
Jam pelajaran berlangsung hingga jam 1 siang, semua mata kuliahku selesai. Si Mak kepo menyuruhku menunggu dilobi karena harus mengkopi seluruh bahan pelajaran yg terlewatkan oleh ku.
Sambil minum jus, aku diam menanti. Kak Rika juga sibuk dengan game nya, hingga mataku tertuju dengan seorang siswa perempuan yg menatapku sinis. Aku hanya cuek dan pura pura bego aja.
Kudengar dari kejauhan banyak mahasiswi berceloteh karena melihat mobil The 1 King parkir di areal kampus.
" Kak Rika, jika kita pulang sekarang bisa mampus aku dihajar fans Alex. Bisa jadi sate kita, tuh kan mulai besok jangan naik mobilnya. Katakan itu pada Ric, pasti dia sengaja Menyeretku dalam masalah besar. Aku sadar kok akan statusku, tapi jangan menyulitkan aku juga loh...!!!".
Kataku protes dan kesal sekali.
" Iya nanti saya sampaikan! Lalu bagaimana kita keluar dari masalah ini?".
Katanya lagi.
" Aku akan jalan menuju perempatan jalan, tunggu aku disitu ya kak!".
Kataku meyakinkan kak Rika.
Hm...baiklah!!!
Katanya singkat padaku.
Yuke datang dengan sekardus catatan selama aku gak datang kekampus.
" Ini bawa.barangmu duanya!".
Katanya dengan nada kesal.
" Kamu kan haus training sih?".
Kataku bertanya penasaran.
" Iya tapi jam 4 sore, bagaimana ayang beb mu itu kabarnya?".
Kata Yuke sambil tersenyum menyeringai.
" Biasa saja kok, kenapa? Tumben kamu tanya hal aneh itu?".
Kataku mulai curiga padanya.
" Aku masih heran saja. Apa sih yg diharapkan dari kamu, cewek yg hobinya ngomel dan mengesalkan saja?".
Katanya sambil kesal dan melipat tangan kedada memijit dahinya.
" Aku juga gak paham loh, entahlah!".
Kataku sambil memberikan kardus itu kepada kak Rika.
" Kamu kan yg bawa The 1 King?".
Katanya melirikku tajam.
" Iya sapa lagi! Aku juga gak mau, mau naik apa lagi. Cuma itu yg ada dirumah!".
Kataku sambil nangis.
" Sudahlah, lain kali telpon aku saja. Nanti aku jeput kamu biar barengan kekampus. Repot ah, rempong aja...jangan nangis!".
Katanya sambil tertawa gelak.
" Bagaimana kegiatanmu?".
Aku mulai melihatnya serius.
" Makasih intinya. Kegiatan aku padat, tapi gak ganggu jadwal kampus kok. Makasih ya berkat dukungan suami galak mu itu aku tertolong! Aku aja Sampek sekarang enggan menatap suamimu!".
Katanya sambil bergedik ngerih.
" Kenapa? Apa dia menakutimu? Hah?".
Tanyaku heran sambil menggigit jari.
" Iya...menakutiku sampai aku pingsan dan mau mati kena serangan jantung. Dia curigaan sekali padaku, padahal kan dia tahu kau dana ku sahabatan sejak dulu. Mungkin itu efek karena dia cinta mati padamu, jadi tiap dekat laki lain dia bakal naik darah tinggi dan ngamuk!".
Katanya sambil merinding gak jelas kenapa dan apa alasannya.
" Ah kamu itu! Dia itu baik dan manis kok, memang kalau menyangkut kerjaan dia berubah jadi singa lapar. Wajar saja, aku sih gak keberatan. Bayangkan setiap hari dia menghadapi banyak masalah dan problem dengan ribuan bahkan jutaan orang yg beraneka ragam, lain cara berpikir dan cara berbicara. Ya kan???".
Yuke" iya kamu gak.amsalah karena setiap berbicara samamu dia selalu lembut dan baik, nah dengan ku? Selalu saja ingin memakanku dan mengancamku seperti akan menelanku hidup* saja. Menakutkan!".
Katanya sambil menjitak kepalaku.
" Auuuuh! Sakit tahu!".
Pekikku kepadanya.
" Aku heran? Apa yg dia mau darimu? Ceroboh, bawel dan cerewet! Aneh ah!!".
Katanya sambil menggaruk kepala.
" Emang aku menyebalkan ya?".
Kataku serius menatapnya.
" Tidak, kamu baik dan special...!".
Katanya sambil dengan menatapku sedih entah kenapa.
' ah Aulia, setidaknya kamu bisa hidup bahagia dengan orang yg mencintaimu. Aku gak punya hak untuk mengutarakan perasaanku padamu yg sudah milik orang lain. Aku senang bisa mengenalmu, aku bahagia bisa tertawa bersamamu. Adakalanya mencintai itu tidak bisa saling memiliki. Dan mencintai tidak untuk dicintai sama sekali, seperti aku dan kau. Sungguh rumit bukan?'.
Gumam Yuke dalam hati.
Eh ternyata memang benar Yuke ada rasa suka dan berlebih padaku selama ini. Tapi dia lebih memilih untuk diam, dan selalu bersamaku. Jika dia terluka, mana aku tahu dimana. Karena dia pasti diam.
πππππππππππππ
Seram ah...!!!π±
Main cinta-cintaan rupanya? π·π
Kak Rika hanya mendengarkan kami saja, berlagak tidak tahu, gak lihat dan gak dengar sama sekali kelihatannya cuek.
" Mau kuantar pulang g?".
Katanya padaku dengan lembut.
" Temani aku tuk kesupermarket! Mau? Nanti pulang kamu singgah ya!".
Kataku padanya.
__ADS_1
Hm....okelah!
Jawabnya singkat dan berdiri.
" Kak ayo ikut kami, kita belanja sesuatu! Si tuan muda gak akan senang jika kartu ATM nya gak ada digunakan...!".
Kataku padanya sambil kekeh.
Baik saya ikuti dari belakang!".
Katanya padaku.
Banyak mahasiswa disekitaran mobil yg menggegerkan kampus. Kak Rika enggan sih tapi mau bagaimana lagi.
" Ah sial, tuan muda Alex terlalu populer sih? Kalau mereka tahu Aulia, bisa jadi ayam penyet dia!".
Kata kak Rika masih belum mendekati parkir mobil. Dia hanya menatap dari kejauhan menunggu saat tidak banyak lagi mahasiswa yg merubungi mobil.
Seperti gula manisnya reputasi Alex dikalangan masyarakat. Bagai madu yg selalu dihinggapi oleh lebah, kalangan atas berharap bisa memiliki koneksi dengan group Clinton.
" Ya tuhan mau sampai kapan aku berdiri disini. Aulia pasti sudah pergi duluan!".
Kata kak Rika menggerutu dan masuk kedalam mobil meski ramai kerumunan.
Tentu saja, aku sudah mengirimkan lokasi aku berbelanja. Kak Rika akan menyusul jika sudah aman.
Aku dan Yuke duduk di cafe shop,
" Ah maaf ya dik, apakah kamu anggota idol Love Gravity yg lagi hits itu?".
Kata seorang ibu kepada Yuke.
Yuke tersenyum dan menyalaminya,
" Ah iya Bu, apakah aku populer juga?".
Kata Yuke dengan manja dan bangga.
" Boleh minta foto dan tanda tangan, anak saya pasti akan senang sekali!".
Kata ibu itu meminta kepada Yuke, alhasil Yuke tidak bisa menolak.
Banyak orang minta foto padanya, sekedar selfie dan minta tanda tangan.
" Aku jalan dulu, nanti susul aku!".
Kataku pelan dengan isyarat tangan, dia hanya mengangguk dan aku pergi.
Ini adalah mall terbesar dikota xxx dan baru beroperasi 2 bulan lalu. Tidak sengaja, aku melihat tulisan yg sangat kukenal dan familiar dimataku.
" By Clinton Group!"
Its amazing dan wow sekali, aku hanya tersenyum dan berjalan lagi.
Sangkin asiknya melihat kesana dan kemari aku tidak menyadari kalau aku sudah pergi semakin jauh dari Yuke dan mendekati kerumunan disebuah toko.
Toko perhiasan A2X, dan aku masuk perlahan sambil melihat lihat.
Dari kejauhan Ric melihatku dan mengerutkan dahi sambil menarik nafas.
" Sedang apa dia disini? Mana Rika?".
Katanya dengan agak kesal melihat aku berjalan seorang diri.
' hah? Gak salah lihat aku? Semahal ini, bisa beli tanah puluhan hektar dan bangun Istanah juga. Iiih, takut!!'.
Gumamku dan hanya melihat lihat saja.
Pegawai1 toko menyapaku halus,
" Silahkan lihat lihat nona?".
Katanya sambil sinis melihatku.
Pegawai2 lain datang,
" Disini bukan tempat orang miskin, sana pergi...!!! Paling juga gak punya uang untuk bayar! Pergi sana....!!!".
Katanya dengan kasar.
" Sopan dong mbak, jangan sombong!!".
Kataku dengan nada kesal.
Pegawai2 " iya dong, kamu aja salah masuk. Toko ini khusus melayani tamu VIP dan orang besar saja. Dasar miskin!".
Bentaknya padaku,
" Iya aku emang miskin, kalian bagaimana. Cuma pekerja saja sok!".
Kataku dengan kasar.
" Modus kamu!!! Keluar sana!!! Kamu mau mencuri bukan? Aku panggil security saja, biar kapok....!!".
Kata pegawai1 dengan berkacak pinggang sambil mengejekku.
Lalu mereka mendekatiku dan menolak ku hingga menabrak steling kepalaku. Aku jatuh terduduk kelantai,
Melihat itu, Ric berlari menghampiriku tanpa sepengetahuan Alex.
" Ada apa ini?" Tanya nya kepada pegawai yg menjaga toko.
Lalu Ric menolongku, namun aku tak mampu berdiri. Kakiku bengkak karena terkilir saat jatuh.
" Itu tuan, dia mau mencuri ditoko kita!".
Kata pegawai 2 dengan bangga, seolah berhasil menangkap seorang pencuri.
" Iya tuan, miskin tapi sok kaya!".
Kata pegawai1 dengan bangga lagi.
Ric mengelus kepalaku dan dilihatnya pelipisku luka dan berdarah.
" Kamu gak apa kan?".
Tanya nya lembut kepadaku.
Semakin banyak orang mengerumuni, dan menarik perhatian Alex untuk melihat. Faktanya aku masih terluka dan berdarah, kenyataannya aku terjatuh dan " DempRook" dilantai.
__ADS_1
Ric membantuku berdiri dan menyuruhku duduk gak jauh dari kursi.
" Apakah anda baik-baik saja nyonya?".
Kata Ric mulai cemas.
Aku hanya mengangguk sambil menangis sengkukan saja,
' sial, kalau tuan tahu bisa mati aku?'.
Gumam Ric sambil ketakutan.
' apa? Sayang kenapa???'.
Kata Alex dalam hati kaget.
Dia berjalan kencang menuju aku dan memelukku erat,
" Tuan muda????".
Ric terkejut melihat wajah Alex yg menyeramkan dan menakutkan.
" Ric, apa yg terjadi?".
Katanya membentak,
" Maaf tuan, dia mau mencuri ditoko kita. Jadi saya usir dia tadi!".
Kata pegawai1 ketakutan.
" Dia pantas dihukum, sok kaya!".
Kata pegawai 2 dengan sombong.
" Diam, aku tidak berbicara pada kalian!".
Bentak Alex, suaranya memenuhi ruangan ini.
Tubuhku gemetar membayangkan bagaimana marahnya dia melihatku, gak bisa kubayangkan sangkin takutnya.
"Sayang berbicaralah, kau membuatku takut hampir pingsan. Sayang!".
Suara Alex memanggilku didengar banyak orang yg melihat.
Aku hanya menggelengkan kepala dan masih sengkukan ketakutan, Ric berusaha menyentuhku dan alex menepisnya kuat.
" Jangan sentuh dia...paham?".
Tatapan Alex begitu menyeramkan dan menatap orang sekitarnya.
" Siapa yg membuat mu jadi begini? Siapa yg berani mencelakakan kamu, hah?".
Kata Alex membentak orang yg melihat.
Manager" maaf tuan, katanya dia mau mencuri. Bukankah sudah jelas!".
Kata manager dengan rasa gelisah.
" Mencuri katamu?".
Kata Ric kaget dan mulai takut.
" Kalian tahu siapa dia? Dia istriku, dia ibu dari anakku, kalian berani menghina nya?
Apa yg mau dia curi disini, seluruh toko ini miliknya. Asal kalian tahu...!!".
Katanya membentak semua orang disekeliling itu.
Aku terkejut dan membuka mata, lalu memeluknya erat.
" Maaf kan aku! Aku yg lemah, aku yg bodoh. Makanya mereka menghinaku!".
Kataku sambil sengkukan.
" Jangan takut sayang, ada aku kok!".
Dia membuka jasnya dan menutupi wajahku, menggendongku ala Bridal.
" Kakiku terkilir! Sakitnya ...!!"
Kataku lagi sambil meringis,
" Ric, pecat semua karyawan toko ini. Bawa semua jenis perhiasan ditoko ini untuk istriku, karena kaki istriku terlalu berharga untuk menginjakkan kaki disini. Cepat...Ric....!!!".
Kata Alex membentak dan pergi.
Rika dan Alex berpapasan dan Alex tampak begitu marah kesal.
" Kak Rika, ayo pulang!".
Kataku menarik bajunya.
Kak Rika mengikuti kami dari belakang dan menyetir untuk kami.
" silahkan tuan muda!!".
kata kak Rika sambil membuka pintu.
" ayo pulang, cepatlah....!!!"
katanya tegas
Akhirnya.....
Aku.....
Duduk dipangkuan suamiku, yg hanya diam sedari tadi karena kesal.
' mati aku, habislah aku! Tubuhku akan dicincang dan dijadikan makanan ikan piranha oleh tuan muda...!!!'.
Gumam kak Rika dalam hati,
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!
Jangan lupa untuk vote ya kak...!! πmohon dukungannya kak,
__ADS_1
πSelamat membaca ya..π€π€π€