
Mobil kami melaju meninggalkan panti.
" Tuhan...? Andai mereka bisa hidup bahagia tanpa orang tua maka berikanlah nikmat yg tiada Tara bagi mereka. Jagalah mereka seperti Engkau menjaga ku didunia ini, seperti kasih sayangmu sepanjang umurku mengalir terus menerus hidupku. Jagalah mereka, penuhilah keinginan mereka untuk hidup dan jangan biarkan siapapun merusak hati mereka yg suci. Tuhan, yg maha besar, jagalah mereka....!!".
Kataku sambil duduk dikursi mobil sambil menutup mata dan menangis.
Alex yg mendengarkan itu hanya diam saja dan sesekali melihatku.
Alex terus bergumam dan sedih melihatku berkata demikian. Hatinya tergugah dan tersentuh,
' oh ya Karim, sebegitu kah isi hatinya? Sebesar itukah hatinya? Sejauh itukah isi pikirannya? Tak bisa kubayangkan jika dia bukan milikku? Apakah aku bisa berdiri tegak seperti sekarang...? Kamu merasakan sakit seorang diri, tak ingin membagi sakit mu dan pikiranmu. Beruntung nya aku bisa jadi imam dihatimu, Aulia... Sampai kapanpun kau tetap merajai hatiku dan hidupku....!!!'.
Gumam Alex sepanjang jalan,
Sesungguhnya manusia itu diciptakan dan hidup berpasang-pasangan dibumi ini. Semua takdir telah tertulis di 'Lauh Mah'fuz....!!!' hanya Tuhan beserta staf-stafnya yg tahu bahaimana.
Bekerja keraslah maka Tuhan akan membantumu dengan tangan-tangan lembutnya, melalui orang lain dan sekitarmu. Berusahalah sekuat hati maka dia akan menjagamu dan menemanimu berjalan bersama didunia ini.
Ingatlah, bahwa sesungguhnya. Bukan Dunia ini yang kejam, manusianya lah yg kejam terhadap sesamanya. Jadi jangan sikit-sikit bilang, " kejam dunia ini ah kawan...!!! Sakit nya ah kawan....!?".
Woi, sukur pun kamu hidup didunia ini, mijak kaki dibumi ini, menghirup udara pun Gratis di bumi. Kalau disuruhnya bayar, mau macem mana kamu?
Hayooo, susahkan urusannya. Makanya meski kau kaya, jangan sombong. Kalo mati, samanya rumah kita. Rumah impian 1 X 2, mau kaya atau miskin sama aja nya kita....dimakan cacing.
πππππππππππππ
Kalo tampan dan kaya, keluar dari mobil Ferarri sombongnya setengah mampus. Banyak uang, rumah mewah dan emas berlimpah. Padahal kalo mati gak dibawa semua milikmu itu, sama-sama dimakan cacing dan sama-sama pake kain kafan.
So, jangan sombong. Perbaiki sikapmu, jaga lidahmu, rawat hatimu, sirami jiwamu dengan iman dan takwa. Jadi gak usah sok hebat lagi...πππ
Kamu, aku, dia, mereka dan kalian bakalan sama kok π±π±π€£
ππΈππΈππΈππΈππΈππΈππΈ
So, by the way. Kita lanjut lagi ketopik.
Malam hari, ibu memasak banyak sekali. Karena keluarga Yuke belom pulang juga, maklum kan week end.
Dan papa Yuke kaget sejak awal kalau suamiku adalah presidir di tempat kerja papa nya Yuke. Maklum tidak semua karyawan di ingat oleh Alex,
Ibu" ini sup iga kesukaan kamu sayang! Wanita hamil harus banyak nutrisi!".
Ibu memberikan semangkuk sup dan nasi dihadapanku.
Ayah" mau makan apa Alex? Sesuai selera gak ya?".
Kata ayah tersenyum ramah.
" Apa saja boleh, yg penting bisa dimakan. Kelihatannya semua makanan enak dan lezat kok, beruntung aku!!".
Kata Alex membuat orang tuaku senang.
' syukurlah kalau begitu....?'.
Kata orang tuaku dalam hati.
" Kak Rika dan Ric mana ya?"
Kataku mencari sosok mereka, sambil mengambil sepotong ayam bakar.
" Mungkin pulang kerumahnya. Besok juga muncul lagi, sudah ayo makan!".
Kata Alex memulai makan juga mengambil ayam bakar.
Yuke" ah enaknya...!!! Sudah lama gak kumpul sama keluarga ini. Sebentar lagi bakal tambah anggota baru, ya kan Lia?".
Yuke genit itu mulai menggoda.
" Iya, kamu kapan lagi. Nanti kupesankan gedung, hadiah dariku...!!".
Kata Alex sambil menyeringai, padahal dia cemburu bukan main jika Yuke terus nyantol disebelahku.
Ibu" besok kamu kuliah kan Aulia?".
Ibu berdiri dan mengambil nasi lagi,
Biasalah, Alex makanya banyak.
" Iya Bu, besok ada urusan. Mungkin pulang malam, jangan tunggu ya...!!".
Kataku sambil makan lahap.
Alex menaikkan alisnya sebelah dan menatap tajam kearahku, seketika kurasakan dingin yg mencekam. Dia menggertakkan gigi sambil mengepalkan tangan nya geram.
" Sudahlah, jangan cemburu. Aku berjanji pada anak* itu besok datang. Kamu mau ikut apa gak? Menakutiku saja....!!!?".
Kataku sambil ketakutan akan sikapnya.
Seketika dia tersenyum, HOROR....!!!
__ADS_1
SEMUA ORANG yg tadinya tegang jadi lega. Padahal suasana tadi begitu menakutkan sekali.
Pagi tiba, aku membuka mata. Kulihat dia masih tertidur dengan wajah polos dan sungguh bersih.
" Sungguh indah, tidak seram. Senang bisa bangun tidur disisimu....!".
Kataku sambil mengecup kening nya.
Cuuup....!ππ
" Pagi sayang, i love you....!!!".
Kataku sambil membelai pipinya.
"Love you too, pagi juga?".
Katanya tiba-tiba menjawab meskipun dengan mata tertutup.
"Kukira masih tidur!".
Kataku dengan kaget dan malu.
Dia menyingkapkan rambut dan menguap dengan puasnya,
" Iya tadinya begitu, tapi dapat kiss morning kan mubazir ditolak! Sunah itu!".
Katanya dan langsung bangun dan berjalan menuju kamar mandi.
Aku juga bangun dan menyiapkan pakaian untuknya, seperti biasa.
" Ada rapat ini hari?".
Kataku sambil mengambilkan sepatu dibalik pintu kamar.
" Kalau sehari itu gak ada rapat, itu baru aneh sayang...? Kamu bisa aja?".
Katanya sambil pakai baju,
Seperti bisa dia pakai baju sembarangan dimana saja, tidak peduli ada aku. Dasar gak tahu malu...π
" Aku siang mau makan siomay, habis itu belanja mainan dan makanan buat anak* panti kemarin. Kamu jadi makan siomay? Tapi aku gak bisa lama ya? Tahu...?".
Kataku sambil memakaikan kaus kaki dan sepatu ke kakinya.
" Sama siapa?".
Katanya ragu dan menatap tajam.
Kataku sambil membetulkan dasi.
Hm.....mm? Apa itu?
Katanya singkat curiga menatapku.
" Aku juga janji sama ibu panti buat meRehab panti hari ini. Bisa bantu aku tidak, menyiapkan semuanya?".
Kataku manja dan duduk dipangkuannya dengan lembut memikat.
" Ada maunya kamu, dasar nakal!!".
Katanya sambil memeluk dan mulai menggeratil kesana kemari.
Hm.....mm!! Ah, jangan begitu sayang!"
Pekikku lembut sambil menikmati belaian nya yg begitu Mera*ngsang sekali.
"Tubuhmu merespon dengan cepat, kurasa kita perlu santai sejenak. Aku akan menelpon Ric untuk mengundur rapat 1-2jam kedepan....ya kan?".
Kata Alex sambil mencum*bui leher ku.
" Jangan ah...!!! Aku kuliah pagi, tolong kasihani aku sayang!!! Hm....mm!!".
Kataku manja menahan api yg mulai membara dijiwaku.
Baiklah, aku paham....!!!".
Katanya dan membelai kepalaku dengan manja dan penuh kasih sayang.
" Makasih sayang!!!".
Kataku dan memeluknya erat.
" Iya, kalau perlu apapun telpon aku atau Ric. Jangan buat dirimu kesulitan!".
Katanya sambil menggeser aku kesebelahnya dengan lembut.
" Aku pergi kerja, baik-baiklah dirumah! Nanti akan ada tukang untuk merenovasinya, jangan terlalu lelah!".
Kata Alex sambil mencium pipiku.
__ADS_1
Kami keluar kamar, dia pamit kepada orang tuaku dengan sopan.
" Aku berangkat, selamat pagi!".
Katanya dengan ramah.
" Kamu gak sarapan dulu sebelum pergi? Kenapa buru-buru?".
Kata ibu mulai kuatir.
" Iya nanti saja dikantor....!!".
Kata Alex lagi dengan sopan.
" Ibu, tolong buat bekal untuknya! Biar nanti bisa sarapan dikantor...!!".
Ayah meminta ibu menaruh bekal.
" Tidak usah repot, gak apa kok!".
Katanya menolak dengan halus, agar mertuanya tidak repot.
Ibu membuatkan bekal, hanya nasi goreng putih, telur dadar dan sosis goreng saja menunya.
Ibu memberikan tas bekal milikku yg biasa kubawa sewaktu SMA. Gambarnya Doraemon loh....π
' hah? Doraemon? Lucu juga sih?'.
Gumam Alex dalam hati sambil meninting bekal nya.
Aku mengantarnya sampai didepan pintu, kulihat dia masuk dan mobil melaju meninggalkan rumah kami.
Aku bersiap pergi kekampus, selesai sarapan aku langsung keluar rumah. Kulihat kak Rika sudah menungguku.
" Pagi kak? Sudah sarapan belum?".
Kataku bertanya padanya.
"Iya sudah, kamu gimana?".
Tanya kak Rika lembut padaku sambil membuka pintu mobil untukku.
" Aku sudah sih, hari ini kita punya perjalanan panjang. Kita naik mobil besar saja karena nanti mau belanja banyak!".
Kataku sambil menunjuk Alphard.
" Ayah sudah punya mobil sendiri, Alex juga pergi sendiri dengan Ferarri. Ini mobil kakak bukan? Kita naik yg lain saja. Aku butuh cabin yg luas...!!".
Kataku sambil memberi kunci yg selalu stanby dirumah kami.
Akhirnya mobil kak Rika dirumah dan kami naik Big Cabin. Karena pak Tono berangkat bersama Alex tadi.
Sampai dikampus, masih saja mahasiswa kepo akan diriku. Selalu saja mengurusi aku yg gak pernah mau tahu urusan orang lain.
Lila" lihat tuh, Aulia. Simpanan om kaya, selalu diantar dengan mobil mewah!".
Cindy" iya, wajah gak cantik-cantik amat! Tiap kekampus pakai baju bermerek. Padahal orang tuanya miskin...!!".
Yuke yg sedang melintas jadi gerah dan marah bukan main.
" Jaga itu lidah, sebelum kena azab. Sukanya bergosip, urus saja diri kalian! Iri ya sama Aulia, kalian gak sebanding!".
Kata Yuke dengan sinis.
Banyak mahasiswa yg kagum dengan Yuke, maklum artis lagi naik daun.
Lila" alah artis kaleng-kaleng! Jangan campuri urusanku, mau kena media?".
Kata Lila ketus dan mengancam.
" Terserah, cantik juga enggak!".
Kata Yuke sambil senyum sinis.
Aku sih dengar mereka bilang apa, aku cuek aja. Anggap angin lalu, gak penting.
Aku berjalan menuju kelas dan duduk di bangku sesuai nomor ujian pas disebelah Yuke duduk, paling belakang.
Selesai ujian, aku menunggu Yuke dikantin dan nongkrong bersama kakak. Katanya Yuke ada perlu ke kantor dosen, aku cuma bisa nunggu pasrah.
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!
Jangan lupa untuk vote ya kak...!! πmohon dukungannya kak,
πSelamat membaca ya..π€π€π€
__ADS_1