
Ric mengetuk pintu kamar tuan muda,
Tok....!!!
Tok......!!!π’
" Bisakah saya masuk tuan?".
Tanya Ric dari depan pintu.
" Masuklah....!!! Kau lah itu Ric?".
Alex bertanya dan duduk diatas kasur.
Ric masuk dan memberikan hormat kepada Alex,
" Apakah keadaan anda sudah membaik? Bagaimana kabar anda tuan muda?".
Ric melirik Alex sekejap.
" Seperti yg kamu lihat, aku sehat. Bagaimana keadaanmu? Sudah enak?".
Alex menatap Ric penuh senyum.
" Terimakasih tuan muda, ini mengenai nyonya Aulia. Apakah anda tahu?".
Ric memperlihatkan hapenya kepada tuan muda kesayangannya.
Alex membacanya penuh konsentrasi dan dengan mata melotot sambil menggigit bibir bawahnya.
' sudah kuduga, Aulia bukan anak biasa. Tapi kenapa informasi ini bisa ditutupi oleh pemerintah, bahkan Ric saja baru tahu setelah kejadian ini. Ya tuhan, istriku itu ternyata malaikat pencabut nyawa. Diluar nalar saja, dia bisa membidik sasaran dengan tepat dengan jarak 500m, Wow?. Tidak butuh waktu lama, sekali tarik pelatuk langsung tepat sasaran. Ternyata...! kemampuannya tidak bisa diragukan lagi, ini kebanggaan buatku!'.
Gumam Alex dalam hati kecilnya.
Ric" tuan, maaf saya lalai. Saya juga baru tahu dari Rika. Sekertaris pribadi nyonya, yg katanya nyonya Aulia itu penembak jitu sejak SMP dan juara tingkat nasional. Tuan ternyata nyonya berbakat!".
Kata Ric sambil menggaruk kepalanya.
Alex" iya Ric, aku juga baru tahu setelah melihatnya sendiri kemarin. Awalnya kukira hanya candaan saja tapi ternyata dia bisa. Kaki tertembak, lengan juga sama. Tapi dia masih sanggup melakukan hal Amazing seperti itu, wow? Sungguh kukira itu bukan istriku lagi??".
Kata Alex memuji istrinya didepan Ric,
Ric hanya diam terpaku membayangkan wajah Aulia yg manja dan imut itu.
' ternyata dibalik wajahnya dan pembawaan nya yg lembut itu tersimpan sebuah hati sekeras baja, tekad setinggi gunung. Lain kali aku tidak akan mau berdebat dengan nyonya lagi, ngerih...!'.
Kata Ric dalam hati kecil.
Alex" Ric, kau tahu apa yg akan menyenangkan hatinya Aulia?".
Seketika ric tersadar dan tersenyum,
" Nyonya orang yg simpel dan baik. Ajak saja jalan ketaman dan liburan pasti beliau suka sekali. Nyonya bukan tipe wanita modern yg suka menghamburkan uang, nyonya baik dan suka hal sederhana. Ajak saja liburan dirumah orang tuanya, pasti nyonya suka...!!!".
Kata Ric dengan santai.
" Iya juga ya, dia sih gak suka shopping atau apapun itu. Dia baik dan lembut, Ric bagaimana kalau setelah pulang dari rumah sakit kami pulang kerumah orang tuanya? Apa dia akan suka?".
Tanya Alex galau, sambil menepuk jidat.
" Tentu tuanπ, coba saja!!".
Ric memberikan air putih untuk diminum oleh Alex, kemudian dia pergi keluar untuk membiarkan tuannya istirahat kembali dengan tenang. Karena kesehatan Alex sudah mulai pulih.
Ric kemudian masuk keruangan aku, kemudian duduk tepat disamping ranjangku sambil menatapku,
" Haiiih nyonya...? Tak disangka anda begitu pemberani dan punya jiwa pahlawan. Kukira anda wanita biasa saja, ternyata macan wanita tetaplah macan juga. Dan anda pantas jadi nyonya kelaurga Clinton, dibalik wajah lembut dan mengesalkan itu ada sosok yg tidak kami kenali. Membuatku terkejut!!!".
Kata Ric sambil mengernyitkan dahi dan memijit pundak sesekali.
Tak lama kemudian kak Rika juga masuk,
" Ah maaf tuan!!! Maaf ya, saya hanya hanya ingin memastikan nyonya baik2 saja. Saya akan pergi...!!!".
Ketika kak Rika membalikkan badan,
Ric memanggilnya,
" Tunggu....!!!".
Katanya lemah lembut.
Kak Rika berhenti dan menoleh,
" Ya tuan, ada apa?".
Katanya dengan sopan dan berbalik menatap Ric dengan ramah.
" Sebenarnya apa yg terjadi? Kau tahu?".
Tanya Ric dengan tajam, seketika wajahnya berubah datar dan dingin. Seolah ingin mengetahui apa yang sedang terjadi.
" Tanya saja pada nyonya, saya juga terkejut dengan apa yg saya lihat. Percayalah tuan, nyonya begitu ramah!".
Kata kak Rika dan memberikan hormat dan berbalik pergi meninggalkan Ric didalam ruangan ku.
End...
Keesokan pagi, matahari menyinari dunia dengan perlahan tapi pasti. Secercah cahaya emas yg hangat menghampiriku dan menyilaukan mataku. Aku menggeliat dan kurasakan bau harum yg sudah lama kukenal selama ini.
Yup...!!!!? π
Siapa lagi kalau bukan, suami tampanku yg mirip Oppa Korea itu, Alexandra Sang CEO yg galak dan menyebalkan....
Tapi....
Aku....cinta padanya. Mungkin karena bawaan bayi ku. Setiap saat ingin dimanja dan dikasihi.
Huuuft....!!!
Aku meniup wajahnya dengan kuat, seketika kulihat dia membuka mata dan tersenyum kecil padaku,
" Pagi honey? Are U oke?".
Sambil memberikan aku kiss morning seperti biasanya kami lakukan.
" Kenapa ada diranjangku? Hah? Aku sedang sakit tahu? Kamu genit ah...!!!?".
__ADS_1
Seketika aku tersenyum kecil. Kataku bercanda dengannya.
Lalu aku mendorong dadanya kuat, membuat dia tertawa kecil sambil memeluk pinggangku erat.
" Hei? Pinggangku hampir patah tahu? Mau buat aku mati ya? Pergi sana...!".
Kataku membentaknya sambil senyum.
" Ah gak mau, aku mau memelukmu lebih lama lagi sayang. Aku merindukanmu, kamu tidak patuh. Kamu nakal....!!?".
Katanya sambil mencium leherku.
" Hei jangan seperti itu, aku masih sakit. Dasar kejam...!!! Jangan mendekat!!!".
Aku masih berteriak padanya.
Kemudian dokter masuk dan kaget,
" Sudah baikan ya? Pagi buta sudah ribut begini, ha...ha...aaaa???!".
Kata dokter tertawa mendengar keributan kami berdua.
" Dokter, dia mesum sekali. Hampir mematahkan pinggangku. Tolong seret dia keluar sekarang, aku marah nih...!!?".
Kataku memohon pada dokter.
" Hei pak dokter yg terhormat. Aku hanya memeluk istriku, apakah salah?".
Sambil melirik dokter dengan tatapan tajam dan marah.
Dokter itu pergi ketakutan dan tak mengatakan apapun itu,
" Dia sudah pergi sayang, aku ingin memelukmu lebih lama lagi. Boleh?".
Kata Alex menggodaku sedikit.
Alex memelukku dari belakang dan kurasakan nafas nya hangat kelaur di tiap detiknya mengenai leherku.
" Sayang, maaf ya. Aku sudah membuatmu merasakan sakit, dan membuatmu takut. Maaf ya sayang?".
Katanya dengan lemah lembut.
Hm.....!!! Jawabku singkat.
" Sayang, aku sudah tahu semuanya. Tak kusangka kamu dengan berani menantang maut hanya demi aku! Aku terkejut dan sekaligus bahagia sekali. Oh, makasih ya sayang ku....!!!?".
Katanya dengan lemah lembut juga tapi dengan nada parau seperti ingin menangis tapi ditahan.
Iya....!!! Jawabku singkat lagi.
' tentu, kamu suamiku. Matipun aku rela, asalkan denganmu, aku siap menanggung derita dan sakit, bodoh!!'.
Gumamku dalam hati kecil.
Aku tersenyum kecil mendengar pengakuan dari bibir nya yg manis itu.
" Sayang, jangan tinggalkan aku. Lain kali aku janji tidak akan mengecewakan kamu. Aku akan menjadi ayah yg baik untuk anak dan keluarga kita...janji...!".
Katanya lembut.
Hm.....!!! Jawabku.
Katanya sambil mencium pundakku.
Muuuaaa.......aaach!!! π
Seketika badanku bergetar dan merinding, ih seramnya dicipok setan?
π¨π¨π¨π¨π¨π¨π¨
" Kenapa sayang? Kamu sakit lagi?".
Katanya bingung dan membalikkan badanku.
Kini kami saling menatap dan pipiku berubah merah sekali,
" Jangan menatapku begitu, oh ya bagaimana kabar Ric, heh?".
Aku mulai mencemaskan Ric, karena setahuku dia operasi kemarin itu.
" Dia baik dan sehat, kenapa? Kamu gak kuatir sama suamimu sendiri sayang??".
Dia menggodaku lagi, kali ini dia...
Muuuaaaac..........aaach!!! π
Bibirnya mendarat dan kurasakan manis.
'hisss? Dasar mesum, seenaknya aja? Tapi bagus sih? Lumayan dapat kiss, oh no??? Suamiku yg super ganteng n galak, ternyata beda ya. Untung jantungku buatan Tuhan, kalau buatan Rusia sudah mati deh. Jantungku copot dan berlarian entah kemana? Harus cepat-cepat menghindar. Kalau tidak bisa jadi sarapan paginya adalah aku. Serem...?'.
Aku bergedik ngerih dan berkata dalam hati dengan sadis tentang dia.
" Mau lagi gak...? Aku betah kok berlama lama bersamamu disini sayang?".
Dia menggodaku dan makin menjadi.
Tangan si CEO galak itu mulai menjelajahi dan meraba tubuhku.
" Gila....gila...aku masih sakit tahu!!!".
Teriakku dengan kencang, seketika dia tertawa dan bangkit dari kasur.
" Ha...ha....aaaa, syg kamu lucu sekali. Aku jadi gemes deh!!? Wajahmu itu membuat aku makin ingin menyiksamu dan mengganggumu. Oh istriku yg imut! Entah sejak kapan aku sadar kalau kamu itu lucu dan selalu membuatku geram!?".
Kata Alex sambil duduk disebelah kasurku sambil mengupas jeruk.
" Kamu mau apa? Tumben?".
Kataku curiga menatapnya.
" Mau makan jeruk...? Gak boleh?"
Katanya sambil main mata.
Lalu dia menyodorkan jeruk kedalam mulutku perlahan tapi pasti.
" Maniskan? Kayak kamu sayang? Heee, kamu tuh curigaan sekali sih!?".
__ADS_1
Kemudian dia menyelentik dahiku dengan pelan sambil senyum.
" Kamu tuh ya!!! Suka mempermainkan ku, bisa gak sehari aja kamu itu gak usil padaku. Aku capek tahu? Kamu dan Ric sellau saja gentayangan dan menakuti aku seperti hantu, gak siang, pagi dan malam. Kalian berdua begitu menyebalkan, kukira hanya aku saja orang yg normal dirumah kita???".
Dengan bibir manyun aku protes.
" Ha...ha....aaa!!! Masa iya sih aku menyeramkan seperti itu? Kamu berlebihan tahu sayang!!! Habisnya kamu enak diganggu!!! jangan salahkan aku!".
Dia tertawa kecil cekikikan, tapi masih saja menyodori aku jeruk.
" Iya, kalian menyebalkan!!!"
Kataku lagi dengan tegas.
' wow...? Manisnya wajahmu itu, sepertinya Api yg sudah membara sulit untuk dipadamkan ya? Bisa gawat ini, dia masih sakit. Jadi aku harus bisa nahan selera untuk beberapa hari kedepan, aku jangan mudah terpancing oleh tingkah lucunya itu. Ya tuhan...mana tahan kalau tiap saat aku didekatnya jantungku berasa mau copot saja? Memang kalau cinta payah dihilangkan, apa lagi ditutupi? Apa yg dia lakukan dan katakan semuanya benar!!! Oooh no....???'.
Gumam Alex dalam hati karena gemez.
" Oh iya, bagaimana mobilku? Hancur kah? Atau masih adakah? Hah?".
Kataku seketika teringat akan mobil baru yg diberikannya kepadaku.
Secara, buk? Ferarri? Putih loh..?? ππ€
" Hancur kena bom, sudah jangan dipikirkan sayang. Yg penting kamu selamat, itu saja bagiku sudah cukup!!!".
Katanya dengan santai kepadaku.
Hiks....!!!!
Hiks......!!!!πππ
"Kok kamu nangis? Ada apa?".
Seketika dia melihatku dan bangkit dari duduknya dan membelai kepalaku dengan lembut dan baik.
" Iya itukan mobil pemberian, lagipula itukan mahal. Sayang sekali belum rejeki, aku suka sekali loh dengan hadiah mu!".
Kataku sambil sengkukan didepannya.
" Ah itu saja rupanya? Kamu gak perlu nangisa sayang, kan bisa beli lagi. Nanti akan kuganti yg baru sama persis dengan yg kemarin itu. Oke honey...?".
Katanya lembut sambil tersenyum.
Seketika, kurasakan matahari cerah menyinari hariku yg mendung kala petir datang melanda dan angin kencang. Suami tampan yg baik hati,,,,
Aku menghapus air mataku dan melihatnya dengan sedih sambil senyum,
" Benarkah itu? Ha..ha...aaa thanks..!".
Kataku padanya dan tersenyum.
" Ya sudah, bukankah kamu kenyang makan jeruk? Aku akan keluar sebentar, kamu mau makan apa? Akan kubelikan?".
Katanya lagi menawariku dengan baik.
" Bubur ayam dan udang goreng! Bisa?".
Kataku sembari bertanya.
Hem....!!! Dia menjawab singkat.
Lalu pergi meninggalkan aku diruangan.
10menit kemudian dokter datang kembali dan memastikan keadaanku. Kontrol...
" Nyonya, tak kusangka anda adalah istri tuan Alexandra. Beruntung sekali anda!! Beliau sayang dan ramah kepada anda, tapi kepada kami beliau galak separuh mampus tahu? Serem ah nyonya??".
Kata dokter sembari bercanda.
" Ah masa iya sih, sama aja dok. Dia juga galak padaku, kadang kalau marah buat kesal saja. Tapi mungkin sudah bawaan dia dari lahir sih? Mana kita tahu?".
Aku berkata demikian sambil tertawa.
" Iya nyonya, anda.adalah wanita beruntung bisa menikahi tuan Alex. Banyak gadis yg mengantri untuk dekat bahkan naik keranjangnya. Bahkan latar bekang mereka semua kuat, tapi hanya anda yg dipilih tuan. Aku saja sampai iri!".
Katanya suster sekedar curhat.
' iiih....apa apaan ini.suster Ngesot. Seenaknya saja menceritakan orang. Dasar tukang bergosip!!! Sialan...!!'.
Gumamku dalam hati, sambil senyum saja. Biar gak ketahuan kalau sebenarnya
Aku lagi kesal dan gondok.
" Oh no!!! Tuan Alex adalah pria idaman dikota ini. Ketampanan, ketenaran yg jelas kaya raya. Ah....tidak aku tidak bisa membayangkan jika nyonya adalah aku. Ah...hanya tuhan yg tahu bagaimana dia menciptakan manusia seperti malaikat seperti tuan muda Alex....!!!".
Katanya memuji suamiku itu, tanpa rasa malu dan jeda.
Alhasil...!!! Itu membuat aku tambah kesal dan muak. Bayangkan dia berkata yg aneh aneh tentang suami galak ku itu.
Tapi disuatu sisi aku senang juga, banyak yg jadi fans berat suamiku itu. Secara belum banyak yg tahu wajah dari CEO galak itu siapa. Karena aku gak mau di ekspose gitu lah. Maklum....!!!
Aku tidak mau jadi santapan tiap hari yg fans berat sama suamiku. Apalagi 90% itu adalah gadis cantik. Oh tidak,,, aku gak mau bersaing bersama mereka.
Biasa mati penyet aku dihajar mereka, aku juga kan gak mau repot. Lebih baik aku tidak diEkspose saja, cari ajalah jalan aman dan terbaik. Ya kan???
" Nyonya, kandungan anda masih rentan. Kalau bisa jangan banyak bergerak.dan beraktifitas seminggu ini ya. Obatnya rajin diminum dan kurang strees anda!!".
Kata doker sembari memperingatkan akan keadaan tubuhku yg agak lemah.
" Ah iya dok, aku paham. Makasih!!".
Kataku sembari tersenyum dan mulai menarik selimut karena mengantuk.
" Istirahatlah, siang aku akan kembali untuk mengecek anda. Oke?".
Dokter dan suster itu pamit dan keluar.
" Akhirnya aku bisa santai juga!!".
Kataku sambil tarik selimut lagi.
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!
__ADS_1
πSelamat membaca ya..π€π€π€