
" mobil sudah siap! Kita pergi?".
Kak Rika menatapku dengan penuh keyakinan dan tatapan tajam.
" Ayo kak, sudah siap. Jangan takut, aku akan melindungimu kak. Oke?".
Aku berkata demikian, agar semangat kak Rika gak pudar. Lalu aku memberikan jempol untuk menyemangatinya.
Kulihat kak Rika tersenyum dan matanya penuh percaya diri,
' sudah lebih 3thn aku berhenti latihan, semoga saja tanganku tidak kaku ketika menarik pelatuk. Dan semoga saja mataku masih setajam elang, ya Rabb tolong lindungi aku dari keZaliman!'.
Gumamku dalam hati kecil.
Sepanjang jalan kak Rika hanya diam saja, begitu juga denganku yg sibuk mengelus Elus perutku. Ya....benar...!!!?
Aku sedang berKompromi dengan si Malaikat kecilku agar dia bisa mengerti akan situasi ku. Agar dia tidak takut dan bisa bertahan walau keadaan sesulit apapun kelak karena cepat atau lambat akhirnya aku harus turun tangan.
" Kamu baik baik saja bukan?".
Kak Rika membuka suara,
Aku hanya mengangguk saja dan senyum kecil,
" Ya kak? Kenapa?".
Tanyaku padanya.
Ting...tong.....!!!๐ฒ
" Lihatlah, tuan muda menelpon. Apa yg harus kita lakukan? Hah?".
Kak Rika mengerutkan dahi dan memberikan ponselnya padaku.
"Baiklah, serahkan padaku!!".
Kataku dengan percaya diri, padahal aslinya aku gemetaran mendengarkan suara Alex yg mungkin akan murka padaku karena keluar rumah tanpa ijin.
Aku melihat layarnya,
Tuan muda ia calling.....!!!! ๐ฒ
Aku: ya sayang, ada apa?"
Tanyaku ramah padanya.
" Ya sayang, semangat sekali menerima panggilanku. Ah Laura sayang!!!".
Duuuuaaar.......!!! โกโกโก
Bagai petir menyambar,
Kilat pun berlalu saja,
๐จ๐ฑ๐จ๐ฑ๐จ๐ฑ๐จ๐ฑ๐จ๐ฑ๐จ๐ญ๐ญ๐ญ
Alangkah terkejutnya aku mendengar suara yg tak asing kudengar. Siapa lagi kalau bukan William Burdock. Orang yg paling kubenci dan akan kumusnahkan dia dari muka bumi ini, tentunya dengan ijin Tuhan yg Maha Kuasa.
Will: Laura, bagaimana kabarmu syg?".
Will masih bersikap ramah seperti tidak terjadi apa apa saja.
Aku: mana suamiku, hah?".
Aku membentaknya dengan keras, membuat kak Rika panik dan heran.
Will: oh dia baik dan sedang tidur. Setidaknya sekarang sih! He....eee!!".
Aku: kau apakan dia, sialan?".
Masih dengan nada membentak, karena aku tahu Alex pasti dalam bahaya.
Will: datanglah padaku, jika beruntung Alex pasti masih hidup. Oke? Ayolah sayang, aku masih mencintaimu....??!".
__ADS_1
Aku: aku membencimu, lihat saja. Akan kubunuh kau dengan tanganku sendiri. Percayalah, akan kuhancurkan kalian semua dengan kekuatanku. Mengerti?".
Aku berkata demikian, membuat Will marah dan makin tertarik.
Will: akan kucabik cabik daging suamimu dan kuberikan pada ikan dilaut. Khusus buatmu aku akan berlaku baik dan lembut, kujadikan kau milikku Laura...?".
Dia berkata dengan lemah lembut.
Aku: sialan kau Will, pergi saja keneraka. Percayalah aku akan membunuhmu?".
Dengan nada kesal dan tinggi aku membentak. Yes...! aku sungguh berani.
Will: baiklah, datanglah kemari. Jemput suamimu sebelum aku mencabut nyawanya dan mencabik dagingnya! Laura, aku penasaran. Secantik apa kamu sekarang ini, i Miss U...!!".
Seketika Will memutuskan telpon.
" Siapakah tadi? Bukan tuan?".
Kak Rika bertanya dengan ragu.
" ******** itu, William. Akan kuantar kan dia keneraka, aku bersumpah?! Hiks...!!".
Aku menangis sengkukan karena sedih, galau dan kuatir bagaimana kabar Alex.
Kak Rika kaget dan hanya mendelik, sepertinya biji matanya akan keluar. Jantungnya akan copot, dan nafasnya berhenti berhembus karena kaget.
' ya tuhan, bagaimana ini? Api sudah dinyalakan dan disulut oleh minyak panas. Sungai akan berubah jadi darah, nyawa tidak berharga lagi. Nyali Aulia sungguh besar menantang keluarga Burdock. Bagaimana ini? Kami cuma berdua saja sekarang?'.
Kata kak Rika dalam hati mulai ketakutan setengah mati.
Lalu aku menggunakan hape lain untuk menghubungi Ell dan Fei.
Aku: dimana kalian? Aku butuh bantuan!"
Ell: iya kami juga dapat sinyal SOS dari Alex beberapa jam yg lalu. Dimana?".
Aku: Fei adakan? Kumpulkan bantuan, Alex disandera oleh keluarga Burdock beberapa jam yg lalu mungkin sebelum tertangkap. Aku akan menuju kediaman mereka sekitar berjarak 1km....!!".
Ell: baik, share lock. Kami juga menuju kesana sekarang, siapa saja disana?
Ell: apa???? Kamu gila Aulia? Otakmu sudah gak waras lagi. Hah...?".
Ell memarahi dan memakiku sesuka hatinya karena kaget mendengar aku hanya berdua saja tanpa pasukan dan perlindungan apapun.
Fei merampas hapenya dan berbicara,
Fei: kamu punya nyawa berapa rupanya? Seenaknya bertindak seorang diri tanpa perlindungan dan mengantarkan nyawa? Kamu gila? Bisa mati dibunuh mereka?".
Fei juga memarahi dan membentak ku dengan begitu keras sehingga kedengaran oleh kak Rika.
Aku: aku bisa jaga diri, percayalah. Aku tunggu kalian disana ya. Cepatlah!!!"
Ell: baik kami menyusul, sampai saat itu kumohon Aulia Slavina Wijaya. Tolong jaga nyawamu dan anakmu, karena keturunan Clinton ada padamu. Nasip group Clinton dan semuanya tergantung dari anak itu kelak. Tolonglah....!!!".
Ell memohon padaku dengan lembut.
Aku: iya aku tahu, aku bisa jaga diriku!".
Aku berjanji pada mereka berdua,
Kemudian telpon terputus dan kulihat kak Rika meneteskan air matanya,
" Kenapa kak? Takut?".
Tanyaku padanya dengan cemas.
"Tidak?". Sambil menggeleng kepala.
"Lalu kenapa kak? Takut ya?".
Tanyaku lagi dengan sedih sambil menepuk pundak nya lembut.
" Tidak, hanya salut saja pada keberanian kamu saja. Saya tidak menyangka kamu begitu kuat, tegar dan pemberani. Selama ini aku pikir kamu itu lemah, manja, menyebalkan dan merepotkan saja. Tapi sekarang yg aku lihat itu berbeda, kamu kuat dan mandiri. Aku beruntung bisa bersamamu berjuang sekarang....!!".
__ADS_1
Kata kak Rika sambil tersenyum, dengan air mata yg jatuh menetes.
" Aku kuat karena anakku ini, aku kuat karena aku mencintai suamiku yg galak dan keras kepala itu. Dia sudah menolong keluargaku, makanya sebagai istri aku harus menjaga dan melindungi sami sekaligus anakku ini. Ya kan?".
Aku tersenyum sambil mengelus perutku dengan perlahan dan lembut.
" Aku berdoa agar anak itu menjadi anak yg baik dan pemberani seperti ibunya. Semoga dia selalu dilimpahkan kebahagian dan ketenaran kelak!!".
Kata kak Rika dengan bangga dan bahagia kepadaku untuk anakku.
" Terimakasih atas doanya, kita akan pulang selamat kak. Dan kak Rika akan jadi bibi dari anakku kelak. Ya kan?".
Kataku kelak padanya dengan senyuman.
Kak Rika mengelus kepalaku, sontak aku terkejut dan langsung memeluknya.
" Hei aku sedang menyetir, lepaskan!!".
Katanya mengolokku sambil bercanda.
Dan aku melepaskan pelukanku dengan rasa bahagia, setidaknya sekarang.
' setidaknya aku pernah merasakan hidup, bahagia, menikah dan punya saudara perempuan baik. Ayah dan ibu yg perhatian serta suami yg galak, meskipun nanti tuhan mencabut nyawaku. Aku tidak pernah menyesal menyandang nama Aulia Slavina Wijaya. Asalkan masih ada sedikit tersisa bagian dari tubuhku di dunia yg Hina ini, aku kan terus mengingat aku pernah jatuh cinta dan berjuang didunia. Wahai calon anakku, maafkan mama mu ini yg tak bisa melindungimu dari dunia yg kejam. Kelak ketika kau terlahir kembali meskipun tidak dari rahimku, aku selalu berdoa agar kelak kau hidup bahagia...!!'.
Kataku dalam hati sambil menangis sedih tak tahu bagaimana lagi.
Bayangkan sekarang suamiku disandera orang. Sedangkan aku lagi hamil, bagaimana jika anda jadi saya?
Jangan dijawab, karena anda hanya bisa membaca sekarang? ๐ญ๐ญ๐๐
Kami berhenti disuatu jalan bercabang dan menunggu Fei datang. Terdengar samar dari kejauhan suara mobil seperti mobil F1, aku mulai bingung.
Ell" Yo!!! Aulia istri imut om CEO? Apa kabar? Wow...amazing babe....!!!".
Ell terkejut melihat penampilanku.
Fei" wow... Sudah siap perang ya buk?".
Dia kemudian tertawa juga, ternyata penampilan mereka tidak beda dariku.
Aku" gak usah basa basi, ayo kita selamatkan papa anakku ini...!!".
Kataku sambil meraba perut.
Fei, Ell" apa? Kau hamil?".
Mereka berteriak kaget dan histeris.
Ell" kita akan mati dibunuh Alex, jika terjadi sesuatu padamu Aulia?".
Kata Ell mulai agak merinding.
Fei" iya kalau kita masih hidup! Untuk aku hidup pakai asuransi. Untuk berjaga jaga saja supaya terjadi hal genting macam ini tidak merugikan keluargaku tentunya. Untung....untung saja....untung aku!!!".
Kata Fei lega sambil mengelus dadanya.
Kami pergi dengan membawa beberapa anggota yg berhasil mereka kumpulkan.
End....
Kami masuk diam diam dan perlahan, semua berpencar dan dari jauh sudah kudengar suara tembakan yg dahsyat.
Will" sepertinya istrimu jago juga? Lihat dia, penuh senjata yg siap bertempur!".
Kata Will kepada Alex sambil mereka melihat aku dari CCTV yg dipasang keseluruh ruangan dan sudut jalan.
'itukah istri imutku? Aku tidak mengenalinya sama sekali sekarang? Dia datang dengan beraninya hanya untuk aku dan Ric, istriku tersayang yg bodoh!'.
Gumam hati Alex dengan miris.
Jangan lupa like n komen ya kak๐
Tiap hari bakalan Up kok,
__ADS_1