
Jam 7 malam, Alex sudah sampai dirumah sakit. Dia pergi bersama Fei menjenguk orang tua pujaan hatinya itu siapa lagi kalau bukan orang tua Aulia yang dirumah sakit.
" Fei...terimakasih ya sudah menemani aku, entah kenapa aku gugup setengah mati. Sewaktu menemui tekan bisnis saja aku tidak segalau ini, kenapa jumpa orang tua Aulia ini bisa gemetaran yah? Fei, katakanlah sesuatu padaku, Fei....? Jangan diam saja kamu?".
Kata Alex berjalan menuju ruangan orang tua Aulia yang sedari tadi membuat dia gugup.
" Kau jatuh cinta pada bocah ingusan, dasar macan tua tak tahu diri? Ingat umurmu sudah tua dan mulai keriput!".
Kata Fei menepuk pundak Alex sambil ketawa geli saja meledek teman nya itu.
" Ya yang benar saja? Kenapa kamu suka mengejekku? Padahal kitakan seumuran, kamu seenaknya saja Fei??".
Kata Alex melotot kearah Fei dengan tajam dan seperti mata ular cobra yang hendak mematuk.
Fei bergedik dan merinding dengan dahsyat nya, hawa dingin dan menyeramkan keluar dari sekejur tubuh Alex dan membuat Fei diam tak berdaya.
" Alex...kau menyeramkan sekali, kau menakutiku dengan tatapan mu? Hei ....?".
Kata Fei dengan nada protes.
Alex hanya diam saja dan meninju tembok dengan keras.
" Kalau begitu besok tak perlu masuk kerja lagi, kamu dirumah sakit saja jadi kepala rumah sakit. Bukankah menyenangkan sekali, biar tahu rasa...? Mau tidak?".
Kata Alex dengan kesal bukan main.
" Hei bro....sabar. Aku bercanda kok. Kamu masih tetap tertampan didunia ini!".
Kata Fei tersenyum kecil dan berjalan lagi.
Sampai diruangan, orang tua Aulia menyambut mereka dengan ramah nya.
" Ah...tuan Alexandra apa kabar?".
Kata Ibu memberikan kursi dan mempersilahkan mereka duduk.
Oh Ya Tuhan, Alex benar-benar gugup. Baru kali ini kudapati wajah Alex yang menggemaskan itu. Luar biasa dahsyat Aulia bagi kehidupan Alex....! Amazing....!!!.
Kata batin Fei keheranan.
" Sehat. Anda bagaimana?".
Tanya Alex meletakkan sebuah bingkisan yang mereka bawa diatas meja dengan sigap.
" Terimakasih banyak sudah mau menjenguk saya, maaf tuan. Saya senang dan berterimakasih atas bantuan anda, besok siang saya akan operasi!".
Kata Ayah mengelus dadanya lembut.
Syukurlah kalau begitu, Aulia pasti senang. awal yang bagus untuk aku mendekati dia. Semoga saja ini pertanda baik bagiku.
Kata batin Alex sambil tersenyum puas.
" Donor jantung nya sudah ketemu, tadi siang dokter yang memberitahukan saya. Terimakasih atas bantuan anda tuan...!".
Kata Ibu menyajikan teh hangat kepada mereka dan beberapa kue manis.
" Terimakasih, tidak perlu sungkan. Saya mau minta ijin untuk Aulia, agar menemani saya makan. Boleh? Tak akan lama kok. Jam 10 sudah saya antarkan pulang. Lagian saya tahu besok Aulia sekolah?".
Kata Alex melirik jam tangan nya dan tersenyum manis tidak sabar jumpa pujaan hatinya itu.
Huh dasar Alex sialan. Aku bakal jadi obat nyamuk mereka malam ini. Habislah aku diomelin oleh istriku? Tuhan....selamatkan aku....yang lemah ini! Alex sialan, seenaknya!.
Gumam Fei sambil menangis menyesali seluruh kelakuan Alex tadi.
Alex meminum tehnya dan berbincang-bincang dengan orang tua Aulia, sambil diselingi tawa kecil. Orang tua Aulia menceritakan tingkah laku Aulia yang masih kekanakan itu dan membuat Alex seketika tertawa lepas dan bahagia sekali.
Ya tuhan. Dia benar-benar jatuh cinta pada anak ingusan itu, jarang sekali melihat Alex tertawa lepas. Dikantor dia seperti macan yang mengamuk setiap saat, begitu dingin dan emosional...tapi sekarang dia begitu bahagia dan senang sekali. Ya...setidaknya dia bahagia sudah cukup bagiku sekarang!.
Gumam Fei dalam hati kecil sambil tertawa melihat Alex yang begitu bahagia sekali.
Jam 8 malam tepat,
Ting...tong....!!! 💬
Alex melirik ponsel dan membaca pesan yang masuk, seketika Alex tersenyum kecil.
" Saya pamitan, mau makan malam dengan Aulia. Terimakasih karena mengijinkan saya mengajak Aulia? Selamat malam pak...buk?".
Kata Alex menyalami kedua orang tua Aulia dan keluar bersama.
Mereka berdua keluar dan Fei masih saja mengomel ini dan itu protes kepada Alex.
" Hei kamu lucu, ya sudah kamu nikmati saja. Aku mau pulang istriku nanti mengamuk padaku karena terlambat pulang!".
Kata Fei berlari sambil meninggalkan Alex sendiri diparkiran.
Ting....!!! Tong....!!!📲
Ponsel Alex berdering keras....💢
My Angel is calling....!
" Dimana? Sudah sampai belum ya?".
Tanya Aulia dengan sopan dan lembut.
" Didepan kamu?".
Kata Alex melambaikan tangan dan Aulia tersenyum.
Aulia menyebrang jalan dan kelihatan tergesah-gesah karena berlari.
" Seharusnya kamu tidak perlu lari Aulia?".
Kata Alex memberikan sapu tangan kepada Aulia yang berkeringatan itu.
" Mau kemana kita?".
Tanya Aulia mengambil minum ditas nya dan meminumnya dengan kencang.
" Kamu capek ya?".
Tanya Alex mulai meredupkan tatapnya dan kasihan melihat Aulia yang bekerja.
" Hm......mm, iya. Tadi toko ramai sekali jadi sibuk sana-sini seperti gosokan kain. Maklum saja, aku cuma bisa kerja yang begituan. Lagian gajinya lumayan lah, buat bantu ibu sedikit-sedikit. Semenjak ayah sakit dan berhenti kerja, aku jarang minta uang ke ibu...harus kerja keras? He...he....eee!!".
__ADS_1
Kata Aulia berkata dengan lembut dan ceria.
Aulia si kecil_Gadis cantik nan molek.
Aulia bertubuh mungil, putih, manis, mata bulat hitam, rambut coklat, badan berisi layaknya bak model lagi jalan diatas Red Carpet di piala Oscar. Meski Aulia belum genap 17 tahun tapi dia sudah berpikir dewasa dan mandiri. Sepulang sekolah biasanya Aulia bekerja di toko kue depan rumah sakit karena cuma jalan 10 menit dari sekolah nya saja. Untuk Minggu mulai pagi sampai jam 7 malam, dia bekerja di toko sayuran dan buah dipasar tidak jauh dari rumah nya.
Pemilik toko sungguh baik dan ramah, setiap pulang kerja Aulia selalu dibawakan bontot sayur mayur oleh pemilik toko karena Aulia terkenal rajin dan sopan kepada pelanggan.
Itulah Aulia yang dikenal oleh orang banyak, baik, ramah, sopan dan cantik. Ayah dan ibu Aulia itu sederhana dan pas-pasan saja, karena ibu Aulia itu seorang penjahit dan ayahnya dulu seorang supir.
Meskipun demikian Aulia tetap jadi anak periang dan ceria, tidak pernah mengeluh ini dan itu. Tidak seperti kebanyakan anak remaja lainnya, yang menghabiskan waktu di Mall atau bermain dengan temannya.
Alex membukakan pintu mobilnya dan menyuruh Aulia duduk. Mobil melaju kedepan tanpa arah.
" Kamu sudah makan belum?".
Tanya Alex membuka percakapan, memecahkan keheningan yang sedari tadi tercipta.
" Belum? Memang kenapa?".
Jawab Aulia melirik jam tangan nya.
" Yuk kita makan, saya traktir kamu. Mau makan dimana kita? Ada ide?".
Tanya Alex terus menatap kedepan dan konsen menyetir mobil Ferarri hitam nya itu.
" Hm....mm aku sih biasanya makan apa saja bisa sih? Yang penting kenyang!!".
Jawab Aulia tersenyum lebar kepada Alex, wajar saja karena Aulia itu masih polos.
Alex tersenyum dan tersentuh akan keplosan Aulia saat ini,
Sungguh jujur menjawab jika ditanya. Anak yang ceria dan mampu membuatku tertawa!.
Kata batin Alex.
" Ah ya sudah, kamu bisa makan sampai kenyang. Kamu bukankah sudah capek kerja seharian? Jadi makan sampai kenyang ya?".
Kata Alex mengelus pucuk kepala Aulia dengan lembut sekali, membuat gadis nakal itu tersenyum.
" Oke deh, tapi kita singgah dulu ketoko buku. Aku mau beli beberapa buku untuk menghadapi ujian UAN? Bisa?".
Tanya Aulia berkata sangat polosnya
Mobil Ferrari hitam berhenti ditoko buku dan mereka masuk kedalam. Semua mata tertuju pada Alexandra yanv tampan menawan itu terlihat Oppa Korea. Semua orang berdecak kagum dan memandangi Alex berlebihan, Aulia hanya tertawa saja melihat Alex yang mengekor dari belakang.
Aulia berhenti didepan tumpukan buku kumpulan soal-soal ujian untuk UAN. Aulia sibuk melihat ini dan itu, semua buku yang dilihatnya bagus semua. Tapi dia akan melotot begitu melihat harga buku yang dipegangnya tadi. Lalu Aulia pasti akan meletakkannya kembali karena dia tahu kemampuan uang nya itu.
Alex yang melihat itu hanya terheran dan cuma bisa senyum saja. Alex melambaikan tangan kepada petugas toko dan akhirnya petugas itu mengekori Aulia juga secara diam-diam atas permintaan Alex.
Kelihatannya Aulia asik sendiri dengan dunia nya, tak sadar bahwa Alex dan petugas toko mengikuti mereka.
" Ambilkan saja apa yang dipegang oleh anak itu. Saya akan bayar semua nya..!".
Kata Alex berbisik kepada petugas itu dengan lemah lembutnya.
Petugas dan Alex masih saja memperhatikan Aulia yang sibuk melihat-lihat. Sebenarnya Aulia suka dengan buku yang dilihatnya berhubung mahal, Aulia hanya melihat saja dan meletakkan kembali.
Ah...kasihan juga dia. Beli buku saja pakai uang sendiri, sudah kerja seharian tapi tidak bisa menghibur dan menyenangkan diri sendiri. Anak yang tangguh dan kuat, sungguh aku merasakan perih melihat dia seperti ini. Hatiku sakit melihat dia menderita dalam tawanya. Aku akan menjagamu Aulia, percayalah padaku. Malaikat kecilku...! .
" Ah...mahal sekali. Sepertinya uangku tidak akan cukup. Ya sudah beli yang kecil saja, lebih murah lagi...! Toh isinya sama saja!".
Kata Aulia mengambil buku yang lebih tipis dan kecil itu. Lalu memeluknya didada dengan sangat bangga dan hati-hati.
" Ambil yang besar saja, bukankah lebih bagus dan kompleks. Biar saya saja yang bayar nanti? Ambil saja sesukamu!".
Kata Alex pelan sambil tersenyum kepada Aulia.
" Tidak perlu, aku tidak mau menyusahkan. Ini saja sudah cukup! Bagus juga...!".
Jawab Aulia memberikan buku yang dipilihnya tadi kekasir, lalu petugas toko itu juga meng-scan buku yang diminta Alex tadi.
" Oh maaf, saya hanya beli satu saja".
Kata Aulia berdecak heran saja, sambil meraba rambutnya dengan lembut.
Kemudian pita rambut Aulia terlepas dari rambutnya lalu terjatuh kelantai. Alex menunduk dan memungutnya, kemudian melihat benda yang dipungut nya itu dengan sedih dan lesu.
Oh tidak? Untuk beli jepitan rambut saja dia tidak punya uang! Sudah rusak begini apa dia masih mau memakainya dirambutnya yanv bagus itu. Sungguh gadis yang tangguh dan rumit, sulit kumengerti sekali bagaimana dia bisa melewatinya beberapa waktu dengan sabar sekali? Anak yang unik dan kuat, aku suka dia...? Sungguh menyentuhku...!.
Gumam Alex dalam hati sambil tersenyum kecil dalam hati, bahagia bercampur aduk dengan sedih.
" Berapa totalnya? Pakai ini!".
Kata Alex sambil mengeluarkan kartu Credit Card.
Selesai membeli mereka keluar dari toko buku dan Aulia masih saja bingung.
" Mau ikut ujian UAN lagi ya? Ha...ha...aaa hoby ya baca yang begituan?".
Tanya Aulia masih dengan ragu.
Aulia hanya tertawa kecil saja sambil meraba tas nya dan menemukan karet pita yang sudah lecek dan buruk sekali.
" Buang saja! Itu sudah jelek dan buruk, nanti kamu akan saya belikan yang baru. Dimana bisa kita temui barang seperti itu? Mall? atau dimana? Saya tidak begitu paham...?".
Kata Alex menggaruk tengkuk lehernya karena bingung dan tak paham dimana barang itu akan ditemukan nya.
" Tidak, dirumah banyak kok. Tiap belanja di warung, pasti dapat karena kan karet gelang itu biasa buat bungkus dan ikat sayur. He...he...e.eee!! Jadi gratis dan hemat!".
Jawab Aulia hanya tersenyum kecil sambil mengikat rambutnya yang tergerai.
Alex sangat terkejut dan heran. Lalu Alex mengambil paksa karet gelang yang ditangan Aulia dan membuang nya.
" Tidak perlu diikat, biarkan saja tergerai. Saya suka rambutmu, bagus..!".
Kata Alex menatap Aulia dengan lembut dan lama.
Aulia hanya terheran...dan tertawa gelak dengan kerasnya sehingga orang memperhatikan mereka dari jauh.
" Kenapa kamu tertawa, Aulia? Hei?".
Tanya Alex dengan suara Alex meninggi karena kesal.
" Anda lucu sih? Mana anda tahu benda macam begini, jangan sakit hati? Makanya anda jangan suka menghayal? Nanti istrinya ngamuk loh, anda tidak takut?".
__ADS_1
Kata Aulia meninju perut kotak-kotak milik Alex dengan manja, membuat Aulia terkejut karena keras dan terasa aneh.
" Ya sudah kita makan dulu?".
Kata Alex membawakan seluruh belanjaan tadi dengan tatapan wajah datar nya.
Dasar bocah, berani mengejek aku. Lihat saja nanti akan kubelikan dia pita rambut satu Truk container. Aku mau tahu dia bisa tidak mengejekku lagi...!!!.
Kata batin Alex.
Selesai membayar mereka langsung menuju parkir mobil didepan toko. Alex membuka pintu mobil dan siap bergerak menuju restoran.
" Aulia...dengarkan saya? Saya sampai saat ini belum menikah. Paham?".
Kata Alex menjadi gugup dan malu.
Aulia hanya terdiam saja dan menjadi serba salah, alangkah terkejut hatinya mendengar si Om tampan masih lajang dan belum ber-Istri juga.
" Loh? Kenapa belom menikah?".
Tanya Aulia kembali menatap wajah Alex yang begitu datar dan tampan nya.
" Belum ada yang cocok. Saya sudah berumur, tua dan tidak menarik. Mana ada yang mau?".
Kata Alex mencoba menggoda Aulia yang masih ingusan dan polos itu.
" Ah umur tidak masalah, yang penting anda sudah mapan. Apa lagi? Mungkin wanita diluar sana buta matanya. Aku saja bisa lihat, anda tampan dan menggoda loh? Ha....ha...!Aku serius. Mohon ampun kepada Gusti Allah. Sing cepet digolek ke bojo sing apik?".
Kata Aulia kembali menggoda Alex dengan kata-kata gombal kidz Jaman Now 😂😂😂
Alex menjadi begitu senang dan bahagia sekali mendengar ucapan dari bibir Aulia yang polos dan lucu itu.
" Aulia...kalau saya suka sama kamu, apakah kamu tidak keberatan bukan?".
Tanya Alex menggoda Aulia lagi dengan licik.
" Tidak mungkin? Aku masih kecil, lagian anda itu suka Aulia dari mana nya sih? Mana mau anda sama anak kecil seperti Aulia yang tidak cantik tapi miskin miskin?".
Kata Aulia langsung merendah, membuat hati Alex begitu pas dan klop kena hatinya.
" Ah itu cuma alasan Aulia saja, mau tidak Aulia jadi pacar saya? Kan kata Aulia saya itu tampan? Hi....hi....iii? Bagaimana?".
Tanya Alex tertawa geli sambil mengelus-elus kepala Aulia dengan lembut.
" Mana mungkin?Aulia tidak cantik, lagian anda mau apa dari Aulia?".
Tanya Aulia manyun kearah Alex sambil mengepalkan tangan.
" Tidak ada sih, habis kamu lucu? Saya suka sama kelakuan kamu itu?".
Jawab Alex tertawa geli sambil menjulurkan lidah kearah Aulia dengan manja nya.
" Dasar nakal deh. Nanti aku bilang sama ibu dan ayah, Aulia dijahatin!".
Kata Aulia manyun dan buang muka saja.
Alex hanya tersenyum dan bahagia sekali ketika bersama Aulia. Mereka menuju restoran makanan Padang.
" Aulia, mau makan apa? Pilih mana yang kamu suka, saya traktir kamu?".
Lalu Alex memberikan buku menu kepada Aulia.
" Oke deh, berhubung anda kaya. Aku mau makan sampai puas malam ini!".
Kata Aulia polos lagi.
Aulia memesan banyak macam makanan yang enak dan lezat sesuai dengan seleranya. Alex hanya tersenyum melihat tingkah bocah yanv telah membuatnya jatuh hati itu.
Tidak lama setelah itu makanan datang, mata Aulia berbinar-binar tanda kesenangan sekali melihat banyak makanan enak didepan mata.
" Kamu makan yang pelan saja, nanti tersedak baru tahu rasa! Jangan tergesah-gesah!".
Kata Alex menatap Aulia yang makan dengan lahapnya sekali tanpa malu-malu.
" Enak, Aulia belum pernah makan puas seperti ini, Terimakasih ya?".
Kata Aulia sambil menyantap makanan itu dengan lahapnya dan penuh semangat.
" Aulia, mau jadi pacar saya?".
Tanya Alex kembali mempertanyakan hal yang diluar jangkauan bocah kecil.
" Nikah saja sekalian, tanggung sekali. Aku tidak mau pacaran, nanti hamil duluan atau rusak. Makan hati...sakit hati...seram? Tanggung sekali? Ha....aaa aku bercanda!!".
Kata Aulia menggoda Alex lagi.
Rasain sih Om gatel... ayo jawab sekarang dong. Dasar, masih suka sama anak kecil? Bocah pula? Seenaknya saja berbicara! Huh!.
Batin Aulia sambil menyantap makan enak.
" Kamu mau langsung saya lamar terus nikah begitu? Boleh sih, kapan kamu mau saya oke saja? Nanti saya siapkan semuanya!".
Alex melanjutkan makan dan menatap Aulia dengan tajam.
" Oke, nanti lamar Aulia secepat nya. Oh ya, anda kenapa terburu-buru? Ada apa? Kalau bisa Aulia bantu? Ayo katakan?".
Tanya Aulia selesai makan dan memperhatikan wajah Alex yang tampan itu.
" Pulang nanti saya singgah, saya bakal lamar kamu langsung didepan orang tua mu. Oke, tidak bisa ditawar?".
Kata Alex makan dengan tenang sambil memperhatikan wajah Aulia yang memerah.
" Anda tidak seriuskan? Aku bercanda tadi, anda itu tidak lucu tahu?".
Kata Aulia semakin kaku saja ketika menatap wajah Alex yang dingin itu.
Selesai makan mereka kembali kerumah sakit, mereka hanya diam saja tanpa suara. Sesekali mata mereka bertemu dan Aulia lah yang menundukkan kepala.
Aulia masuk keruangan ayah Aulia, dan duduk disamping ayahnya. Aulia duduk didepan ibunya sambil ketakutan ketika Alex tersenyum kepadanya dengan sinisnya.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa like n komen ya😂😂😂
__ADS_1