
Selesai sarapan, Ric dan Alex pergi. Aku dan Rika berada di dalam ruangan Spa, sekedar hilangkan penat, pijat dan mempercantik diri.
" Saya Lulu, yang akan melayani anda nyonya! Silahkan berbaring dan rileks saja! Oke?".
Kata salah seorang terapis.
Kulihat sekilas, cantik dan begitu manis. Ya lumayan ramah dan wajah yang hangat bagiku.
" Kamu sudah lama bekerja?".
Tanyaku memecah keheningan dalam ruangan.
" Sudah 2 tahun kurang lebih, kalau tidak salah ya?".
Kata Lulu dengan santai sambil memijat kepalaku.
" Oh begitu, sudah berkeluarga?".
Tanyaku agak kepo, sambil menikmati pijatan lembut. Seakan membawa aku kedalam alam bawah sadarku.
" Belum, saya sebatang kara!".
Kata Lulu lagi dengan nada bicara agak sedih sedikit.
" Oh begitu ya! Hidup itu kejam sayang! Apa yang kamu bayang dan lihat tidak sesuai dengan kenyataan. Terkadang butuh pengorbanan besar jika mau melangkah maju, ya mau bagaimana lagi. Itulah hidup!".
Kataku lagi dengan ringan.
" Iya, saya tahu. Oh ya nyonya? Anak pertama ya? Tinggal dimana?".
Tanya Lulu lagi.
" Iya yang pertama, penuh perjuangan dan pengorbanan tahu. Kalau Tuhan belum berkendak mungkin nyawa ini sudah melayang, sayangnya aku masih bertahan. Kurasa malaikat pencabut nyawa sedikit agak kecewa padaku!".
Kataku ringan tanpa pikir panjang dan ringan tanpa beban.
" Senangnya hidup serba punya!".
Kata Lulu sambil tersenyum kecil, kulihat sekilas dalam senyumnya itu tersimpan rasa sakit.
" Hei? Bicara apa sih? Kamu jangan asal bicara, kan tidak tahu aku seperti apa? Kamu dan aku gak jauh beda kok, hanya nasibku saja yang lebih bagus dari kamu. Tapi dibalik itu apa kamu tahu berapa kali aku harus melewati Gerbang Neraka?".
Kataku lagi dengan nada agak sedih jika mengingat kejadian selama ini.
" Maksud nyonya apa?".
Tanya Lulu dengan penasaran, dia menatapku begitu heran dan bingung bukan main.
" Namaku Aulia, panggil nama saja. Mungkin usia kita sama, jadi tidak perlu sungkan begitulah!".
Kataku sambil menyikut tangannya.
" Ah iya, baiklah kalau begitu!".
Kata Lulu lagi sigap.
Lalu kami diam membisu sampai beberapa menit. Aku hanyut dalam pijatan yang lembut dan nyaman, eh si kawan bingung mau cakap apa.
" Hei, kamu kok diam? Yakin gak mau tanya apapun lagi?".
Tanyaku menggoda dia,
" Banyak sih yang mau aku tanya sama kamu Aulia. Tapi aku bingung harus tanya mulai dari mana?".
Kata Lulu dengan lugas.
" Ya tanya saja apa yang mau kamu tahu, kan gampang. Aku tak bakal marah sama kamu kok, janji!!".
Kata Aulia lagi padanya.
" Apa ya? Bingung aku!".
Kata Lulu lagi masih terheran.
" Aku juga hanya wanita sederhana seperti kamu, tapi sejak aku menikah semua jadi berbeda. Ya nasibku beruntung, karena menikahi orang paling kaya di kota V ini. Siapa yang tidak tahu Alexandra Clinton, pengusaha sukses kaya raya. Tapi apakah kamu tahu? Sudah berapa kali aku melewati pintu kematian untuk sampai pada titik ini? Bahkan malaikat maut kecewa padaku, berulang kali aku melewati gerbang pintu Neraka. Bayangkan saja sendiri jika nyawamu berada diujung ubun-ubun kepala, nafas juga tersiksa?".
Kata Aulia sambil menghela nafas panjang yang berat.
" Apakah? Apakah? Sampai seperti itu seram nya kehidupan kamu?".
Tanya Lulu dengan gugup.
" Lebih seram daripada yang kamu bayangkan. Sumpah, aku saja hampir menyerah dan putus asa kemarin. Tapi berkat dukungan suami dan orang sekitar, aku bisa bangkit dan mulai menata hatiku kembali dari kehancuran!".
Kata Aulia lagi dengan nada sedih dan meneteskan air mata ketika mengingat kejadian lampau.
" Maaf saya tidak tahu! Ya sudah, semoga kelak anda hidup bahagia".
Kata Lulu mengakhiri percakapan.
Ya kami berbincang masalah kehidupan sehari-hari saja. Tak ada yang menarik.
" Ric, tolong pinta Fei menyelidiki kasus ini. Cari tahu, siapa dibalik kepulangan Ana. Aku yakin dengan akses yang dimiliki keluarga Fei mudah baginya menyelidiki ini. Dan tolong pinta Ell mengurus beberapa anak cabang kita, aku tak yakin masalah ini sesederhana itu. Masalah Ana aku yang akan urus, dan Aulia kuserahkan padamu. Aku tak ingin dia sampai terlibat masalah ini. Karena aku yakin ini bukan perkara mudah, aku tahu betapa traumanya dia saat menghadapi keluarga Burdock...! Bisakah aku mempercayakan Aulia padamu Ric?".
Tanya Alex dengan harapan besar tapi dengan tatapan sedih.
" Ya tuan, saya paham. Saya akan berusaha keras untuk melindungi nyonya Aulia, seperti menjaga hidup saya ini. Saya berjanji tuan...!".
Kata Ric sambil membungkuk dan mengikrarkan janji pada tuannya.
" Aku tahu Ric, kamu bisa diandalkan. Terimakasih karena selama ini hanya kamu yang bisa kupercaya, baiklah! Pergi....!".
Kata Alex dengan tegas dan lantang memberikan perintah kepada Ric.
Ric pergi melaksanakan tugasnya, tapi sebelum itu dia keperusahaan untuk memberikan berkas penting sesuai perintah Alex.
Sampai di perusahaan Ric menemui Fei diruangannya, pada saat itu Fei sedang duduk santai minum Kopi.
__ADS_1
Toook....!!!
Tok....tok.....!!!
Pintu ruangan Fei diketuk oleh Ric,
" Siapa itu? Masuklah....!".
Kata Fei dengan lantang penuh wibawa, maklum menjabat jadi Dirut bagian Desain.
"Saya tuan Fei...! Ric...!!".
Teriak Ric dan langsung saja masuk kedalam ruangan dengan sigap.
Fei terkejut dan matanya membulat.
" Ada apa Ric...?".
Tanya Fei dengan tatapan tajam.
" Ini pesan dari tuan Alex untuk anda tuan, silahkan dilihat!".
Kata Ric sambil memberikan map.
Fei menerima dan membaca isi file nya, seketika dia terkejut dan keringat dingin mengucur deras.
" Ya aku paham, terimakasih!".
Kata Fei dengan serius.
" Baiklah! Saya kembali, terimakasih banyak atas waktunya tuan!".
Kata Ric sambil memberikan hormat dan langsung saja keluar pergi untuk menemui Ell.
Sampai didalam ruangan Ell membuka map dan tersenyum.
" Iya aku mengerti, tak kusangka begini jadinya. Huh, bakal ada pertempuran sengit kali ini Ric!".
Kata Ell menarik nafas panjang.
" Saya pamit tuan, selamat menikmati hari anda!".
Ric pergi sambil memberikan hormat kepada Ell.
Ell terus menggerutu dalam hatinya,
"Yang benar saja! Ini bukan masalah mudah, baru saja hidup aman dan tentram datang lagi masalah baru. Kapan hidupku bisa tenang? Hidup Alex sangat kompleks, bagaimanapun dia selalu bisa diandalkan. Dia orang baik, meskipun kadang menyebalkan. Aku harus membantu dia, apapun resikonya!".
Ric kembali kerumah menemui Aulia yang sedang sibuk membersihkan taman belakang.
" Huh! Capeknya? Baru saja mulai sudah setengah mau begini rasanya! Tahu begini aku ikut Alex kerja keperusahaan. Atau aku shoping saja di mall. Tapi tak apalah, biar rajin gerak dan sehat!".
Kata Aulia memberikan semangat pada dirinya sendiri.
Hari ini Rika off karena mengurus urusan sesuai perintah Alex.
Kataku sambil berjalan kedalam kamar untuk mandi dan segera bersiap untuk mejeng.
Ferarri Pink, adalah kendaraan yang kupakai. Meskipun mencolok hanya itu saja yang tersisa dirumah. Kan tak mungkin naik mobil box cateringan, tidak mungkin juga kan?
Mobil terparkir, banyak mata melihat kearahku karena itu. Saat aku keluar mobil, bayangkan wajah dan ekspresi mereka yang kecewa akan apa yang akan dilihatnya. Mobil keren dan kece tapi kok emak-emak Bunting yang keluar.
Ha....ha.....aaaa 😂😂😂
Bayangkan saja wajah kaget mereka yang lucu itu. Jangan pandang Casingnya bos... Yang penting isi dompetnya.
Card emas... Unlimited!!!🤤
S
...U
......L
........T
...........A
...............N ✌️
Aulia berjalan santai kedalam mall dengan percaya diri, seorang diri. Bayangkan apa yang akan terjadi jikalau Alex tahu Aulia keluar rumah seorang diri tanpa pengawal. Alex bakal kebakaran jenggot dan seperti Cacing kepanasan kasak-kusuk kebakaran jenggot mengkhawatirkan Aulia seorang diri diluar sana.
" Hem? Asik juga jalan seorang diri, tak ada yang cerewet dan bawel. Aku bisa makan sepuasnya sendiri, apapun bisa bebas. Kalau ada dia dan Ric, aku bisa melakukan apapun sesuka hatiku. Lagian aku punya banyak uang, bebas mau apa saja!".
Gumam Aulia dalam hati kecil senang bukan main.
Aulia masuk supermarket dan membeli keperluan dapur, maklum semenjak menikah Aulia jarang keluar rumah karena Alex melarang dia keluar rumah apabila keluar rumah seorang diri tanpa kawalan. Lagian Alex tipe orang yang pencemburu, pemarah dan posesif.
Aulia belanja peralatan makan yang terbuat dari keramik yang cantik. Daging dan sayur mayur, dasi dan keperluan Alex. Meskipun kelak dia tidak suka apa boleh buat yang penting niat baik. Sebenarnya Aulia tahu bahwa semua pakaian dan keperluan Alex itu limited edition. Baju dan sepatu buatan brand ternama, farfum juga sama. Cuma barang keperluan Aulia saja yang murah meriah muntah.
Selesai belanja Aulia mampir di cafe Ice Cream Majestic.
" Kayaknya makanan disini lumayan enak, aku bisa makan sampai puas nih! Alhamdulillah... Enaknya!!".
Kataku pelan sambil menyantap hidangan didepan mata.
Ternyata diseberang jalan Hua melintas dan tak sengaja melihat Aulia yang sedang santai.
" Menarik, bukankah itu malaikat si Breng*ek itu? Sedang apa dia disini seorang diri? Beraninya lari dari kandang singa? Tapi bagus juga, bisa melihat dia begitu!".
Gumam Hua dalam hati kecil, menatap Aulia seorang diri.
Kemudian datang dua pria yang berbadan tegap seram betul, mengganggu Aulia yang sedang asik makan es krim.
" Hai nyonya, boleh bergabung?".
Tanya pria berambut pirang dengan nada nyeleneh begitu.
__ADS_1
" Jangan ganggu aku, pergi saja sana! Aku lagi mood baik!".
Kata Aulia dengan santai menikmati es krim vanila coklat.
" Sendirian? Mau kami temani?".
Tanya pria rambut pirang itu lagi.
" Pergilah, aku lagi lelah....!".
Kata Aulia lagi dengan nada santai.
" Ayo nyonya kecil, tunjukkan padaku apa lebihnya kamu. Bukankah istri singa itu adalah singa juga. Jadi lebih menarik sekarang!".
Gumam Hua dalam hati tersenyum dengan wajah penasaran.
" Baik kami akan pergi, tapi berikan kami uang dan tasmu itu!".
Kata pria botak sambil menyentuh tangan Aulia.
" Jangan melebihi batas....!".
Teriak Aulia sambil menumpahkan mangkuk es krim ke wajah pria botak itu.
Seketika pria pirang itu memegangi tangan Aulia,
" Berani melawan kami ya, huh?".
Katanya membentak Aulia lagi.
Aulia melirik tajam dan memegang garpu. Lalu menusuk dengan sekuat tenaga tangan pria itu diatas meja hingga tertancap. Seketika semua mata orang menatap dan menyaksikan sempurna.
Ada film gratis...! Drakor live Streaming... Siapa yang menolak. Hua saja sampai segitu kagetnya dengan keberanian Aulia.
"Aaaakh......!!!".
Teriak keras pria berambut pirang.
" Hah? Singa betina melawan segerombolan domba bodoh! Sungguh diluar bayanganku!".
Gumam Hua dalam hati terkagum melihat sikap Aulia memperlakukan preman kacung dimata umum.
" Aku juga bisa menguliti kalian hidup-hidup sekarang kalau aku mau, berhubung aku lagi malas. Jadi kalian kumaafkan. Pergilah!".
Teriak Aulia menggema di seluruh ruangan. Membuat orang yang melihat terkaget.
" Dasar pela**r! Mau melawan kami, dasar murah*an mati sana!".
Kata pria botak yang mukanya bagaikan parutan kelapa.
Ha.....ha.....aaaa!!! 😂
Aulia berdiri sambil memegangi tas dan mengelus perutnya, maklum baby didalam juga bisa mendengar dan merasakan apa yang terjadi. Bukankah ibu dan anak saling terhubung, jika ibu sedih maka anak juga sedih. Jika ibu senang maka dia juga ikut senang.
Aulia pergi meninggalkan meja, namun pria botak itu menarik tangan Aulia keras sekali. Tapi Aulia menghempaskan dengan kuat, membuat Aulia murka.
" Jangan salahkan aku selebihnya!".
Kata Aulia sambil berkacak pinggang kesal bukan main.
" Memangnya siapa kamu, sombong bukan main huh?".
Kata pria botak marah besar.
Aulia melemparkan tasnya kepada pria botak hingga terjatuh. Sementara pria rambut pirang dilempar dengan handphone yang dipegang Aulia hingga tersungkur.
" Wah wanita itu kuat sekali, berarti dia bukan orang sembarangan!".
" Wanita hebat pasti dibelakangnya orang kuat juga!".
" Besok-besok jangan meremehkan wanita hamil, tenaganya seperti Samson saja bukan? Hebat!".
Itulah sebagian perkataan penonton yang ada disitu.
Lalu keluarlah 3 pengawal yang sejak awal mengikuti Aulia dari rumah, atas perintah Ric. Mereka akan keluar dan membantu ny. Aulia apabila sedang terdesak saja.
" Nyonya, maafkan kami!".
Kata salah seorang dari mereka.
" Aku tahu kalian mengikuti aku, jangan jelaskan apapun lagi ya?".
Kata Aulia menarik nafas panjang.
" Mereka mau diapakan?".
Tanyanya lagi.
" Suruh mereka berlutut sambil keluar dari mall ini dan antar ke kantor berwajib. Jika mereka menolak patahkan saja kakinya, itu akan menjadi pengingat mereka dimasa akan datang! Paham?".
Kata Aulia memberikan perintah.
Lama kelamaan Aulia dan Alex sama saja, memang ada pepatah.
" Jika kubis itu jauh dari lanjarannya pasti akan diserodok ****!".
Ha........ha........ha......aaa 😂
Istri dari singa adalah singa juga kan? Maksudnya singa betina. Emas mentah pada hakikatnya adalah emas juga. Meski belum bernilai 100 tapi dia berharga juga.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa like dan komen.
Makasih atas dukungan kawan semua, semoga kita sehat selalu.
Amin...!!! 💞
__ADS_1