
Berjalan menelusuri lorong rumah sakit milik keluarga Hua, Alex dan Hua sekarang berjalan menuju ruang keluarga khusus tamu penting Hua. Sepertinya akan ada yang dibahas, Urgent....!
Mereka masuk dan diduduk berhadapan, tentu saja Alex pasang wajah sangat dan dingin.
" Ada apa? Sepertinya penting sekali sih? Kamu selalu saja melibatkan aku dengan masalah baru! Hem!".
Kata Hua dengan nada dingin tidak puas. Dia sudah paham betul dengan sifat Alex, bahwa Alex akan meminta bantuan darinya jika ada masalah yang genting.
" Iya aku pusing...!".
Kata Alex sambil memijit jidatnya dengan wajah kesal.
" Lebih pusing tidak punya kepala, apalagi yang sakit kepala bawah. Bisa jungkir balik dunia ini rasanya, benar tidak Lex? Huft!".
Kata Hua mengejek Alex, membuat Alex melotot kearahnya.
" Aku serius ini!".
Kata Alex menatap Hua tajam, tatapan mata yang akan mematikan. Seperti ular yang mau mematuk mangsanya.
Hei Abang ganteng...! Jangan main ular-ularan samaku, sebelum Abang jadi ular. Aku sudah ternak naga dan panen dua kali...!
Sampek sini paham pembacaπ
Ngerih ah, kalah awak dibuatnyaπ
Sementara itu, nun jauh ditengah ibukota V. Sekumpulan rival dan musuh Alex sedang bersiap untuk menghancurkan Kerajaan Clinton, apakah mereka sanggup?
" Ayah, semua teman sudah menunggu perintah ayah lagi. Kapan kita mulai rencana nya!".
Tanya pria tampan berambut cokelat dengan wajah bule.
" Besok. Mungkin Ana sudah ketahuan dan dihabisi, kita tidak tahu apakah dia selamat atau tidak. Kita harus fokus, karena keluarga Clinton terkenal kejam tanpa ampun. Cari tahu, dimana kelemahan mereka dan tekan!".
Kata pria berambut putih uban dengan suara keras nan lantang.
Roy, pria tampan berambut cokelat dan berwajah bule. Pria yang sangat membenci Alex sejak dia lahir, ya tidak diragukan lagi akibat dari persaingan Dunia Bisnis tentunya.
Perusahaan Keluarga Clinton dan perusahaan keluarga Willer siapa yang tidak tahu akan hal itu.
Dan memang benar bahwa Ana meninggalkan Alex hanya demi bersama Roy, akibat hasutan yang sangat mengerikan sekali membuat Ana yakin untuk berkhianat. Dan Ana akan menjadi umpan untuk melawan Alex, sungguh punya nyali yang luar biasa hebat! π
Roy berpikir jika dia berhasil merebut Ana dari Alex, maka dia akan dengan mudah melihat Alex hancur. Tapi nasip berkata lain saat Alex bertema Aulia kemarin dijalan raya yang padat dan macet. Bahkan gunung es di Kutub Utara saja bisa mencair dan meleleh akibat ulah senyuman polos dari Aulia.
Seorang Alex terkenal angkuh, garang, kejam, dingin dan menyebalkan sekali itu bisa jatuh hati pada seorang gadis polos. Sebuah keajaiban dunia bukan? Bahkan Tuhan sudah merencanakan segala sesuatunya dengan takaran yang pas dan tepat sekali bukan? Luar biasa...πππ
" Tuan mereka sudah mulai bergerak, mungkin mereka besok akan beraksi. Bagaimana selanjutnya sesuai perintah tuan!".
Kata seorang pengawal kepercayaan keluarga Clinton.
" Baiklah aku mengerti, kembali bekerja. Jangan sampai ada kesalahan sekecil apapun!".
Kata Fei sambil menatap Ell tajam.
Mereka terus memeriksa data di komputer induk dan center. Mengecek bagaimana perkembangan diperbatasan, tanah yang sudah lama mereka perebutkan sejak 10tahun yang lalu.
" Sepertinya mereka akan mengincar pasar saham! Koordinasikan dengan anak perusahaan lain, dan segera kirim Tim untuk menjaga perbatasan! Aku yakin mereka akan mulai dari sana!".
Kata Fei lagi kepada Ell, lalu Ell hanya mengangguk mengiyakan.
" Ternyata nyali mereka besar juga ya? Tak kusangka mereka bergerak secepat itu, tambang emas itu seharusnya milik kita bukan?".
Kata Ell lagi meyakinkan Fei, sambil mengotak Atik data base.
" Iya, separoh itu belum cukup bagi mereka, padahal pembagian yang adil sejak dulu dari presiden. Dasar setan alas...! Berani mulai, berani mati juga mereka semua kan?".
Kata Fei sambil memperhatikan grafik indexs saham yang terus berubah sejak tadi malam.
Lalu nun jauh di rumah sakit,
" Kandungan Aulia lemah sekali dan rentan bahaya. Dia tidak boleh stress banyak pikiran, tidak boleh capek dan lasak bergerak. Kulihat dia sering menyetir sendirian belakangan ini bukan?".
Tanya Hua kepada Alex dengan wajah serius sekali, terlihat dari tatapan tajam mata Hua.
" Dia itu keras kepala sekali, masa harus aku rantai dirumah biar dia bisa diam? Tidak mungkin juga?".
__ADS_1
Kata Alex membela diri, merasa dia tidak bisa melindungi Aulia.
" Itulah sebabnya kau harus bisa melarang dia naik mobil sendiri, bukankah Rika ada? Lalu?".
Kata Hua dengan nada membentak,
" Aku menugaskan dia kembali ke Inggris mengurus perusahaan, karena hanya dia yang paham akar permasalahannya. Huuft....!".
Sambil memasang wajah sedih karena merasa bersalah besar dengan kondisi Aulia sekarang.
" Dia kelelahan menyebabkan animea, kau tahu itu berbahaya bagi ibu hamil. Kalau saja Ric terlambat sedikit saja, maka bayimu bisa mati karena kurang oksigen tadi. Kau tahu Alex, nyawa tidak bisa dibeli dengan uang. Sebisa mungkin jangan mengganggu Aulia dengan masalah ini dan itu. Berikan dia kebahagiaan... Kasihan dia!".
Ucapan Hua sedikit kasar dan membuat Alex berpikir dua kali.
" Sebenarnya aku dalam masalah besar, aku ingin kau menjaga Aulia selagi aku tak ada. Bisakah?".
Tanya Alex dengan mata berkaca-kaca seperti ingin menangis.
Hua menatapnya dan luluh juga, dia menepuk pundak Alex dan tersenyum seraya merasa bersalah lagi kepada sahabatnya itu.
" Apa masalahnya?".
Tanya Hua lembut sambil tersenyum kecil.
" Ana kembali, tapi aku tahu itu bukan dia yang dulu lagi. Setelah kuselidiki beberapa hari ini, ternyata dia ada kaitannya dengan kejadian penculikan Aulia dan kematian papaku. Menerima kenyataan itu aku jadi bingung, bagaimana aku harus menjelaskannya kepada Aulia. Aku takut dia salah paham, bagaimana menurutmu?".
Tanya Alex sambil membuka jas dan bersandar ke sofa.
" Aku yang akan menjaga dan menjamin keselamatan Aulia, percayalah padaku. Selesaikan urusanmu, aku paham!".
Kata Hua memberikan semangat kepada Alex meski dengan rasa penasaran sejak tadi, tapi Hua lebih memilih diam saja dan tak bertanya lebih jauh lagi.
Dia masih memikirkan bagaimana perasaan sahabatnya itu, bagaimana hancurnya dia saat ini. Hua hanya bisa berdoa yang terbaik bagi Alex sahabat baiknya. Lalu tak lama kemudian Alex menerima telepon dari Ell dan berubah jadi panik dan menyeramkan. Lalu dia berpamitan pada Hua kan langsung pergi tanpa pamit pada Aulia.
Alex menelpon Ric yang sedang duduk didepan jendela menantikan Aulia bangun dari tidur.
" Ya tuan, saya disini!".
Jawab Ric dengan tegas dan sopan.
" Jagalah Aulia, musuh sudah mulai bergerak. Jangan biarkan dia sendiri, kalau ada apa-apa minta tolong kepada Hua. Kupercayakan Aulia padamu Ric, terimakasih!".
Hua menatap Aulia penuh dengan rasa iba, lalu Ric juga memberikan kabar kepada orang tua Aulia kalau sebentar lagi mereka akan segera kesana. Ric menelpon rumah agar kepala pelayan rumah mempersiapkan seluruh keperluan Aulia dan mengirimnya kerumah orang tua Aulia.
" Pastikan tidak ada yang terlupakan, karena beberapa hari ini nyonya akan ada diluar. Untuk sementara waktu tutup semua akses masuk kerumah dan perketat penjagaan. Kirim 4 pengawal pribadi kerumah sakit, paham...?".
Kata Ric dengan nada lembut agar tidak membangunkan Aulia yang sedang tertidur pulas.
" Nyonya! Anda juga berjuang demi bayi anda. Begitu juga tuan sedang berjuang demi anda dan keluarga disana. Semoga tidak terjadi apapun kepada mereka, tuan Fei, Ell dan Alex sedang berusaha keras. Sesungguhnya jauh dilubuk hati saya ingin menangisi anda, tapi tak mungkin karena anda pasti akan sedih. Saya berdoa yang terbaik untuk kita semua saja, amin....!".
Kata Ric lembut sambil menutup mata dan menepuk dada perlahan.
Braaak.....!!! π₯
Pintu terbuka lebar, Ell dan Fei sempat kaget karena nya.
" Haisss! Bikin mual saja!".
Gumam Ell pelan dengan wajah lesu dan lemas sekali.
" Apa yang terjadi? Katakan padaku? Bagaimana pergerakan mereka?".
Tanya Alex dengan wajah serius lalu duduk didepan komputer besar.
" Sudah kukirim data terakhir kefile milikmu, lihat saja sendiri!".
Kata Fei dengan wajah serius.
" Foto hasil indeks saham juga sudah kukirim ke komputermu!".
Lanjut Ell dengan tegas.
Alex melihatnya hanya bisa membulatkan mata dan tersenyum lebar, lalu dia juga mengerjakan yang entah apalah begitu. Mereka bertiga sibuk didepan komputer, dengan wajah serius dan fokus.
Sampai....π
__ADS_1
Terdengar....π
Teriakan....π‘
Membuat Alex merasa terganggu sekali dengan suara teriakan Ana yang membuat dia kesal setengah mati begitu, Alex bangkit dan mencampakkan jas sembarangan.
" Hei wanita ular, jangan salahkan aku jikalau kau terkejut. Semua karena salahmu, ayo tunjukkan wajah aslimu padaku. Aku penasaran seperti apa wajahmu sejak kemarin? Kuharap kamu bisa hidup sampai esok pagi, karena kau sudah berani bermain api denganku. Kita lihat saja nanti!".
Kata Alex dalam hati dengan begitu marah dan kesal, warning....!
Bom atom akan segera meledak, disambung dengan Nuklir dari Eden. Seramnya membayangkan Alex marah saja membuat Ell dan Fei ketakutan setengah mati.
" Fei, ikuti dia. Ana bisa mati! Kita masih butuh dia buat umpan!".
Kata Ell dengan wajah panik, lalu Fei berlari mengejar Alex yang sudah sampai didepan pintu kamar Ana.
Alex masuk dan melihat Ana dengan tatapan marah dan ingin membunuh. Ana ketakutan dan terus berjalan mundur, kelihatan dari keringat Ana yang bercucuran begitu deras mengalir. Air mata Ana pun ikut turun membasahi pipi.
" Alex, maafkan aku! Aku yang salah sayang, tolong lepaskan aku! Sayang, bukankah kita saling mencintai selama ini? Ya kan?".
Kata Ana dengan gemetar mengharap belas kasih dan ampunan dari Alex, kelihatan sekali.
" Aku memang brengsek, tapi aku tidak pernah berhianat apa lagi menyakiti hati orang lain. Dan kau?".
Kata Alex menggantung ucapannya dan semakin berjalan mendekati Ana dengan tangan yang mengepal.
" Sayang, maafkan aku. Aku bisa jelaskan semuanya, percayalah!".
Kata Ana dengan senyuman palsu, dia menatap mata Alex yang tajam dan menyeramkan itu.
" Habislah aku, bagaimana bisa aku menjinakkan singa jantan yang haus akan darah ini? Aku tidak tahu apa yang akan dilakukannya padaku setelah ini! Aku akan mati?".
Kata Ana didalam hati kecil, dengan ketakutan luar biasa.
" Kau tahu awalnya aku ingin berbaikan denganmu. Tapi setelah aku tahu kau penghianat, saat itu juga aku ingin melenyapkanmu dari muka bumi ini. Karena manusia sepertimu tak pantas berada di bumi ini, pernahkah aku menyakitimu ataukah aku memarahimu? Bahkan sehelai bulu pun tak pernah hilang dari tubuhmu selama aku bersamamu kan?".
Kata-kata Alex pelan nan lembut namun menusuk hati saja, kini Alex sedang marah semarahnya.
" Iya aku bisa jelaskan. Maaf ya!".
Kata Ana dengan nada gemetaran.
" Maaf kau bilang? Yang benar saja? Kau membuatku tertawa saja akan tingkahmu itu! Aku muak! Papa kesayanganku kau jadikan cemilan buat mereka, istri tercintaku kau jadikan umpan buat buaya itu. Apakah kau tahu bagaimana rasanya jadi mereka dan aku. Hah?".
Lanjut Alex dengan senyuman khas Si raja petir, menyeramkanπ
" Aku dipaksa mereka melakukan semua itu, sungguh aku tak tahu kalau mereka akan membuat om dan istrimu jadi demikian! Sungguh, percayalah kali ini saja padaku?".
Ana memohon sambil menangis, kemudian dia berlutut didepan Alex. Ana menangis menjadi-jadi dan tak berani menatap Alex langsung.
" Apa kau pikir aku percaya pada pela*ur yang seperti ular? Kau berwujud manusia tapi berhatikan iblis yang kejam. Jika kau iblis maka aku adalah Raja Neraka yang akan menyeretmu hingga masuk neraka dan terbakar habis. Jika kau ular maka aku adalah naga, yang akan membunuhmu dan memakanmu hingga tak tersisa sedikitpun?".
Kata Alex membalas seluruh ucapan Ana yang begitu memuakkannya. Wajahnya semakin marah dan meledak.
Alex mendekati Ana dan mencekik ana dengan sekuat tenaga. Semakin lama dan semakin kuat, membuat Ana semakin lemas dan mulai membiru. Semakin kuat membuat Ana serasa seperti terbakar dan menderita, iiiih sakaratul maut yang menyeramkan. Ana semakin lemas dan Alex tersenyum menyeringai tanda puas.
Braaak.....!!! π₯
Fei berlari dan menarik tangan Alex yang mencengkram kuat leher Ana. Tapi Fei kewalahan karena tangan Alex begitu kuat mencengkram leher Ana yang membiru, akhirnya Fei harus memukul wajah Alex dengan satu tinjuan. Alex sadar dan melepaskan Ana yang sudah pingsan hampir mati.
" Kau gila...! Dia bisa mati! Kita butuh dia untuk umpan besok!".
Teriak Fei pada Alex dan menarik tangan Alex kuat untuk meninggalkan ruangan yang mencekam, panas bagai neraka.
Alex mengikuti langkah Fei kembali kedalam ruangan, dan dia duduk terpaku menatap langit-langit ruangan yang putih bersih.
" Ah...! Wanita iblis jahat...!".
Teriak Alex dengan suara keras.
ππππππππππππ
Tolong like dan komen ya kak!
Semoga kalian suka!
__ADS_1
Love you pembaca setiaβ€οΈ
ππππππππππππ