Istri Imut Om CEO

Istri Imut Om CEO
7


__ADS_3

Jam alaram berbunyi tepat jam 4...Alex bangun terlebih dahulu dan segera mandi wajib karena tadi malam *cihuy...cihuy*


Alex menatap Aulia yanh masih tertidur seperti anak kucing, lucu dan imut, membuat Alex tertawa kecil.


Alex keluar dengan kimono putih dan duduk tepat didepan Aulia, Alex memandangi Aulia yang masih terlelap.


" Ah...anak nakal. Akhirnya aku juga tak bisa menahan hasratku untuk tidak menyentuhmu, ini semua salahmu. Kalau saja kamu tak menahanku, aku masih bisa menahan nafsuku. Ya apa boleh baut, kamu sudah jadi istriku. Maafkan aku yg memaksamu tadi malam, tubuhmu munggil sekali namun mampu membuatku merasakan bahwa kamu adalah makhluk Tuhan yg paling Sexy dijagad raya ini. Ah...Aulia. Anak nakal yg membuatku jatuh cinta, gadis yg membuatku berdebar2 gak tentu. Seumur hidup hanya denganmu aku mampu merasakan getaran2 yg dahsyat, membuatku mabuk dan kecanduan harum tubuh mungil mu itu, sygku...!"


Alex duduk sambil memandang wajah Aulia yg masih berpetualang di dunia mimpi entah dimana itu.


Aulia membuka mata perlahan dan melihat Alex duduk sambil membaca buku tepat didepan nya.


Alex" hai...pagi Aulia. Kamu sudah bangun ya? Bagaimana? Nyenyak...?"


Alex mencium kening Aulia dan tersenyum kecil...


Aulia membuka selimut dan mendapati tubuhnya hanya berbalut selimut tebal.


Aulia" aaaaa.......aaah? Om? Ja...hat??"


Aulia berteriak keras dan melemparkan bantal kewajah Alex seketika.


Alex" sudah gak usah malu gitu, saya sudah lihat semua setiap sudut tubuh kamu Aulia nakal!!! Semua celah nya juga sudah saya nikmati setiap incinya, kamu gak perlu histeris begitu Aulia syg....??!"


Alex tersenyum jahat, matanya aneh menatap Aulia yg hanya tertutup selimut


Aulia" om jahat, aku benci om!" Seketika Alex ******* bibir Aulia kembali.


Aulia menolak dada Alex dan cepat2 berdiri dan beranjak meninggalkan kasur Alex yg megah itu. Namun.....


Bruk.....booom......?!!!


Aulia terjatuh kelantai beserta sehelai kain yg digunakanya menutupi tubuh nya.


Alex seketika berdiri dan menghampiri Aulia yg terduduk dilantai marmer nya.


Alex" Aulia, kamu kenapa? Ada yg sakit?"


Alex melihat pipinya merah merona.


Alex melirik kasur yg tadi malam mereka gunakan untuk melakukan Sunnah Rasul.


Alex tersenyum melihat bercak darah yg menempel diatas spray putih dan mengingat apa yg dilakukannya tadi malam bersama Aulia.


Alex' ah begitu rupanya? Pantasan dia bisa roboh seketika, aku mengajak nya main perang2an sejam lebih. Wajar dia begitu, gak bisa bangkit karena masih sakit rupanya. Ya sudahlah...!!' kata nya dalam hati dengan bahagia.


Aulia" aduh....aaau.....uuuuh, perihnya!!?"


Aulia meringis kesakitan sekali.


Alex" ya sudah, saya bantu kamu mandi wajib. Lagian kamu bakalan gak tahu caranya loh sygku??!" Alex menggendong Aulia menuju kamar mandi.


Aulia hanya duduk dan mengikuti semua perkataan Alex. Dari membaca niat dan cara mandi wajib yg benar.


Alex juga membantu untuk menggosok tubuh mungil Aulia...dan menyiraminya dengan air bersih.


Selesai mandi Alex juga membantu Aulia berpakaian dan Alex mengambil hair drayer untuk aulia.


Alex" kamu duduk saja, saya bantu keringkan rambut. Kamu tenang ya...??!"


Alex mengeringkan rambut Aulia,


Aulia" om? Makasih....ya dah bantu aku tadi, aku....terbantu. Makasih ya...?!"


Aulia mengucapkan terimakasih kepada Alex dengan gugup.


Alex" sudah seharusnya kewajiban saya, kamu gak usah begitu kaku, Aulia syg? Kamu cukup menjadi dirimu sendiri saja, kamu bebas melakukan apapun. Jika butuh sesuatu katakan saja sama saya, bagaimana gak masuk akalnya permintaanmu sekuat tenaga saya akan penuhi permintaan kamu, oke syg?"


Alex masih tetap mengeringkan rambut Aulia yg masih basah itu.


Aulia" om juga jangan marah kalo aku panggil om, soalnya aku belum terbiasa dengan keadaan ini. Gak apa kan om?"


Aulia melirik Alex didepan kaca.


Alex" oke. Selesai juga loh. Ayo sebentar lagi kita solat subuh berjemaah bersama papa syg, kamu harus akting yg bagus ok? Jangan mengecewakan saya ya?"


Alex menepuk pundak Aulia pelan,


Aulia" oke om, akan ku lakukan dengan baik dan sempurna. Beritahu aku dimana kamar papa, aku akan membangunkannya dengan lembut!!?"


Alex dan Aulia berjalan menuju kamar papa untuk mengajak solat bersama.


Selesai solat mereka sarapan, Alex dan papa asik membaca koran. Dan Aulia asik nonton tv berita pagi ini.


Gak lama setelah itu, Aulia berganti seragam sekolah dan Alex juga demikian.


Aulia" maaf om, aku gak tahu cara pakai dasi. Gak apa kan om??"


Alex hanya tersenyum dan menggelengkan kepala saja.


Jam 06.30 pagi, Alex mengantar Aulia kesekolah sebelum ke kantor.


Aulia" papa, Aulia sekolah dulu. Assalamuallaikum papa ku syg?!"


Aulia mencium pipi papa Alex dan berangkat bersama.


Papa hendak kembali kekamarnya dan bibi pelayan rumah membawa pakaian kotor dari dalam kamar Alex.


Papa" apa itu bik? Bukankah itu spray baru kemarin ganti?"


Bibi hanya tersenyum saja dan berkata,


Bibi" biasa manten baru, pecah telur. Saya berdoa semoga tuan cepat dapat cucu tahun ini. Amin ya Rabb....!!?"


Papa" amin bik, akhirnya Alex melakukan hal yg benar juga setelah sekian lama!"


Papa kekamar dengan senyum2.


Sampai didepan gerbang sekolah,


Alex" nanti kusuruh supir menjeputmu. Ini ATM buat mu syg...!!" Alex memberikan ATM kepada Aulia dan menolaknya.


Aulia" uang cash aja om, untuk jajan aja. Ya seadanya aja lah, seikhlas hati om! Berapa aja akan ku terima ikhlas?"


Aulia mengulurkan tangan,


Alex" bisa berapa dikasih ibu dulu?"


Alex bingung akan memberikan berapa.


Aulia" seminggu 20rb, kan jalan kaki kesekolah. Dekat sih om!!!"


Aulia berkata dengan polos dan jujur sekali, membuat Alex terkejut hampir pingsan didalam mobil.


Alex' apa 20rb seminggu? Yg benar saja? Itu sih bukan uang untukku, tapi baginya berharga sampai seminggu. Luar biasa!' katanya dalam hati kecil merasa takjub.


Alex memberikan 3lembar uang pecahan 100rb, Aulia terkejut sekali dan hanya diam menatap uang itu.


Alex" kenapa? Kurang ya syg?"


Alex merogoh dompetnya dan mengambil 2lembar lagi.


Alex" cukup gak Aulia syg ku...?"

__ADS_1


Alex masih melihat Aulia yg bingung.


Aulia" kebanyakan, 20rb aja. Cukup kok!?"


Aulia meminta pecahan 20rb...


Alex" gak ada loh, nih ambil aja syg!?"


Aulia hanya mengambil selembar pecahan 100rb dari tangan Alex.


Alex" kenapa gak semua saja?"


Aulia" kebanyakan jajan nanti bodoh, Aulia bawa bekal kok. Bibi yg buatkan tadi, sudah cukup kok om!!"


Alex" oh...ya sudah lah. Belajar yg rajin!"


Alex mengecup pipinya dan Aulia menyalami suaminya itu. Lalu keluar mobil dan berlari masuk ke kelas.


Alex beranjak meninggalkan sekolah Aulia setelah melihat Aulia masuk kedalam kawasan sekolah.


End....


Alex melamun saja dikantor, meskipun berkas menumpuk didepan matanya.


Fei" Ell, coba tengok bos killer itu. Mentang2 manten baru lupa kita?"


Fei menatap Alex dengan kesal.


Ell" maklum aja, kita juga dulu gitu kan?"


Ell merokok menghilangkan penat nya.


Alex" hei, aku masih bingung deh. Masa tadi pagi si Aulia minta uang jajan, dikasi banyak malah minta 20rb. Katanya cukup seminggu, emang jajan anak sekolah berapaan sih rupanya woy?"


Alex penasaran sekali gara2 Aulia tadi pagi hanya meminta 20rb saja.


Fei" anakku aja jajan 20rb sehari, masih TK itu. Berarti Aulia itu hemat dan cerdas. Beruntung kamu Lex...dapat berlian ditengah2 lumpur hitam pekat!"


Fei tersenyum sambil minum bir.


Alex" iya juga sih, oh ya tolong Carikan aku sesuatu untuk rambut Aulia. Jepitan atau pita rambut lah gitu?"


Fei" bawa aja dia ke mall, suruh pilih sendiri. Selera anak gadis itu beda2 loh!"


Ell" iya betul, sekalian biar kamu kenal dia lebih dekat lagi Lex...mantap itu??!"


Alex hanya mengangguk, lalu melanjutkan kerja nya memeriksa berkas yg harus diselesaikan hari ini.


Jam 12 siang, Alex memimpin rapat antar direksi tiap bidang dalam perusahaan.


Direksi desain" pak Alex kalo mimpin rapat killer, ada aja yg bakal dipecat nantinya setelah ini....!!" Bisiknya


Direksi periklanan" iya, bos killer. Masih muda aja dah mimpin perusahaan besar. Walikota aja segan dengan pak Alex, pria yg jenius dan gila kerja...!" Bisiknya


Direksi keamanan" mana ada yg berani mengganggu bos kita. Dia juga berpengaruh sekali untuk kota ini, kalo tanggung gak usah berani deh....!" Bisiknya pada dewan yg lain.


Dewan keuangan" perhitungannya juga akurat, sungguh pria yg kuat dan tangguh. Dengan latar belakang nya itu, siapa wanita yg mampu mendampinginya yg super elite itu?" Bisiknya juga.


Semua dewan asik memuji Alex


Alex, Fei dan Ell memasuki ruang rapat, keadaan menjadi hening seketika itu.


Selesai rapat jam 1.15...sebentar lagi Aulia akan pulang sekolah.


Alex" kuserahkan sisa nya pada kalian!"


Alex keluar kantor dan menuju sekolah.


Hp aulia berbunyi ketika itu dia lagi bersiap nyusun buku kedalam tas.


Alex" didepan gerbang sekolah, cepat!"


Aulia" iya aku segera keluar....!"


Aulia menutup telpon dan berlari keluar sekolah agar tidak ada yg melihatnya...Aulia memakai jaket dan menutup wajahnya dengan sapu tangan


Aulia masuk kedalam mobil, mereka langsung jalan saja.


Alex" Ayuk kita makan, saya lapar, kamu?"


Alex memacu mobilnya menuju mall sesuai saran dari sahabatnya.


Aulia" oke om, aku juga lapar nih...!!"


Sampai di mall, mata orang terpanah melihat Alexandra Clinton....pria paling sukses di kota ini. Aulia jalan dibelakang om_ganteng nya itu sambil keheranan.


Aulia" mau makan dimana sih?"


Aulia sambil menyanggul rambutnya yg sedari tadi gerah bgt rasanya. Wajar saja pita jepit rambutnya kemarin dibuang oleh Alex entah dimana.


Alex" iya sabar, mau makan yg bagaimana kamu nya? Ada ide gak?"


Alex bertanya selera Aulia kembali,


Aulia" yg kenyang dan enak dong, pokoknya apa saja aku makan deh...!!?"


Aulia mengelus perut mungilnya,


Alex" dasar kamu ini!!! Jago makan juga ya, kecil2 lambungnya besar....haiiiszzz?"


Alex tersenyum menggelengkan kepala karena tinggal Aulia yg lucu.


Aulia" belom lagi lacinya om, 12 liang. Ha...ha....aaaa om percaya aja deh...! Kalo ada lomba makan aku juaranya!!!"


Aulia kekeh sendiri melihat Alex yg masih berwajah datar dan dingin itu.


Alex berjalan kesuatu restoran dan Aulia hanya mengekor saja lah. Mereka duduk disuatu ruangan yg lumayan besar.


Gak lama.pelayan datang dan memberikan buku menu kepada mereka.


Alex" kamu pilih aja mau yg mana, jadilah dirimu sendiri. Gak usah malu lagi, saya suka kamu makan nya banyak...!!?"


Alex mengeluarkan hp dan asik sendiri dengan dunianya di layar hp.


Aulia" oke. Aku gak akan sungkan om?"


Aulia memesan ini dan itu banyak sekali membuat pelayan heran bukan main, sangkin terkejutnya mata pelayan itu melotot kearah Alex seakan gak percaya bahwa Alex membawa monster yg lapar.


Alex" saya steak dan kentang goreng saja. Minumnya teh hangat aja...!"


Sambil sibuk dengan hp nya lagi.


Pelayan" oke tuan. Saya paham!!"


Pelayan itu hanya menunduk saja dan lanjut untuk menuliskan pesanan Aulia.


Selesai dengan itu, Aulia melirik hp nya dan berdecak kesal setengah mati.


Aulia" ah....sial. hp nya layarnya dah parah bgt sih. Mana bisa lagi digunakan!?"


Alex melirik hp Aulia yg jelek dan buruk,


Alex' hah? Gak salah itu? Gadis ini sebenarnya seberapa sulitkah melewati hidupnya selama ini? Sulit kumengerti bagaimana dia melaluinya selama ini!?' katanya heran dalam hati.

__ADS_1


Alex kemudian merampas hp Aulia dan mengambil sim card nya dan membuang hp Aulia keluar jendela.


Alex" nanti saya belikan yg baru selesai makan, jangan dipungut lagi. Aulia, kamu paham maksud perkataan saya?"


Alex melirik gadis itu yg hanya melongo.


Aulia" iya. Makasih ya om baik!!"


Aulia memberikan Alex senyuman kecil.


Aulia' aih...dasar aneh. Gak usah main rampok Napa? Ih dasar om kasar, kalau bilang baik2 sih aku juga paham tuh. Anehnya...apa holang kaya selalu suka hatinya aja mau gimana aja ya? Pertama jepit rambut yg dibuang...sekarang hp juga, aku tahu hp ku dah jadul. Ada bagusnya juga sih om begitu, aku dapat hp baru yg lebih baik dan bagus...!' katanya dalam hati kecil.


Aulia" om, boleh tanya?"


Aulia menatap Alex yg asik dengan hp.


Hm.....mm!!!!? hanya itu jawabnya.


Aulia" om kerjanya apa aja sih? Kok tiap hari pakaian rapi, yg jelas kantoran sih. Tapi maksud aku...apa aja yg dikerjakan?"


Aulia bertanya dengan polosnya.


Alex" ribet, susah, sulit dan gak enak. Kenapa kamu tanya? Tumben tuh?"


Masih dengan wajah datarnya


Aulia" om kok cuek gitu, om seram sih? Kalo ada yg bisa aku bantu, mau sih aku sesekali bantu kerjaan om. Entah apa gitu yg gampang kumengerti om???"


Aulia melirik Alex serius, sementara Alex masih dengan wajah datarnya.


Alex" kamu sekolah baik dan rajin, udah bantuan terbesar bagi saya. Kamu gak usah mikir yg aneh lagi Aulia...paham?"


Aulia" ah om, aku serius om nya bercanda pula. Oh ya ini uang om, aku gak pake sepeserpun tadi disekolah, karena dah bontot!!" Aulia mengeluarkan selembar uang yg diambilnya dari tangan alex tadi pagi.


Alex menatap Aulia yg dari tadi melihat wajah tampan Alex tanpa berkedip.


Alex" simpan saja buat besok! Sabtu besok mau saya ajak jalan...kamu mau kemana saya temani deh?"


Alex masih menatap Aulia dengan lembut


Aulia" ah...aku mau dirumah aja belajar buat ujian Senin, buang2 uang percuma aja om. Lebih baik ditabung, buat jaga2!"


Aulia masih berkata dengan polosnya.


Alex" kamu mau berapa aja saya kasih, jangan takut. Uang keluarga Clinton gak akan habis gara2 kamu kok, tenang saja. Saya gak keberatan kamu mau apa aja!"


Alex mengelus kepala Aulia dengan lembut dan bersikap manis


Aulia" ah om bercanda, sebel deh??"


Aulia manyun dan Alex seketika memeluk Aulia, lalu mencium bibirnya dengan lembut. Wajar saja sih, Aulia kaget dan kaku menjadi batu.


Alex" apapun yg kamu mau, saya bisa kasi. Asalkan kamu suka, apapun itu!!"


Alex mencium kembali Aulia dengan hangat dan lembut.


Alex' manis...manis sekali. Bagai madu, aku sepertinya bakal kecanduan dengan bibir mungilnya ini. Sungguh membuat aku depresi aja jikalau gak melihat dia seharian aja, aku rindu bukan main!' katanya dalam hati dengan begitu lembut


Aulia masih saja diam membatu seakan gak percaya akan yg dialami nya barusan tadi. Aulia masih saja memandang Alex.


Aulia" tampan sekali...sejak kapan sih?"


Aulia keceplosan bicara membuat Alex salah tingkah dengan wajah memerah.


Alex' eh...eh....gak salah dengarkan aku?' tanya Alex dalam hatinya.


Kemudian pelayan datang membawa banyak masakan yg dipesan tadi.


Alex" Aulia, makan saja. Jangan lihat saya seperti itu loh? Haiiiszzz....??!!!"


Alex menaikkan alis sambil memandang Aulia yg dari tadi melihat Alex tanpa kedip


Pelayan" tuan Alex selamat makan. Oh ya belakangan ini putri walikota mencari anda kemari, kelihatannya beliau rindu dengan anda. Kan semua orang dikota ini juga tahu anda n beliau dekat, kelihatannya beliau suka deh itu?".


Pelayan itu menyajikan makanan dan langsung pergi begitu saja setelah pamitan kepada Alex.


Alex" jangan dipikirkan Aulia, saya tidak seperti yg kamu bayangkan. Yg terpenting kamu sekarang istri saya?"


Alex makan dengan wajah datarnya itu seperti gak ada kejadian aja.


Aulia" benar juga, om dilihat dari mana pun tetap aja ganteng dan tampan. Masa sih om kemaren gak punya pacar? Hah?"


Aulia bertanya kembali kepada Alex.


Alex" kalau perempuan disisi saya banyak, tapi mereka hanya pajangan. Uang, uang, uang dan uang. Hanya itu yg ada dipikiran mereka semua. Makanya saya lebih banyak menutup diri saja!"


Alex melahap telur rebus yg tersaji didepan matanya.


Aulia" om, kenapa om suka aku...?"


Uhuk....uhuuuk....uuu....huk...!!!


Alex terbatuk seketika, membuatnya hampir tersedak saja.


Pertanyaan Aulia membuatnya seketika berhenti dan menatap Aulia tajam.


Alex" karena ketika saya menatap kamu ada getaran2 didalam hati saya. Jantung saya berdegup kencang mau copot...!!"


Alex mengatakan spontan dan Aulia tertawa terbahak.


Aulia" om lucu, beruntung om ciptaan tuhan. Kalo buatan Jerman mungkin dah mati dari kemarin ya kan om? Ha....ha..a!"


Aulia tertawa geli melihat wajah Alex yg memerah dengan mata melotot.


Aulia hanya senyum2 sambil menyantap makanan yg ada dimeja sedari tadi. Alex hanya diam menatap Aulia sambil berpikir apakah yg dikatannya salah.


Alex' sial, gadis nakal ini berhasil membuat perasaanku seperti diobok-obok saja. Dia juga berhasil mempermainkan perasanku sampai sejauh ini, sial. Ternyata dia cukup pintar dan cerdas sekali, gak salah aku menilai dia selama ini. Tapi emang benar sih, aku suka dengan apa yg ada pada dirinya. Kuat dan tangguh itulah istriku, kelak aku gak perlu cemas kalau dia menjadi ibu dari anak2ku kelak. Papa juga suka..!' kata Alex dalam hati sambil menatap Aulia yg sedang makan itu.


Alex" makan pelan2, kalau kamu tersedak bagaimana? Makanan itu gak akan lari, jadi pelan2 saja Aulia. Kamu itu...Haiz?"


Alex mengerutkan dahi sambil menatap Aulia yg makan dengan lahap.


Setelah selesai makan, Aulia menghela nafas panjang dan kenyang.


Aulia" Alhamdulillah ya Allah, aku kenyang juga. Ha...ha....aaa asik??!"


Alex" iya kenyang, kamu makan segerobak Aulia. Kalo ada kontes makan kamu juaranya mungkin ya?"


Alex mengejek Aulia dengan halus.


Aulia" makanya aku heran loh om, kok aku gak gemuk ya padahal makan banyak tiap harinya??? Heran juga?"


Sambil menggaruk tengkuk lehernya.


Alex" ada orang meski makan sekarung tapi gak gemuk loh. Itu karena hormon tiap orang itu beda, pembawaan badanya juga gak sama orang. Paham?"


Aulia" ah masa sih om, aku gak tahu tuh?" Aulia memutar matanya sambil berpikir apa yg dikatakan Alex tadi.


jangan lupa like n komen


kasi dong masukan kalian,,,,


biar thoor nya semangat nulis...

__ADS_1


please.....😂


__ADS_2