
Buket.....ok
Coklat.....ok
Aku duduk diruang tunggu kedatangan dari dalam kota, dengan wajah sembab dan sedih karena habis nangis.
Dari jauh kulihat om berjalan dengan lantang dan begitu bercahaya terang.
" Sa.....ya......ng.....?".
Teriakanku membuatnya terkejut dan kaget seperti mendapat emas segoni.
" Iya sayang, kangen ya samaku?".
Sambil memelukku erat dan mencium keningku dengan penuh cinta.
Aku memberikan dia buket dan coklat. Sambil memeluknya erat, seperti nasehat Yuke tadi sih.
Om" Alhamdulillah syg, kamu baik. Kamu mau apa dari saya, syg ku....baby?".
Om masih memelukku dan aku menyembunyikan wajahku didadanya.
Hm......kenapa?
Dia bertanya heran kepadaku.
"Aku gak mau wajahku terekspose media, jadi aku sembunyi saja dibalik jas baby! Aku gak mau dapat masalah!!".
Aku berkata lembut didadanya sambil menutupi wajahku dengan jasnya.
Alex tertawa ringan dan lucu,
" Kamu lucu syg, sungguh mengemaskan dan membuat saya terhibur. Sygku....??".
Sambil mengelus kepalaku.
Ric menahan tawa,
' aduh yg sedang jatuh cinta, tadi nangis sekarang ketawa. Suasana hati nyonya sulit ditebak...aneh bin ajaib!'.
Gumam Ric dalam hati, melihat pemandangan yg sangat indah.
Om membuka jas nya dan menutupi kepalaku dengan jas nya, sampai kedalam mobil.
'ya tuhan, sangat wangi sekali. Aku tidak menyangka dia seharum ini, sungguh membuat wanita bergairah saja!'.
Aku bergumam sepanjang jalan, om menggandeng tanganku erat.
Ric membukakan mobil, kami masuk dan langsung menuju rumah.
Dibangku belakang, 2sejoli melepaskan rindu yg tak tertahankan.
Aku" aku rindu sekali padamu, baby?".
Aku mencium pipinya,
Om' sejak kapan panggilanku berubah menjadi Baby, aneh. Ada bagusnya juga kutinggal beberapa hari dia sudah jauh lebih dewasa lagi, besok aku keluar kota saja seminggu dia langsung berubah jadi gadis dewasa yg ranum dan sexy!!!'.
Gumam om sambil menghayal.
Om" anak pintar, jangan merayuku syg? Aku sudah haus dan lapar, heem??".
Sambil mencium keningku.
Tiba2 aku menjadi malu dan jantungku berdebar sangat kencang nya.
Dag.....
Dig....
Dug....
Apakah ini yg dinamakan cinta?
Aku menatapnya dengan tatapan syg, tanpa berkedip sedikitpun.
Aku" jangan diteruskan, ada Ric?".
Aku menjadi malu karena Ric melihat kami dari kaca spion.
Om" cari penginapan, sepertinya istriku merindukan aku sehingga sudah tidak sabar lagi. Tolong ya Ric....!!".
Om memberikan perintah kepada Ric, dan dia hanya mengangguk saja.
Sampai didepan pintu hotel, om menutupi kepalaku dengan jas dan membawaku kekamar hotel yg paling mewah.
Aku" aku akan mandi, mau ikut tidak?".
Meliriknya dengan tatapan licik.
Om berdiri dan meraih tanganku,
" Siapa takut? Api yg sudah menyala, akan sulit dipadamkan begitu saja syg!".
"Siapa takut? Aku tidak keberatan, seorang CEO tampan memandikan tubuhku yg mungil ini dengan cinta?".
Aku tersenyum menyeringai.
'tak kusangka, dia semakin dewasa saja!'. Gumamnya dalam hati.
Kami berendam didalam bak mandi yg hanya muat satu orang, aku duduk dipangkuannya. Lalu om memelukku dengan erat sekali.
Om" syg, kamu lebih dewasa sekarang. Apakah kamu belajar banyak?".
Om masih membelaiku manja.
Tangannya lihat mengelus kedua benda kenyal yg sedang menantang nya itu. Om meraih tengkuk leherku dan melumat habis bibiku yg tipis itu.
Hem........mmmm!!! Ah......aaah,
Aku mengerang karena om masih asik dengan benda kenyalku itu. B*ibir kami masih berpa*gut hangat dan saling membalas cium*aa"an. Lidah kami berdansa dengan lincahnya, membangunkan hasraat yg terpendam.
Om" syg, kamu anak baik. Saya merindukan kamu meski hanya 3hari kita berpisah. Saya rindu dan kangen kamu!".
Kami bertukar na*fas....bertukar oli...sangkin dalam dan lamanya kami berpera*ng li"dah, akhirnya aku menyerah karena hampir kehabisan nafas.
Om" bernafas bodoh, kamu gimana?".
Sambil tersenyum nakal.
Dan lagi, kami berperang lidah... Meski begitu aku merasakan kenikmatan yg tiada tara. Kurasakan om sudah mulai menciumi setiap sudut tubuhku yg mungil dan montok itu.
Aku" iya, aku sayang om, eh baby...!!".
Aku salah sebut, membuat om tertawa lagi melihat tingkah lucuku.
Om" ayo, kita lanjutkan syg...!!".
__ADS_1
Om membopong tubuhku keatas meja westafel yg kokoh itu.
Aku menutupi bagian yg itu dan atas,
" Jangan ditutupi lagi, aku sudah melihat seluruh bagian tubuhmu. Bagian mana yg belum aku sentuh...hah? Syg ku...?".
Om tertawa menyeringai dan lucu.
Aku hanya tertunduk malu dengan wajah dan pipi yg memerah itu.
" Manisnya wajahmu kalau malu, syg? Saya sangat suka kamu seperti ini!!?".
Sambil melumat bibirku lagi.
Sambil melumat bibirku, om menaikkan kakiku sebelah keatas pundaknya.
Yes.....????
Jendela dunia, terbuka lebar.
Jantungku berdebar kencang, seperti music DJ remix aja. Hampir copot dan berlarian entah kemana,
Om" ah syg, kamu membuat aku berg*airah sekali. I love you!!".
Sambil menutupi sebagian tubuhku dengan handuk kecil.
Om mulai memasukkan benda aneh itu kearah kedua kakiku. Aku merasakan seperti ada benda aneh yg berkedut dan hangat didalam perutku.
Aaau......aaaw......!!!
Pekik ku membuat dia berhenti memasukkannya dengan perlahan.
Om" tahan syg, saya akan lembut kok!".
Sambil mengulum lagi bibirku...
Pluuuuuk......!!!
Plaaaak......!!!
Suara itu kudengar nyaring ditelingaku, dan om masih bergoyang dan bergerak maju mundur sambil menyeimbangkan tubuhku yg miring.
Aaaah......ahaaa.....hmmmmm!!!
Kudengar samar2 suaranya mengerang dan melihatku dengan hangat.
Om' oh tidak syg, kamu menggo*daku dengan wajah imut nan cantik itu!!'.
Om berkata dalam hati nya.
Hampir setengah jam kami berada diatas awan dengan mencurahkan kerinduan.
Selesai itu, om memandikan aku dan menggendongku keatas kasur dan menutupi tubuhku dengan selimut tebal.
Tidak butuh waktu lama, aku sudah terlelap didunia seribu mimpi.
Om keluar dari kamar mandi, dengan kimono dan duduk dikasur menatapku.
" Ah syg ku...Aulia imut. Kamu menggodaku, anak nakal. Sekarang kamu kelelahan dan tidur, dasar nakal!"
Om mencium keningku dan memanggil Ric untuk segera datang menemuinya diruang tamu.
Ric" ya tuan, ini teh nya. Silahkan!".
Ric berdiri dibelakang Alex seperti biasa.
Ric" katanya ganti warna putih?".
Om" sudah?".
Ric" sudah,tuan!!!"
Dengan singkat dan jelas.
Om" siapa belakangan ini temannya?".
Dengan santai meminum teh.
Ric" hanya Yuke, kelihatannya dia berdampak baik bagi nyonya...!!".
Sambil menunjukkan hasil pemilihan artis untuk program idol.
Om" baguslah, atur sebaik mungkin. Bagaimanapun juga dia berjasa buat ku!".
Sambil menatapi kertas didepannya.
Om" obat yg kemarin apakah kalian selalu memberikannya bukan?".
Ric" tentu tuan, tinggal nunggu hasil!".
Om" baguslah, apa saja yg dilakukannya selama aku tidak ada?".
Ric" nyonya menyuruh nona indah merit dengan Endy, lalu nyonya menyumbang dana ikut partisipasi untuk dana fakir miskin. Kelihatannya nyonya suka ikan koi, soalnya setiap hari nyonya melihat ikan koi didalam kolam kampus. Dan yg lebih penting, nyonya suka asinan mangga muda. Kemungkinan nyonya sedang masa ngidam tuan....!!".
Perkataan Ric membuat om semangat dan bangkit berdiri.
Om" yg benar Ric, Alhamdulillah akhirnya dia hamil juga. Aku tidak sabar jadi ayah! Yg benar....benar yg kamu bilang???".
Om memeluk Ric dan bahagia,
Ric" anda sendiri harus pastikan. Ini masih dugaan saya, tidak bisa dipastikan juga tuan...???!"
Om" dukung semua kemauan dia, berikan apa yg dia minta dan jaga makanan apa saja yg dia makan. Oke?".
Om bangkit berdiri dan kembali kekamar.
Om kembali kekasur dan memelukku erat, sungguh romantis sekali.
Ric' besok harus buat kolam ikan koi, itu pasti menyenangkan. Selera nyonya memang aneh sekali, bukannya shoping atau apa gitu. Kok malah hobi main ikan dikolam? Sumpah, nyonya menyulitkan dan merepotkan saja sekarang....!!'
Gumam Ric didalam kamar, sambil mulai tidur untuk sejenak melepaskan beban.
Jam 2 dini hari, aku beranjak turun dari kasur dengan perlahan lahan dan mengendap2 seperti maling.
Tok....tok....
Tok......!!! 💥
Aku mengetuk kamar Ric perlahan,
" Ric....bangunlah. Aku butuh bantuan...tolong bangun sekarang Ric!!".
Ternyata Ric begitu lelah dan tak mendengar ketukan ku.
Aku berjalan kedapur, hanya mie instan saja yg tersedia.
"Huh....cuma ini saja ya?".
__ADS_1
Aku bersedih dan sangat kecewa karenanya aku masih sangat kelaparan.
Akhirnya aku cuma makan mie instant saja, sambil duduk dilantai dengan semangkuk mie instan. Sambil nonton tv drama Korea yg romantis.
Tak lama kemudian om bangun. Seperti kebakaran jenggot, om mencariku kelabakan dan kyk orang kerasukan.
" Sayang.....apa yg kamu lakukan?".
Om melotot kearahku dan berteriak, serasa disambar petir kurasakan.
Mie masih didalam mulut ku penuh, aku hanya melotot. Om mencungkil mulutku dengan tangan dan membuang mie yg sudah kumakan separuh itu.
" Apa yg kamu lakukan syg?".
Sambil memberikan aku air minum.
" Makan mie....kenapa?".
Masih dengan alis terangkat sebelah dan masih heran dengan tingkahnya.
" Kamu makan racun itu, gak boleh....!".
Membersihkan mulutku dengan tisu.
" Aku lapar sekali, hampir mati dan gak bisa tidur lagi. Jadi aku makan mie saja, karena hanya itu yg ada didapur...!!".
Aku menunjuk arah dapur.
Huuuuft......!!!! Baiklah. Kamu mau makan apa syg? Katakan saja padaku!!!
Om akhirnya menurunkan volume suaranya yg tadi seperti petir.
" Yg penting enak dan kenyang, ada??".
Dengan air mata menetes karena menahan lapar yg sangat dahsyat.
Aku hanya dia didepan tv sambil nonton, sementara om sibuk menelpon entah siapa dan dimana, aku gak peduli.
Setengah jam kemudian makanan banyak akhirnya muncul juga,
Om" makanlah syg, kamu lapar bukan??".
Om menunjuk kearah meja.
Aku" ya tuhan. Rejeki anak baik emang gak bisa dipungkiri lagi. Syukurlah...!!!".
Aku duduk disamping om dan segera menyantap nya.
Om' ya ampun baby, kamu serakus itu makan nya. Apa perutmu sebesar itu? Apa lambungmu punya laci selusin? Sumpah, aku kaget sekali nih. Apa dirumah dia tidak makan apapun?'.
Bertanya2 dalam hati sambil melihat aku yg makan sangat rakus sekali.
Aku" baby, gak makan? Kenapa?".
Aku menyodorkan udang goreng kedalam mulutnya itu.
Ehemmmm.....enak juga.
Katanya singkat dan ikut makan juga.
Om" emang kalo makan pake sendok tangan kamu bakal putus itu jari?".
Menatapku makan dengan tangan.
Aku" coba saja, makan pake tangan terasa beda, sangat nikmat baby...?ah?".
Aku menyuapinya dengan tangan.
Om" iya juga sih, kamu emang cerdas!".
Om juga melakukan hal sama, makan dengan tangan dengan lahap.
' Hem? Enak juga, apa dia makan setiap hari seperti ini. Sangat nikmat sekali, anak yg aneh sekali. Aku tak menyangka gaya hidup anak ini menyenangkan sekali, dia didepanku. Tapi kenapa begitu jauh aku melihatnya. Tak bisa kugapai dan kuraih, dirinya...dan cintanya itu!!'.
Gumam om meringis didalam hati kecil.
Aku" ada sisa sambel di ujung bibir baby? Kamu gak ngerasa pedas gitu?".
Aku menunjuk bibir kanan.
Om" hm? Benar? Yg mana?".
Om menatapku sambil mengunyah.
Aku mendekatinya dan menjilat sisa sambel yg menempel tadi dengan ujung lidahku dengan lembut.
Sudah.....!!!!
Kataku sambil tersenyum lebar,
' salah gak ya, aku godain dia? Rasain tuh, makanya jangan genit separoh mampus. Kan kena batunya sekarang!'.
Kataku dalam hati sambil senyum sendiri, lanjut makan dengan lahapnya.
Om' sial! Dia berhasil mengerjaiku lagi. Dasar nakal, awas saja nanti pagi. Akanku ku kuliti kamu dan kubasahi tubuhmu dengan air suciku. Lihat saja, pembalasan dendamku padamu syg!'.
Berkata dalam hati dengan senyum menyeringai dalam hati.
Bayangkan saja, wajah tampan dan sempurna menatapku dengan lembut dan ramah sambil mengunyah makan.
Tubuhku seakan bereaksi tajam, bulu kudukku merinding semua kala aku ingat ekspresi wajahnya tadi diatas westafel.
Jantungku menghianatiku, kenapa dia harus berdegup kencang saat aku tak bisa mengendalikan nafasku.
Hatiku, sudah miliknya. Kala aku menatap bibirnya...ingin sekali kulahap bibirnya yg sexy secepat kilat menyambar disiang bolong.
Dan,
Mataku seorang penghianat. Tak bisa sedetikpun aku tidak menatapnya. Mataku terus menatap wajah yg tampan. Bahkan hidungku, ingin sekali menyentuh hidungnya yg tinggi dan imut itu. Aku ingin merasakan nafasnya yg wangi dan hangat itu...
Aku teringat saat kami bercipooukan, nafasnya seperti candu bagiku.
Coba bayangkan? Seperti apa aku saat ini? Sungguh membuatku menderita, dia seperti sel yg memenuhi sum sum tulang diseluruh tubuhku.
Selesai makan, memberikan segelas susu dan meminta agar aku menghabiskannya segera.
Pagi, aku masih menggeliat dibawah selimut dan aku merasakan sesuatu menimpah kakiku.
Aku' aduh kok berat sekali, apa yg menimpah kakiku. Seperti mau hancur saja kakiku sekarang, kebas sekali!!'.
Aku berusaha melepaskan diri dari Tentakel gurita yg begitu lengket dan tidak ingin lepas dari tubuhku.
Om" jangan dilepaskan syg, aku masih mengantuk sekali. Tolong sayang!!".
Om menggeliat dan malah menjadikan aku seperti bantal guling saja.
Jangan lupa like n komen ya.....
__ADS_1