
Booom.....!!!💥💥
Suara dari dalam kamar,
Aku" Ken....Ken sialan....buka pintunya. Aku mau pulang, Ken....!!! Sialan...!!"
Aku berteriak histeris dan menjerit2 sekuat tenaga karena diikat disofa.
Diluar pintu kamar,
Ken" perhatikan nona, jangan masukkan hati apapun yg dikatakannya. Sampai aku kembali kalian temani dia didalam...!!"
Ken memberikan perintah kepada 2 pengawal untuk menemaniku duduk didalam kamar.
Aku" kumohon pak, tolong lepaskan aku. Tolonglah...lepaskan aku. Tolong....!!"
Mataku bercucuran air mata dan aku sudah mulai lemas.
2 orang itu hanya pura2 tidak melihat dan cuek setengah mati kepadaku. Seolah2 mereka tidak melihat dan mendengarkan aku yg sedang tersiksa itu.
Aku menatap langit2 kamar yg dilukis seperti pemandangan langit.
Aku' ah...ada baiknya jika aku mati saja. Om galak_sedunia sedang apa ya? Apa dia sudah melupakan aku? Om...tolong aku. Papa tolong aku. Ayah...ibu....aku takut....!!'
Aku hanya bisa bergumam sedih.
Sore hari, karena kelelahan berteriak. Aku ketiduran disofa, masih dengan tangan terikat kuat. Ken masuk kedalam kamar,
Ken" angkat nona kekasur, ikat kakinya. Jangan biarkan dia kabur. Setelah dia bangun kabari saya....paham....!?"
Ken pergi meninggalkan kamar dengan nada lembut tapi tegas. Dia kembali kekamar dan berendam air panas untuk menghilangkan penat seharian diperusahaan menggantikan Wiil.
Ya....Ken akan mengcover seluruh pekerjaan Will jika tidak ada diperusahaan. Dibandingkan Will, Ken kelihatannya lebih keras kepala dan mengerihkan tentunya.
Ken" maaf Will, aku tidak bermaksud membuatmu marah. Tapi jika aku tidak melakukan itu kepada dia, mungkin dia sudah pergi lari entah kemana. Yah...akhirnya dia ingat sesuatu juga. Aku tidak ingin mengahancurkan dan membuat luka yg baru dihati mu, percayalah semua kulakukan semata-mata hanya ingin kau bahagia. Aku akan membuat dia mencintaimu dan berada disisimu, meskipun harus dengan paksaan dan siksaan sedikit. Akan kupastikan, kau tak akan terluka lagi. Bahkan aku akan mematahkan hatinya jika dia membuatmu terluka, aku juga bisa mematahkan kaki dan tangannya jika dia ingin kabur darimu. Karena aku sudah berjanji pada papa...aku akan melindungimu sepenuh jiwa dan ragaku. Percayalah Will semua ini demi dirimu!!".
Selesai berendam, dia kemudian mandi bersih dan berpakaian santai.
Tok....
Tok.....
Pintu kamar Ken diketuk oleh seorang pelayan rumah,
Ken" masuk saja....!!?"
Ken mempersilahkan masuk, karena dia tahu siapa yg mengetuk. Tentu saja dia hapal siapa yg berani menemui singa yg sedang kelaparan itu.
Hanya satu....
Cuma satu orang saja,
Yaitu.....
Yun" tuan, nona sudah bangun....!!"
Yun adalah orang kepercayaan Ken, dia juga sekertaris Ken.
Ken" aku akan kesana....!!?"
Ken berjalan keluar kamar.
Dari jauh suara ku sudah kedengaran sangat jelas sekali,
Aku" Ken sialan....bajingan kamu. Ken....lepaskan aku. Aku benci kamu....!!"
Aku terus berteriak dan mengutuk Ken tanpa jeda sedikitpun.
Aku" Ken sialan. Ku kutuk kau tidak akan pernah hidup tenang dan akan mati dengan mengenaskan. Akan kukutuk kau masuk api neraka dan tidak akan kumaafkan. Ken sialan......!!!?".
Aku berteriak dengan keras,
Klak.....💢
__ADS_1
Pintu terbuka, Ken dan Yun masuk. Aku terdiam dan ketakutan menatap wajah Ken yg amat menyeramkan.
Lebih horor dari gua Ratu kidul, seperti aku hendak berjalan kedalam lorong gelap menuju neraka. Jantungku pun berdetak kencang dan memompa darah dengan cepatnya.
Selama ini aku tidak pernah melihat wajah Ken yg satu ini, lebih menyeramkan dari om galak_sedunia pikirku. Bulu kudukku merinding kala menatap mata Ken seperti hantu Wewe gombel aja....haaa.....aaa, masa iya?
Ken" buka ikatan nona, tinggalkan kami berdua. Jangan masuk sebelum kupanggil kelak, paham....?!"
Ken berbicara tegas pada sekertaris Yun yg sudah paruh baya itu.
Setelah ikatanku lepas, semua pengawal keluar, Ken duduk didepan kasur tepat menghadap aku yg sedang duduk juga.
Ken" sekarang bagaimana...?"
Wajahnya masih kelihatan dingin dan menyeramkan sekali, dengan wajah datar tanpa berkedip sedetikpun melihatku dengan tatapan tajam dan membunuh.
Aku" aku mau pulang... Lepaskan aku?"
Masih dengan wajah kesal dan setengah berteriak kepadanya.
Ken" tidak. Kamu akan tetap berada disisi William, paham.....?".
Ken masih dengan wajah menakutkan itu menatapku dengan penuh makna.
Aku" tidak. Aku bukan miliknya, aku juga bukan milikmu yg seenaknya menahanku seperti tahanan kalian....! Lepaskan aku!".
Aku melemparkan bantal kewajah nya,
Tepat mendarat kewajahnya dengan tepat, namun ia tidak bergeming sedikitpun. Masih menatapku dengan tajam, mengintimidasi ku dengan kejam.
Ken" tidak akan kujelaskan lagi, jika Will menginginkan mu maka aku akan mendapatkanmu untuknya. Jika Will mencintaimu maka aku akan membuatmu mencintainya meski dengan paksaan. Jika Will tak menginginkanmu lagi maka aku akan melepaskanmu. Siapapun yg menghalangi jalan Will akan aku singkirkan, percayalah.....!!?"
Ken tersenyum jahat, wajahnya yg begitu hangat dulu berubah menjadi menakutkan dan dingin seperti kutub Utara saja. Seram ah....
Aku" kau tidak bisa seenakmu saja, Ken....aku sudah menikah. Aku tidak bisa berada disisi William. Aku serius....!!"
Aku menangis dengan sedih,
Hiks.....
Ken" maka akan aku putuskan hubungan yg mengikatmu, agar kau bisa berada disisi Will setiap saat....!!"
Ken berkata dengan begitu jahatnya,
Aku" bodoh, pernikahan tidak bisa kau putuskan begitu saja. Asal kau tahu??"
Sambil menyeka air mataku....
Ken" semua tentang mu aku tahu....Aulia. percayalah mungkin posisi mu dihati Alex sudah tergantikan. Aku sudah tahu seluruhnya, Aulia. Aku tahu......!!!".
Ken memberikan beberapa foto Alex sedang bersama wanita direstoran.
Ya....itu cara yg mujarab sekali. Seketika hatiku sakit dan hancur, entah bagaimana aku harus menata ulang hatiku ini dikala aku melihat fotonya tersenyum kepada wanita lain.
Ken" dan juga papa Alex sudah tiada. Sepertinya dia begitu terpukul dan tidak bisa menerima kalau kamu hilang...!"
Ken berbicara dengan percaya diri.
Aku" jangan bercanda Ken, aku bisa berpikir jernih. Aku masih bisa menerimanya, karena kau tak tahu apapun tentang Alex. Ha.....ha.....!!!!?".
Aku tertawa dengan air mata yg masih mengalir deras.
Ken' sial. Dia pandai bersandiwara didepanku, sepandai apa kamu bisa menutupi kenyataan ini. Tak kusangka dia bisa membuatku melakukan hal yg begitu jauh juga, aku lupa akan satu hal. Istri dari singa adalah singa juga. Dasar wanita sialan...lihat saja nanti....!!'.
Gumam Ken kesal melihatku.
Aku" kau tahu apa Ken tentang Alex? Om galak_sedunia itu punya tempramen yg sama seperti mu. Menakutkan dan mengerihkan tentunya. Kau tidak akan bisa membayangkan apa yang akan dia lakukan padamu jika dia tahu kau kasar padaku. Percayalah....ha...haaaa....dia bisa membuatmu menderita seperti dineraka selama hidupmu.....!!?".
Aku berkata dengan nada mengancam. Mungkin karena aku berkata begitu, kulihat dia mengepalkan kedua tangan dan berdiri dengan kesal berjalan kearahku dengan hawa pembunuh.
Plak....!!!💢
Akhirnya Ken menunjukkan dirinya yg sebenarnya, suara itu begitu nyaring diruangan ini.
__ADS_1
Tangan Ken yg kuat dan ringan itu landing diwajahku dengan mulus. Perih, sakit dan aku terkejut sekali.
Tangan itu membekas memerah diwajahku...bukti betapa sakitnya ... Betapa kerasnya menghantam kulitku.
Ha.....ha.....aaaa?!!!
Tawaku dengan keras, dan Ken semakin kesal saja padaku.
Aku" meski kau mengkulitiku itu tak akan membuat aku takut apalagi gentar kepadamu Ken. Aku tidak takut sedikitpun padamu, seujung kuku pun...!!"
Sambil menunjukkan ujung kuku jari kelingkingku kepadanya.
Ken" kalau bukan kau kesayangan Will sudah kuhancurkan lidahmu yg lantam itu. Percayalah, aku makin suka padamu. Sedikit saja kau sakiti William ku, maka aku harus merajangmu untuk makanan singa dihutan. Aku serius...Aulia???".
Aku" kau juga sadar aku ini Aulia bukan? Lidahmu lebih jujur dari hatimu Ken. Percayalah dunia akan menghukum perbuatanmu padaku. Tuhan tidak tidur, aku pasti akan kembali bersama Alex...!".
Ken" hentikan.....!!!!"
Suara Ken berteriak begitu keras, membuat pak Yun didepan pintu cemas.
Pak Yun memberanikan diri mengetuk pintu dengan pelan.
Yun" tuan, anda baik2 saja....!!!?"
Suara pak Yun mencemaskan Ken,
Ken"jangan kau sebut nama itu didepanku, jika tidak aku akan....!!?".
Mulut Ken terhenti sejenak, meskipun.suaranya tadi masih berteriak berbicara padaku.
Aku" kenapa? Ya....tentu saja kau tidak ada apa2 nya dibandingkan om ku??"
Masih dengan nada sombong,
Ha....ha.....!!!!
Tawaku keras membuatnya kesal setengah mati kepadaku.
Ken" baiklah, aku tidak akan menang jika beradu mulut denganmu. Kau pintar!!".
Ken duduk kembali kekursinya.
Aku" dasar, kuberitahu kamu Ken. Aku bukan wanita lemah seperti kecilnya tubuhku ini. Aku lebih kuat dan tangguh dari dugaanmu....Ken???!"
Ha.....ha.....aaaa
Tawaku masih saja bergema didalam kamar yg begitu besar dan mewah ini.
Ken" pak Yun...pengawal...., masuklah...!".
Ken berteriak keras.
Seketika mereka masuk dan berdiri sigap dihadapan Ken dengan patuh dan hormat
Ken" pegangi nona dengan kuat....!!?"
Mereka berempat memegangi tubuhku dengan kuat dan erat, sementara Ken menyuntikkan sesuatu ketanganku.
Aku" sialan kau....Ken apa yg kau lakukan. Lepaskan aku...Ken sial....!!!"
Teriakanku tak membuat mereka takut, bahkan bergeming juga tidak sama sekali kulihat diwajah mereka semua.
Apalagi Ken, dia hanya berwajah datar tanpa melihatku. Dia hanya diam....
Seketika kurasakan dingin dan mataku mengantuk dan menutup.
Hz........hz.......!!!😴😴😴
Aku tertidur hanya dengan 15detik.
Sial....
Sial.....
__ADS_1
Jangan lupa like n komen ya....