
"Gak usah sayang, kamu sudah banyak membantu ibu kok. Biarkan saja!!".
Kata ibu padaku dengan segan.
" Tidak apa ibu, ini juga bukan uangku. Besok aku akan minta dia akan mengisinya. Lagian Bu, dia akan marah jika aku tidak menggunakan uang nya. Dia bilang aku gak perlu hemat... Nanti aku bisa dimarahi olehnya Bu...!!".
Kataku dengan rasa kecewa.
" Ha...ha....aaa!!! Yg benar nyonya, masa demikian sih. Aku penasaran siapa sebenarnya suami nyonya itu?".
Sales itu bertanya balik dengan hati penasaran sekali.
Sementara itu, Alex menemui kak Rika yg sedang asik lihat tv.
" Ayo ikut aku!!! Cepat....!!!".
Katanya dengan nada membentak.
Kak Rika gugup dan panik,
' kenapa tuan muda marah ya? Apa karena Aulia pergi keluar? Heh? Suami yg over protektif, cemburu nie yeh? Suami yg romantis dan manja...!!'.
Gumam kak Rika sambil senyum.
Alex pergi keluar dan melihat mobil tidak ada didepan rumah. Hanya ada sepeda motor matic butut, yg sering kupakai.
He....eee!!! Gak bisa kubayangkan, seorang Alexandra Clinton. CEO tampan dan kaya raya naik motor matic butut π±
Apa kata dunia nanti? π€£π
Gak bisa kubayangkan gimana serunya lihat kejadian itu, live...streaming...???!
ππππππππππ±π±π±π€£π€£
"Cih sial, aku tidak bisa bayangkan sekarang mau naik apa? Yg benar saja aku naik motor matic ini? Bagaimana cara pakainya saja aku tidak tahu? Cih, menyebalkan sekali disini. Bagaimana sekarang ini? Aku bosen dan kesel setengah mati dirumah ini. Sayang, kenapa kamu pergi ninggalin aku disaat seperti ini sih....? Sayang tolong...!!?"
Katanya pelan sambil mengacak acak rambut dan menghentakkan kaki keras berulang ulang kali.
Kelihatan sekali sekarang Alex begitu kesal dan geram sekali. Pasti dia sedang streez tingkat dewa.... Uhuuuy.....!!!! π
" Hei Rika, kamu bisa bawa motor butut itu? Cepat katakan sekarang??".
Katanya membentak Kak Rika seakan ingin menelannya hidup-hidup dengan mata melotot sambil mengacak rambut.
" Iya bisa tuan muda? Lalu....?".
Kak Rika bertanya,
' sial, aku bisa mati dibunuh tuan muda jika tertawa. Tapi sungguh, aku tidak mampu menahan tawa ini lebih lama lagi. Ya tuhan, sungguh lucu ekspresi wajah tuan muda saat sedang kesal karena ditinggal Aulia keluar. Cinta itu memang aneh sekali ya...!!' .
Gumam Rika dalam hati kecil.
" Cepat antar aku sekarang bersama Aulia, entah apa alasannya meninggalkan aku disini seperti orang gila!!!".
Bentaknya dengan nada tinggi dan membuat Rika gemetaran.
" Tapi yakin anda mau naik motor?".
Kata kak Rika agak heran.
" Jadi naik apa lagi, cepat sekarang kita berangkat. Aku sudah tidak tahan jauh dari istriku, jangan banyak tanya...!!".
Masih dengan nada tinggi dan kesal bukan main seperti gunung berapi yg sedang meletus saja.
Rika sigap mengambil kunci motor yg tergantung didekat pintu. Lalu memberikan helm kepada Alex.
" Hei, apakah aman kita naik motor butut ini? Nanti gak bahaya kan?".
Katanya mulai ragu lagi.
" Iya tuan muda, nyonya juga sering menggunakan ini dulu kan?".
Katanya sambil menggaruk kepala dengan jari telunjuk.
" Ya sudahlah. Ayo kita jalan...!!".
Kata Rika sambil bersiap menghidupkan motor butut itu.
" Ya tuhan, bisa hancur reputasiku. Dasar, awas saja sayang. Habis kau malam ini!".
Kata Alex pelan mengancam aku.
Rika hanya tersenyum saja melihat tingkah tuan muda yg diluar nalar.
Lalu mereka pun melaju menuju toko.
Aku" suamiku itu aneh, suka marah dan berteriak loh pak. Ya sudah tolong masukkan barang nya kegudang, mana biar saya gesek dulu...!!".
Kataku sambil memasukkan pin ATM.
Sales" nona, sebenarnya siapa sih suami yg anda maksud tadi. Jarang suami begitu baik sampai akan menghukum kalau tidak menggunakan kartu ATM...!".
Katanya sambil tertawa.
" Ah sudahlah gak usah dibahas pak! Saya kasi tahu anda juga gak bakal percaya kok, Kan percuma saja!!".
Kataku sambil senyum lebar.
Mataku terpanah melihat pemandangan dari ujung jalan, karena aku tanda.
" Oh iya, tadi anda tanya kan siapa suami
Saya? Tuh umurnya panjang, baru aja diceritakan sudah nongol...!".
Aku menunjuk kearah motor yg melaju mendekat dan berhenti didepan kami.
Sales itu kaget dan hanya bengong, ibu dan ayah kaget melihat kedatangan Alex.
" Sayang, kamu tega pergi gak pamitan. Aku hampir mati dikamar sendiri, kamu betah ya ninggalin aku, heh?".
Katanya dengan pelan dan membuat ayah dan ibu kaget bukan main.
" Ini suami saya, kenali...!!".
__ADS_1
Kataku sambil meninggalkan mereka.
Alex dan sales itu bersalaman,
" Alexander Clinton, salam kenal...!!".
Alex bersalaman dan langsung mengikuti aku dari belakang.
" Wow,,,, gak salah lihat kan buk?".
Katanya dengan setengah sadar.
Ibu" iya itu menantu saya pak, oh ya makasih ya. Seminggu lagi tolong anda kutip tagihannya. Makasih ya...!!".
Ibu dan ayah cepat cepat pergi.
Sementara sales itu masih saja belum sadar, wajar ajalah. Suamiku itu selain wajah tampan juga terkenal melebihi selebritis papan atas loh πππ
Aku duduk di meja kasir dan pura- pura cuek aja. Sementara itu dia hanya diam menatapku dengan wajah kecut seperti Jeruk Purut yg ditekuk tekuk...!!!
Hayo, bayangkan bagaimana raut wajah Alex saat ini?
Ha...!!!! Ha....!!!
Tentu gak bisa kubayangkan bagaimana, yg jelas ada istilah.
" ORANG GANTENG MESKI DIA DIKANDANG AYAM SAMA AJA BAKAL KELIHATAN GANTENG JUGA, HANYA BAU TAIK AYAM AJA BEDANYA"πππ
" Ehem.....!!! Sayang???".
Katanya dengan nada tinggi melotot kearahku, seperti Singa yg lapar.
" Gak usah teriak, aku dengar. Telingaku masih normal tahu. Malu kedengaran sama ayah dan ibu. Ada apa???".
Kataku sambil melihatnya sambil senyum puas melihatnya kesal separuh mampus dan bete abis lah.
"Uuuups sayang, aku lupa maaf ya sudah menakutimu lagi cinta. Sorry...!!".
Katanya dengan penuh rasa bersalah.
" Sudahlah gak usah dipikir lagi, kamu kenapa sih? Aku disini bantu ibu dan ayah jualan jaga toko. Kamu kan bisa tiduran dirumah sih? Kok bete??".
Kataku menerangkan hatinya.
" Aku bosan gak ada kamu, makanya buru-buru kesini. Kamu sih ninggalin suamimu dirumah, mentang-mentang sudah jumpa sama ibu dan bapak. Kamu melupakan aku, kan aku sedih!!".
Katanya manja dan manyun.
" Ya sudah, kamu duduk saja sambil baja majalah atau koran. Aku mau nyusun kue kering di rak depan. Atau kamu mau bantu aku beres-beres...???!".
Sambil menunjukkan rak kayu yg berantakan dibawanya kue kering dan bahan sembako lainnya.
" Ayo aku bantu, dikerjakan bersama akan terasa ringan kok sayang!!".
Katanya sambil main mata.
Kami menyusun rak itu dengan rapi, bekerja sama akan terasa ringan itu memang benar sekali.
" Kalau kamu capek, duduk sana dimeja kasir. Ada minum dan camilan tuh!!".
Aku.menunjuk kearah meja kasir.
" Ah iya, gak capek kok!!?".
Katanya pelan.
Datanglah seorang ibu gemuk yg rempong dan menyebalkan.
" Eh neng Aulia. Apa kabarnya sekarang? Tumben ketoko?".
Katanya menyapaku.
Aku menyalaminya dan tersenyum, namun Alex masih tetap saja cuek. Aku menyikut perutnya dan dia melirikku.
" Oh pak Wijaya, sekarang tokonya sudah besar dan lengkap ya. Punya pegawai juga, ganteng pisan pak!!!".
Kata ibu gemuk itu melirik Alex.
Aku hanya senyum saja dan melanjutkan kerja tadi, sesekali kulihat wajahnya yg kesal dan bete itu.
" Iya buk, Alhamdulillah. Mau beli apa?".
Kata ayah dengan ramah.
" Beras sekarung, telur sepapan, gula 3kg, teh dan kopi sebungkus. Itu saja....!!".
Katanya dengan ramah, namun mata nya masih menatap suamiku yg super cool itu dengan tajam.
Aku tahu akan hal itu, namun diam saja.
" Sayang, kelihatannya ibu gemuk itu naksir kamu deh. Lihat caranya melirikmu. Oh no....baby. Serem, horor!!".
Kataku pelan berbisik padanya.
Dia hanya kesal dan kulihat mulai marah yg hampir meledak seperti Nuklir.
" Sayang, jangan marah. Nanti toko kita gak ada pembeli jika kamu jutek gitu, ayolah sayang senyum ramah Napa. Bukankah kamu jago ilmu marketing!".
Kataku berbisik lagi padanya dan tersenyum meledeknya lagi.
' puasnya aku ngerjai suami yg galak dan gampang marah ini. Aku yg hamil kok dia yg sensitif begitu, aneh sih. Akhirnya dendamku selama ini terbalaskan juga. Rasain kamu, aku kerjai habis-habisan!'.
Gumamku dalam hati dan merasakan kepuasan yg luar biasa.
" Yakin kamu bisa?".
Katanya dengan tatapan jahat.
'iiih, dia kayak dukun aja. Tahu isi hati dan pikiranku sih? Dasar genit, rasain...!'.
Kataku berceletuk dalam hati.
Selesai ayah membungkus semua pesanan ibu itu, tapi ibu itu malah milih bergosip dengan ibuku.
__ADS_1
" Oh ya buk, sejak kapan karyawan pak Wijaya ini ada disini? Kok ganteng ya?".
Katanya tidak tahu malu.
Ibu" oh itu mantu saya buk, suami nya Aulia. Tadi sudah kenalan kan?".
Kata ibu membela Alex,
" Tapi tadi Aulia gak bilang apapun kok, makanya saya kira pegawai ibu. Maaf ya kalau gitu buk..pak! Saya sikap nih!!".
Katanya malu dan meminta maaf.
Aku" gak apa buk, wajar saja. Kami gak tinggal disini makanya jarang terlihat!".
Kataku dengan ramah,
' heeh? Jago akting juga ini istriku?'.
Katanya dalam hati dan tersenyum.
" Lalu suami Aulia kerja dimana ya?".
Katanya lagi kepo sok mau pamer.
" Untuk apa ibu tanya, mau tahu?".
Kata Alex dengan sombong nya karena kesal separuh mampus dari tadi.
" Oh kalo mantu saya kerja diperusahaan besar bertaraf internasional. Gajinya aja 15jt/bulan, dia manager di Clinton group. Maklum anak saya lulusan luar negeri, makanya diterima di sana!!".
Katanya dengan bangga.
Alex hanya tersenyum dan duduk santai dimeja kasir. Sambil mendengar ibu itu.
" Oh ya Bu, bagus dong!!".
Kata ayah gugup.
" Kalo bisa masuk kerja sana saja, gajinya besar Aulia. Kan lumayan gajinya besar, seperti anak saya!!".
Dia sombong lagi,
' ini mulut yg berkualitas dari tadi pamer, dasar orang tua sombong!!'.
Gumam Alex dalam hati kecil.
"Bu, suami saya yg punya perusahaan. Presidirnya ada didepan ibu, apa ibu gak pernah lihat tv atau koran!?".
Kataku dengan agak galak.
" Mana mungkin, beliau orang terpandang. Mana mungkin menikah dengan orang biasa. Kamu pembohong, bilang saja suamimu itu pengangguran, anak saya bisa bantu masuk kerja sana!".
Katanya sombong lagi.
" Cukup Bu, jangan bentak istri saya. Siapa nama anak ibu itu?".
Tanya Alex dengan nada dingin, wajah mengerihkan seram nya dan datar.
" Anak saya, manager utama bagian marketing Hartono Kusumo. Kenapa?".
Katanya dengan kacak pinggang.
Ibu" sudahlah nak, gak usah diperpanjang. Anggap saja guyonan!".
Kata ibu melerai perselisihan yg mulai panas ini.
Alex menelpon Ric,
Dreeet....!!!
Hape Ric bergetar dan meliriknya.
Ric' oh tuan muda, ada apa ya? Tumben?'. Gumam nya.
Alex: Ric, Hartono Kusumo manager marketing. Sekarang utus dia ke toko Aulia. Aku menunggu sekarang! Cepat!"
Kata Alex dengan galak.
Ric: iya tuan muda, segera!!"
Kata Ric agak gemetar. Karena dia tahu kalau Alex marah dari nada bicaranya.
Ric dan Hartono bersama menuju alamat yg dimaksud Alex,
' kalau aku gak ikutπ, bakal ketinggalan adegan seru nih. Live streaming drama Korea nih. Apapun yg berkaitan dengan nyonya Aulia pasti seru dan ramai, hot gossip dan bakal jadi trending topik. Dasar nyonya Aulia, keributan apa lagi yg dia buat setelah menghancurkan kastil dan keluarga Burdock dalam waktu sehari bisa luluh lantah seperti kena gempa saja dahsyatnya. Jangan sampai aku kelewatan episode ini...seru!!'.
Gumam Ric penasaran dalam hatinya.
' apa sebenarnya yg terjadi, tumben presidir turun langsung ingin bertemu denganku pribadi. Apakah aku melakukan kesalahan? Ya tuhan, membayangkannya saja aku hampir mati ketakutan sekarang. Apa lagi membayangkan wajah presidir yg galak dan terkenal kejam garang, aku seperti nya tidak mampu bernafas lagi. Kok tiba tiba nafasku sesak dan jantung berdebar gak karuan. Aku jadi takut, kok jadi horor ya tiba-tiba. Iiih...seram!!'.
Gumamnya hartono dalam hati.
Mereka melaju dengan kecepatan tinggi,
Lalu ibu itu menghina aku lagi,
" Hei Aulia, suami kamu itu halu aja! Bikin malu saja menantu pak Wijaya...!".
Katanya dengan sombong sekali.
Cuit....!!!! Cuit...?!!!
Bakal ada gunung meletus nih, CEO yg kejam, garang dan galak bakal ngamuk.
Serem ah...!!! πππππ±
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!
πSelamat membaca ya..π€π€π€
__ADS_1