
Sejam kemudian Alex datang bersama kak Rika dan membawakan aku baju ganti serta sarapan pagi.
" Taruh saja diatas meja. Oh ya tolong panggilkan Ric kemari. Aku ada yg harus dibicarakan. Tapi sebelumnya...!!".
Kata Alex perlahan.
Ya tuan muda?? Tanya kak Rika tegas.
" Terimakasih karena kamu menjadi teman baik istriku, kamu baik dan tulus menjaganya selama ini. Terimakasih!!".
Kata alex dengan ramah dan baik.
" Ah iya, sama sama tuan. Itu memang sudah jadi tugas saya melindungi nyonya! Bukankah itu wajar, secara nyonya baik dan tidak sombong!!".
Kata nya dengan lembut.
" Sekali lagi terima kasih ya. Sekarang aku akan tenang jika bekerja, karena ada kamu yg akan menemaninya dirumah dan kemana saja bukan? Thanks..!!".
Kata Alex lagi tidak tahu harus bagaimana berterimakasih.
" Ah iya tuan, sama sama!!".
Katanya lagi menjawab.
" Beberapa hari ini, kamu libur saja. Jaga dirimu dan kalau sudah sehat kerja lagi. Nanti Aulia akan saya yg akan jaga!".
Kata Alex lembut lagi.
Saya permisi tuan?"
Kata kak Rika lembut dan memberikan hormat lalu keluar ruangan.
Ketika Alex membuka rantang sarapan pagi. Hummm.....!!!
Wangi bawang goreng dan udang yg menggoda aku untuk bangun.
Akhirnya, roh ku kembali juga kesarang nya dan aku menggeliat didalam selimut.
Maklumlah, ini badan selama hamil dan ngidam parah betul. Seperti orang yg tidak makan saja setahun, nampak makanan libas. Lihat cemilan hajar terus sampai habis dan cium yg enak plus lezat hantam...! aja ooooiy. Gak pandang bulu, yg namanya enak dimakan pasti air liurku bakal netra dan selera aja ini mata dan lidah. Pokoknya parah lah.
πππππππ
Mungkin ini anak kalau lahir bakal mirip bobo ho kali yah. Selera aja sama semua makanan, bikin malu aja. Kalau diajak kepesta aku bakal gak mau, sebenernya gak mau nolak. Tapi takut nanti suami malu kan bakal rame ceritanya. Aku bisa jadi santapan fans berat suamiku deh.
Gak...!!!π±
Gak....!!!π
Aku gak bakal mau deh...???!π«
Jadi daging SOP,
BBQ dan lain sebagainya.
" Aku lapar sekali, mana makanan nya?".
Kataku dengan santai dan masih setengah sadar dengan sempoyongan.
Aku duduk diatas kasur dan membuka mata dengan perlahan,
" Wah wangi sekali...!!!".
Sambil mengucek mata.
" Ayo makan, kamu lapar bukan. Ada bubur ayam dan udang goreng. Seperti kemauan kamu. Indah jago masak kelihatannya, gak percuma kerja diCatering kamu, bukan?".
Katanya sambil mengambilkan semangkuk bubur untukku.
" Makasih, kamu makan juga kan?".
Kataku bertanya padanya.
Hm....!!! Jawabnya singkat.
Kami makan dengan santai sekali, sesekali kulihat wajahnya yg masih meninggalkan bekas lebam dan goresan. Aku begitu sedih dan terharu, sungguh aku tidak bisa paham bagaimana.
" Masih terasa sakitkah disini?".
Sambil membelai pelipis matanya dengan lembut dan perlahan.
Hm....!!! Katanya singkat.
" Apakah aku menyakitimu?".
Kataku dengan hati sedih dan terpukul, meskipun tidak bengkak tapi rasanya pasti sakit tuh,
Hm.....!!! Tidak....!!!
Katanya singkat lagi, sambil makan dengan pelan.
" Maaf kalau saja aku lebih cepat datang menyelamatkanmu, pasti kamu tidak akan menderita seperti ini. Ya kan??".
Tanyaku lembut, dengan air mata.
" Iya gak apa sayang. Makasih. Cepat habiskan bubur nya. Atau kamu mau aku makan kamu sekarang saja? Huh??".
Kata Alex dengan tatapan licik dan penuh senyum yg menyeramkan... Horor ah.
Aku terus makan dengan perlahan, menghabiskan bubur dan udang goreng.
" Sayang pulang dari sini, honey moon yuk ke rumah orang tuamu?".
Katanya dengan spontan.
__ADS_1
" Yang benar nih? Benaran kan?".
Kataku dengan tenang.
Iya, aku janji. Percayalah....!!!
Katanya lagi, sambil mengelus pipiku.
" Makasih....makasih sayang!!!".
Seketika aku berubah bahagia dan memeluknya erat dan kuat.
' dasar nakal, masih belum berpikir dewasa juga. Diajak kerumah saja senang nya bukan main, senang nya minta ampun deh!!! Bahagia itu gak harus mahal dan jauh ternyata, sekarang aku mulai paham akan sifatnya ini...!!'.
Gumam hati kecil Alex sambil senyum.
Selesai sarapan lalu aku kembali tidur karena tubuhku masih lemas saja. Dia pun hanya duduk diam disofa sambil membuka laptop mengerjakan tugas kantornya yg menumpuk.
Ting...tong....!!! Hape rich berbunyi.
Ada pesan masuk dari Alex... π²
Alex: pulanglah bersama Ell dan Fei, handel semua tugas disana selama aku belum pulang. Biarkan Rika bersama ku, urus semua. Besok jangan lupa rapat bulanan, pecat yg tidak berkepentingan!
Hanya itu saja bunyi nya.
Sepanjang pagi sampai siang dia asik dengan dunia yg membesarkan namanya, melambungkan namanya setinggi langit dan membuat namanya terkenal melebihi selebritis sekota xxx karena menyandang sebagai pengusaha muda yg sukses dan sekaligus menghantarkannya menjadi orang paling kaya di negara yg besar ini.
Sesekali aku membuka mata dan terbangun dikala dia serius bekerja dengan laptopnya itu. Seketika dia membelaiku dengan lembut,
" Mau apa? Haus ya? Atau ada yg tidak nyaman? Diaman nya sayang yg sakit?".
Itulah yg dia katakan ketika aku tersadar dan membuka mataku.
Aku lalu bilang, " ya aku haus. Minum!".
Kemudian dia memberikan aku segelas air dan aku meminumnya habis.
Kemudian aku tersenyum, " lagi apa?".
Aku bertanya lembut.
Dia tersenyum sambil membelai kepalaku dengan baik dan lembut,
" Ah cuma iseng saja...! Kamu butuh apa katakan saja, aku akan mengambilkan nya untukmu sayang!".
Katanya ramah masih duduk disebelah kasurku dengan laptop dipangkuan nya.
" Ah, begitu. Tidak kok, selamat bekerja!".
Kataku menyemangatinya dan mulai perlahan bangkit dan memberikan semangat padanya, dengan cara....
Cuuuup!!! π
" Ah, kamu nakal sayang! Makasih!".
Katanya sambil tersenyum, lalu lanjut kerja lagi sih.
Jam 1 siang, aku kembali terbangun.
Kulihat kak Rika sudah berdiri diujung kasurku entah sejak kapan.
" Anda bangun nyonya?".
Katanya penuh perhatian dan bahagia melihat aku sudah bangun.
" Ah kak Rika, kalau panggil aku jangan nyonya lagi. Nama saja, aku tak suka sahutan itu. Sakit nih telinga mendengar karena aneh saja!!".
Kataku sambil duduk dikasur.
Aku melirik suamiku itu masih saja sibuk mengetik entah apa dilaptop itu sedari tadi sampai siang gini belom kelar.
" Kamu lapar sayang? Ayo kita makan?".
Katanya sambil meletakkan laptopnya dalam keadaan Standby.
Dia mengambilkan aku sepiring makan siang dengan banyak menu.
" Kenapa piring nya sebesar talam sih?".
Tanya ku dengan protes.
" Habis aku bingung kamu mau makan apa, jadi aku beli saja sesuai rekomen dari Rika. Semoga kamu suka...!!".
Katanya dengan wajah polos.
" Ya sudahlah, toh ini bakal buat aku kenyang kok. Makasih ya, yuk makan!".
Kataku mengajak mereka makan.
" Iya habiskan makanmu. Biar cepat pulih, aku gak akan biarkan anakku kekurangan gizi dan kamu juga lemas. Makan aja apa yg mau kamu makan, akan aku tururti!".
Katanya dengan santai sambil mulai makan dengan perlahan.
Aku melirik kak Rika,
" Kok gak makan kak?"
" Ah aku nanti saja!" Katanya gugup.
Alex melirik kak Rika tajam, dan kak Rika paham apa yg akan dilakukannya.
" Duduklah. Makan bersama kami!".
__ADS_1
Kata Alex dengan tegas sambil menunjuk kesebelahku untuk duduk.
" Kak, nanti aku pulang kerumah ibu dan ayahku. Kak ikut ya, biar Rame? Boleh kan kak Rika ikut sayang?".
Tanyaku pada suamiku itu.
Hem....bolehlah!!!
Jawabnya singkat sambil mengunyah.
Selesai makan kak Rika membantuku untuk membersihkan badan dan berganti pakaian. Piyama biru langit dengan gambar Doraemon, pilihan Ric. Sesuai dengan seleraku, lucunya.
Fei dan Ell, mengirimi aku buket bunga. Aku senang bukan main, Ric memberikan aku boneka Bunny yg lucu dan bulunya lembut sekali. Mereka tahu saja seleraku, apa yg Kusuka dan kuinginkan.
Sementara itu dikota xxx, Ric sibuk dengan meeting client yg sudah terjadwal jauh-jauh hari. Fei dan Ell sibuk juga membantu sesuai titah Raja Clinton.
Fei" sialan si Alex, selalu buat susah saja. Tambah kerjaan, istripun jadi jarang dikeloni. Bisa mati berdiri aku nih...!".
Katanya sambil lemas dan memijit pundak dengan kuat.
Sari adalah asisten Fei. Wanita muda yg cantik, Sexy dan aktif itu begitu giat kerja dan gila kerja. Ya dialah adik perempuan dari Fei, yg menawan.
Sari" kak, bagaimana keadaan istri kak Alex? Apakah baik aja gak ya?".
Sari memberikan dokumen untuk diperiksa ulang oleh Fei. Sekaligus minta tanda tangan persetujuan, guna diserahkan kepada presidir.
Fei" sehat, aku kaget setengah mati waktu bertempur perang melawan keluarga Burdock. Kau tahu tidak...??".
Katanya sambil menutup mata sembari berbaring disofa sekedar rehat.
" Kenapa kak?" Tanya Sari lembut.
" Tahukah kamu? Ternyata istri Alex seorang penembak jitu. Bayangkan sekali tembak maka is death. Aku saja kaget!".
Katanya sambil menahan nafas dan membuang nya secara kasar.
" Ah masa iya kak! Yg benar sih?".
Sari penasaran dan duduk disebelah nya.
" Entahlah, intinya dia menghabisi lebih dari 50 anggota prajurit elit keluarga itu. Mau disangkal tidak mungkin bukan???".
Kata Fei, bahwa dia juga mengakui kalau aku itu Jago.
" Kakak gak bohong kan? Jangan bercanda bercanda denganku ya...?!".
Katanya lagi semakin penasaran.
" Iya, Ell juga disana. Alex dan Rika juga. Mataku ini masih sehat dan otakku waras ya, masih bagus lagi aku melihat dengan jelas. Mana mungkin aku salah lihat? Kenyataan nya memang begitu kok? Kamu gak percaya tanya sana Ell!".
Kata Fei dengan serius.
" Kalau kak Alex ada disana, berarti benar dong kak. Aku gak perlu penjelasan apapun dari orang lain, oke. Aku mau kerja lagi, kalau pusing pulang saja sana. Nanti aku selesaikan yg mendesak ini!".
Sambil membawa beberapa map untuk diselesaikan sekarang.
Fei" tolong buatkan aku kopi, oke!!?".
Sari hanya mengangguk dan keluar.
Lalu Ell juga kelihatan biasa saja. Tapi...
" Apa benar ya Aulia itu seorang penembak jitu? Sangar, gak kusangka sangka dia juga sama seperti singa. Lain kali gak mau ah berdebat dengan dia lagi, bisa mati aku dibunuhnya. Serem ah???".
Kata Ell sambil menatapi berkas yg harus diselesaikan untuk besok.
" Sial, sial, kurang asem CEO sialan itu. Selalu saja menyusahkan aku, dasar Alex. Kuhajar kau nanti ketika pulang! Aku akan balas dendam padamu, sial..!!".
Ell masih saja menggerutu dengan kesal melihat sejumlah berkas yang masih saja menumpuk tinggi.
Ting....tong....!!!! π²
Hapeku berdering,
Aku melirik dan mulai gugup.
My mother is calling....!!! π
Aku: ya ibu? Ada apa?
Aku berbicara sewajarnya saja,
Ibu: syukurlah kamu sehat. Tidak ada. Apakah kalian baik baik saja?
Ibu mengkhawatirkan aku.
Aku: iya buk, 2hari lagi aku pulang. Kabari pada ayah ya, aku rindu ibu?
Kataku dengan lembut.
Ibu: baiklah sayang, semoga kalian sehat semua dan murah rejekinya...!!!
Telpon terputus begitu saja.
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!
πSelamat membaca ya..π€π€π€
__ADS_1