
Aku" kenapa gak dimakan? Coba dikit aja, pasti suka. Lezat dan gurih rasanya!!!"
Aku memberikan sesuap nasi rendang padanya, membuat dia gugup setengah mati saat ini.
Aku" enakkan? Jangan sungkan om?"
Aku memainkan mata padanya dengan genit dan sok keren gitulah.
Alex" lumayan, kamu sering makan disini? Sama siapa saja??"
Alex mulai makan dengan lembutnya dan melirikku.
Aku" ayah dan ibu, meski kami gak pernah makan di tempat yg mewah, mahal dan berbintang seperti restoran Holang kaya...tapi aku suka loh. Selain harganya murah yg jelas bisa kenyang!"
Aku memberikan suapan lagi kepadanya, kali ini aku menyuapkan Pazri nenas.
Alex" aneh...tapi lumayan manis, asem dan gurih juga ya. Kamu suka ya?"
Alex mengunyah sambil melirikku.
Aku" iya suka, om. Boleh tanya?"
Hm......mmm hanya itu katanya.
Aku" boleh gak sesekali aku kerumah ibu untuk memastikan keadaan mereka. Aku sangat merindukan mereka, boleh?"
Aku menghentikan makan, wajahku merah dan mulai tersedu-sedu.
Alex" jangan nangis, saya bukan orang jahat. Kamu lupa apa yg saya katakan selalu kepada kamu? Baiklah saya akan ulangi lagi. Aulia...jadilah dirimu sendiri. Kamu mau melakukan apa, kamu mau apa, kamu bebas melakukannya. Saya gak akan halangi, kamu minta satu...saya berikan dua. Saya gak akan paksa kamu untuj melakukan sesuatu, saya akan belajar perhatian dan lembut lagi. Jika kamu sakit aku akan terluka, percayalah Aulia....saya suka kamu. Sudah?"
Alex melanjutkan makan dan hanya melirik sesekali kearahku. Aku menjadi begitu malu dan bahagia, tak kusangka Singa yg galak dan terkenal mematikan ini begitu toleransi kepadaku.
Tuhan....terimakasih, Kau baik padaku. Meski aku gak tahu mau dibawa kemana hubungan ini tapi aku akan berusaha menjadi yg terbaik dan istri yg baik dimatanya. Meski kadang....bagiku dia bencana tapi aku merasa begitu jahat padanya, memVonis dia dengan begitu jahat dan kejam. Dia...Alexandra Clinton, pria hebat paling berpengaruh diKota. Memberikan aku kebebasan dan menjagaku dengan baik, bukankah seharusnya aku bersyukur?
Suami ganteng, kaya dan mapan...apa lagi? Mertua yg baik dan perhatian, kurang apa lagi coba. Beruntung...itulah keadaanku saat ini.
Selesai makan, kami beranjak pulang.
End.
Sampai rumah, masih sore hari. Kamu solat Ashar bersama dan aku membuka buku untuk mengerjakan soal2 besok ujian akhir semester.
Papa" cie...cie....yg mau ujian besok. Semangat ya syg? Papa doakan nilaimu semua bagus. Semangat syg....!!!"
Papa duduk didepanku sambil baca koran.
Alex datang dan duduk manis sambil liat tv mengenai berita.
__ADS_1
Alex" belajar sana diruang kerja saya. Kamu bisa fokus gak?"
Alex mematikan tv dan mulai melirikku.
Aku" bukan nya bantu malah ngejek. Papa...om galak_ sedunia jaha......aat!"
Papa terkekeh melihat omelanku,
Papa" bantulah dia sedikit, dia butuh dukungan langsung darimu!! Ayo Lex!!"
Papa meninggalkan kami diruang tv,
Alex" baiklah, Aulia. Pak guru akan mengajari kamu belajar, mana yg kurang paham? Coba beritahukan saya?"
Alex melihat ku dengan lembut dan senyum kecil yg licik, membuatku enggan.
Aku" aku lemah dalam matematika!"
Aku memberikan buku soal,
Alex" ya ampun Aulia, ini mudah. Kamu ini soal begitu mudah kenapa kamu gak bisa paham sih? Kamu sering tidur dikelas ya? Dasar bocah nakal???"
Alex menepuk jidat, dan mulai mengajari aku soal2 dibuku latihan.
Dia mengajarkan aku dengan begitu lembut dan mudah kupahami, sungguh beruntung apa bila Alex mengajariku tiap waktu belajar. Sesekali aku melihatnya, begitu tampan dan menawan. Pantesan aja dia begitu sukses, otaknya encer. Selain dia tampan, dia pintar dan lihai.
Alex mengajariku dengan lembut dan sabar, ya dibilang sabar juga enggak sih. Sesekali dia selentik jidatku, trus dia juga menarik telingaku lembut.
Alex" Aulia,.kesabaran saya ada batasnya. Kamu yg lemot atau memang soalnya terlalu sulit? Saya jadi gak bisa berpikir, haduh.....Aulia. haiiis......!!!?"
Nada bicara Alex meninggi dan membentakku...kurasa.
Alex hanya mengeluh dengan nafas panjang dan membuat aku menjadi bersalah alias kambing hitam.
Tiba2 kurasakan gelap dan amat dingin, aku merasa begitu kecil seperti sebutir pasir diatas kapas. Bagaimana tidak, suaranya membuat aku terkejut seperti disambar petir. Sial....sial .....sial......
Aku" tiap pulang sekolah, aku kerja sambilan sampai jam 8 malam. Buat belajar aku kadang sudah capek dan tertidur. Kadang kalau PR banyak aku tidur jam 12 malam, kasihan ibu kerja banting tulang. Maaf kalau aku terlalu bodoh dan tolol...maaf om. Mulai sekarang aku akan berusaha lebih keras lagi, om gak usah panik dan cemas. Aku bisa belajar sendiri...oke...!!"
Aku menutup buku dan bersiap berdiri,
Alex menarik tanganku,
Alex" maaf saya yg tidak tahu akan keadaan kamu, maafkan saya Aulia. Bukan maksud saya merendahkanmu, jujur saya merasa bersalah....!!?"
Alex terdiam dan menunduk, merasa bersalah karena ucapan nya tadi.
Aulia" jangan sedih begitu, sekarang aku akan berusaha lebih keras lagi. Percayalah aku akan lulus dengan nilai yg baik dan gak akan memalukan om...!!?"
__ADS_1
Ternyata Alex masih saja tidak melepaskan tangannya yg terus memegang pergelangan tanganku.
Alex" mulai besok sepulang sekolah, aku akan mengajarimu belajar. Setiap hari, sepulang kerja aku akan menyempatkan waktuku buatmu. Maafkan saya, Aulia...!"
Aku hanya menggelengkan kepala,
Aku" oke terima kasih, aku mau kekamar dulu ya om. Bye....!!"
Aku melangkah kekamar dan mengunci kamar dari dalam. Aku menangis tersedu-sedu karena ucapan nya yg sakit.
Aku" besok pulang sekolah aku akan kerja untuk uang jajanku sendiri, aku gak akan minta apapun lagi darimu mulai sekarang. Karena aku bodoh dan tak pantas untukmu, aku juga gak mau kayak gini. Om jahat..aku bodoh, aku benci om!"
Hiks.....hiks.....
Hiks....
Huuu.....
Huuuu.....
Air mataku deras mengalir, ibu dan ayah tak pernah membentakku dengan nada tinggi seperti yg dilakukan om tadi.
Alex' maaf Aulia,saya menyakitimu lagi. Kali ini saya begitu kejam padamu, maafkan saya syg. Tolong berikan saya kesempatan sekali lagi, maaf sygku...!!' gumam Alex dalam hati yg paling dalam dengan perasaan luka dan sakit.
Alex menghampiriku kekamar dan mengetuk pintu kamar,
Tok....tok....tok....
Alex mengeruk pintu berkali2 dan gak ada jawaban.
Alex" pintu dikunci dari dalam, dia benar2 marah sekarang!!"
Alex pergi mencari kunci cadangan dan membuka pintu kamar,
Aku tertidur sambil menangis dilantai, Alex menggendongku dan menarikku diatas kasur dan menyelimutiku.
Alex membelai pipiku dan hanya tersenyum sambil meneteskan air mata.
Alex" maafkan syg, saya yg kurang peka dan paham akan keadaanmu...!!?"
Jangan lupa like ya kak...😂😂😂
Komen juga....
Belakangan thoor lagi gak enak hati...
Kasi masukan gitu kak.... Tolong ya
__ADS_1