Istri Imut Om CEO

Istri Imut Om CEO
80


__ADS_3

Tuk.....!


Tuk......!!


Samar-samar terdengar dari atas suara langkah kaki yang begitu familiar ditelinga ku.


Akhirnya dewa petir beserta jajarannya keluar juga dari dalam neraka Jahanam alias ruang kerja.


" Ric, tolong jadwalkan ulang makan malam dengan keluarga Tn.Chen. Aku tidak mau ada kesalahpahaman apalagi sampai ada gosip yang tidak jelas tentang perusahaan Alex group. Kamu paham maksudku bukan? Besok sore aku mau kabar!".


Kata Alex dengan tegas kepada Ric sambil menuruni anak tangga menuju ruang tamu.


" Baik tuan, saya paham. Saya pulang dulu, sampai jumpa besok!". Kata Ric pamitan kepada Alex. Diikuti oleh Rika dari belakang.


Alex singgah sebentar kedapur untuk ambil minum, Ric berbincang sebentar dengan Rika.


" Kamu harus terus mengikuti nyonya. Jangan biarkan dia sendiri, ingat harus waspada selalu!".


Kata Ric mengancam Rika dengan tegas dan lantang.


" Baik tuan, terimakasih banyak. Saya paham, saya kembali!".


Rika berpamitan dan kembali ke kamar untuk tidur.


Sementara itu Alex masih duduk dimeja makan, menatap apakah amsiha dan makanan yang layak dimakan diatas meja.


" Hem...! Masih hangat kok, lumayanlah buat ganjal perut malam ini. Dia pasti sudah tidur!".


Kata Alex kepada diri sendiri.


Selesai makan dia menuju ruang tamu dan kaget aku berbaring diatas sofa bukan dikamar.


" Hah? Kenapa tidur sembarangan! Kalau jatuh bagaimana? Dasar ibu hamil maunya ada-ada saja! Bikin repot, kalau tidak buat ulah malah aku jadi heran padanya....!".


Kata Alex sambil tersenyum menatap aku yang tertidur pulas.


Alex menggendong aku kembali kedalam kamar, lalu dia tidur di ruang sebelah. Mungkin takut aku terganggu karena kehadiran dia.


Slash.....!!!!


Suara berdesir kudengar dari luar sayu dan samar. Aku terbangun dan beranjak berdiri didepan jendela.


" Ah sudah pagi rupanya? Dia pasti tidur di ruangan kerja semalaman. Ah!!! Dasar gila kerja!".


Kataku pelan dan mandi.


Selesai mandi aku kedapur dan membuatkan nasi goreng dan teh jahe. Selagi asik main masak-masakan wakil si Dewa petir menghampiriku seperti hantu Jalangkung saja. Datang tak diundang pulang tak diantar.


Oooi, seram ah! 😂


" Selamat pagi nyonya?".


Katanya lembut menyapaku.


" Hm? Sudah rapi lalu gentayangan didalam rumahku. Ada apa...?".


Tanyaku agak ketus dan kesal. Maklum saya kaget pagi buta ada hantu dirumah.


" Biar saya yang bawakan, apakah tuan sudah bangun?".


Tanya Ric kepadaku sambil mengambilkan nampan.


" Mana aku tahu? Aku bangun tidur Tuanmu itu sudah tak ada dikamar! Ya aku pikir dia tidur diruang kerja!".


Kataku lagi bertanya heran balik.


" Hah? Yang benar saja?".


Kata Ric agak keheranan menatap aku yang sibuk menata nasi goreng dipiring atas meja.


Aku sibuk membuat untuk 4 porsi, tentunya 2 porsi untuk Alex si jago makan yang katanya masakan aku kelas bintang 5.

__ADS_1


Hah? Apa iya? 😅


" Habiskan sarapanmu! Jangan lupa sarapan untuk Rika juga...!".


Aku membawa nampan yang sudah kuisi dengan makanan.


Ric duduk dan sarapan dengan santai, dia tahu kalau dia melawan titah Ratu pasti akan celaka. Tak lama setelah itu Rika sarapan.


Aku berjalan membawa nampan berisikan sarapan ke ruang kerja. Tapi bukan sosok suamiku yang kudapatkan, hanya meja kosong. Aku bingung dan membuka kamar disebelah kamar utama.


Klakkk!!! 💢


Aku membuka pintu dan kudapati wajah tampan nan berseri bak Malaikat Michaels.


Ecek-ecek nya lah! 🤣


Aku berjalan dan meletakkan nampan diatas meja. Lalu mendekati dia yang sedang tertidur pulas, wow sekali.


" Kasihan sekali, kenapa juga harus tidur sendiri. Pasti dia banyak pikiran, seandainya aku bisa bantu entah apa begitu pasti akan aku bantu. Kasihannya...!".


Kataku lembut membelai lembut kepalanya sambil tersenyum.


Seketika dia membuka mata, membuat aku terkejut hampir pingsan.


" Aku ganteng dan menawan sayang? Kenapa menatapi aku tadi?".


Katanya dengan penuh percaya diri.


Aku tersenyum dan mencubit pipinya lembut.


" Iya kamu tampan sayang! Ayo mandi dan sarapan, aku masak nasi goreng yang lezat! Bukankah kamu akan pergi dinas luar?".


Aku mencoba kembali mengingatkan dia.


Hoooam!!!!


Si dewa petir menguap meskipun demikian tetap saja tampan.


Kataku sambil mengambilkan handuk dan meletakkan didepan pintu kamar mandi.


" Ya sudah atur saja waktunya! Bagaimana kabarmu? Masih mual juga tidak? Hoaaam!".


Katanya sambil menguap terus.


" Baik! Cepat mandi dan sarapan. Aku mau bersiap! Aku ikut kerja!".


Kataku dengan santai.


" Hah? Apa benar?".


Katanya terheran menatap aku yg duduk membaca majalah.


" Ya setidaknya aku bisa membuatkan teh dan kopi kala kamu sibuk! Boleh?".


Tanyaku berharap dia memberikan ijin aku ikut bekerja.


" Kamu mau apa sebenarnya sih? Pasti ada tujuan lain?".


Katanya sambil bangkit dan mencium keningku.


" Ha...ha...aaa! Kamu tahu saja! Aku akan menghabiskan seluruh kekayaanmu dalam sekejap mata! Percayalah sayang aku handal dalam menghabiskan uang!".


Kataku dengan jahat dan percaya diri, ya tentu saja menggodanya.


" Iya, aku mandi dulu!".


Katanya dan langsung mandi.


Kemudian aku kembali ke kamar dan bersiap juga. Maklum hanya dikamar sebelah saja kok.


Didalam kamar, aku sibuk dan asik menggerutu sendiri.

__ADS_1


" Oh ya Karim! Perutku semakin membesar saja. Sepertinya aku harus beli baju khusus ibu hamil. Sekitar 2bulan lagi harus cuti, untung sudah mulai ujian kenaikan semester! Oh ya tuhan...?".


Kataku menggerutu melihat diriku didepan kaca.


Sumpah, hampir tak ada lagi baju yang muat dipakai. Sungguh membuat aku hampir frustasi saja,


Dengan masih memakai handuk, aku kembali duduk dipinggir kasur. Lalu membaca Hot gosip.


Klak.....!!! 💢


Pintu studio dibuka, tak lama setelah itu group band si Yuke latihan buat acara konser Akhir tahun. Pokoknya bakal meriah.


" Yuke, sudah hapal bagian kamu harus reef?".


Tanya ketua tim group, Yuda namanya.


" Sudah! Aku juga sedang usaha cari posisi yang aman saat dance nanti, mau coba duet dulu?".


Tanya Yuke kepadanya.


" Boleh, coba yuk...?".


Kata Yuda kembali dengan serius.


Yuke dan Yuda terkenal jago dance, maklum badannya lentur seperti ongol-ongol atau agar-agar gitu 😂.


Anggota yang lain juga berusaha untuk mengikuti gerakan mereka.


Latihan kali ini sangat menguras tenaga karena panggung yang megah dan cukup besar pula. Jadi harus bisa semaksimal mungkin untuk tampil, sekalian acara akhir tahun yang akan disiarkan langsung oleh televisi.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Dear,


Putriku tercinta dan tercantik.


Baru 12hari sayang, adek tinggalkan ibu nak. Tapi entah kenapa seperti beribu-ribu abad waktu bergulir, terasa berat dan begitu lama. Oh putri kecilku, anak ibu paling cantik.


Bagaimana disana? Apakah hangat dan menyenangkan? Apakah perutmu kenyang sayang? Tiap detik ibu memikirkan adek, tiap hembusan nafas pula ibu meneteskan air mata. Semoga Tuhan mengenyangkan perutmu dan malaikat bermain senantiasa bersamamu. Ibu rindu adek, ibu gak bisa lupa suara tangisan adek.


Ibu mengejan kuat agar adek keluar dengan selamat. Bahkan saat itu ibu rasa nyawa diujung ubun-ubun, tubuh ibu menggigil kedinginan. Saat itu juga adek lahir dan menangis, ibu bahagia melihat adek saat itu. Seketika tawaku bahagia... Sekejap pula dokter membawamu dan memisahkan kita.


Samar-samar ibu dengar, Abi berbincang dengan tim medis.


" Aku mau istriku selamat dan sehat, soal anak hanya tuhan yang tahu. Kami masih bisa punya anak lagi kedepannya.....!".


Saat itu ibu baru paham, arti cinta sesungguhnya sayang. Allah punya cara tersendiri menyayangi ibu dan adek, Allah punya pikiran sendiri bagaimana mencintai ibu dan adek, bahkan Allah punya rencananya tentang bagaimana mengasihi kita.


Sayang, sesungguhnya ibu tidak mampu melewati hari tanpa adek, tiap kali lihat atau dengar suara tangisan bayi ibu selalu memegangi dada dan menarik nafas panjang. Tiap tarikan nafas ibu, selalu meneteskan air mata. Ibu yang berbagi nyawa denganmu, berbagi kasih sayang dan cinta, ibu juga yang menjagamu selama 7bulan ini.


Ibu belum bisa melupakan tendangan kecilmu kala ibu mengelusmu manja. Bahkan ketika adek lapar selalu menendang kecil didalam perut ibu nak. Andai adek masih ada, mungkin kita masih bergantung nyawa satu sama lain.


Sehari seperti beribu tahun lamanya berjalan sayang. Bahkan tubuh ibu masih bengkak, ibu juga sudah menghasilkan asi untukmu. Namun semua terbuang begitu saja, hanya air mata saksi bisu perjuangan ibu selama ini untukmu. Putri kecil ibu yang paling cantik, ibu rindu adek. Bahkan tiap jam si Abang bertanya pada ibu, " mana Adek ma?".


Ibu selalu bilang " adek Abang sudah bobo sama Allah, dia sudah tidak ada. Adek sudah sama kakek?". Hanya itu jawabku singkat.


Si Abang tanya lagi " ayo kita bangunkan, Abang mau gendong adek. Abang rindu ma...!?".


Tahu sayang? Ibu hanya meneteskan air mata, teringat setiap pagi, siang, sore bahkan malam si Abang selalu menyapamu dari luar perut ibu.


" Adek jangan nakal ya, jangan tendang perut mama. Nanti mama sakit adek!".


Kata-kata itu selalu terngiang ditelinga ibu sampai saat ini.


Ingin rasanya ibu menyusul, tapi si Abang dan Abi masih bergantung pada ibu. Jadi ibu harus apa? Sementara ibu tidak mampu bertahan sampai saat ini sayang.


Sakit nak, perih nak. Bahkan luka jahitan itu belum sembuh. Bahkan darah ibu masih mengalir deras, tubuh ibu gemetar. Tidak mungkin ibu cerita sama Abi, nanti Abi pasti sedih. Ibu tidak mau Abi sedih gara-gara ibu dan terluka lagi.


Wahai para pembaca, terimakasih sudah membaca curahan hati seorang ibu yang kehilangan anak. Semoga kalian sehat selalu dan murah rejeki, semoga tuhan melindungi kita semua.


Apapun komentar kalian akan menjadi masukan buatku, terserah kalian mau bilang apa. Terimakasih atas perhatiannya.

__ADS_1


By : author 🍁


__ADS_2