Istri Imut Om CEO

Istri Imut Om CEO
13


__ADS_3

Hari ini, Senin. Aku ujian akhir semester, aku pergi kesekolah naik Ojol. Gak sarapan dan masih marah pada Alex, aku pergi kesekolah jam 6.30 pagi. Aku hanya pamit pada papa, sewaktu si om_ galak sedunia mandi aku lari.


HPku berbunyi dan kulihat Chat WA


Alex: kamu dimana?


Aku: sekolah, kenapa?


Alex: secepat itu syg? Kamu masih marah? Ya kan?


Aku: tidak, aku mau ujian.


Alex: ya sudah pulang ujian, saya jeput.


Aku: gak usah, aku benci om.


Setelah itu hp kumatikan saja.


Alex begitu kesal karena hp ku gak aktif.


Setelah itu ujian dimulai dan berakhir jam 10 pagi, aku langsung berjalan menuju tempat kerjaku waktu dulu.


Sampai disana....


Buk" eh neng Aulia? Apa kabar? Kenapa gak ada kabarnya? Kemana aja?"


Pertanyaan itu bertubi-tubi keluar dari mulut ibu pemilik toko.


Aku" iya buk...maaf lah ya. Aulia sibuk, oh ya Aulia kemari biasalah....boleh?"


Aku menebar senyum kepada semua pelanggan ku.


Buk" iya neng, silahkan. Ganti baju dulu, sudah sana cepat neng....!!"


Aku berlari kedalam dan ganti baju.


Aku sudah mempersiapkan semua tadi subuh, aku membawa baju ganti. Aku makan siang ditoko karena gak bawa bontot. Ibu pemilik toko memang baik dan ramah, dia sudah menganggap aku seperti keluarganya sendiri.


Malam hari tiba, hingga magrib aku belum juga pulang karena biasa toko tutup jam 8 malam. Ibu pemilik toko gak bertanya apapun kepadaku kenapa menghilang selama ini, seperti biasa dia membawakan aku beberapa macam sayuran untuk dibawa pulang.


Ya...aku minta digaji harian. Karena toko rame hari ini aku mendapatkan gaji 30rb dari ibu pemilik toko. Sehabis isya kami tutup dan aku pun pulang.


Ditengah jalan aku menghidupkan hp dan menerima begitu banyak panggilan tidak terjawab dan pesan masuk. Tentu, si om_galak sedunia yg paling dominan.


Ting....tong.....ring.....ring.....!!


HPku berbunyi dan kuangkat.


Alex: kamu dimana....?


Suara bentakan yg kudapat, membuatku terkejut setengah mati.


Aku: dijalan mau pulang.....!!


Jawabku tegas karena kesal,


Alex: Aulia...kamu tega ya....!!!? Sekarang....juga share lock....!!! Tunggu aku disitu sampai datang....!!!


Alex begitu marah padaku, seperti akan membunuhku saja. Suaranya begitu marah dan kesal padaku.


Aku: baiklah. Aku naik angkot saja, gak usah jemput aku. Dasar galak sedunia!


Jawabku tegas dan kesal juga.


Alex: Aulia....jangan keras kepala kamu!!! Ini sudah malam, paham.....kamu??


Begitu marahnya Alex padaku


Belum lagi selesai kumatikan HPku dan naik bis umum saja. Dari tempatku kerumah memerlukan waktu sejam,


Aku" biar tahu rasa!!!? Dasar om_galak sedunia. Rasain loh? Seenaknya saja!!"


Bulu kudukku merinding, membayangkan raut wajah Alex yg sedang keadaan marah itu. Aku teringat waktu kejadian di kantor kemarin. Seluruh hawa pembunuh keluar dari tubuhnya, matanya sangat tajam dan menyeramkan sekali.


Alex mencari titik lokasi ku dengan GPS dan mencariku keluar dengan beberapa pengawal yg terkuat yg dimiliki keluarga Clinton yg terkenal itu.


Yang benar saja, ketika aku turun dihalte bis dan mau nyambung dengan bis lain. Kuturun dan begitu kagetnya, Alex sudah duduk dibangku halte bis. Aku terkejut dan langsung lari....tapi malah ditangkap pengawal Alex.


Aku" lepas....lepaskan aku. Kalian salah orang tahu....lepas....!!?"


Kepala pelayan" nyonya, tuan marah loh. Maaf ya jika kami kasar!!"


Kepala pelayan hanya tertunduk.

__ADS_1


Alex" masuk ke mobil sekarang....!!! Cepat....Aulia....!!?"


Suaranya membentakku dengan keras, kulirik dia sejenak.


Benar, amarahnya seakan mau menelan aku hidup- hidup. Matanya tajam dan membuatku seperti tawanan saja yg bersalah dengan masa hukuman 100thn.


Aku masuk ke Ferrari Hitam miliknya, dan memberikan belanjaan ku kepada kepala pelayan itu.


Aku" pegang ini dan taruh didapur!!"


Seketika aku merasakan ketakutan setelah duduk didalam dan Alex masuk.


Aku' mampus aku, dia marah betulan!'


Ketakutanku merajai hatiku,


Alex tidak berkata apa2 padaku selama perjalanan kami dan hanya diam saja.


Sampai di depan gang rumah kami berhenti dan dia menatapku tajam.


Alex" kamu kemana saja?"


Alex bertanya lembut meski tak menatap wajahku sedetik pun.


Aku" kerja sambilan seperi dulu!!"


Aku hanya menjawab itu dengan kesal.


Alex" oh ya? Apa uang yg kuberikan kenapa kamu tolak? Apa kurang besar?"


Kesalnya mulai kelihatan padaku


Aku" enggak kok. Aku hanya gak mau aja ngerepoti om. Habis bukannya om marah dan bentak aku kemarin...?"


Aku mulai menarik nafas dalam2


Alex" Aulia...saya gak paham akan jalan pikiran kamu. Sebenarnya...kamu mau saya itu harus bagaimana sih? Aulia...?"


Alex menepuk jidat dan meninju stir mobilnya yg amat mahal itu.


Aku" gak ada. Cuma aku gak suka, nada bicara om itu. Ibu yg melahirkan aku aja yg pernah tuh ngomong kasar, ayah yg membesarkan aku saja gak pernah membentak aku sesalah apapun itu....!!"


Aku mulai tertunduk dan tersedu-sedu.


Alex terkejut dan melihatku yg sudah menangis dengan air mata deras mengalir. Dia begitu kaget dan mulai membelai kepalaku.


Aku" aku benci om, seenaknya saja. Kau menakutiku, jika seperti ini. Jahaaa...**".


Aku terus menangis tiada hentinya dan membuatnya kalah dan mengaku salah.


Alex" baiklah kamu menang? Saya yg salah, maaf ya. Saya akan belajar untuk bersikap baik dan peka, saya akan belajar lebih lembut dan perhatian. Terimakasih kamu masih mau mengingatkan saya!"


Alex memelukku dan aku nangis sengkukan didadanya.


Mulai dari kejadian itu, jikalau Alex kesal dan marah padaku dia hanya diam saja dan gak mau bicara samaku. Hanya senyuman kecil yg kulihat...


End.


Akhirnya acara perpisahan sekolah diadakan. Aku memberikan undangan kepada Alex untuk mewakili ku.


Papa mertua dan Alex yg pergi kesekolah. Tentu saja jadi bahan cakap satu sekolah, kala mobil Alex yg norak itu masuk ke halaman parkir. Semua mata tertuju pada sosok Alex yg tampan dan papa mertuaku yg meski tua tapi masih aja cakep.


Kata Siti Badriah* sebelas dua belas*🤣


Sejak pagi aku sudah berangkat duluan kesekolah diantarkan supir. Setelah sarapan dan aku kembali memastikan bahwa mereka akan datang.


Semua mata menatap sosok Alex yg tampan, pake jeans dan kaos dengan jaket seperti anak band Korea saja penampilan nya. Sementara papa mertua memakai pakaian resmi yaitu jas dan celana hitam seperti mau pergi rapat konfrensi meja bundar saja.


Alex membawa buket bunga mawar merah yg indah dan cantik. Semua orang tua dan wali duduk pada posisi yg telah ditentukan. Alex dan papa kebetulan dapat posisi duduk paling depan, guruku dan teman2 semua menatap Alex dengan penasaran.


Murid" Kya.....Kya....tampan sekali om itu. Bukankah itu pria yg sering masuk majalah dan koran?"


"Seperti artis aja tampan nya, itu wali siapa ya? Penasaran aku?"


" Beruntung nya bisa melihat Alexandra Clinton, pria paling tampan dikota?"


Sally teman sekelas ku bertanya padaku dengan ramah.


Sally" lihat itu Aulia? Ada Alexandra Clinton? Pria idaman semua gadis, sumpah beruntungnya bisa lihat langsung. Biasanya cuma di tv dan majalah saja, ada apa dia kemari ya?"


Sally menatap Alex dengan kagum.


Aku" mana ku tahu, tanya aja sana....!?"

__ADS_1


Aku kesal tapi sambil senyum2 sndr.


Sally" sungguh suatu berkah bisa melihat Alexandra dengan begitu jelas, siapapun wanita itu yg menjadi istri nya adalah suatu berkah dari Maha pencipta. Andaikan saja itu adalah aku, alangkah bahagianya hidupku ini menjadi istri dari Malaikat yg tak bersayap itu, haiiih...??"


Sally menghayal entah apa sambil senyum2 sndri gak jelas gitu.


Aku" bagimu dia adalah berkah, bagiku sudah jelas bencana dihidupku. Pria yg mesum, kasar dan overprotektif gitu, siapa juga yg mau jadi istrinya. Hanya Tuhan yg tahu Sally...dia begitu galaknya! Sampai membuatku mual sekali,,,,huek!"


Aku hampir saja muntah membayangkan si om_galak sedunia kalau lagi marah, kesal dan protektif itu. Merinding lah semua bulu kudukku ini.


Sally" jadi beneran kamu gak suka Alexandra Clinton, eh .....Aulia jangan bercanda kamu. Aku gak percaya!!?"


Sally menarik hidungku dengan geram.


Aku" aku gak minat sama dia, sayang nya dia sudah jadi suamiku....Sally gila...!!?"


Nada bicaraku tinggi dan membuat Sally dan yg mendengarkan jadi ketawa geli.


Ha.....ha.....aaaa


Sally" mana mungkin sih? Seorang Alexandra menikahi anak kecil bocah manja seperti kamu jadi istri seorang CEO yg kaya raya...tajir melintir...tampan dan idaman semua orang. Aulia...kamu mimpi ya ..aku mimpi aja gak berani,,,!


Ha....ha....aaa, Sally menertawakan aku.


Aku" terserah aja lah, yg penting aku sudah bilang. Mau bukti gak? Lihat nanti aku duduk ditengah2 mereka, karena hari ini Alexandra Clinton yg kau bangga2 kan itu adalah waliku. He....he.....eee!!"


Aku mengejek Sally dengan menjulurkan lidah kepadanya.


Sally" buktikan saja, aku gak percaya?"


Sally menoyor kepalaku keras, aku hampir aja jatuh terbanting karenanya.


Kepala sekolah" semua siswa harap duduk bersama walinya, acara akan segera dimulai. Harap kerja samanya semua....!"


Aku berjalan kearah Alex dan melambaikan tangan, semua anak terpanah melihatku dan Alex membalas senyumanku dengan begitu lembutnya. Aku duduk ditengah2 mereka, semua mata tertuju pada kami.


Apalagi setelah Alex mencium keningku, tatapan marah dan benci kudapatkan dari penggemar dan fans berat Alex.


Alex" akhirnya kamu lulus juga syg, berarti kita sudah bisa dong buat anak!" Bisik Alex ditelingaku dan aku hanya tunduk saja mendengarnya.


Papa mertuaku tertawa geli seperti menang lotre aja kelihatannya, begitu senang sekali melihatku lulus SMA.


Aku" mesum....genit...dasar kambing ompong. Makan rumput muda??"


Alex mencubit pipiku dan membuat aku dalam masalah.


Puluhan pasang mata menatap kami yg sedang bersenda gurau itu, Sally menjadi begitu marah melihatku seakan gak percaya akan ucapanku tadi...seketika aku menjadi musuh Sally.


Wajar aja....ha....ha....aaa😂😂😂 dia salah satu fans berat si om_galak sedunia...menurutku mereka cewek bodoh. Wong laki uwong sing mesum sing jadi idola...CK...CK....🤣🤣


Selama acara berlangsung, si om_galak mesum selalu menatapku dengan tatapan genit dan senyum2 sendiri. Hampir tiap 5menit dia membisikkan sesuatu ditelingaku yg intinya minta main bola, ingin main ayunan, ngajak adu enjot-enjotan, ngajak berenang di air yg kering dan manjat pohon tumbang.


Ha....ha....aaa🤣🤣🤣 aku hanya ketawa geli saja.


Awalnya aku risih dan kesal sih, tapi lama kelamaan aku terbiasa dengan rayuan maut dan genit nya dia. Masuk kiri keluar kanan, seperti anak kecil yg manja ingin ini dan itu kepada ibunya.


Selama itu pula tatapan mata orang mengarah kepadaku, senyuman Alex yg genit itu mampu menghipnotis orang yg melihatnya, hanya aku saja yg kebal. Bagiku senyum nya bagai virus Trojan dan sudah kuScan pakai anti tirus Avast.


Aku permisi ketoilet untuk cuci muka, lalu Sally menghampiriku.


Aku" papa lagi? Masih penasaran sama idola mu itu? Hadew......sial!!?"


Sally" boleh aku bertemu dengan Alexandra Clinton? Aku fans berat nya!!!"


Aku" iya boleh, nanti kumpulkan saja yg lain nya. Aku akan membawanya kedalam kelas kita selama 10menit, percayalah padaku. Kita masih sahabat?"


Sally" setelah bubar kan?"


Aku hanya mengangguk dan pergi kembali ketempat duduk ku.


Alex" syg, kamu lama sekali. Kenapa gak ajak saya. Siapa tahu kamu butuh?"


Si om_galak sedunia itu menjilat telingaku saat berbisik tadi, membuat ku gagal fokus saja.


Aku" lihat saja nanti, dasar genit??!"


Alex hanya senyum saja melihatku...


Jangan lupa like n komen


Thoor gak enak badan, jadi off seminggu


Maaf ya...

__ADS_1


__ADS_2