Istri Imut Om CEO

Istri Imut Om CEO
41


__ADS_3

Aku" Rika, hari ini aku masuk kampus. Ada pelajaran tambahan, kamu jangan dekat2 denganku. Aku tidak suka?!".


Aku berdiri mencari sosok bayangan suamiku, yang membuat aku kesal.


Rika hanya diam mematung, kayak patung liberty saja.


Aku" mana dia?".


Sambil melihat kiri dan kanan.


Ric muncul dari balik ruangan dan menatapku santai dengan wajah datar, dia tersenyum sini sambil mengelus dada. Seolah dia tahu kalau aku mencarinya dari tadi.


" Ya nyonya? Ada yg bisa saya kerjakan?".


Masih dengan wajah datar, memberikan hormat setengah membungkuk.


" Tentu, aku punya urusan denganmu!".


Aku berjalan kearahnya dan menarik dasinya sekuat tenagaku.


Beberapa pelayan hanya melongo dengan mulut mengangga.


Ric" ya nyonya....ada apa?".


Dengan wajah menunduk.


" Matamu buta, salah apa rika? Dia pelayanku jadi hanya aku yg berhak untuk menghukumnya tahu?".


Kesal dan emosiku membara dan berapi api kesal dengan tingkah cueknya Ric.


" Ya kesalahannya karena gak bisa menjaga anda dengan baik. Dia ditugaskan tuan menjaga anda, seperti menjaga nyawanya. Bukankah begitu?".


Ric melirik Rika dengan tajam.


'iiiih geramnya aku, mau aja kutabok wajah lelaki sialan ini. Geram sekali....kesal deh melihatnya didepanku!'


Dalam hatiku berkata.


Rika" iya saya yg salah tuan Richard. Maafkan saya, lain kali tidak akan pernah terulang demikian...!!".


Rika jatuh berlutut didepan mataku.


Aku" kau bodoh ya? Dia atau aku tuanmu? Kenapa kamu begitu bodoh?".


Dengan nada setengah berteriak.


Ric" nyonya....jaga perilaku anda mulai sekarang. Jika anda ceroboh dan melakukan kesalahan Rika dan pelayan lainnya yg akan dihukum. Pikirkan dua kali jika mau berbuat sesuatu, nyonya!".


Sambil tersenyum licik kepadaku.


" Kau....kau sialan.....Ric....!!?".


Bisikku kepadanya dengan geram.


Ric" ada lagi nyonya? Apakah anda mau sesuatu nyonya? Tuan menyuruh Anda untuk memilih mobil untuk kekampus, silahkan mau yg bagaimana?".


Dengan wajah datar tanpa ekspresi.


Aku hanya mengertakkan gigi dan menggigit bibir bawahku tanda aku kecewa dengan Ric. Sambil mengepalkan tangan aku menahan emosi.


Ric" bagaimana nyonya?".


Tersenyum licik kepadaku sambil cekikikan dan menahan tawa.


"Aku mau mobil sport termahal didunia, warna nya pink dan hanya satu2 nya dikota ini. Aku tidak mau yg lain!".


Dengan nada kesal setengah membentak membuat dia makin terkikik.


Ric" mau yg Bugatti atau Ferarri nyonya?".


Menahan tawa sambil memegangi perut karena melihat aku emosi.


' gemesnya lihat tingkah nyonya ini? Aku sampai tidak tahan melihat wajahnya yg imut itu kalau marah...Tambah cantik sih.


Nyonya, kau sungguh imut dan menggemaskan sekali, tuan tidak salah pilih rasanya kan? Ya Tuhan, aku gila bisa2 dibuatnya jika setiap hari seperti ini. Sungguh pemandangan indah!!'.


Sambil menahan tawa sekuat tenaga.


Aku" Ferarri ...!!! Dasar gila....!!!".


Aku menghentakkan kakiku kelantai,


Ric" baik nyonya, saya paham....!!!".


Ric membungkuk memberikan hormat.


Aku" Rika....bangun bodoh! Aku mau jalan keluar. Kita jalan kaki saja...ganti bajumu. Tunggu aku didepan pintu....!!".


Dengan nada kesal setengah mati.


Iya nyonya....!!! Bangun dan ganti baju.


Aku berjalan menaiki tangga dengan menggerutu sangkin kesalnya.


Aku" dasar gila, kenapa semua anggota keluarga dan hanya aku yg waras. Ya Tuhan bisa2 aku jadi gila juga karenanya. Sungguh aneh, iiiiih....kesalnya aku....!!".


Mengganti baju menjadi jaket dan celana panjang untuk lari ditaman.


Sepanjang jalan aku hanya diam saja, dan Rika juga mengikuti aku dari belakang tanpa sepatah katapun.


Rika.....!!!! Kataku membuatnya terkejut.

__ADS_1


Iya nyonya....!!! Ada apa???


Katanya gugup dan ketakutan.


Aku" aku kesal nih, ayo kita duduk!".


Duduk dibangku taman.


Rika hanya berdiri di belakangku,


" Duduk disampingku cepat! Kamu gak usah takut lagi, aku gak makan orang!".


Dengan nada kesal karena tadi.


Rika duduk disampingku dan hanya diam sambil *** tangannya.


Aku" kamu tuh ya, jangan mau ditindas. Apa Ric yg menamparmu sampai luka begitu? Kamu itu bersamaku, hanya aku yg berhak begitu ke kamu!?".


Rika hanya tunduk dan diam.


Aku" Rika, aku lebih suka kalau kamu itu jadi kakak ku. Jangan kaku didepanku, atau kamu mau aku selalu terlihat galak didepan orang? Gak kan??".


Aku menepuk pundak dan memeluknya.


Nyonya....saya?


Suaranya terbata-bata dan kesal.


Aku" jadilah kakak ku. Dirumah itu tidak ada yg waras seperti manusia, aku bisa gila karenanya. Kamu bisa kan jadi temanku? Kak Rika tolong aku...!".


Aku menangis di pelukannya.


Rika" nyonya....saya....saya....!!!".


Masih diam dan gugup.


Aku" aku panggil kak Rika boleh?".


Masih sengkukan diperlukannya.


Ya....!!! Jawabnya sambil tersenyum dan membelai rambutku lembut.


Terimakasih kak...!!!


Suaraku serak terdengar olehnya.


Aku dan kak Rika lanjut jalan santainya,


Aku" kak, aku minta tolong kalo kakak ikut denganku santai saja ya. Anggap saja kita adik kakak! Biar enjoy!!?".


Sambil mengangkat tangan keatas kepala dan mulai berkeringat.


Hm........mm, jawabnya.


Aku tertawa lepas karena lucu.


Sampai didepan taman, kulihat seorang ibu dengan bawaan yg banyak. Aku berlari mendekat dan membantunya.


" Saya bantu buk, mau kemana?".


Dengan senyuman merekah.


" Mau pulang, ke Palm Residents....!!".


Ibu itu mengelap keringat didahinya.


" Oh baiklah, naik apa buk?".


Aku membawa 2 kantongan plastik.


" Makasih ya non, ibu jadi kebantu. Non dimana rumahnya dimana?".


Sambil meninting sekantong plastik besar isinya sayur semua.


Aku" kak Rika bantu dong...!!".


Aku melirik kak Rika yg masih mematung.


Rika bergegas membawakan belanjaan yg ditinting oleh ibu.


Aku" tolong kak, panggilkan taksi!".


Kak Rika berlari kepinggir jalan dan mencarikan taksi buat si ibu.


" Non... Mari sama2 naik taksi!".


Ibu menawari kami tumpangan.


Aku" gak usah repot buk, kami jalan kaki saja. Soalnya rumah kami gak jauh kok, didepan belok kiri. Cat putih, no.1!".


Aku tersenyum kecil.


" Bukankah itu rumah keluarga Clinton ya? Non...siapanya...!!?".


Ibu itu bingung dan heran.


Rika" dia nyonya Clinton, istri tuan Alexandra Clinton buk...!!".


Kak Rika menjelaskan, aku hanya tertawa


Ibu terkejut " makasih ya non, saya jadi ngerepotin nyonya besar...!! Maaf..!".

__ADS_1


"Ah biasa aja Bu, lain waktu mampir kerumah saya. Nanti kita ngosip!"


Aku tertawa gelak dan menutup pintu taksi dan membayarkan ongkosnya.


Taksi itu menjauh, dan hilang dari pandangan mata kami.


Rika' sungguh baik dan mulianya nyonya, hatinya tulus dan ramah. Tidak peduli siapa dan bagaimana, pantas saja tuan menyayanginya seperti menjaga nyawanya sepenuh hati. Coba kalau wanita lain, mungkin sudah sombong dan angkuh seperti yg selama ini aku lihat. Tp nyonya berbeda, baik, ramah dan tulus. Sungguh masih ada orang baik didunia ini, aku kira sudah tak ada lagi...!!'.


Gumamnya sambil kagum.


Aku" kak, aku mau makan cilok bang Ujang itu. Yuk mampir bentar, aku pengen deh makan yg itu....!!".


Sambil menunjuk gerobak cilok bg Ujang yg nangkring dipinggir jalan.


Aku dan kak Rika duduk ditikar bergabung dengan warga lain yg sedang asik menikmati cilok semangkuk.


" Mang, cilok 2 ya....!!".


Aku memesan cilok dengan semangat.


Gak lama kemudian cilok pedas tiba,


Aku" Masya Allah, lezatnya???! Thanks ya mang Ujang. Jus jeruk 2 ya mang!!".


Aku kemudian memesan minum.


Rika hanya diam terpaku melihat aku yg begitu semangat dan masih diam menatap aku yg mulai menyantap dengan tenang dan semangat '45.


Gak lama jus jeruk tiba,


Sruuuuuupppft......!!!


Aku menyedot jus jeruk segar dengan kencang dan mantap.


Rika' hah? Gak salah??? Nyonya makannya sembarangan? Kok bisa?'


Gumamnya heran melihat tingkahku.


Seketika aku melirik kak Rika,


" Kok gak makan kak? Enak loh...!! Coba saja.... Pasti ketagihan....!!!".


Aku menyuapkan sesendok kemulut kak Rika, dan dia memakan juga.


Enak kok???? Katanya singkat dan langsung menyantap bagiannya.


Selesai makan, aku langsung membayar,


Aku" kang Ujang, sehat atuh kang?".


Tanyaku ramah padanya.


Kang" sehat, non gimana kabarnya?".


Sambil menyalami aku dengan ramah.


Aku" sehat kok, kang gimana usahanya? Rame kan ini hari?".


Tanyaku lagi dan tersenyum.


Kang" lumayan non, tumben non mampir! Sudah lama gak kelihatan, biasanya dulu rajin mampir ke rumah akang pulang sekolah....sekedar makan cilok...!?".


Tawanya padaku, nyaman kurasakan.


Aku" iya kang, aku juga kangen pisan sama cilok kang Ujang. Oh ya mana nomor telpon kang Ujang...sapa tahu aku kepingin cilok tapi malas keluar...!!".


Kang" iya, nanti kang Ujang anter kerumah non Lia. Dimana tinggal..!".


Tanya dengan lemah lembut.


Aku" ujung jalan depan, belok kiri. No.1. cat putih itu loh?".


Aku menjelaskannya.


Kang" itu bukannya rumah tuan Alexandra Clinton kalo gak salah non?".


Sambil menggaruk kepala.


"Emang iya kang? Kenapa?".


Tanyaku padanya lagi.


Kang" emang sejak kapan non kerja disana? Kok kang Ujang gak tahu ya?".


Sambil tertawa seperti gak percaya.


"Oh, maaf ya kang. Sekarang aku sudah menikah dan tinggal dirumah itu!!!"


Tawaku cekikikan karena geli.


Loh non.....!!!?" Tanya nya dengan kaget, kulihat kang Ujang bingung.


Aku" 6bulan yg lalu aku sudah menikah dengan Alexander Clinton. CEO paling galak dan menyebalkan sekali.....!!".


Aku tersenyum dan mencubit lengannya.


Kang" maaf ya nyonya, aduh jadi salah!".


Kang Ujang salah tingkah, kayak kambing minta kawin..... serba salah.


Jangan lupa like n komen ya....

__ADS_1



__ADS_2