga pagi,
Maklum besok Minggu. Pada libur semua, kecuali Alex dan Ric.
Sayu sayu kudengar suara kokokan ayam disela sela hembusan angin pagi. Embun membasahi setiap dedaunan...sesekali menetes juga kebumi. Udara menjadi dingin dan segar, aku melangkah kekamar dengan perlahan tanpa mengeluarkan bunyi yg dapat membangunkan dia. Siapa lagi hayoo?
Dialah suami tampan dan baikku itu, orang yg beberapa lama ini menjadi teman tidurku dan teman bertengkar ku hampir setiap hari dan setiap saat.
__ADS_1
Aku duduk dikasur dan melihat wajahnya yg begitu polos saat tidur,
" Ah dulu kamu menyebalkan sekali, selalu membuat aku kesal. Aku ketakutan setengah mati jika melihatmu, kalau ku ingat itu semua lucu juga. Beberapa bulan lagi anak ini akan lahir, maka lengkaplah keluarga kita. Semoga kedepannya aku akan kuat menjalani hidup denganmu! Subhanallah....!!!".
Aku menarik selimut dan tidur disebelahnya dengan nyaman. Aku lelah, aku capek, dan gak butuh waktu lama. Aku sudah di alam mimpi yg jauh.
Tok....!!!
Tok......!!! π’
Ric mengetuk pintu namun gak ada jawaban, dia kembali keruang tamu dan santai dengan segelas kopi pahit.
" Apa tuan muda berubah pikiran ya?".
Kata Ric pelan dan ayah duduk disebelahnya sambil memberikan kue.
" Bicara sendiri...!!! Ngomel sendiri?. Wah aneh sekali sih? Ada apa?".
Kata ayah sambil memakan kue.
" Gak ada kok, hanya menyemangati diri sendiri saja. Angin lalu....!!!".
Kata Ric sambil senyum kecil.
Ibu duduk bergabung dan menepuk pundak Ric pelan,
" Sabar, semua ada masanya! Jalani saja, kalau dihadapi bersama pasti bisa...!!".
Ibu tersenyum dan memakan kue juga.
" Makasih ya tuan dan nyonya! Saya akan ingat nasehat nya. Oh bagaimana mobilnya? Sudah dicoba blom?".
Ric memastikan kalau mereka puas.
" Belum tuh! Nanti saja siang, pas mau ketoko jualan. Masih banyak tamu yg tepar disana sini...? Sekarang mau kepasar belanja buat sarapan!".
Kata ibu mengajak ayah kepasar.
" Oh ya saya ikut, tuan muda juga belom bangun. Sekalian mau tahu pasar tradisional itu bagaimana? Boleh?".
Kata Ric meminta ijin.
" Ya sudah. Habiskan dulu, baru kita berangkat. Supaya nanti mereka bangun bisa langsung sarapan! Oke!!".
Kata ibu sambil membawa keranjang dan menaruhnya diluar.
Ayah sudah siap beberapa menit kemudian, maklum mobil Ric itu model sport dan hanya muat 2 orang. Jadi mereka pergi kepasar naik mobil baru pemberian Alex tadi malam.
Ayah membuka pintu, mobil Pajero sport warna silver adalah pilihan Alex.
" Biar saya yg menyetir saja! Boleh!".
Kata Ric meminta kunci,
Ayah duduk disebelah Ric dan ibu dibelakang sendiri.
" Depan sana kiri, simpang 4 kiri lagi. Lalu lurus aja maka kita sampai pasar!!".
Kata ayah menjelaskan arah jalan yg benar dimana pasar berada.
Sampai pasar Ric hanya terheran dan bingung saja, maklum belum pernah masuk pasar tradisional.
Ibu membeli banyak kebutuhan, sayur mayur, daging, telur dan semua lah yg penting. Hanya beras, gula dan minyak goreng saja yg tidak dibeli.
Ketika pembayaran, Ric membuka dompet dan memberikan ibuku uang 1jt cash untuk keperluan dapur.
" Ini pakai saja buat tambahan!".
Kata Ric memberikan uang kepada ibu, dan memasukkannya kekeranjang.
" Ah tidak usah, ini juga cukup!".
Kata ibu gugup.
" Dirumah banyak tamu, sapa tahu kurang. Pakai saja, tak masalah!".
Kata Ric sambil mengamati keadaan pasar ini sedari tadi.
Ric membantu ayah membawakan belanjaan ibu yg banyak. Sepanjang jalan Ric hanya kagum dengan keadaan pasar yg begitu ramai, hatinya berdecak kagum.
Dia mengamati setiap orang yg disana dan suasana hatinya mulai tenang dan senang sekali.
' disini menyenangkan sekali, ramai dan banyak interaksi. Nyonya pasti tiap hari main kemari, pantasan saja dia begitu ramah dan nyaman. Ah senang nya berada disini, sesekali ajak tuan muda mau gak ya kepasar cari suasana baru?'.
Gumam Ric dalam hati kecil,
Senyum nya mulai bermekaran dan hatinya mulai tenang karena melihat banyak orang dipasar. Semua ada, ada semua nya.
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!
Jangan lupa untuk vote ya kak...!! πmohon dukungannya kak,
πSelamat membaca ya..π€π€π€
__ADS_1