Istri Imut Om CEO

Istri Imut Om CEO
6


__ADS_3

Tuan Kadi menjabat tangan Alex,


" Saya terima nikah Aulia Slavina Wijaya binti Gusti Yanto Wijaya dengan mahar tersebut dibayar tunai....!" Suara lantang Alexandra Clinton bergema diseluruh ruangan dan membuat orang yang mendengar berdecak kagum.


" Bagaimana saksi? Sah? Sah?" tanya Tuan kadi melirik orang disekeliling dengan tajam dan serius.


Sah.....


Sah......


Sah......


Semua orang berteriak "sah...sah....!"


"Alhamdulillah...! Nakku Aulia, salam dan cium tangan suamimu...!" perintah Tuan Kadi kepada Aulia dengan lembut.


Aulia menyambut tangan Alex, dengan penuh rasa hormat. Air mata Aulia mengalir,


Akhirnya! Tak ada satupun yang tersisa dari diriku, aku sudah menjual diriku padanya. Setidaknya aku sudah melakukan yang terbaik demi keluargaku. Setelah ini ayah dan ibu tidak perlu hidup menderita lagi karena aku dan kemiskinan. Semoga pengorbananku tak akan sia-sia dan jadi ibadah buatku...!


batin Aulia berkata sambil menangis.


" Mana jari manisnya, saya pakaikan cincin!". kata Alex memasangkan cincin ditangan Aulia, begitu juga Aulia memasangkan cincin ditangan Alex.


" Alhamdulillah....akhirnya panglima lajang tua dikeluarga Clinton laku juga. Terima kasih ya Karim.....!!" teriak papa Alex bersujud syukur.

__ADS_1


" Aulia, bukankah hari ini kamu ulang tahun yang ke 17 ya nakku?" tanya Tuan Kadi ternyata memperhatikan tanggal lahir Aulia.


" Iya pak, hari ini 20 Mei. Kenapa?" jawab Aulia tersenyum kecil sambil menyeka pipinya yang basah karena air mata.


Alex terkejut karena tak tahu akan hal ini, begitu juga yang lain nya. Selesai berdoa dan menandatangani buku nikah, mereka pulang kerumah.


Didepan parkir mobil Aulia berhenti....


" Aku mau pulang kerumah ibu dulu!" kata Aulia masih meneteskan air mata


Alex hanya terdiam saja menatap pujaan hatinya itu masih dengan wajah sedih.


" Kenapa sayang? Ayo pulang dengan papa. Kamu takut apa?" tanya Papa Alex merasa sedih seketika.


" Aku akan merapikan barangku setelah itu aku akan datang. Boleh?". tany Aulia berhenti sejenak berpikir panggilan apa yanv akan dia sebutkan untuk mertua.


" Ya sudah. Saya ikut, saya bantu kamu kemas barang. Baiklah!" kata Alex pasrah.


Ada apa dengan dia? Apakah menikah denganku sebuah bencana baginya? Sejak tadi tak ada senyum diwajahnya? Apakah aku terllau seram atau bagaimana? Apakah aku sungguh menakutkan baginya? Ya tuhan?,


kata Alex dalam batin bertanya-tanya.


Alex dan keluarga Aulia pulang kerumah mereka, hanya Papa Alex kembali ke istana.


Aulia berkemas mengepak barang yang akan dia bawa kerumah Alex. Sementara itu Alex hanya memandang istri imut nya itu yang menurutnya menggemaskan.

__ADS_1


" And kalau mau istirahat tidur saja dulu. Atau haus? Aku ambilkan air minum! Mau apa?" tanya Aulia menatap Alex yang masih dalam keadaan melamun entah apalah.


Aaaiss, masih melamun. Dia aneh sih? Ya sudah aku biarkan saja, kalau dia sadar kan bingung sendiri mau apa?,


gumam Aulia dalam hatinya.


Selesai mengepak barang, sudah sejam Alex masih sibuk melamun entah apa. Aulia duduk didepan jendela sambil melihat foto keluarga saat Aulia masih kecil dan memegang boneka.


Setelah ini apa ya? Kenapa dadaku masih terasa sakit, padahal aku sudah menganggap ini cuma mimpi dan akan segera berlalu. Menikahi si Alex adalah sebuah kesalahan yang kulakukan, namun pilihan itu mengharuskan menerima si Alex demi ayah dan ibu. Entah sejak kapan aku akan mengakhiri hidupku menjadi istri yang berbakti kepada suami, lalu aku harus bagaimana dan apa yang akan kulakukan sekarang. Sebentar lagi aku akan selesai sekolah dan menjadi ibu entah kapan. Asalkan ayah dan ibu bahagia meski harus menelan seribu jarum yang amat begitu amat sakit dan perihnya. Ah....hidupku sudah berakhir, masa depan yang sudah kutata dengan rapi. Seharusnya setelah lulus aku akan melamar pekerjaan dan kerja sambil kuliah. Sekarang harus kandas tidak bertepi, hancur sudah. Bukan salah si Alex juga salah orang tua, namun itulah pilihanku saat ini. Ya Rabb, ampuni dosaku. Mudahkanlah hatiku untuk memaafkan dunia yang hina ini, agar aku mampu memaafkan diriku dan bernegosiasi dengan hatiku yang rapuh. Seharusnya si Alex itu malaikat yang diutus untuk menyelamatkan ayah, berubah menjadi suamiku. Seharusnya aku tidak mengeluh ini dan itu, tampan dan kaya??? Aku mau yang bagaimana lagi coba? Kalau kupikirkan aku jadi merinding sendiri dan ketakutan, ya sudah hadapi saja. Sampai dimana aku mampu bertahan dengan kedua kaki kuberpijak didunia ini...save me Rabb!,


kataku dalam hati kecil yang sudah terlupakan dan tersakiti.


Aulia mendekati Alex dan menepuk jidatnya dengan buku matematika.


"Auuw!!!" pekik Alex sambil mengelus jidatnya yang ditepuk Aulia.


" Sudah melamun sejam yamg lalu. Aku tidak paham sih apa yang kamu lamunkan tapi... lucu sekali. Ayo bantu aku mengangkat kardus ini. Sepertinya mobil box didepan adalah suruhan kamu ya?" tanya Aulia balik.


" Bagus kalau sudah datang. Ranjang ini tak perlu dibawa. Jadi kalau kapan ada waktu kita kemari, kamar ini masih bisa dipakai tidur?" kata Alex lagi. Lalu Alex memberikan jempol kepada Aulia.


" Ayo pamitan kepada ayah dan ibu, malam ini kita sudah bisa pindah rumah bukan? Kasihan papa mertua, kelihatan kuatir tadi kita tinggal pergi?" kata Aulia beranjak keluar membawa tas gendong.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Jangan lupa like dan komen ya...?

__ADS_1



__ADS_2