
Akhirnya kami kembali ke rumah kami, home sweet home. Lalu kami kami paking pakaian untuk otw kerumah ibu.
Sore hari kami tiba, masih saja dengan perban dipaha dan wajahku penuh luka gores. Sontak membuat ibu dan ayah kaget separuh mampus.
Ibu" sayang kamu kenapa? Apa yg terjadi dengan wajah dan tubuhmu? Hah??".
Ibu memeriksa tubuhku dengan cermat.
" Ah ibu sakit tahu, ibu mau aku mati?". Kataku sambil meringis kesakitan.
" Kamu perang dinegara mana sih? Kamu bertempur dibagian sebelah mana? Kenapa semua tubuhmu lebam? Hah?".
Ibu menepuk jidatku dengan kuat.
" Iya sayang?! Sebenarnya kamu ngapain sih, kenapa kalian berdua penuh memar dan luka seperti Mumi sih? Jawab?".
Akhirnya ayahku keluar juga suaranya membentak kami.
Aku hanya diam melirik Alex,
" Maaf ibu...ayah. Kami berburu dihutan kota sss, lalu kami jatuh terduduk dilembah dan terguling kedalam kubangan air dan lumpur. Akhirnya kami berdua seperti ini.....maaf ya, maaf...!".
Alex meminta maaf dan bersujud didepan orang tuaku, seketika orang tuaku juga rubuh dan meminta maaf.
Aku heran siapa salah...siapa benar? π
Kami masuk, aku, Alex, Rika dan sopir. Kami bergegas membenahi kamar yg akan kami gunakan. Aku dan Alex dikamarku dulu, sementara kak Rika dikamar bersama ibu. Bapak dan sopir tidur diruang tamu diatas sofa.
Maklum lah, rumah lamaku kecil. Sederhana tapi nyaman, begitu hangat dan menyenangkan. Membuat siapapun ingin berlama lama dan betah jika menginap dirumah kami.
Mungkin.......???? ππ
Hanya satu orang yang akan mengeluh ini dan itu, maksudnya....
Yang panaslah....
Maklum rumah ku gak ada AC, cuma kipas kecil dan butut tergantung didinding kamar ku yg kecil ini.
Yang kasurnya kurang lebar lah....
Maklum cuma kasur 5 kaki, itupun tikam kapuk yg udah bolong sana sini. Sudah dipastikan dia bakal gak bisa tidur karena keras, tidak seEmpuk Spring Bed.
Maklum saja, kami gak mampu beli.
Yang sempitlah.....
Ya iyalah, dia tidur lasak sekali. Mana kakinya panjang...gantung dikasurku. Kupikir lebih baik itu kaki dibawa ke tukang las aja. Biar diGrenda dikit ajaπ
Pokoknya hanya satu orang yg belum terbiasa dengan keadaanku ini. Siapa lagi kalau bukan CEO galak_garang?πππ€£
Aku membawakan teh jahe kesukaan nya kedalam kamar dan kaget.
" Sayang kamu kenapa duduk dilantai? Kan ada kursi kayu? Ayolah pindah!!!".
Pintaku dengan sedikit genit, main mata dengan suami kan gak dosa sih?!
" Duduk dibawah lebih asik, pake tikar saja kan bisa bebas mau guling sana sini. Bukankah kamu juga suka ditaman selonjoran seorang diri pake tikar???".
Katanya dengan wajah polos,
Alhasil berhasil membuatku tertawa!!!
Ha....aaa!!!
Ha....aaa....aaa!!!?
Aku tertawa dan memberikan dia segelas teh jahe dengan cemilan kue pancung.
" Ini kue apa lagi sih? Gak beracun kan?".
Katanya menatap aneh kue yg kubawa.
" Ini enak tahu? Kalo gak mau gak usah makan? Aku saja sudah kurang!!! Huh?".
Aku makan kue itu dengan cara dicelup sedikit kedalam gelas, lalu dimakan.
Aku memakannya perlahan dengan santai, sesekali kulihat dia penasaran dengan rasanya.
" Baiklah....!!! Baiklah..... Aku coba dikit!".
Katanya agak mewek.
Nyam......!!!!
Nyam.....!!!
' eh...? Kok enak sekali ya? Rasanya gurih dan manis. Ini enak sekali...!!'.
Gumamnya dalam hati kecil.
" He...hee.....eee, enakkan sayang!? Kamu aja yg sok gak mau? Ini kue kampung, kue jaman dahulu, kamu mana tahu kue yg ginian! Orang kaya pula...he...eee!!".
__ADS_1
Kataku dengan nakal mulai menggodanya dengan santai.
" Kamu kapan masuk kampus lagi?".
Katanya tiba tiba serius.
" Besok siang? Kenapa sayang?".
Aku menatapnya lembut.
" Kamu dah baikan ya? Kalo masih lemas gak usah masuk, suruh aja teman kamu itu yg mewakili dan mencatat semua pelajaranmu. Diakan bisa diandalkan!".
Tumben dia teringat akan kuliahku dan ingat dengan sahabatku itu.
" jangan bilang kamu cemburu kepada Yuke, hanya dia.sahabatku sejak kecil! Dia baik loh, oh ya bagaimana dengan mobilku? Aku gak butuh lagi, aku naik mobil yg ada saja. Aku bisa memohon kepadamu tidak?".
Tanyaku dengan lembut dan manja.
Seketika dia serius dan menatapku,
Ya ada apa sayang!!!?
Tanyanya dengan lembut.
" Bagaimana kalau aku donasi kepanti asuhan dan tempat ibadah gitu? Boleh menggunakan ATM kamu kan?".
Tanyaku padanya dengan rasa cemas.
Maklum aja, suami anehku ini pikirannya bisa tebalik tebalik kayak baling baling bambu milik doraemon.
Iya...boleh lah!!!".
Katanya singkat.
" Oh ya, mana Ric? Bukankah dia seharusnya gentayangan disekitar kita?".
Kataku dengan polosnya.
" Apa? Kamu bilang dia hantu? Sayang?".
Katanya kaget dan bingung.
Kulihat dia menaikkan alis sebelah dan menatapku sambil senyum,
" Dari mana jalannya dia hantu? Dia itu baik dan loyalitasnya tinggi kok. Kamu itu cuma melebih lebihkan saja sayang. Ric itu memang pendiam, wajar kan?".
Katanya membela asisten pribadinya itu.
Kataku lagi membela diriku.
" Tahu gak, Ric itu masih lajang loh. Dia bersumpah akan menikah jika hidupku sudah bahagia katanya. Aku sudah menyuruhnya menikah tapi dia menolak. Kamu ada saran gak sayang?".
Kata suamiku itu melihatku serius.
"Ha...aaa!!! Mana aku tahu, lagian Ric itu orang nya aneh sekali. Sama seperti mu, kalian susah dimengerti tahu...hi...iii!!?".
Kataku dengan telak mengejek mereka.
Seketika dia menarik tanganku dan aku melawan. Alhasil...dia berada diatas badanku dan tersenyum jahat.
Bruk.....!!!!
" Maaf ya, aku sedang sakit. Mohon dimengerti sedikit, oke baby...!!".
Kataku dengan malu dan wajahku berubah merah sekali.
" Tapi, kamu selalu menggodaku tahu. Kamu diam saja disitu aku sudah tertarik, apalagi kamu tersenyum dan tertawa. Wah...amazing!!! Aku jadi tidak bisa memadamkan api yg sudah bergejolak ini dengan sendirinya. Aku butuh bantuanmu sayang, tolong padamkan api yg sudah membakar tubuhku ini. Tolong bantu aku untuk meredamnya...!!!".
Katanya lembut berbisik di telingaku.
Seketika wajahku merah dan gugup,
" Caranya bagaimana? Aku tidak mengerti maksud pembicaraanmu??".
Tanyaku dengan lembut dengan rasa takut dimakan dan jantungku yg belum normal ini.
" Aku rindu kamu, boleh kita melakukan ini disini sayang! Aku rindu kamu!!".
Katanya dengan suara parau yg berbisik di telingaku.
Wah....panasnya nafas yg berhembus. Wangi sekali dan membuat aku juga mulai bergairah, tapi...
Wajahku lebam,
Pahaku masih diperban,
Lalu....
Lenganku juga sama...
Aku juga heran entah bagaimana dia tertarik melihatku, aku heran entah bagaimana dia bisa selera melihatku. Padahal aku saja seperti mumi, itulah sangkin jeniusnya Otak suamiku itu makanya mereng dikit. πππ
__ADS_1
" Aku masih sakit sayang, lihatlah...!!! Kamu masih mau menyusahkan aku?!!".
Kataku sambil berharap dia akan menolak dan melepaskan aku.
Iya, kali ini kamu lolos sayang!
Katanya dengan kesel dan naik kekasur.
Papa memanggil dari luar pintu,
" Aulia, kamu mau apa. Ayah akan ketoko sekarang, mau titip apa sayang?".
Kata ayah berteriak dari luar.
Aku" sebentar ayah...!!".
Teriakku dari dalam kamar dan berlari membuka pintu.
Gleeek....!!! π’
Ayah" kamu mau apa? Nanti dicarikan?".
Sambil mengelus kepalaku, wah sudah lama aku tidak diperlakukan seperti ini oleh ayah. Aku rindu sekali...
"Aku ikut ya ayah...!! Bosan dirumah, aku duduk dimeja kasir saja. Sambil makan kue dan hitung duit. Asik loh...!!!".
Aku tertawa terbahak.
Ayah" kamu gak usah ikut! Dirumah saja, kamu kan masih sakit dan lemah sih?".
Kata ayah mengelak padaku.
Aku" tunggu ayah, aku ikut saja!!!".
Aku berlari dan membawa tas.
Aku berjalan keluar bersama ayah, ibu juga ikut jadi kami naik mobil saja.
' sial...!! Dia meninggalkan aku sendiri, padahal dia sedang sakit. Apa sih enaknya ditoko? Apa menyenangkan sekali sih, dari pada menemani aku tidur. Dasar kucing nakal, buat aku cemas saja. Hiiizzz.... Keselnya aku!!'.
Gumamnya dalam hati.
Alex, gelisah diatas kasurku. Bolak balik seperti goreng ikan...panas lah...!!! π
Sampai di toko, pak supir membantu kami menyusun barang digudang. Maklum sekarang toko kami laris manis karena banyak barang masuk.
" Maaf pak, kami tidak order sebanyak itu. Lagian kami blom punya modal!!".
Kudengar suara ibu berbicara dengan seorang sales barang kelontong.
Aku keluar dan penasaran apa sebenarnya apa yang terjadi.
" Ada apa ibu?".
Kataku bertanya kepada mereka.
" Ini sayang, mau masukkan beras untuk jangka panjang. Namun modal ibu belum ada, makanya ibu tolak saja!!".
Kata ibu kepadaku.
" Oh ya emang butuh berapa banyak sih buk buat tanam modal?"
Kataku lagi bertanya.
" 10jt modal awal, kami akan kirim barang senilai 15jt. Sisanya dibayar ketika order kembali, lalu boleh bayar separuhnya saja kelak. Begitu seterusnya, jangka panjang kok...!!! Begitu lah nona?!".
Kata sales menjelaskan kepadamu.
" Oh begitu, aku bayar sekarang. Ini kartu ATM nya, bagaimana pak?".
Kataku bertanya.
"Gak usah sayang, kamu sudah banyak membantu ibu kok. Biarkan saja!!".
Kata ibu padaku dengan segan.
" Tidak apa ibu, ini juga bukan uangku. Besok aku akan minta dia akan mengisinya. Lagian Bu, dia akan marah jika aku tidak menggunakan uang nya. Dia bilang aku gak perlu hemat... Nanti aku bisa dimarahi olehnya Bu...!!".
Kataku dengan rasa kecewa.
" Ha...ha....aaa!!! Yg benar nyonya, masa demikian sih. Aku penasaran siapa sebenarnya suami nyonya itu?".
Sales itu bertanya balik dengan hati penasaran sekali.
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!
πSelamat membaca ya..π€π€π€
__ADS_1