
Selesai olahraga berat dipagi hari, lanjut ke ruang tv sambil membaca majalah atau koran seperti biasa.
" Aneh! Kemana Ric pergi ya, biasanya jam segini sudah gentayangan dirumah? Apa dia baik-baik saja sayang?".
Tanyaku heran kepada Alex.
" Mungkin sudah pergi kekantor terlebih dahulu! Siapa tahu?".
Jawab Alex cuek begitu, membuat aku makin tambah penasaran. Karena aku tahu, Ric tidak akan pernah pergi tanpa ijin dari tuannya.
Lalu HP ku berdering, kulirik dari Yuke sahabat terbaikku.
Yuke honey ia calling....!!! π²π±
" Ya hallo? Tumben?".
Tanyaku jahil.
" Kamu sibuk tidak? Aku mau bicara sedikit? Bisa tidak?".
Tanya Yuke dengan nada ragu.
" Iya boleh, apa itu?".
Tanyaku heran dan bingung. Tidak seperti biasanya dia pasti cerewet dan menggoda Aulia.
" Benar kan? Kamu jangan marah dulu, aku butuh bantuanmu!".
Kata Yuke lagi dengan nada ringkih.
" Iya kenapa? Jangan menakuti aku! Kamu seperti itu membuat aku semakin penasaran dan takut tahu? Cepat katakan saja ada apa?".
Kata Aulia lagi dengan nada panik, membuat Alex memperhatikan sikap Aulia yang panik.
" Sudah baca koran atau tv belum?".
Tanya Yuke pelan.
" Belum? Ada apa sebenarnya?".
Tanya Aulia lagi semakin panik.
" Bantu aku, 4 personel group bandku masuk kantor polisi akibat narkoba. Bukankah kamu punya koneksi yang kuat? Aku takut konser Akhir tahun akan rusak, bukankah Alex Group juga sebagai sponsor akan berdampak. Clinton Group sebagai penyelenggara juga akan rugi besar! Tolong aku, bantulah kami. Bisa kan?".
Tanya Yuke dengan suara parau, kemungkinan dia menangis.
" Iya baiklah. Kita jumpa dikantor polisi. Share lock saja, aku akan diskusikan dulu kepada suamiku! Kamu jangan kuatir sebisa mungkin aku akan bantu kamu, bye!".
Kata Aulia sambil menutup telpon.
Lalu dia menatap Alex yang pura-pura tidak tahu menahu. Ya bisa dibilang cuek bebek, alias sombong.
" Sayang? Temani aku kekantor polisi, bukankah hari ini libur?".
Tanya Aulia dengan nada lembut,
" Huh! Ada maunya saja baik, coba tidak. Habis aku kena repetan!".
Gumam Alex dalam hati menggerutu karena agak kesal.
" Ah! Aku baru ingat tadi Ric menelpon kalau ada rapat mendadak, jadi maaf sayang aku tidak bisa menemani kamu! Kamu bisa pergi sendirian kan?".
Kata Alex menggoda istrinya, karena dia tahu Aulia bakal murka.
" Ya sudah aku pergi sendirian! Tadi katanya libur, sekarang mau rapat! Rapat apa? Merapat iya?".
Kata Aulia bangkit dari duduk dan bergegas mengganti baju untuk pergi kekantor polisi.
Ya benar saja, Alex tidak mau pergi menemani Aulia. Tapi dia tidak tinggal diam saja.
" Ric, aku akan urus Ana. Telpon pengacara terbaik kita dan segera kekantor polisi sekarang, Aulia disana. Aku tidak tahu dia mau apa, tapi lakukan apapun yang dia pinta. Aku tidak mau dia kecewa berat!".
Kata Alex memberikan titah kepada Ric setelah sampai di villa.
Ric pergi bergegas dan Alex berusaha untuk menenangkan Ana yang dari tadi malam mengamuk kerasukan setan karena ditinggal oleh Alex di villa.
" Kamu kenapa sih? Ada apa?".
Tanya Alex lemah lembut seperti tidak tahu apapun dan perhatian.
" Kamu kemana saja? Setiap malam aku sendirian, kapan kamu temani aku tidur semalaman. Aku kangaen kamu tahu? Kamu berubah...?".
Kata Ana dengan manja sambil memeluk Alex dengan erat.
" Baiklah. Hari ini aku akan menemani kamu keluar! Bagaimana? Apa kamu masih marah?".
Kata Alex berusaha membujuk Ana.
" Baiklah! Aku ganti baju, kamu tunggu aku ya sayang....!".
Kata Ana berlari ke kamar ganti baju dan berdandan secantik mungkin.
Ana dan Alex keluar cari suasana baru. Sementara Aulia tiba di kantor polisi seorang diri dengan setelan wajah gugup dan panik bukan main.
" Ya ampun! Kalau bukan kamu, aku tidak akan mau datang repot-repot kemari. Kakiku saja gemetaran memijak lantainya, padahal aku tidak salah apa-apa sih? Huh...!!".
Kata Aulia pelan sambil berjalan mencari Yuke.
Tak lama berjalan, Yuke menghampiri Aulia dan memeluknya segera.
" Hei! Kamu kenapa? Aku panik tahu? Kamu buat aku jantungan saja, bisa tidak dewasa!".
__ADS_1
Kata Aulia merepet janda pada Yuki seperti biasanya. Maklum diantara mereka tidak ada rahasia apapun.
" Makasih ya Aulia, aku kira kamu sudah tidak perduli lagi padaku!".
Kata Yuke dengan wajah lesu dan sedih, sekilas ada air mata yang mengalir keujung daun.
" Iya sudah! Dasar bawel!".
Kata Aulia menepuk pundak Yuke.
Yuda menatap Aulia dengan keheranan, maklum baru bertemu.
" Sejak kapan Yuke menikah, sedang hamil pula. Parah...!".
Gumam Yuda dalam hati mengatai Yuke dan berburuk sangka.
" Itu mata kenapa? Sakit ya? Melihat aku tidak berkedip. Yuke, kamu punya teman aneh bin ajaib!".
Kata Aulia sedikit kesal akan tatapan Yuda sedari tadi.
" Ah sampai lupa. Yuda perkenalkan ini temanku Aulia, dia bukan istriku tahu. Kami sahabat sejak kecil!".
Kata Yuke memperkenalkan Aulia kepada Yuda.
" Ah iya saya Yuda. Salam kenal!".
Kata Yuda sambil menjabat tangan Aulia yang sedari tadi menunggu sambutan hangat dari Yuda.
" Kamu pasti mikir tidak bagus melihat aku kan? Dasar buaya, memang salah kalau wanita hamil berteman dengan seorang pria?".
Kata Aulia polos tanpa ada saringan saat bicara mencetuskan isi hatinya, agar tidak ada salah paham.
" Ah maaf! Tidak begitu kok!".
Kata Yuda gugup karena merasa bersalah mencurigai mereka.
" Ayo kita bicara diluar saja!".
Yuke menggandeng Aulia berjalan keluar dengan perlahan.
Yuda melihat sikap Yuke begitu baik dan lembut menjadi aneh, dia berpikiran jelek lagi.
" Masa teman semesra itu sih? Apa iya mereka teman sejak kecil? Sedikitpun aku tidak percaya dengan apa yang kulihat, mereka begitu intim tanpa gugup sedikitpun. Apa lagi Yuke, beraninya memeluk istri orang sembarangan! Bagaimana tidak aku berpikiran jelek, mereka saja begitu akrab!".
Gumam Yuda dalam hati kecil terus merasa heran melihat sikap mereka berdua yang begitu dekat.
Dia belum tahu siapa Aulia, mungkin jikalau dia tahu siapa Aulia sebenarnya. Yuda bisa mati kena serangan jantung karena kaget. Karena pernikahan Alexandra Clinton tidak pernah dipublikasikan, memang banyak orang tahu kalau Alex sudah menikah. Tapi tak ada yang tahu siapa istri nya, wajah dan nama tidak pernah dipublikasikan. Itu semua dilakukan Alex demi keselamatan dan kebebasan Aulia, karena menjadi nyonya besar Clinton itu tidaklah mudah.
Mereka bertiga duduk disebuah ruangan khusus untuk menunggu.
" Bagaimana ceritanya? Kenapa bisa jadi begini? Buat gelisah saja!".
" Maaf Lia, aku juga kaget! Karena kami berdua tidak ada dilokasi, mereka berempat tertangkap di diskotik dan positif narkoba!".
Kata Yuke menjelaskan.
" Lalu apa yang bisa kubantu?".
Tanya Aulia dengan kesal dan marah besar.
" Kamu kan punya koneksi, bisakah kamu mengeluarkan mereka agar konser berjalan lancar!".
Kata Yuke memohon sambil memegangi tangan Aulia.
" Sudah begini baru heboh menelpon aku, kemaren di telpon alasan sibuk. Ada anunya saja baik, biasanya kamu bawel bukan main!".
Kata Aulia marah besar sambil menepuk meja.
" Tolonglah Lia...! Aku tidak tahu harus minta tolong pada siapa lagi, hanya kamu yang bisa bantu!".
Kata Yuke memohon lagi dengan air mata berderai nangis Bombay.
" Bisa Darting aku gara-gara kalian, kalau dia tahu. Bisa mati aku kena marah sehari semalam, kamu tahukan bagaimana sikapnya. Kamu juga tahu dia juga tidak mau ambil pusing masalah kecil begini. Aku harus bilang apa padanya nanti!".
Kataku menjelaskan apa sebenarnya yang akan terjadi padaku jika tanpa seijin Alex.
" Tolonglah Aulia, bantu kami! Kata Yuke hanya kamu yang bisa menolong kami. Aku juga tidak paham apa maksud Yuke, tapi tolonglah kami. Tolong sekali!".
Kata Yuda memohon kembali kepada Aulia, sehingga membuat dia kasihan dan bingung.
" Kalian berdua menolak aku kedalam jurang, dasar buat repot saja. Dapat untung apa aku?".
Tanya Aulia serius bercanda kepada mereka berdua.
" Kami akan lakukan apa saja yang kamu minta. Kami janji!".
Kata Yuda memohon lagi dengan air mata bercucuran deras diikuti oleh Yuke juga. Membuat Aulia panik tingkat dewa dan menarik nafas panjang nan berat.
" Huft...! Kalian berdua mengajak aku masuk neraka saja. Si dewa petir pasti tidak akan tinggal diam. Apa kalian siap menerima syarat dari dia? Aku tidak bisa ikut campur semua keputusan dia, Yuke...! Seharusnya lebih paham dariku?".
Kata Aulia sambil mengambil nafas panjang lagi dengan kasar.
" Ya Tuhan! Bisa jadi Pecal Lele aku dibuat suami, masa iya dia mau bantu masalah begini. Pasti dia kasih syarat sulit dan membebani aku lagi. Syarat yang tidak masuk akal pastinya, merugikan aku! Tapi buat teman, sesekali baik juga harus. Mau bagaimana lagi!".
Kata Aulia dalam hati, sambil senyum kecil membayangkan kalau Alex akan minta yang aneh-aneh.
Lalu tak lama, Ric datang dengan 2 pengacara Kondang. Ya kalau tak salah setara dengan Bang Hotman Paris dan Bang Ruhut. Kurasaπ€£
" Nyonya! Maaf datang terlambat!".
Kata Ric sambil memberikan hormat diikuti oleh kedua orang itu juga.
__ADS_1
" Siang nyonya...!".
Serentak mereka berdua menyapa.
Aulia heran dan bingung, kenapa bisa Ric dan 2 hantu lain bergentayangan di kantor polisi.
" Ric kenapa ada disini? Dan kalian yang entah siapalah nama kalian aku tak paham, kenapa kalian juga gentayangan disini....? Huh...?".
Tanya Aulia keheranan bukan main sambil mengernyitkan dahi dengan alis terangkat sebelah.
" Maaf nyonya, tuan perintahkan saya untuk membantu menyelesaikan semua masalah. Apakah nyonya tidak keberatan? Ataukah ada yang salah dengan saya atau perkataan saya...?".
Kata Ric bertanya balik seperti Jubir professional saja. Sungguh cerewet.
Yuda masih terheran dan hanya diam, mencoba meresapi dan memahami semua perkataan mereka. Karena jujur saja Yuda tidak tahu siapa Aulia, karena Yuke hanya bilang temannya itu punya koneksi yang bagus dan kuat. Yuke tidak bilang kalau yang dimaksud itu adalah Istri dari Singa... Raja bisnis di kota V, Alexandra Clinton.
" Sebenarnya apa yang mereka bicarakan? Tuan...? Nyonya...? Siapakah sebenarnya Aulia ini? Kenapa aku tidak tahu? Kenapa juga Yuke tidak bilang apapun? Apa karena aku tidak tanya apapun mengenai siapakah orang yang bisa membantu kami ini. Bukankah itu adalah Tuan Richard, asisten pribadi Tuan Alexandra Clinton. Pemilik dari Clinton Group dan Alex Group? Ya Tuhan, aku masih tidak paham apa maksudnya ini? Apa mungkin Aulia adalah salah satu kerabat ataupun anggota dari Keluarga Clinton? Ya Tuhan, aku hampir mati memikirkan masalah ini. Ya Tuhan ampuni aku!".
Kata hati Yuda terus bertanya dalam hati, sebanarnya apa yang baru saja dia dengar itu benar.
" Iya tidak salah, hanya saja dari mana dia tahu aku sedang susah?".
Tanya Aulia pelan dan masih heran.
" Tuan sudah tahu semuanya, nyonya tidak perlu khawatir lagi. Serahkan semua kepada saya!!!".
Kata Ric dengan bangga dan percaya diri penuh.
" Baiklah, kamu menang!".
Kata Aulia dengan pelan.
" Apakah benar kalau Aulia itu nyonya Clinton istri dari Tuan Alexandra Clinton? Yang pernikahannya selama ini dirahasiakan? Kenapa Yuke bisa kenal akrab dengan orang kuat dan kaya tajir melintir seperti mereka. Aku benar-benar tidak paham dengan situasi ini. Diluar expetasi dan alam bawah sadarku. Sultan!".
Kata hati Yuke lagi dengan hati bingung masih samar-samar.
Yuke dan Yuda hanya menonton saja semua perkataan mereka. Dan Ric mulai bekerja lagi.
" Bagaimana? Bukankah itu asisten pribadi Tuan Clinton?".
Kata Yuke bertanya balik.
" Iya dia asisten suamiku, adakah yang salah? Kenapa heran?".
Kata Aulia dengan ringan dan gamblang kepada Yuda.
" Hah? Yang benar saja!".
Kata Yuda dan terduduk lunglai lemas tak bertenaga. Sepertinya lutut Yuda tidak bisa bertahan menopang tubuhnya karena kaget.
" Kamu kenapa begitu, jangan buat aku panik disini. Kamu mau aku pingsan disini...? Hah?".
Kata Aulia dengan galak dan nada geram sekali.
Yuda berbisik kepada Yuke pelan.
" Kamu gila ya? Kenapa tidak bilang dari tadi malam sih?".
Kata Yuda pelan berbisik panik.
" Apanya? Yang mana?".
Balas Yuke berbisik pelan lagi.
" Kenapa kamu tidak bilang kalau dia nyonya besar Clinton! Kamu bosan hidup ya? Gila kamu!".
Kata Yuke berbisik lagi dengan nada geram dan melotot.
" Ya ampun aku lupa, habis kenapa kamu tidak tanya juga. Mana salahku? Kamu saja yang tidak menyimak dengan baik dan benar!".
Kata Yuke lagi pelan.
" Iya, kita bisa mati kalau salah bicara. Kamu enak, aku bagaimana? Bisa-bisa leherku dipenggal tahu?".
Kata Yuke lagi.
" Tidak! Tenang saja. Aulia baik dan lembut! Luarnya memang crispy! Ha....ha.....aaa percayalah!!".
Kata Yuke dengan gamblang dan nada kuat membuat Aulia heran.
" Kalian sedang apa sih?".
Tanya Aulia keheranan.
" Tidak, cuma mau minum kopi!".
Kata Yuke mengalihkan pembicaraan agar Aulia tidak marah.
" Iya, aku mau. Yuk kita keluar cari angin segar, serahkan pada Ric. Dia ahlinya main setan-setanan. Tidak percuma dia asisten pribadi si Dewa petir itu, tenang saja. Bentar lagi pasti akan selesai!".
Kata Aulia sambil bangkit dari kubur.... Eh maksudnya duduk.
Mereka berjalan keluar mencari cafe atau tempat santai buat minum kopi atau teh. Ya sekedar untuk menghilangkan penat saja. Ditemani dengan kue manis dan musik yang tenang, ah nyamannya!
ππππππππππππ
Jangan lupa like dan komen ya say, kalau tidak sibuk. Komen kalian akan thoor balas langsung kokππ
Makasih buat doa dan dukungannya, semoga kita semua sehat selalu. Amin...π
ππππππππππππ
__ADS_1