Istri Imut Om CEO

Istri Imut Om CEO
53


__ADS_3

" kami sudah selesai tanda tangan, selamat ya tuan Clinton anda memang cerdas. Selain itu anda beruntung menikah dan hidup bahagia. Semoga hidup anda beruntung kelak!!!".


Ken mengucapkan ancaman itu dengan sangat bangga dan puas.


" Cukup....!!! Cukup....!!!".


Dengan suara keras dan membentak sambil menepuk meja dengan keras.


Dia kesal dan marah akibat perkataan mereka yg melibatkan aku. Hanya itu yg dikatakan oleh Alex karena kesal dan marah yg hampir meledak.


Ric' sial, tuan muda marah. Harus segera pergi dari sini kalau tidak bisa bahaya...!!'.


Gumam Ric dalam hati dengan was was.


Will" wow, kelihatannya tuan Clinton sedang kesal ya. Bagaimana kalau kutraktir minum di Bar sebagai ucapan selamat, bagaimana tuan?".


Will memancing kemarahan mereka,


Ken' sepertinya kau sengaja Will, apa rencanamu sekarang ini. Merepotkan sekali jika berurusan dengan Clinton group, berbahaya jika salah langkah. Hei Will kumohon hentikan perkelahian ini, aku sudah mulai lelah menghadapi egoismu yg tidak ada arah. Alex tidak akan melepaskan kita, percayalah!'.


Gumam hati Ken seakan ingin menyudahi perkelahian yg baru saja dimulai dan disulut oleh pihak mereka.


" Istriku baik baik saja, bagaimana denganmu. Apakah didunia ini tidak ada wanita yg pantas untukmu? Huh?".


Kata Alex tiba tiba membuat mereka semua kaget, terutama Ric.


' tuan muda, anda yg menyulut perang ini. Bagaimana bisa anda terpancing ucapan murahan mereka semua. Gawat, kali ini tidak bisa menghindar lagi. Sepertinya akan ada pertumpahan darah...!!!'.


Gumam Ric mulai takut dan risau sambil menggerakkan gigi dengan geram.


Will" istrimu memang cantik itu sebabnya aku tertarik padanya. Dan yg jelas, tubuh istrimu menggoda sekali. Begitu wangi dan membuat aku selalu bergairah jika mengingatnya kembali, oh kenyalnya..!".


Will berkata tanpa ada jeda, sambil senyum-senyum sinis mengingat dan membayangkan aku entah bagaimana.


" Oh tentu istriku menggoda semua pria, dia cantik dan baik. Sempurna bukan? Tapi sayang dia gak pantas buatmu, yg jahat, menjengkelkan dan menyebalkan!".


Alex mengatakannya tanpa gentar sambil senyum menyeringai membuat Will kesal.


Braaak.....!!!!💢


Will menggebrak meja dan menodongkan pistol kehadapan Alex, sontak membuat Ric juga merespon cepat dengan menodongkan pistol juga.


" Sialan kau! Kau yg merebut dia dariku, saat tidur dia selalu mengigau dan memanggil manggil namamu saja. Aku kesal...aku marah kenapa kau begitu beruntung. Apa baiknya kau!!! Hah?".


Suara teriakan Will terdengar sampai ruangan sebelah.


Seketika anak buah Will masuk dan menodongkan pistol kearah mereka.


" Mau bermain denganku? Kuladeni!!".


Alex menjentikkan jari dan seketika anak buah Alex juga muncul dan memecahkan kaca jendela gedung.


Ken kaget dan tidak bisa membayangkan darimana dan bagaimana ini bisa terjadi.


" Ken, habisi mereka. Apapun caranya!".


Will berteriak lagi, namun Ken terdiam.


"Akan kuantar kau keneraka William burdock. Kesalahan besar jika kau mengganggu istriku, sialan kau!!".


Kata Alex dengan mata melotot dan kemarahan yg besar.


Dooor......!!!! 👉


Suara tembakan terlepas, Alex kaget dan seketika melihat kearah Ric.


"Ric, kau baik-baik saja?".


Alex panik karena melihat lengan kiri Ric tertembak oleh Will.


Ken juga kaget melihat Will yg terkena tembakan oleh Ric,


" Will, kau tak apa?".


Ken panik dan marah melihat Will tertembak di dadanya.


Seketika Alex melompat sambil menggotong Ric menjauh dari neraka itu.


Baku tembak tidak terelakkan, namun Alex berhasil lari bersama Ric menuju rumah sakit terdekat.


" Saya tidak apa-apa tuan muda, anda bagaimana? Apakah anda baik?".


Kata Ric masih mengkhawatirkan Alex.


" Bodoh kau, aku baik. Kamu harus selamat, bertahan lah Ric...!!".


Alex memarahi Ric karena kuatir sekali.


Ric dibawa dokter keruang operasi guna operasi pengangkatan peluru yg bersarang dilengan kirinya Ric. Alex begitu cemas dan kuatir sekali, bagaimana tidak. Ric adalah orang kepercayaan Alex sejak lama, dia setia dan selalu menjadi bayangan Alex.


End...


Aku sedang minum didapur, tiba-tiba gelasku terjatuh dan berserakan dilantai.


Dag....!!!!


Dig.....!!!

__ADS_1


Dug.....!!! 😣😫


Jantungku berdebar gak tentu dan gak enak rasanya seketika ku ingat Alex.


Kak Rika datang berlari kearahku dan membantuku berjalan menghindari pecahan kaca.


" Kak? Kok perasaanku gak enak ya?".


Aku terlihat pucat dan cemas sekali.


" Ah cuma perasaan saja kan? Jangan takut, semua akan baik-baik saja. Percayalah, jangan takut ya?".


Kata kak Rika sengaja agar membuatku tenang dan gak panik.


" Tolong ambilkan hapeku, aku mau nelpon suamiku. Aku gak tenang kak!!".


Aku memegangi dadaku dengan kedua tanganku dengan erat sekali.


Kak Rika kekamar mengambilkan hapeku dan memberikan padaku yg sedang duduk di tangga.


Ini, ambillah!!!


Kata kak Rika singkat dan berdiri didepanku dengan tatapan mata sedih.


" Ah sial mati!".


Celetukku dengan agak kesal. Ternyata hapeku mati total,


Kak Rika memberikan hape yg kini sedang mendial alex,


Alex : Rika, jaga Aulia dengan baik. Jangan keluar rumah sementara ini. Ric terluka dirumah sakit. Paham!!!


Ku dengar suara panik suamiku itu dengan bicara secepat kilat menyambar.


Aku: sayang ini aku, kamu baik-baik saja bukan? Ric kenapa???


Aku berkata dengan rasa takut,


Seketika Alex menjadi terdiam dan bingung kenapa aku yg menelponnya.


' bukankah ini hape Rika? Kenapa Aulia?'.


Alex menjadi bingung dan panik.


Alex: tenanglah sayang, cuma luka kecil. Aku baik-baik aja kok!!! Oke, tenanglah disana. Aku akan pulang secepatnya!!"


Alex berkata dengan tenang, agar aku tidak panik dan takut.


Aku: aku takut, ada apa sebenarnya? To...long....kata...kan!!!hiks....hiks....!!!"


Suara tangisku membuat dia panik.


Alex: berikan pada Rika sayang,


Dia memintaku memberikan pada Rika untuk berbicara sejenak.


Rika: ya tuan muda,


Rika menyapa dengan tegas,


Alex: jangan biarkan dia sendiri, apalagi kelaut rumah. Kunci semua pintu dan jendela, buat dia nyaman. Ric sedang dirawat, kamu paham bukan?


Rika: baik tuan, saya laksanakan.


Kemudian telpon putus dan kak Rika mengantarkan aku kekamar untuk istirahat sejenak katanya.


" Apa sebenarnya yg terjadi kak?".


Aku bertanya pada kak Rika dengan wajah takut disertai bingung.


" Hari ini mungkin masih hari keberuntungan kita, mereka menemui keluarga Burdock. Untuk mengakuisisi perusahan, itulah yg terjadi...!!".


Kak Rika menjelaskan dengan pelan.


Air mataku mengalir dan aku nangis sengkukan karena sedih.


" Kak, aku gak mau mereka terluka. Will dan Ken itu kejam kak. Akan kubunuh mereka sekeluarga, akan kuhabisi mereka jika berani macam-macam!".


Kataku dengan penuh kebencian.


" Ah....sabar lah. Semua pasti ada jalan keluarnya. Percayalah padaku!!!".


Kata kak Rika memberikan aku semangat agar aku tidak patah semangat.


Kak Rika keluar dan membiarkan aku istirahat dikamar seorang diri,


Lalu aku menggunakan telpon dikamar untuk menelpon orang tuaku.


Tut.....Tut.....!!! ☎️


Ibu: ya, ini siapa?"


Aku mendengar suara ibu yg sudah lama tidak kudengar sejak aku menikah.


Aku: Aulia, bagaimana kabar ibu?"


Air mataku menetes,

__ADS_1


Ibu: baik, kamu sayang? Masih mual?"


Ibu sangat mengkhawatirkan aku.


Aku: ibu, aku baik. Tapi keadaan kami tidak. Bisakah ibu mendoakan aku agar selamat, aku butuh Restu ibu....!!".


Kataku dengan lembut,


Ibu: iya ibu doakan. Ayahmu juga akan mendukungmu sayang. Jaga dirimu dan anakmu, jaga suami mu syg....!!!?".


Aku: iya ibu, aku baik-baik saja. Ibu kan gak lupa kalau aku ini juara satu sebagai snipper di negeri ini ketika SMP?


Aku kembali mengingatkan ibu akan prestasiku yg dulu kuraih.


Ibu: tentu ibu ingat syg, kamu yg terbaik diantara yg paling baik dinegeri ini. Jagalah dirimu, jangan sampai terluka, ibu merestui dan mendokanmu!".


Ibu meneteskan air mata.


Aku: iya ibu, akan dihancurkan orang yg berusaha menghancurkan hidupku dan membahayakan keluargaku. Ibu....?".


Aku menelan air liurku dan sengkukan.


Ibu: iya sayang?".


Ibuku juga menangis, ibu pasti sudah paham akan maksud dan hatiku apa.


Aku: aku pergi ibu, jaga diri ibu?".


Aku menutup telpon.


Aku mengganti baju, memakai jeans selutut dan kaos biasa.


" Kak Rika kemarilah, cepat!!!".


Aku berteriak dari lantai atas.


Kak Rika menghampiriku dengan tatapan aneh dan bingung.


" Kak, aku butuh bantuanmu....!!!".


Kataku agak tegas dan nyaring.


" Ya ada apa? Perlu apa?".


Kak Rika menatapku dengan menaikkan alis sebelah dan bengong.


" Katakan jujur kak, dimana ruang persenjataan milik suamiku?".


Kataku dengan tegas.


Kak Rika hanya bengong dan diam.


" Dimana dia menyembunyikan senjata api miliknya, kak pasti tahu bukan?".


Kataku membentak dia dengan tatapan mata tajam dan mengerihkan. Membuat dia ketakutan dan pucat.


"Iya baik nyonya, ikuti aku!!".


Kak Rika membawaku kesebuah ruang rahasia bawah tanah.


Sampai disana aku memakai baju Anti peluru dan memeriksa berbagai senjata.


Aku sibuk memasukkan bom, peluru dan senapan kedap suara.


" Anda mau apa dengan itu?".


Kak Rika bertanya dengan gugup.


" Membalas dendam kepada keluarga Burdock, kubunuh mereka semua. Siapapun yg membahayakan keluargaku akan kubunuh. Apapun yg menghalangi jalanku akan kusingkirkan, apapun itu rintangan dijalani akan dihancurkan!".


Sambil menggerakkan gigi.


" Tapi, anda tidak bisa keluar! Tuan muda melarang anda keluar rumah!".


Kata kak Rika dengan terbata bata.


" Jangan kuatir kan aku kak Rika, aku akan baik baik saja. Aku kuat dan mampu kok, sekedar tahu saja kak. Aku juara satu dinegri ini sebagai snipper ketika SMP, masih ingat A.Slavina Wijaya? Itu adalah aku, dan pemerintah menyembunyikan kebenaran aku....!!".


Kataku sambil memasukkan pistol kedalam tas dengan sigap memeriksa semua keadaan yg akan kubawa.


Kak Rika terkejut dan hanya diam,


' A. Slavina Wijaya, benar aku pernah dengar. Tak kusangka adalah dia, tuan muda pasti tidak tahu akan hal ini. Gawat....sungguh celaka aku!!!'.


Gumam kak Rika dalam hati mulai takut.


" Aku butuh mantel anti peluru dan jaket yg lumayan tebal. Aku takut anakku akan kedinginan. Sepertinya ku juga harus pakai celana panjang Armi saja. baiklah....!!!".


Aku memakai pakaian yg tersedia, seperti akan terjadi perang dunia saja.


" aku ikut, kita sama-sama! Aku bukan sniper tangguh tapi aku kuat dan bisa diandalkan!".


kak Rika juga mengganti baju dan menyiapkan tas untuk senjata.


Aku tersenyum dan bahagia,


" terimakasih kak, aku jadi semangat 45*!".

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen ya.



__ADS_2