Istri Imut Om CEO

Istri Imut Om CEO
2


__ADS_3

" Gila? Sukanya rumput muda, kau apakan dia? Anak kecil saja kau tega?".


Kata Fei duduk dikursi depan Alex disusul dengan Samuel yang mengeluarkan rokok dan menghembuskan nafas panjang.


Mereka berdua heran menatap Aulia yang duduk bersebelahan dengan Alex.


" Kali ini apa lagi yang harus kami bereskan? Kamu yang buat masalah itu, tapi kami kena imbasnya. Dunia ini tidak adil kepada kami?".


Kata Ell sambil menghisap rokok dengan kasar, karena masih kesal.


Samuel dan Fei melirik aku diam-diam, tapi Alex menatap mereka dan melotot.


" Hei, jaga mata kalian ya? Jangan melihatku seperti narapidana saja? Separah itukah aku Dimata kalian semua? Hei....hei...aku kesal nih....? Dasar tidak suka ya...?".


Kata Alex dengan nada kesal.


Alex berdecak kesal dan menatap mereka dengan tajam sekali,


" Lalu bagaimana masalah ayahku?".


Tanya Aulia kepada Alex.


Hiks....😭


Hiks....😭


Hiks....😭


Aulia masih ketakutan karena ayah belum juga mendapatkan donor jantung,


" Fei...tolong carikan aku donor jantung. Ini data nya, masalah biaya aman lah itu. Samuel, singkirkan kepala rumah sakit ini. Carikan aku kandidat baru, semua sudah diluar kendali papa. Kalian bisa kan membantu aku...?".


Kata Alex sambil memijit keningnya lembut


" Karena ini?".


Kata Fei mengangkat jari kelingking kearah Alex, dan Alex hanya bilang... Hm, iya!


Samuel tiba-tiba terbatuk dan tersedak seketika membuang rokoknya,


" Siapa? Dia?".


Kata Ell sambil melirik Aulia dengan tatapan kaget, heran dan bingung.


Fei dan Ell tertawa terbahak, tak percaya dengan apa yang mereka lihat dan dengar dari mulut seorang Alex.


" Bukan, aku hanya membantu?".


Jawab Alex berdiri dan mengajak Aulia keluar.


Samuel dan Fei hanya diam terpaku, tidak percaya Alex yang kejam dan dingin bagai es itu tertarik pada gadis kecil nan imut.


Mereka saling mencubit pipi dan masih tidak percaya akan apa yang dilihatnya saat ini.


Terasa sakit, berarti tidak cuma mimpi saja.


Alex kembali keruangan ayah Aulia.


" Pak, tenang saja. Aku akan bantu sesuai kemampuanku. Anda jangan kuatirkan apapun, untuk ibu juga. Aku harus pamit, aku ada urusan!".


Kata Alex pamit kepada kedua orang tua Aulia dengan sangat sopan dan santun.


Ayah dan Ibu Aulia hanya diam terpaku, apalagi ibunya yang masih kaget dan belum bangun dari kenyataan.


Alex keluar dan diantar oleh Aulia sampai parkir mobil.


" Kamu tidak jadi kerja sambilan?".


Tanya Alex mengingatkan Aulia tentang kerja sambilan.


" Iya. Aku kerja ditoko kue seberang itu!!".


Kata Aulia sambil menunjuk toko kue pas didepan rumah sakit.


" Ya sudah. Besok aku mampir lagi, kamu kalau ada apa-apa telpon aku saja ya?".


Kata Alex sambil memberikan kartu nama selembar kepada Aulia yang masih melongo dan merasa sedih itu


" Baik. Kalau ada apa-apa aku akan telpon, sekedar minta bantuan kan? He....he....eee aku bercanda?".


Kataku tersenyum sambil meraba rambutku dan menyelipkan nya ke telingaku.


" Baiklah aku pergi, kamu hati-hati saja...!".


Alex pergi menjauh dari rumah sakit sambil tersenyum-senyum sendiri didalam mobil.


" Hah?? Sial mana tahan aku lihat dia begitu manis tersenyum begitu. Kok sekarang seleraku berubah ya? Gawat?".


Kata Alex hanya diam dan memikirkan Aulia sepanjang jalan.


Siapa yang tidak tertarik melihat Aulia yang begitu cantik, molek, imut dan mungil. Kulitnya putih, matanya bening, alisnya natural dan bibirnya tipis merah merona. Tubuhnya sedang dan berisi, pinggulnya ramping dan rambutnya indah.


Itulah Aulia, membuat si Ceo yang dingin itu jatuh cinta lagi pada pandangan pertama. Gadis imut yang mandiri dan tidak mudah putus asa...setidaknya sekarang.


Fei menemui orang tua Aulia dan menjelaskan masalah nya.

__ADS_1


" Maaf pak, bos saya....maksud saya pemilik rumah sakit ini sudah menangani kasus anda. Dalam waktu 3 hari lagi maka anda akan segera mendapatkan donor jantung, masalah biaya ini dan itu sudah beres. Saya adalah asisten pemilik rumah sakit ini, anda tak perlu cemas lagi mulai saat ini, pak...buk!?".


Kata Fei sambil menyalami kedua orang tua Aulia, dan berbincang hangat.


" Jadi benar, pak Alex itu pemilik rumah sakit ini...ya nak?".


Tanya Ibu mulai cemas dan bingung


" Iya buk, sebenarnya ini milik keluarganya sih lebih tepatnya. Anda mengenal bos saya?".


Tanya Fei memandang ibu dengan cekatan


" Ya baru sekali bertemu, tadi siang! Bukankah pak Alex guru Aulia...?".


Kata Ibu tersenyum manis kepada Fei.


Ah sial, guru dari man asalnya? Dari akhirat kali? Sejak kapan Alex suka main sekolah-sekolahan? Yang benar saja! Hal seperti ini harus aku dan Ell yang turun tangan. Sial!!! Batin Fei menggerutu kesal.


" Sampaikan terimakasih saya pada bos Anda pak Alex...terimakasih banyak!".


Kata ayah kepada Fei dengan sopan. Ayah dan ibu merasa bahagia sekali.


Alex sialan, dia yang berbuat aku yang kena getahnya. Kulihat saja nanti sampai mana dia mau main petak umpet dengan mereka, sementara itu si gunung es sedang kena sakit jiwa...! Alex sialan? Cih Alex sialan...!.


Batin Fei kesal dan mengutuki Alex dengan kejam dan kesal bukan main.


Samuel sedang rapat kordinasi mengenai pergantian kepala rumah sakit, untuk sementara sampai dapat yang baru Samuel yang akan jadi kepala rumah sakit keluarga Clinton yang terkenal di kota V itu.


Samuel rapat dengan seluruh dewan direksi penting dan akan segera melantik kepala yang baru dalam Minggu ini juga.


Rapat selesai dan Samuel masih saja diruang rapat dan mengutuk si Alex sabahat dan teman terbaiknya itu.


" Sial si Alex. Breng...sek dia!! Aku dan Fei selalu jadi tumbalnya. Kali ini dia melibatkan bocah pula itu, tidak tahu ini bagus atau buruk bagi cewek kecil itu?".


Kata Ell masih marah, tapi apa boleh buat. Persahabatan mereka sudah seperti saudara yang saling menolong.


Samuel pulang terlebih dahulu, tapi dia lapar ingin beli kue untuk dimakan.


" Ada toko kue didepan, beruntung sekali dijam lapar begini! Syukur lah...!".


Kata Ell pelan kepada diri sendiri.


Samuel berjalan kedepan dan masuk kedalam membeli kue dan hanya sekedar minum teh saja. Seketika matanya menangkap sosok wanita yang disamping Alex tadi duduk sengkukan.


" Sedang apa dia disini? Mau apa?".


Kata Samuel menatap dengan serius apakah dia salah orang atau tidak.


Hampir semenit menatapi Aulia dengan jeli,


Kata Ell tersenyum kecil dan berteriak,


"Aulia.....Aulia...sini!!!".


Kata Ell sambil melambaikan tangan kearah Aulia yang sibuk menata meja tamu.


Aulia kaget dan mencari sumber suara itu, setelah itu dia mendatangi Ell yang sedang duduk didekat jendela.


" Ya pak? Anda panggil saya ya?".


Tanya Aulia memberikan senyum kepada Samuel, seketika Samuel tersadar dan terpesona dengan senyum kecilnya.


" Kamu teman Alex kan?".


Tanya Ell penasaran dan kepo.


" Anda tahu nama saya pak? Darimana dan terimakasih?".


Kata Aulia tersenyum lagi dan lagi.


Ell mengambil foto Aulia dengan cepat dan save di ponselnya.


" Anda sedang apa sih?".


Tanya Aulia mulai risih dengan tingkah Ell.


" Ya. Kamu kerja disini? Yah?".


Tanya Ell sekedar memastikan saja. Ell mulai bingung kenapa anak sekolah seperti dia bekerja paruh waktu ditempat makan seperti ini, apa tidak salah.


" Cuma kerja sambilan saja. Cari-cari uang jajan saja kok pak. He...he...ee!".


Jawab Aulia polos dan jujur sambil tertawa dan menggaruk kepala.


" Oh begitu ya, selamat bekerja oke? Kamu harus kuat ya?".


Kata Ell kembali meminum tehnya dan Aulia beranjak pergi melanjutkan kerja.


Oh kerja, kasihan juga sih itu anak. Alex...tahu saja yang wanita berkualitas tinggi itu seperti apa sih...? Sialan si Alex, tahu saja yang bening-bening dan unggul seperti apa?.


Gumam Ell dengan kesal dan kagum kepada Alex.


Ell yang jahil itu kemudian mengirim foto Aulia yang sedang bekerja kepada Alex, tujuannya hanya ingin membuat Alex kesal dan melihat seberapa kuat respon Alex.


Dibawah foto Aulia bertuliskan pesan

__ADS_1


" Beruntung Lex, dia cewek yang mandiri. Aku sedang istirahat ditoko tempat ia bekerja. Sungguh manis bukan? 😜😜😜"


Selesai makan, Ell pergi pulang.


Tak sampai lama, Alex membaca pesan Ell dan berdecak kesal.


" Sialan si Ell, eh bidadari ku!".


Alex tersenyum kecil melihat foto Aulia yanh dikirim Ell tadi, foto Aulia sedang pakai seragam toko kue yang menurutnya imut dan manis sekali.


Alex tak membalasnya dan langsung saja menyimpan gambar Aulia.


" Saya pamit ya buk dan pak, selamat sore. Kalau ada apa-apa beritahu Aulia saja, karena saya akan pasti membantu...! Saya permisi sekarang ya! Selamat malam...!".


Kata Fei pamit keluar dan pulang kerumahnya dengan menyetir sendiri.


Selama 3 hari, Alex tak muncul-muncul dan Aulia juga tak beri kabar. Itu dikarenakan Alex dinas diluar negeri selama 2 hari ini. Karena rindunya Alex pada Aulia, dia berinisiatif bertanya kabar Aulia disore hari.


Kemudian Alex chat Aulia 💬


" Hei, ini aku Alex. Aulia sibuk?".


Tanya Alex mulai buka suara, sok ramah lah ceritanya. padahal aslinya si Alex itu cuek dan selalu berwajah seram dan dingin.


" Tidak kok. Tapi aku masih sibuk bekerja!".


Jawab Aulia dengan ramah.


" Masih kerja sambilan ya?".


Tanya Alex penasaran sibuk apa Aulia disana.


" Ya sih? Ada apa?".


Tanya Aulia dengan santuy


" Tidak apa? Ketemuan bisa?".


Tanya Alex, meskipun dihatinya ada keraguan akan ditolak oleh Aulia.


" Boleh, tapi pulang kerja jam 8 malam. Tidak masalah bukan?".


Tanya Aulia sopan dengan ragu.


" Ya tak masalah. Kamu kerja dimana?".


Tanya Alex lagi penasaran dengan chat Ell kemarin yang membuatnya makin kesal lagi.


" Didepan rumah sakit, ditoko kue seberang!".


Jawab Aulia lagi.


" Oh iya, sebentar lagi saya kesana. Kebetulan saya mau minum kopi!".


Kata Alex sekedar basa-basi saja.


" Oke. Nanti aku traktir. Hitung-hitung sudah bantu ayahku kemarin itu!".


Kata Aulia singkat membuat Alex baper tingkat dewa.


" Saya tak biasa ditraktir, tapi kali ini tidak apalah. Oke saya tunggu disana!".


Kata Alex dengan lega.


" Iya. Hati-hari dijalan, oke. Jangan kebut-kebutan pula seperti F1 itu...ha...aaa😂😂😂".


Kata Aulia menggoda Alex sekedar bercanda.


Alex senyum sendiri melihat chat Aulia yang begitu manis dan lembut menurutnya itu.


Ya Allah, kenapa ketika didekatnya aku merasa nyaman sekali. Ya Allah apakah ini tanda darimu, bahwa Aulia itu yang terbaik untukku, tapi diakan masih kecil sekali. Apa pantas? Apa dia mau? Astagfirullah ya Karim, ampunilah dosaku ini yang begitu banyak bermimpi indah! Sabar Alex.... sabar!!!.


Alex berganti pakaian casual, rapi dan kelihatan tampan sekali dari sudut manapun orang akan memandangnya.


Papa Alex melihat anaknya keluar kamar sambil senyum-senyum menjadi penasaran dan curiga yang mendalam.


" Kamu mau kemana malam ini?".


Tanya Papa melipat tangan didadanya. Masih dengan tatapan mata curiga.


" Cari mantu buat papa. Apa lagi?".


Kata Alex main mata kepada papa nya dan berlalu dengan gembira.


" Alhamdulillah ya Allah, akhirnya anakku akan menikah juga. Akhirnya aku bisa menggendong cucu secepatnya?".


Kata papa Alex dengan sangat bahagia.


Papa Alex begitu bahagia melihat Alex mulai jatuh cinta lagi setelah lama absen.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Jangan lupa like dan komen ya Kakak


__ADS_1


__ADS_2