
Dia mengamati setiap orang yg disana dan suasana hatinya mulai tenang dan senang sekali.
' disini menyenangkan sekali, ramai dan banyak interaksi. Nyonya pasti tiap hari main kemari, pantasan saja dia begitu ramah dan nyaman. Ah senang nya berada disini, sesekali ajak tuan muda mau gak ya kepasar cari suasana baru?'.
Gumam Ric dalam hati kecil,
Senyum nya mulai bermekaran dan hatinya mulai tenang karena melihat banyak orang dipasar. Semua ada, ada semua nya.
Ibu"mau makan apa? Nanti saya akan buatkan yg enak!".
Kata ibu bertanya.
" Apa saja bisa, yg penting enak. Masakan nyonya Aulia sangat enak, saya suka masakan beliau...!!".
Kata Ric memuji masakanku.
" Siapa dulu gurunya...!".
Kata ayah menunjuk ibu.
Ibu hanya terkekeh saja, suasana jadi tidak kaku lagi karena tawa ibu dan ayah.
' aku sungguh terhibur, keluarga yg harmonis dan begitu hangat. Beruntung nya dia begitu disayang dan penuh cinta dikeluarga ini, aku jadi iri sekali. Bagaimana dengan anak dan istriku, apakah mereka kesepian juga?'.
Katanya dalam hati kecil.
Selesai belanja singgah ketoko mengambil beberapa barang keperluan untuk masak. Hanya sejam saja mereka sudah kembali lagi dan mulai masak sarapan buat para tamu yg masih tidur berserakan dimana saja.
Papa dan mama Yuke bangun, lalu mama Yuke membangunkan Yuke dan Nanda. Kak indah, Endy dan ibunya juga menyusul karena mendengar suara yg berisik dari dapur.
Para lelaki membereskan dan membenahi apa yg berserakan. Seperti buka tenda dan membuang sampah. Hanya aku, ibu, kak indah dan mamanya saja yg didapur memasak.
Hanya 2 orang saja yg santai, Alex dan Ric. Mereka sibuk bekerja didepan laptop teras rumah dengan secangkir teh.
Kak Rika membantu mengupas kentang dan bawang untuk dimasak. Wow...rumahku ramai sekali pagi buta.
Alex mendatangi aku yg sedang goreng ikan dan telur, wajan nya panas. Tanpa basa basi dia memeluk aku dari belakang dan gak malu dilihat banyak orang.
" Iiizzz, apa sih ini!".
Kataku setengah berteriak padanya.
" Aku lapar, sudah masak?".
Katanya manja sambil mengelus perutku perlahan, membuat aku geli dan gerah.
" Tangan gak usah pake aktif, sebentar lagi semua selesai masak. Katakan secepatnya ada apa sih?".
Kataku masih dengan rasa kesal dan malu, secara ada banyak pasang mata melihatku disana.
" Perhiasan kemarin sudah laku semua, Ric akan mentransfer uang nya. Kamu mau apakan uang itu!".
Katanya sambil mengambil sepotong telur yg sudah matang.
" Untuk disumbangkan dong! Kenapa?".
Kataku bertanya padanya.
" Gak ada cuma kangen kamu saja!".
Katanya dengan tawa gelak dan pergi begitu saja.
Iiihz, aku hampir mati malu karena sikapnya yg aneh itu. Datang perlahan langsung main peluk aja... π
Setengah jam kemudian semua masakan sudah dihidangkan diatas meja. Semua keluarga dan tamu berkumpul diluar rumah, dibawah pohon yg rindang.
Ayah dan papa Yuke membuat kemah sementara, jadi makan diluar lebih asyik. Tapi yg membuat aku lucu adalah Nanda, pacar Yuke yg berusaha duduk dekat Alex. Ya bisa dibilang fans berat nya, tapi Alex cuek saja sesekali tersenyum.
Seperti bisa Ric makan menyendiri bersama Alex, maklum mereka memang kurang berkomunikasi. Aku mengambilkan makan mereka dan duduk bersama mereka. Kak Rika juga ikut merapat sekedar duduk makan.
" Santai saja, hari ini kita dirumah saja. Sekedar menghargai ayah mertuaku, lagian sedang kendor. Ric bagaimana?".
Alex melirik Ric dengan serius.
" Aku saja yg menyelesaikan tuan, hanya beberapa rekan bisnis saja kok. Gak masalah, kalau ada yg penting nanti saya kabari pada anda!".
Kata Ric sambil makan.
" Iya aku tahu kamu handal dalam menangani kerjaan kantor. Tapi kapan kamu libur, selagi aku libur. Uruslah urusan pribadimu, atau kamu perlu bantuanku. Katakan saja! Kalau bisa pergilah temui anakmu, kita kan bisa mengundur jadwalnya. Oke!".
Kata Alex sambil makan santai.
" Iya tuan, nanti saya pulang!".
Kata Ric dengan penuh rasa bahagia.
Yuke datang dan duduk bersama kami,
Dia duduk pas disebelahku dan berbisik.
" Senin besok kita ujian, kamu bagaimana? Sudah siap?".
Katanya pelan berbisik di telingaku.
" Aku belom belajar, besok duduk disebelahku ya. Tolong deh!".
Kataku lagi pelan.
" Iya boleh tapi ada syaratnya, traktir aku makan siomay kang Ujang. Oke?".
Katanya lagi pelan berbisik.
Melihat kami berbisik sambil cengar cengir Alex menjadi gondok.
__ADS_1
' apa yg sedang mereka bicarakan sih? Kok bisik-bisik! Kesal tahu?'.
Katanya dalam hati.
Prangk.......!!!π’π’
Alex sengaja menjatuhkan gelas sehingga pecah berserakan.
Kak Rika dan Ric saling menatap tajam,
Lalu Nanda dan yuke jadi pucat karena ketakutan melihat tatapan Alex.
" Aku duluan ya, besok siang jangan sampai lupa. Aku tunggu...!!".
Yuke dan Nanda berlari meninggalkan kami, dia menyadari Alex marah.
" Saya ambil minum dulu...!!!".
Ric kabur membawa piring, dia tahu tatapan Alex jika marah.
" Saya sudah siap, mau taruh piring kotor kedapur. Permisi...!!".
Kak Rika juga kabur dengan begitu cepat.
Hanya aku dan dia saja, saling menatap.
" Kamu cemburu ya sama Yuke? Gak ada yg rahasia kok, hei jangan marah!".
Kataku pelan sambil menjulurkan lidah dan main Mata padanya π.
" Besok siang kamu mau kemana sama Yuke, aku dengar loh?".
Katanya masih marah besar.
" Oh itu, dia minta aku traktir makan siomay ditempat kang Ujang, itu loh dekat rumah kita. Kamu ingat gak?".
Kata ku padanya sambil tertawa.
" Oh aku kira apa gitu, aku juga mau tahu! Masa dia saja yg kamu traktir, aku suami kamu juga mau ditraktir!".
Kata Alex sambil menahan malu.
" Jadi ceritanya cemburu buta nih yeee?? Kamu bias saja, ya sudah sore aku kekantor bawa camilan. Jam berapa breaknya? Bukankah kamu rapat?".
Kataku bertanya.
Alex" iya sih, kabari saja kalau kamu sudah sampai. Masuk saja keruangan!".
Aku" oke deh, jangan cemburu lagi?".
Kataku menertawakan dia sambil membawa piring kotor bekas kami.
siang hari selesai makan siang, aku rebahan dibawah pohon depan rumah ditemani suamiku yg super tampan.
Kulihat banyak tetangga yg lalu lalang didepan rumah sambil menyapaku dan melihat suamiku yg tampan bukan main. Biasa emak- emak rempong, selain bergosip apa lagi yg dikerjakan.
Kalau dipikir-pikir hampir tiap hari kumpul dan bergosip, yang dibahas itu-itu saja. Kalo gak suami, anak, tetangga dan yg pasti selebritis. Kalo masalah cabe dan bawang pasti gak kena dihati, toh harganya gak bisa kurang malah naik.
ππππππππππππππ²
Siapa yg gak kenal suami super tampanku itu, ketenarannya mengalahkan selebritis papan atas. Makanya tetangga ibu banyak yg kepo dan baper melihat seorang Alexandra Clinton nangkring didepan rumah ibu.
Selalu dengan kaca mata baca dan majalah bisnis yg gak pernah ketinggalan dibawa jika pergi kemana saja. Aku sih pernah baca, satu halamanpun aku gak ada yg paham. Makanya bosan.
" Sayang? Kamu gak bosan?".
Kataku padanya sambil minum jus apel.
Hm...??? Katanya singkat.
" Kamu tuh suka baca majalah bisnis, apa gak bosan tiap hari baca?".
Kataku sambil menatapnya dari dekat.
" Jangan tatap aku seperti itu, baru sadar ya aku tampan? Bahkan tetanggamu saja dari tadi lalu lalang lewat didepan hanya sekedar melihat aku yg ganteng ini!".
Katanya dengan percaya diri tapi masih cuek dan tetap fokus baca.
" ah sok sih? Jalan yuk, aku bosan nih?".
Kataku sambil mengambil majalah yg ditangan nya lalu menutupnya.
" Hem? Mau kemana?".
Katanya sambil membuka kaca mata bacanya dan menarik aku untuk duduk dipangkuannya.
Aku duduk dipangkuannya dan wajahku merah seperti tomat masak.
" Kamu mau apa? Jangan macam-macam, ini diluar rumah!!".
Kataku dengan gugup.
Karena aku tahu dia bagaimana? Singa lapar yg siap menerkam aku seketika.
" Tahu gak, kamu sudah membuat aku tersadar betapa indahnya makhluk ciptaan tuhan. Api yg besar tidak bisa dipadamkan dengan begitu saja!".
Katanya sambil tersenyum menyeringai dan menggendong aku masuk kedalam rumah dengan kaki panjang nya.
Sekejap saja, aku sudah ada dikasur dengan posisi terlentang. Dia diatas tubuhku dan tangan yg super aktif.
Seperti sengatan listrik, tubuhku bergetar dahsyatnya dan jantung yg memompa.
" Huh? Untung kamu hamil muda, aku tidak akan memaksamu untuk olahraga berat selama beberapa bulan ini!".
__ADS_1
Katanya sambil membuka baju dan mengganti pakaian.
" Aku juga akan ganti baju!!".
Aku berteriak dan lari kekamar mandi.
Bruuuk....!!! π’
Terdengar suara aku membanting pintu,
Lalu dia mengikuti aku dan mengetuk pintu kamar mandi sambil senyum jahat.
" Sayang? Mau aku bantu buka baju?".
Katanya dengan pelan dan menggoda.
Tidak....!!!! Jawabku tegas dan berteriak.
" Atau mau aku mandikan?".
Masih dengan nada menggoda.
Gak mau! Mesuuum!!!
Kataku berteriak lagi.
Ha....aaa!!!! πππ
Dia tertawa lebar dan puas karena berhasil menggodaku lagi.
' awas kamu! Lihat saja pembalasanku kali ini. Akan kubuat kamu sampai nangis gak bisa bangun lagi...!!'.
Kataku dalam hati sambil cuci muka.
Kami pamitan kepada ibu dan ayah, sebagian dari tamu sudah banyak yg pulang. Hanya keluarga Yuke saja.
Maklum dulu kami bertetangga baik, jadi sudah seperti keluarga. Makanya mereka betah lama dirumah kami. Apa lagi Yuke sering tidur dikamarku katanya malas tidur sendiri dirumah sepi.
Ric dan kak Rika tidak terlihat, pasti mereka sibuk ini dan itu. Terserahlah, aku gak tahu, mereka kan orang penting!!!
Sampai disimpang jalan, aku melihat sekelompok anak memegang spanduk.
Yang berisikan tentang kesedihan mereka karena kelaparan, intinya mereka anak sebuah panti asuhan yg kena gusur.
" Tolong tepikan mobilnya sayang!".
Kataku pada Alex dan dia mengikuti saja kemauan ku tanpa perlawanan.
Ciiit......!!! π¨ππ
Mobil kami berhenti tepat didepan mereka berdiri sambil memegang spanduk sambil sedih.
Aku turun, namun Alex hanya diam didalam mobil dan melihat aku dari dalam. Maklumlah Alex orang nya gak mau ribet dan gak suka hal begini.
" Hai sayang....adik kecil....!!!".
Aku jongkok dan tersenyum.
" Tante....!!!".
Kata mereka menjawab aku.
" Apa yg terjadi dengan panti kalian?".
Aku bertanya lembut.
" Panti kami mau di gusur, kami mau tinggal dimana? Kami cuma anak yatim piatu, ibu panti juga kasihan....!!".
Kata salah seorang anak, kuperkirakan umurnya baru 9thn gitulah.
" Oh iya, lalu bagaimana?".
Kataku lagi penasaran.
Huaaaa.......aaaa!!! πππ
2 anak sekitar umur 6thn menangis dan memelukku dengan erat.
" Tante...tolong kami. Kami harus tinggal dimana? Tidak ada yg mau mengadopsi kami, tolong Tante....huaaa!!!".
Anak kecil itu menangis sengkukan.
" Sudah jangan nangis lagi sayang! Tante akan mencoba membantu kalian!".
Kataku dengan lembut dan mengelap air mata anak itu dengan tisu.
" Benarkah Tante?"
Anak-anak itu menjawab serentak dan sontak seketika berubah menjadi tawa.
" Iya, ayo tunjukkan dimana?".
Kataku kepada mereka,
Aku berdiri dan berjalan bersama mereka berjalan digang yg lumayan kecil. Tapi bisa masuk mobil.
Kulihat sesekali kebelakang Alex mengikuti aku dari belakang dengan perlahan dan terus mengawasi.
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!
__ADS_1
Jangan lupa untuk vote ya kak...!! πmohon dukungannya kak,
πSelamat membaca ya..π€π€π€