
Tepat jam 8 malam, Aulia pulang kerja dan mampir kerumah sakit sebelum pulang kerumah. Semenjak ayah sakit, Aulia tiap malam mampir sebentar sekedar menghilangkan rindu saja.
" Assalamuallaikum, ibu dan ayah...!"
Aulia menyalami kedua orang tuanya.
Aulia melirik kesudut ruangan dan heran,
" Banyak barang dari siapa Bu?" tanya Aulia melihat sebuah kotak perhiasan yang berkilauan dan banyak lagi barang-barang yang pasti diminati Kids zaman now.
" Itu dari pak Alex, untuk kamu sayang?" kata Ibu menatap Aulia dengan tatapan sedih dan bercampur aduk, kacau balau.
Mata Aulia membulat dan kaget menatap kedua orang tuanya. Alangkah kaget dan terkejutnya dia dalam batinnya.
Hah? Yang benar saja? Sebanyak ini? Mau taruh dimana semua barang ini? Dasar apakah sampai seserius itu? Kukira sederhana saja, kenapa terlihat jadi seperti berlebihan sekali ya? Dasar orang kaya...!?
batin Aulia berkata.
" Iya sayang, untuk kamu!" kata ibu kepada Aulia yang masih terdiam seperti batu.
" Hah? Yang benar Bu? Kapan?" tanya Aulia meletakkan kembali barang yang dipegang nya tadi, maklum masih kaget.
" Tadi siang, besok Kamis jam 10 pagi kita ke KUA. Sesuai janji kalian kemarin, ini uang dan cek 5 M yang kamu pinta padanya kemarin? Kamu masih ingat sayang?" tanya Ayah menghampiri Aulia dan memeluknya dengan tangisan.
" Jika kamu tidak mau, kita kembalikan saja semuanya. Jangan dipaksakan lagi, ibu tidak mau kamu terluka. Kamu pahamkan maksud ibu? Terserah padamu!" kata ibu dengan mata sedih dan satu menatap Aulia Putri semata wayang mereka itu.
Ibu dan ayah memeluk Aulia dengan erat dan penuh air mata antara gelisah dan kacau.
" Tidak apa buk. Aku sudah pasrah saja. Besok ayah juga ikutkan sama Aulia?" tanya Aulia dengan mencoba untuk tegar dan kuat.
Ibu dan ayah hanya mengangguk.
" Sayang, kamu tidak apa bukan? Kita bisa menolaknya. Ayah sudah tidak apa!" kata Ayah memegang dadanya yang kadang masih terasa sakit dan perih.
Aulia tersenyum dan menatap kedua orang tuanya hangat.
" Ayah tidur saja kalau masih sakit, aku akan segera pulang kerumah. Oke?" kata Aulia.
Ayah dan ibu hanya mengangguk.
Tak lama sesudah itu Aulia berpamitan untuk pulang, diluar rumah sakit ternyata Alex telah menunggu Aulia keluar.
" Hei, kamu tidak apa? Daritadi saya lihat kamu bingung begitu ya?" tanya Alex mengecup kepala Aulia.
Aulia menatap Alex tajam dan kesal,
" Bagaimana tidak gugup dan bingung, anda tidak beritahu aku kalau besok ke KUA? Kukira anda berbuat sesuka hati saja tanpa tanya aku bagaimana?" kata Aulia menepis tangan Alex yang mengelus kepala Aulia sedari tadi.
Aulia kelihatan marah dan kesal ata sprilaku Alex yang sesuka hatinya
" Kenapa? Kamu tidak suka sama saya? Bukankah kemarin kamu bilang saya tampan dan mempesona...? Hah?" tanya Alex tersenyum melihat wajah galau Aulia yang gemes dan imut itu.
" Dengar ya! Setelah menikah. Boleh tidak jangan sentuh aku dulu. Alasannya aku masih sekolah...! Boleh?" tanya Aulia menatap tajam wajah Alex.
" Insya Allah ya, saya tidak janji? Habisnya kamu manis dan saya suka semua yang ada pada kamu. Sumpah...!" rayu Alex kepada Aulia yang masih terlihat marah.
" Aku janji, aku bakal nurut dan jadi istri yang baik. Tolong tepati janji Anda kelak!" kata Aulia memohon pada Alex dengan air mata yang berderai.
Alex hanya diam dan memeluk Aulia.
" Ya saya janji. Kamu juga harus bersikap baik, papa saya baik dan ramah. Kamu bakal cepat akrab dengan beliau! Saya antar kamu pulang, baju kamu sudah saya persiapkan. Besok jam 8 pagi saya jemput kamu!" kata Alex memberikan arahan kepada Aulia.
Aulia hanya mengangguk saja.
Sampai rumah Aulia, Alex tak masuk. Karena takut kena gosip yang tidak baik juga. Alex langsung pulang dan tancap gas. Sepanjang jalan Alex terus memikirkan Aulia yang sudah merajai hatinya sejak sebulan ini.
Alex merebahkan diri dikasur King nya,
__ADS_1
" Aulia Slavina Pratiwi...tunggu aku. Gadis nakal yang membuat aku jatuh cinta, aku hampir gila karena memikirkanmu bocah nakal, gadisku yang manis cantik nan molek. Entah sudah sejak kapan aku menunggumu, kamu sungguh menarik. Anak tangguh dan membuat hatiku berdebar-debat tidak tentu selama ini. I love you....!" kata Alex.
Alex hanyut dalam lamunannya yang panjang, membuat nya tertidur dan terlelap dalam mimpi indah nan panjang sejauh lautan samudra terbentang.
Jam 5 pagi, Papa dan Alex sholat Subuh bersama seperti biasa.
" Kapan kamu jemput, mantu papa itu? Papa sudah tidak sabar matahari terbit...!" kata Papa menepuk pundak Alex dengan keras, hampir membuat Alex jatuh tersungkur kelantai marmer rumah yang sangat mewah.
" Sabar papa. Jam 8 kita kerumah sakit jemput orang tuanya, karena ayah Aulia salah satu pasien di rumah sakit. Papa sabar saja!" kata Alex kepada papanya yang sudah tidak sabaran itu ingin bertemu mantu.
" Papa beri dia apa ya? Papa kasih hadiah apa sama Aulia? Rumah atau mobil ya Lex? Papa gugup sekali! Kamu ada ide tidak?" kata Papa kelihatan kacau dan gelisah memikirkan hadiah apa yang akan dia berikan pada pernikahan Alex.
" Papa tidak beri apapun, aku tetap senang. Yang penting papa sehat dan panjang umur, jangan nuntut ini dan itu. Papa jangan mengancam aku dengan ancaman akan mati penasaran karena belum dapat cucu begitu. Aku takut sekali, papa ada-ada saja!" kata Alex kembali kekamar dan duduk tenang dengan secangkir kopi.
Akhirnya punya mantu, Alex akhirnya menurut juga. Aku tahu dia bingung juga, memikirkan perusahaan saja sudah pusing bukan main. Aku harap dia akan hidup bahagia setelah ini, setidaknya kalau tidur ada yang menemani, makan ada yang masakin, mandi ada yang masakin air panas dan setidaknya ada teman cerita tukar pikiran. Meskipun aku tahu Alex anak yang tertutup untuk urusan tertentu, setidaknya dia punya istri yang akan mengurus semua kebutuhan hidupnya. Semoga kelak jadi SAMAWA sampai tua"
kata batin Bobi Clinton.
Alex duduk dikursi dekat jendela kamar dan termenung untuk menenangkan hatinya yang kacau seperti Bunyi Genderang Perang.
Sial...sial...aku sudah berusaha tenang agar tidak salah fokus jadi galau begini. Sumpah buat aku gagal fokus saja, apa menikah sesulit ini ya? Tuhan kuatkanlah aku dan hatiku ini...!!! Insya Allah aku akan menjadi imam yang baik untuknya dan selamanya sampai maut akan memisahkan kami kelak! gumam Alex dalam hatinya itu.
Sementara dibalik tembok rumah Alex....jauh dan jauh disana. Aulia sedang berdoa kepada Tuhan dan menceritakan semua yang merupakan mimpi atau kenyataan dalam hidupnya itu.
" Ya Allah maha besar, aku hanya pasrah saja pada kehendakmu. Aku akan menjalani jalan yang kau pilihkan buatku dengan ikhlas seperti yang kau mau. Semoga ayah dan ibu bisa bahagia dan tidak perlu kerja keras lagi membuat Aulia senang. Jagalah ayah dan ibu, rawatlah mereka seperti kau merawat para wali dan kekasihmu. Amin!" doa Aulia meminta kepada Sang Maha Cinta.
Aulia mengganti pakaian dan bergegas bersiap berangkat kerumah sakit. Sebelum itu Aulia sarapan dulu, dan berangkat dengan berjalan kaki dengan tas gendongnya.
Aulia sampai di rumah sakit jam 6 pagi, masih lumayan gelap dan sepi keadaan dijalan dan sekelilingnya.
" Tumben datangnya cepat sayang?" tanya Ibu melirik Aulia yang masih mengantuk dan lemas itu.
Aulia tertawa kecil sambil mencium kedua orang tuanya dengan hangat.
" Aku tidak bisa tidur Bu. Banyak nyamuk tadi malam dikamar! Aulia mau tidur disofa saja, nanti bangunkan Aulia kalau ayah siap bangun ya buk?" kata Aulia kemudian tidur disofa dengan nyenyak sekali.
Tepat 8 pagi, Alex datang dengan setelan tampan, ganteng dan keren abis. Memang setiap hari Alex memang selalu pasang tampan dann cool tapi....wajah datar dan menyeramkan sekali. Seluruh karyawan ketakutan, seperti singa yang lapar itulah sebutan untuk Alex. Wajah dingin dan kalau berbicara main pecat saja...maklum anak singa adalah singa juga ternyata.
Alex membuka pintu ruangan calon mertuanya itu dan melihat Aulia masih tertidur pulas. Alex memberi tanda...jari dibibir manis nan tipisnya itu.
" Ssstt.....!!! Biarkan saja. Saya akan tunggu dia bangun, oke? Santai saja...!" kata Alex.
Lalu Dia duduk diam didepan Aulia sambil membaca koran, dengan santai sekali. Seperti tidak akan terjadi apa-apa. Meskipun dunia ini berguncang, mungkin raut wajah Alex tidak akan berubah. Itulah kelebihan Alex, selalu tampak tenang dan santai. Tapi siapa tahu dalam hatinya bergejolak seperti gunung apa yang meletus. Tetap tenang adalah keahlian Alex selama ini.
Sungguh tampan calon mantuku Waduh kenapa aku bisa berpikir demikian? Sudah baik, sopan pula. Ah...semoga Aulia akan hidup bahagia bersama dia nanti. Semoga dia jadi imam yang baik bagi Aulia, dan ayah yanb bertanggung jawab untuk cucuku kelak! gumam ibu Aulia sambil menatap wajah calon menantunya itu dengan bahagia.
Ting....tong....Ting...tong!!!π²
Alex melirik ponselnya dan berbicara,
" Yaa papa? Aku masih menunggu, jam 10 tepat. Aku harap papa sabar menunggu, maklum Papa....! Aku juga....!" kata alex.
Wajahnya memerah dan malu, karena mata kedua calon mertuanya itu kini menatap Alex dengan intensive.
" Iya papa. Tunggu saja ya...!" kata Alex dengan santai lagi.
Alex menutup telpon dan lanjut Chatπ¬
" Hei, bawakan aku persiapan kemarin itu. Aku dirumah sakit sekarang. Aku tidak mau istriku nanti kelihatan jelek, kalian yang akan kubasmi. Paham?"
Itulah isi pesan Alex, lalu dia kembali membaca koran dengan santai sekali.
Ah sial! Kenapa hatiku tak bisa tenang juga sampai saat ini? Aku bisa kena serangan jantung kalau terus seperti ini. Rasanya tidak enak? Sungguh menyiksaku sekali, huuft!
kata batin Alex.
Sesibuk apapun Alex akan menyempatkan waktu sedikit untuk membaca koran sambil minum kopi. Maklum waktu Alex selama ini lebih banyak sibuk kesana dan kemari.
__ADS_1
Jam 9 pagi, Alex, Fei, Ell dan beberapa penata rias beserta baret-baretnya sudah berkumpul diruangan calon Ayah mertuanya. Ayah dan ibu terlebih dahulu berganti pakaian dan diantar ke kantor KUA.
" Hm.....mm hoa......aaaam!"
Aulia membuka mata dan melihat malaikat Michael tanpa sayap turun kebumi dengan stelan tampan.
" Kya.....aaa!! Sejak kapan kalian datang?" tanya Aulia dengan wajah kaget dan panik.
" Sudah bangun sayang? Muaa....aaach!" kata Alex. Lalu mendekati Aulia dan mendaratkan kecupan dikeningnya dengan hangat dan lembut sekali.
" Ah.....tidak......!" suara Aulia menggema diseluruh ruangan.
" Hei....gadis ceroboh. Kami dari tadi sudah ada disini melihat kamu tidur tahu!" kata Fei menepuk jidat dan kesal kepada Alex yang tak mengijinkan untuk membangunkan bidadari hatinya itu.
" Ibu dan ayah dimana? Hua.....aaaa, dimana?" kata Aulia merengek seperti anak kecil yang kehilangan mainan yang paling disukainya.
" Mandi sana. Kita temui ayah dan ibumu di Kua? Jangan bilang padaku, kamu lupa ini hari kamu janji bukan?" kata Alex menutup korannya dan mulai melirik penata rias yang sedari tadi mematung dipojok ruangan.
Aulia beranjak mandi dan dibantu berpakaian oleh penata rias yang sengaja didatangkan oleh Alex dari luar negeri. Wow....?
Sejam kemudian Aulia keluar dengan pakaian kebaya dan sanggul yang indah bak "Ratu Sejagad Raya". Alex menatapnya lama dan terkejut dengan perubahan Aulia itu.
" Masya Allah, cantik...molek....!!" kata Alex menatap Aulia tak berkedip sedikitpun dan bukan hanya Alex saja. Semua orang yang menatap sungguh takjub.
Kata Mulan Jameela " kaulah makhluk Tuhan paling Sexy....yang paling Sexy...sexy sekali didunia ini...."
Aulia" om...om sakit ya? Kok menatapku begitu? Ya sudah aku ganti saja ah...!!"
Aulia membalik badan dan ditarik Alex kuat. Aulia jatuh kepelukan Alex dan membuat orang yg disitu baper seDunia.
" Belum sah, hei? Dosa tahu?" kata Fei tersenyum dan geli.
" Masih belum halal. Tahu diri....!" kata Ell tertawa geli sambil menarik tangan Fei untuk pergi ke mobil.
Sampai di kantor KUA, papa Alex sudah menunggu lama. Papa Alex menyambut mereka dengan senyuman yang amat bahagia dan orang yang paling senang sekali sepertinya papa Alex.
Wajar saja, papa Alex hanya ingin cucu yang banyak sebelum meninggal. Karena Alex sangat menyayangi papa nya itu, sumpah ini hari paling indah bagi Alex dan papa nya itu.
" Sayang, berikan aku cucu selusin ya. Kalau Alex si Firaun itu menindasmu, katakan padamu. Aku akan menghajarnya dan mengutuknya, Oke?" kata Papa Alex memberikan Aulia sebuah kotak dan Aulia membawanya masuk kedalam kantor KUA.
Papa Alex terus menempel kepada Aulia,
" Sepertinya papa Alex saja yang mau kawin. Alex saja kesal jalan sendirian!" kata Fei dengan suara berbisik.kepada Ell.
Fei dan Ell melirik Alex, seketika tatapan mata Alex berubah menjadi menyeramkan sekali dan mereka takut.
Semua orang hening,
Masih merasa aneh dan seperti mimpi saja. Dia tak bisa membayangkan apa yang sedang terjadi! kata batin Fei.
Masih merasa seperti mimpi yang panjang dan indah, seakan tidak percaya kalau gadis cantik nan molek itu milik Alex yang terkenal dingin dan sangar sejagat raya! kata batin Ell.
Hanya pasrah saja dengan keadaan yang membuat dirinya hancur. Kasihan sekali anakku, baik dan penurut itu. Tuhan, lindungi dia dan jagalah dia. Tolonglah dia!, batin ibu
Aku orang paling bahagia didunia karena impian dalam hidupku telah diwujudkan Aulia. Mempunyai selusin cucu yang akan membuat ramai rumah! kata batin Papa Alex.
Terimakasih sayang, kamu sudah mewujudkan impianku dan papa. Aku sungguh sangat berharap kamu akan membawa berkah bagi kehidupan kami. Hanya papa yang kupunya didunia ini sayang! Aku janji akan menjagamu!, kata batin Alex.
Dan...
Aku hanya bisa pasrah saja, cepat atau lambat akan menikah juga. Masih begitu belum paham akan arti pernikahan yang seutuhnya itu apa. Bagaimana aku akan menjalani ini semua, apakah aku salah memilih pilihan ini. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi ini. Semoga Allah memberkati setiap langkah kakiku kelak. Amin ya Rabb!,
kata batin Aulia saat ini.
ππππππππππππππππ
Jangan lupa like dan komen ya...
__ADS_1
Selamat membaca ya kak...!?