Istri Imut Om CEO

Istri Imut Om CEO
89


__ADS_3

Alex terdiam sejenak dan teringat akan tawa Aulia, meski sepintas tapi berhasil membuat mood Alex bagus kembali. Dan dia berdiri, menarik nafas dalam. Kemudian dia berjalan kedepan komputer lalu minum secangkir teh hangat yang tersedia sejak tadi.


" Dinginkan dulu pikiranmu! Aku tahu itu sulit bagimu, tapi percayalah kami akan selalu ada buatmu. Kita sahabat bukan?".


Kata Ell memberikan semangat.


" Iya aku tahu!".


Kata Alex dengan dingin.


Malam pun tiba, Aulia kembali kerumah ibunya ditemani oleh Ric dan beberapa pengawal.


" Ibu, ayah aku merindukan kalian. Untuk beberapa hari aku akan tinggal disini boleh?".


Tanya Aulia dengan pelan.


" Loh nak Alex mana sayang?".


Tanya ayah dengan polos, maklum tak ada yang tahu akan yang terjadi.


" Tuan sedang dinas keluar negeri, beberapa hari akan kembali...!".


Kata Ric dengan sigap dan tegas.


" Oh begitu, baiklah. Mungkin dengan disini ada Aulia jadi lebih ramai lagi bukan?".


Senyum ayah mekar,


" Terimakasih ibu...ayah!".


Kata Aulia dengan senyuman lebar.


" Iya, ibu jadi ada kawan. Istirahatlah disini, kamu sedang hamil tua nak! Mau melahirkan disini juga boleh, ayah dan ibu sudah tak sabar menunggu cucu kami lahir!".


Kata ibu dengan bahagia sekali.


" Ayah juga tidak sabar menimang cucu ayah, sebentar lagi jadi kakek dan nenek. Makasih sayang!".


Kata ayah lembut dengan wajah bahagia, ayah memeluk Aulia erat.


Ric yang melihatnya hanya bisa tersenyum kecil, lalu mereka makan malam bersama dirumah yang sederhana dan kecil itu. Meski demikian rumah itu adalah surga pertama Aulia, karena sejak kecil sampai dewasa lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengan bahagia.


Selesai makan Aulia memesan beberapa camilan dari ojek online. Ya karena dia ingin berkunjung kerumah sahabat sekaligus kakak baginya itu, siapa lagi kalau bukan sang Idola yang baru tenar... Yuke.


Ting....tong....!!!πŸ’’


Salah seorang pengawal masuk dan berbisik kepada Ric yang sedari tadi duduk disudut ruangan tamu. Karena sehabis makan mereka bercanda ria diruang tamu sambil melihat tv bersama.


" Ya baiklah, keluar!".


Kata Ric kepada pengawal itu.


Ric mendekati Aulia dan berbicara dengan pelan nan sopan.


" Nyonya ada ojek online diluar. Anda ada memesan sesuatu?".


Tanya Ric lembut.


" Ah iya aku lupa, tolong tunggu sebentar. Aku akan keluar!".


Kata Aulia dengan bahagia.


" Baik nyonya saya tunggu diluar!".


Kata Ric lagi dan keluar.


Aulia mengambil beberapa lembar uang dan keluar mengambil pesanan barang tadi.


" Pak? Totalnya berapa semua?".


Tanya Aulia menghampiri ojol.


" Semua total 457 ribu buk!".


Kata ojol itu menjelaskan singkat.


Aulia memberikan lima lembar uang ratusan kepada ojol.


" Ambil saja kembaliannya pak! Terimakasih banyak ya!".


Kata Aulia dengan ramah.


" Nyonya baik dan ramah, syukurlah demikian. Memang nyonya yang terbaik dari yang paling baik!".


Kata Ric dalam hati memuji Aulia. Wanita muda yang baru beberapa tahun ini saja jadi idolanya.


Ric tersenyum dan membantu Aulia membawakan barang itu kedalam.


" Ric yang ini buat temanku yang rasa cokelat. Untuk ayah dan ibu rasa vanila, kamu mau rasa apa?".


Lirik Aulia sambil bertanya.


" Terserah nyonya saja!".

__ADS_1


Kata Ric lembut lagi.


" Ya sudah rasa blueberry, cocok dengan warna auramu yang gelap gulita. Energi negatif, ha....ha...aa!".


Tawa Aulia lebar karena berhasil mengerjai sekaligus meledek Ric. Pengawal yang lain mendengarkan menjadi ingin tertawa karena kaget, tapi mereka memilih menahan tawa dan diam. Karena takut dipecat Ric.


" Ah nyonya! Usil juga padaku, siapa juga yang berani melawan anda. Bahkan tuan yang terkenal kejam level dewa, tersohor melebihi selebritis karena ketampanan dan kekayaan yang setingkat menteri, terkenal dingin bak es di kutub Utara saja bisa luluh dengan anda. Bahkan tidak bisa membantah semua perkataan anda, sudah dipastikan bahwa anda lebih menyeramkan nyonya... Melebihi tuan bukan? Serah ah...!!".


Ric berkata dalam hati kecil,


" Oh ya, sisanya bagikan pada mereka yang diluar. Camilan untuk makan, kan mereka bakal jaga malam bukan? Atur saja seadil mungkin Ric, setelah itu temani aku menemui sahabatku!".


Aulia tersenyum lebar dan mengikat rambut agar lebih rapi.


" Baik nyonya, saya tunggu diluar saja. Anda segera bersiap saja!".


Jawab Ric dan menunggu diluar sambil membawa bungkusan untuk para pengawal yang berjaga didepan sejak tadi.


Lalu Aulia pamitan pada ayah dan ibu untuk kerumah sebelah menemui sahabat karibnya, ibu dan ayah tersenyum dan mengijinkan.


" Ayo Ric, kita berangkat?".


Kata Aulia berjalan keluar sambil membawa bungkusan tadi.


" Nyonya silahkan!".


Kata Ric dengan nada heran dengan penampilan Aulia yang biasa saja.


" Rumahnya disebelah kok, kamu juga sudah bertemu dia bukan. Tak usah bawa pengawal, hanya kau dan aku saja ya. Jangan membantah, atau kau akan tinggal!".


Kata Aulia mengancam Ric dengan sungguh-sungguh dengan mata melotot penuh.


Ric heran dan mengikuti langkah Aulia dari belakang dengan wajah heran dan melihat aneh sikap Aulia.


" Om.... Tante.... Selamat malam!".


Teriak Aulia dari luar sambil mengetuk pintu kuat.


" Sebentar...! Siapa ya?".


Jawab dari dalam rumah dengan teriakan juga. Ya ibu Yuke membukakan pintu dan kaget.


Kleeek.....!!! πŸ’’


Pintu terbuka dan ibu Yuke kaget, langsung memeluk Aulia sambil tersenyum lebar. Seperti menang lotre saja sih...!


" Ya ampun Aulia sayang? Apa kabarmu nak? Ayo masuk! Kami baru saja siap makan malam!".


Ibu Yuke membopong Aulia dengan begitu ramah dan hangat.


" Aulia? Ya ampun om sampai tidak tanda lagi dengan kamu. Sudah mau jadi ibu rupanya, selamat ya sayang. Kamu sehat nak?".


Tanya ayah Yuke ramah dengan senyum lebarnya.


" Iya sehat kok. Syukurlah om dan Tante juga sehat ya kan? Ini kue, semoga om dan Tante suka!".


Jawab Aulia hangat, sambil memberikan bungkusan tadi.


" Tapi....?".


Orang tua Yuke melirik kearah Ric yang diam berdiri seperti patung dibelakang Aulia dari awal masuk.


" Oh iya, aku paham. Dia Richard sekertaris pribadi suamiku om. Selama aku disini dia yang akan menemani aku loh Tante. Ayo Ric perkenalkan dirimu, kamu bukan patungkan? Hei...?".


Aulia mencoba membuat Ric kaku, dan tersenyum kecil.


" Perkenalkan ibu dan bapak. Saya Richard sekertaris pribadi tuan Alexandra Clinton suami dari nyonya Aulia. Salam kenal!".


Kata Ric dengan ramah sekali meskipun menyapa dengan wajah ketat, dingin dan menyeramkan.


Orang tua yuke hanya bisa tersenyum kecil dengan rasa takut. Ya setelah mendengar nama Alexandra Clinton jantung mereka seperti tersengat listrik dan ketakutan seketika, mau membantah takut disingkirkan. Jadi serba salah saja rasanya.


" Mimpi apa aku kedatangan tamu malam-malam anggota keluarga Clinton yang super Sultan itu?".


Ibu Yuke berkata dalam hati.


" Ya Tuhan, ternyata Aulia istri keluarga Clinton. Tak bisa sembarangan lagi kalau bicara nanti kepala kami bisa dipenggal!".


Papa Yuke juga berkata dalam hati.


" Yuke mana ya om? Belum pulang atau sudah tidur!".


Tanya Aulia seperti biasa.


" Iya sebentar lagi bakal turun...!".


Kata ibu Yuke dengan ramah.


Kemudian tak lama Yuke turun dari lantai 2 dan kaget melihat Aulia ada disitu, langsung saja dia lari dan memeluk Aulia dengan erat.


" Lia, sejak kapan? Sudah lama?".


Suara Yuke begitu ramah, baik dan ceria menyapa Aulia, meskipun sebenarnya dia kaget bukan main.

__ADS_1


Seketika Ric memegangi tangan Yuke dan hendak melepaskan pelukan Yuke yang menurutnya adalah larangan dari Alex.


" Lepaskan tangan anda, sebelum saya patahkan! Paham?".


Suara Ric begitu menakutkan dan Yuke menjadi pucat.


" Hei apa ada yang salah?".


Kata Yuke kaget dan melotot.


" Ric, dia sudah seperti kakak bagiku. Ini perintahku, kau harus memperlakukan mereka seperti memperlakukan keluargaku. Jangan mengeluarkan kata-kata yang menyeramkan seperti itu!".


Jawab Aulia dengan tegas dan menepuk pundak Ric, lalu Aulia tersenyum kecil dan mengajak mereka duduk bersama. Ric hanya melongo dan kaget saja.


" Hei apa aku tak salah dengar tadi? Ataukah pendengaran ku sedang bermasalah? Ya Tuhan...!".


Kata Ric dalam hati, masih diam.


" Yuke? Bagaimana hasilnya? Bereskan? Sabtu akan ada pesta pernikahan kak Indah. Kamu datang ya sama teman bandmu, ya hitung-hitung balas budimu padaku!".


Kata Aulia dengan senyuman licik,


" Iya boleh, lagian jadwalku kosong. Nanti akan aku sampaikan pada manager, dimana?".


Tanya Yuke dengan nada bahagia, ya Yuke kenal dengan kak indah. Karena ibu Yuke sering belanja ditoko sayur itu sewaktu Aulia bekerja paruh waktu kemarin dulu.


" Nanti akan ku share lock Sabtu pagi, yang tampan ya. Jangan telat, kasihan kak indah bisa nangis!".


Kata Aulia lagi meledek Yuke dan mereka tertawa bersama.


Jam berlalu begitu cepat, Aulia kembali kerumah untuk istirahat. Karena tidak bisa terlampau capek, sebelum tidur Ric memberikan susu dan obat yang dibawa dari rumah sakit tadi. Kebanyakan vitamin dan zat besi saja, khusus ibu hamil.


Lalu setelah Aulia tertidur pulas, Ric keluar kamar dan memberikan kabar kepada Alex bahwa Aulia baik-baik saja. Alex begitu bahagia mendengarkan berita baik, dan membuat mood Alex kembali baik.


Semalaman penuh mereka berjuang untuk mempertahankan bisnis dan perusahaan , Ell, Fei, Rika dan Alex terus berjuang mengikuti perkembangan laju saham. Dan karena lelah mereka juga ikut tertidur pulas didepan meja komputer, tanpa disadari sih.


Pagi cerah merona, matahari mulai menampakkan cahaya keemasan dari ufuk timur. Perlahan tapi pasti, mulai membuka tabir, menelan seluruh embun secara perlahan dan menjadikan embun pagi menjadi tetesan air langit yang begitu bening, jernih dan berkilau bagai berlian. Begitu indah, membuat hawa dingin bertukar menjadi sejuk. Hampir setiap insan yang menghirupnya menjadi lebih dan lebih baik lagi pastinya.


Aulia membantu ibu mempersiapkan sarapan pagi, Ric juga ikut membantu sebisa yang dia kerjakan saja. Ayah sibuk membersihkan taman belakang bunga dibantu beberapa pengawal, dan beberapa dari mereka tetap berjaga-jaga disekitar rumah.


" Hari ini biar Aulia istirahat saja dirumah, mau ditemani ibu tidak?".


Tanya ibu sambil menata piring diatas meja untuk sarapan.


" Ah tidak usah repot ibu, pergilah bersama ayah. Aku dan Ric akan dirumah, sore hari nanti aku akan menyusul ibu, kalau bosan. Hee!".


Aulia berkata polos seperti biasa.


" Iya terserah saja, asalkan kamu suka. Sekarang toko ramai nak, ya lumayanlah semenjak banyak barang sembako masuk!".


Kata ibu lagi sambil mengaduk teh.


" Oh syukurlah ibu. Aku senang, nanti bawa saja beberapa teman. Asalkan ada Ric, aku tak takut!".


Kata Aulia polos lagi.


" Ah nyonya! Terimakasih atas kepercayaan anda kepada saya!".


Kata Ric tanpa sadar, membuat Aulia tertawa lebar lagi.


Dari kejauhan sana, diperbatasan tambang. Banyak pasukan yang sedang berjaga, siap siaga seperti mau perang saja. Macem betul saja Perang Dunia ke3 akan pecah?


" Roy, mulailah perang! Siapkan!".


Kata pria paruh baya itu.


Roy berjalan menuju brankas dan memakai baju perang lengkap, baju Anti peluru, bom dan pistol. Dia berjalan dan memacu mobil dengan kecepatan tinggi menuju lokasi dimana perang akan dimulai, lokasi tambang adalah aset dimana sebagian besar penghasilan keluarga Clinton berasal sejak dulu. Seperti memang akan terjadi perang besar disana...! Seram ah😭


Alex terbangun dan mengirim pesan singkat kepada Ric πŸ“©


" Tolong jaga istriku, pastikan dia selamat. Jika aku tak kembali, tolong jaga dia. Pastikan dia melahirkan bayi kami dengan selamat dan sehat. Jangan katakan apapun padanya yang menyedihkan, berjanjilah Ric...! Aku percaya padamu selalu...!".


Ric menerima pesan dan membacanya, seketika raut wajahnya berubah sedih. Aulia yang menyadari akan hal itu curiga dan dia mulai bertanya lagi.


" Ada apa Ric? Apakah itu Alex?".


Tanya Aulia dengan senyuman bahagia, dia berharap kabar baik dari Alex yang didengarnya.


" Iya nyonya, tuan akan segera kembali begitu pekerjaannya selesai. Tuan pesan agar nyonya menjaga kesehatan dan rajin olahraga ringan. Sabar ya nyonya!".


Kata Ric, menatap wajah Aulia dengan sedih dan terharu.


" Iya, akan! Terimakasih Ric!".


Jawab Aulia lagi.


" Aku tahu bukan itu pesannya! Tapi biarlah, aku hanya bisa berdoa kalau kamu dan mereka sehat selalu dan tuhan mempermudah langkah kalian semua yang sedang berjuang diluar sana. Semoga saja...!".


Dalam hati kecil Aulia berkata sendiri, dia hanya bisa diam saja.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa like dan komen ya kak! Mudah-mudah bisa thoor balas komennya satu persatu. Semoga kita semua sehat selalu. Amin.

__ADS_1


Love buat pembaca setia❀️


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2