
'Seandainya dunia ini mengijinkan aku untuk memilih jalan hidupku, mungkin aku akan memilih untuk tidak berada didunia ini saja. Rasa sakit yg begitu perih kurasakan membuat aku tidak bisa berpikir jernih lagi, hanya ketakutan menghampiriku. Seharusnya aku senang karena om galak_sedunia sudah gak didepan mataku lagi....ya jika aku terbebas dari Ken. Sungguh aku tidak bisa bertahan walau aku hidup penuh dengan tekanan yg berat, kenapa semua pria itu sama saja. Apa karena wajah cantik ini? Apa semua memandangku seperti itu ya? Andai bisa memilih, aku hanya ingin hidup seperti burung saja. Hidup bebas dan terbang kesana kemari sesuai dengan keinginan, berkelana jauh menembus awan biru. Menjelajahi bumi Pertiwi dan keliling Nusantara. Menikmati keindahan ciptaan tuhan, meresapi setiap detil keagungan tuhan. Sungguh aku tidak beruntung hidup didunia ini, mereka memandang aku apa? Seperti apa? Apa aku hanya mainan mereka pria kaya raya? Apa aku tidak punya hak untuk memilih...? Lebih baik aku mati saja...!'
Itulah isi mimpiku ketika tidur.
Saat aku bangun, tangan dan kakiku tidak diikat. Tapi ada 3pengawal disampingku, yg mengawasi dan memperhatikan tiap gerak gerik ku.
Aku pergi kesal kamar mandi dan berendam didalam air panas.
Aku" sungguh segar sekali, tubuhku kaku semua nih. Akhirnya rileks juga....???!"
Karena aku berendam terlalu lama, seorang pelayan mengetuk pintuku.
" Nona, anda baik2 saja didalam?"
Dia bertanya kepadaku dengan lembut.
Aku" iya, aku masih asik....!!"
Jawabku tegas padanya,
" Nona, makan malam sudah siap. Mau saya bawakan kedalam kamar...!!?".
Dia bertanya lagi dengan sopan.
Aku" iya boleh, terimakasih....!"
Teriakku dari dalam.
"Baik, nona. Saya siapkan....!!"
Dia kemudian pergi,
Aku" aku gak mau makan dengan Ken sialan itu, dia seperti hantu saja. Andai dia lebih lembut dan berhati manusia pasti akan menyenangkan sekali bersamanya...? Tapi dia seperti setan saja....??".
Aku bergegas mandi dan berganti pakaian dengan begitu rapi.
Ken menatap pelayan itu dengan teliti,
Ken" dia tidak turun makan malam?"
Menikmati makan dengan tenang,
"Nona mau makan didalam, tuan?".
Pelayan itu memberi hormat,
Ken" kamu jangan tinggalkan dia, tetap bersamanya sepanjang waktu. Laporkan kepadaku apa saja yg dilakukan nya....!!".
Titah nya kepada wanita muda itu.
" Baik tuan, saya pamit....!!".
Pelayan muda itu meninggalkan Ken dan membawakan aku makan malam.
Sampai dikamar,
Aku makan dengan lahapnya, dan duduk diam diteras kamarku dengan pemandangan laut yg dingin.
Aku menatap langit malam, ditaburi bintang kecil. Meski angin laut begitu kencang berhembus.
" Nona, lebih baik anda segera masuk kedalam! Diluar begitu dingin...nona???".
Pelayan itu menyapaku didekat jendela,
Aku" pergilah, aku ingin melihat bintang. Kerjakan saja pekerjaanmu atau istirahatlah, siapa namamu....?"
Aku bertanya lembut sambil tersenyum kepadanya.
" Cici...nona panggil saya itu aja...!!!?".
Dia berkata singkat....
__ADS_1
Aku" terimakasih Cici, mungkin dirumah ini hanya kamu saja yg terlihat dan berperilaku manusia normal...! Pergilah!".
Aku kembali duduk dan menatap langit.
Cici hanya diam mematung menatapku.
Aku" wahai manusia bumi, dengarkanlah aku yg terluka. Bumi...biarkanlah aku sejenak bersandar didadamu, biarkanlah kakiku yg kecil ini berpijak padamu. Langit, apakah kau masih melihatku. Kenapa tidak biarkan aku berlindung dan berteduh kepadamu sejenak bertahan dengan airmataku. Ketakutanku, akan dunia ini melebihi besarnya cintaku pada seseorang yg ingin kutemui....!!!".
Aku masih saja bersedih karena kondisiku yg masih terpisah dengan om.
Cici" Nina, ayo masuk kedalam. Tuan akan menghukum saya jika anda sakit. Tolonglah saya nona.....???!".
Cici menunduk dan ketakutan.
Aku" baiklah, tidak ada yg akan menyentuhmu bahkan menyakitimu seujung jari pun. Aku janji padamu...!!".
Aku berjalan masuk kedalam kamar dan mulai tidur.
Ketika tengah malam, Ken masuk kekamarku tapi aku pura2 terjaga.
Ken" kau sebenarnya manis Aulia, jika kau penurut aku tidak akan kasar padamu. Bersikaplah jadi anak baik, bukankah itu lebih baik untukmu....!!"
Ken pergi dengan senyuman jahat.
Aku terjaga dan masih posisi terlentang diatas kasurku yg empuk.
Haha.....haa.....aaa
Yang benar saja kasur ku....ini kamar William tentunya. Aku gila jika mengaku ini milikku,
Aku" bagaimana caraku keluar dari tempat ini secepatnya, aku harus bisa bersikap baik dan patuh. Akan ku manfaatkan Will keluar dari rumah ini...! Maaf saja Ken, aku jauh lebih pintar...!!".
Aku kembali menarik selimut dan tertidur lagi dengan lelap. Berharap esok hari jauh lebih baik dari kemarin.
End....
Keemasan diuruk timur, menyambut suara kicauan burung yg lalu lalang berlalu begitu saja. Angin yg berhembus begitu sejuk terasa kekulitku membelai rambutku dengan lembut. Seakan tak ingin pergi meninggalkan aku, dia membuatku menggigil dan terjaga.
Cici" nona, selamat pagi?".
Cici menyapaku lembut dengan senyuman yg begitu hangatnya,
Hooooaam......!!!!
Aku" pagi Cici, kamu gak tidur ya?"
Aku masih berbaring ditempat tidur,
Cici" tidur kok nona, saya bangun sebelum anda bangun tentunya....!!!"
Cici membuka jendela kamar,
Kurasakan angin yg berhembus begitu nyaman dan segarnya, serasa aku tidak memiliki beban apapun sekarang.
Hah???? Bisa bisanya aku berpikiran enteng semacam itu, padahal aku ada dilubang harimau sekarang, sial.....!!!
Cici memberikan segelas air minum padaku dengan ramahnya,
Gleek....gleeek.....!!!! Habis....sekali teguk.
Aku" terimakasih ya, ada kabar apa?".
Aku masih duduk diatas kasur sambil mengikat rambutku yg berantakan.
Cici" tuan muda William akan pulang hari ini, sehari lebih cepat tentunya....!!!".
Aku' eh....hah??? Lengkap sudah. Akan bertambah satu lagi orang yg akan menyiksaku dan menjajah hidupku....!!!'
Gumamku tidak senang,
Cici" nona senang tentunya bukan?"
__ADS_1
Cici melihat wajahku yg datar,
Aku" tidak, aku benci mereka. Anggap saja kau tak mendengar aku berkata demikian ya Cici...lupakan saja....!!!"
Aku turun dari kasur langsung mandi.
Cici' aneh...kenapa nona bersikap demikian? Apa yg terjadi? Nona bahkan membenci mereka berdua, apa aku tidak salah dengarkan?' gumam Cici masih saja tak percaya akan ucapanku.
Habis itu aku sarapan didalam kamar,
Aku muak dan masih marah pada Ken. Aku tidak akan keluar kamar, sungguh Ken berubah jadi iblis yg kejam dan gak punya hati nurani sedikitpun.
End....
Alex" oh ya Fei, mana sekertaris baruku? Kelihatannya aku memang harus berpikir lagi nih, kelihatannya memang aku butuh sekertaris baru untuk membantuku...?".
Alex sibuk membaca dan mempelajari berkas yg sudah menumpuk diatas meja.
Fei" iya aku tahu, makanya kucarikan sekertaris baru buatmu. Sabar mungkin hari ini dia akan masuk kerja....!!!".
Tok....tok.....tok....???!💢
Pintu diketuk oleh seseorang.
Fei" masuk saja, silahkan!!!"
Fei mempersilahkan orang itu masuk.
Ya...siapa lagi kalo bukan Ell dan sekertaris baru Alex. Rini...
Ell" ini sekertaris buat mu pak bos...???".
Ell main mata pada Fei, mereka berdua hanya senyum kecil.
Alex" suruh dia duduk, dan langsung membantuku menyelesaikan ini...!!"
Alex menunjuk berkas yg diatas meja.
Fei" Rini, dia bos mu mulai saat ini. Mejamu didepan pintu, silahkan kamu bisa kerja mulai sekarang juga....!!".
Fei memberikan setumpuk berkas kepadanya dengan ramah.
Rini" baik pak, saya permisi dulu...!!!"
Rini beranjak keluar ruangan.
Ell" gila, big bos nya menatap saja gak mau. Alex sialan bener....!!".
Ell hanya geleng kepala dan langsung duduk didekat Fei membantu Alex mengerjakan sebagian berkas.
Rini" gila ah...masa gak liat aku dulu. Memang benar ya, Alexandra Clinton itu big bos yg killer bgt deh. Merinding...!!".
Rini bergedik ngerih dan langsung mulai mengerjakan beberapa berkas.
Ell" Lex...yakin kamu gak mau lihat Rini dulu, dia lumayan cantik kan???".
Ell menggoda Alex dengan genitnya
Alex" sudahlah, terserah. Aku sibuk. Bagaimana perkembangan kota sss? Apa ada kabarnya dari mereka???".
Alex masih melanjutkan kerjanya dengan begitu pelan dan hati2.
Fei" iya belum ada kelanjutan dari pihak pemerintah, tinggal nunggu saja kapan rapat kordinasi ya dimulai...kenapa???".
Ell" mereka berbahaya, karena salah satu anggota keluarga mereka ada yg bekerja buat pemerintahan. Jadi harus waspada dan hati2 tentunya....???".
Alex" bagus kalau kalian paham!!!".
Mereka bertiga bekerja dengan begitu keras hingga tengah malam.
End...
__ADS_1
Alex dikasur sambil membayangkan Aulia yg selalu nakal ada didekatnya.