Istri Imut Om CEO

Istri Imut Om CEO
91


__ADS_3

Masih mengudara dengan heli, Aulia dan Ric bersiap hendak turun. Ric sibuk memasangkan baju perang, anti petir dan anti peluru.


" Nyonya? Apakah anda sudah siap? Apakah Anda baik-baik saja?".


Tanya Ric dengan nada risau dan sedih melihat perut Aulia, yang didalamnya ada penerus Keluarga Clinton yang sudah lama ditunggu-tunggu banyak orang didunia.


" Iya aku yakin? Satu hal yang mungkin kau lupakan, Hem?"


Kata Aulia sambil mengencangkan dan mengancingkan baju perang, lalu Aulia tersenyum kecil.


" Hah? Apa itu...?".


Tanya Ric keheranan sambil memilih senjata api yang sesuai seleranya.


" Bukankah kau lupa bahwa aku adalah salah satu penembak jitu dinegeri ini. Asalkan ada senjata, meski berjarak 1km aku masih bisa membidik sasaran ku dengan tepat. Percayalah padaku, aku percaya kau pasti akan melindungiku bukan?".


Kata Aulia dengan main mata genit, membuat wajah Ric memerah dan malu seperti kucing.


" Ya Tuhan, nyonya keren sekali. Tidak salah aku mengIdolakan nyonya sejak setahun ini. Bahkan tuan Alex saja takluk, nyonya lebih menyeramkan dibanding tuan. Hu...! Seram sekali senyumnya!".


Kata Ric bergumam dalam hati kecilnya mengagumi Aulia.


" Ric, bisakah kau selalu berada disampingku selama aku sedang membidik sasaran? Karena aku butuh orang yang mengawasi dan melindungiku, kau tentu tahu. Saat dimedan perang aku tidak tahu apa yang harus dilakukan, bahkan untuk bangkit dari jongkok saja aku butuh uluran tanganmu yang menarik aku. Perutku sudah semakin membesar, jadi gerakan ku mungkin akan jadi lambat kelak, kau paham bukan?".


Tanya Aulia sambil memakai kacamata dan mengambil beberapa senjata api dan air softgun.


" Akhirnya aku kembali menggunakan benda aneh ini lagi, ayah dan ibu menentang ku untuk menjadi penembak professional. Dan sekarang aku punya suami mafia, aku akan masuk Medan tempur nyata. Tidak bisa kubayangkan kelak anakku lahir bakal jadi apa? Ya Tuhan, kenapa harus begini. Bisa-bisa anakku lahir dan jadi Big Bos Mafia pula, dan seumur hidupku akan selalu kacau balau menghadapi kenyataan bahwa anakku berdiri didepan pintu neraka. Oooiy Mak Jang, seram!".


Gumam Aulia didalam hati sambil meringis meratapi nasibnya.


Buuuk...!!!!πŸ’₯


" Ha...ha....aaa kau mendengarnya cinta? Jangan kaget ya, mama memang rewel dan aneh sayang! Percayalah mama sekuat Wonder Women...kalau tidak mana mungkin bisa menindas papa mu yang arogan, diktator dan egois itu, huft!".


Kata Aulia tertawa gembira karena bayi didalam perutnya merespon.


" Semoga kami pulang selamat!".


Kata Ric ketus dan polos seraya berdoa kepada Tuhan. Aulia seketika sadar dan tertawa gelak.


" Aku akan melindungi mu Ric, percayalah padaku!!".


Sambil memukul pundak Ric sekuat tenaga Aulia.


2 menit kemudian mereka sampai dihalaman samping, Aulia melihat banyak kepulan awan hitam membuat dia harus menelan kembali air liurnya.


" Ayo nyonya! Kita turun!".


Kata Ric memegangi tangan Aulia,


" Semoga saja tuan tidak memenggal kepalaku kelak, iya kalau pulang selamat! Ya Tuhan selamatkanlah kami!".


Kata Ric dalam hati kecil smabil menangis sedih.


" Sayang...! Aku datang!".


Kata Aulia dalam hati lagi.


Aulia dan Ric masuk kedalam dan mencari tempat yang nyaman. Lalu Ric menelpon komandan perang.


" Xia, kalian dimana? Berikan posisi kalian sekarang!".


Tanya Ric dengan tegas dengan heatset terpasang ditelinga. Ric dan Aulia juga memasang alat yang sama saat hendak turun.


Sreeek....!!!


" Kami terpojok, tuan Fei tertangkap dan sekarat! Tepat diarah jam 12!".


Kata Xia memberikan posisi.


" Baik aku akan naik!".


Jawab Aulia,


" Siapa itu? Wanita?".


Tanya Xia lagi dengan nada keheranan dan bingung.


Alex terkejut dan menjadi pucat seketika mendengar Aulia.


" Hai sayang, aku datang! Ulurlah waktu sampai aku menjatuhkan mereka. Katakan targetnya yang mana saja, aku bersama Ric...!".


Kata Aulia dengan lantang.


Seketika Alex marah, gunung meledak dan api membakar semua.


" Kau...? Dimana kau?".


Teriak Alex sekuat tenaga panik bukan main, membayangkan Aulia hamil tua datang keneraka.


" Tenanglah sayang! Jaga saja nyawa mu disana! Jika kau mati, maka kau harus mati diatas kasur bersamaku kelak. Jangan membantah, jangan cerewet! Aku sedang berjalan. Bodoh...!".


Kata Aulia tegas dengan nada marah juga karena dibentak.


" Ric kubunuh kau? Beraninya kau membawa dia kemari!!!".


Teriak Alex lagi dengan nada panik dan wajah yang semakin pucat.


" Maafkan saya tuan, nyonya memaksa saya tadi... Hu...hu...hiu!".


Kata Ric sambil menangis.


" Habislah aku, besok aku akan dibunuh dan dimutilasi! Tuhan!".


Kata Ric bergumam dalam hati.


"Sudah, kalian membuatku susah. Kalau terjadi apa-apa kepadamu maka aku akan menyusulmu mati!".


Kata Alex berteriak dengan tatapan marah dan mengerihkan.


" Hei sayang! Suaramu hampir membuat aku mau melahirkan. Jangan berteriak lagi, kau yang membuatku hampir mati. Sudah kerjakan tugasmu, dan pandu aku!".


Kata Aulia dengan nada membentak juga lagi.


" Iya sayang, maaf!".


Jawab Alex melemah.


" Apa? Tuan terdiam?".


Kata Xia dan Ric dalam hati, bahkan semua orang yang memakai headset mendengar pertengkaran mereka. Yang dengar hanya bisa bingung dan kaget ada wanita yang membentak big bos mereka. Beribu tanda tanya, tapi mereka mengerti siapa wanita yang berbicara tadi.


" Wah nyonya keren! Idolaku!".


Kata mereka yang dengar.


Sampai diatas Aulia melihat beberapa musuh, dan mulai membidik mereka.


" Ric, lindungi aku!".


Kata Aulia bersiap membidik.


" Baik nyonya...!".


Kata Ric sambil memperhatikan sekeliling mana kala ada musuh yang menyelinap.


" Sayang? Mana yang harus duluan aku singkirkan? Hem?".


Tanya Aulia lembut kepada Alex.

__ADS_1


" Yang berambut putih, kakek tua itu bos besarnya. Kau bisa sayang?".


Tanya Alex meragukan emak-emak hamil 7bulan itu.


" Heh? Kau meremehkan aku lagi! Untuk pak tua itu aku dapat apa?".


Tanya Aulia meminta imbalan seperti para professional lainnya.


" Kau mau bernegosiasi padaku? Tapi berhubung itu kamu, aku akan berikan rumah utama untukmu beserta isinya, ada lagi?".


Tanya Alex tersenyum jahat, puas dengan tawaran istrinya.


" Deal, saksikan saja!".


Kata Aulia dan membidik dengan serius, dia juga berpikir bahwa jarak 500-700meter. Bukan hal mudah.


" Bersiaplah Alexander Clinton, hadiahmu datang sayang!".


Kata Aulia sambil tersenyum dan...


Dooor......!!!πŸ’₯


Si tua Bangka jatuh kelantai tanpa ada bekas darah sedikitpun. Membuat Roy terkejut dan panik bukan main, ternyata tepat dijantung tembakan tembus.


" Good job baby, i like it!".


Kata Alex tersenyum.


" Wah...! Nyonya keren! Lebih mengerihkan dari tuan!".


Kata Ric keceplosan.


Roy terkejut dan mulai menembaki Alex dari jauh, tapi Alex juga ikut membalasnya dengan bar-bar.


" Yang kedua, ini hadiahmu!".


Kata Aulia sambil membidik Roy lagi, sambil tersenyum.


" Oh ya, kau menang sayang! Alex group jadi milikmu sayang!".


Kata Alex tersenyum bangga.


" Tentu sayang!".


Kata Aulia lagi dan menarik pelatuk.


Dooor....!!!


Roy terlentang dilantai dan kini kepalanya yang tertembak,


" Kau memang pantas menyandang gelar wanitaku Aulia. Bahkan kau lebih mengerihkan dariku sayang!".


Kata Alex dalam hati kecil sambil tersenyum puas.


Ell melepaskan Fei dari ikatan dan Alex membereskan sisanya. Butuh setengah jam lebih mereka baku tembak dan akhirnya beres juga.


" Ric, sepertinya aku tak enak badan! Bisakah kita segera menyelesaikan ini Ric...! Huhft!".


Aulia berbicara terbata-bata dengan nafas sesak.


" Baik nyonya akan saya panggil heli segera kemari! Bersabarlah!".


Kata Ric sambil menopang tubuh Aulia yang lemas.


" Ric, matikan headset kita. Sepertinya aku merasakan sesuatu! Aku merasakan sakit sekali!".


Kata Aulia dengan lemah sekali.


" Sabar nyonya heli sedang bersiap kemari! Sabarlah sedikit!".


Kata Ric sambil membuka baju perang yang melekat ditubuh Aulia.


Heli datang dan Ric membawa Aulia kembali menuju rumah sakit.


" Bayinya dalam masalah! Akibat ibu lelah dan stress. Kemungkinan bayi lahir prematur, aku jadi tidak bisa berbuat banyak. Telpon Alex!".


Kata Hua dan masuk keruangan operasi dalam mode serius dan panik bukan main, karena takut Alex akan menyalahkan dia jika sesuatu terjadi kepada Aulia.


Ric menelpon Alex dengan takut,


" Tuan nyonya dirumah sakit!".


Kata Ric dengan nada takut.


Deg....!!!❀️


Deg....!!!❀️


" Baiklah aku datang!".


Alex berbicara panik dan berlari kedalam heli yang ada Fei dan Ell didalamnya.


Fei masih tak sadarkan diri dan membuat Alex makin panik lagi. Tubuhnya bergetar sangat dahsyat mendengar Aulia dirumah sakit, Ell menepuk pundaknya dan tersenyum kecil.


" Terimakasih atas bantuan Aulia, percayalah dia wanita tangguh!".


Kata Ell memberikan semangat.


" Semoga saja begitu!".


Kata Alex dengan tatapan kosong, ingin segera sampai kerumah sakit melihat bagaimana kondisi Aulia sekarang ini.


Sampai dirumah sakit Alex berlari menghampiri Ric,


" Bagaimana dia?".


Tanya Alex kepada Ric dengan panik dan kalut.


" Nyonya didalam, ada tuan Hua!".


Kata Ric gagap, ketakutan akankah Alex akan memenggal kepalanya.


" Apa yang terjadi?".


Tanya Alex menatap Ric dengan marah dan kecewa.


" Tiba-tiba nyonya lemas dan minta pulang. Sepertinya akan melahirkan secara sesar, karena stress dan kelelahan kata tuan Hua...!".


Jawab Ric terbata-bata dan meneteskan air mata.


" Apa yang kau sesalkan! Sudah berlalu, jangan membuatku panik!".


Kata Alex kepada Ric dengan suara keras dan lantang, karena Alex tahu bahwa Ric sudah melakukan yang terbaik untuk mereka.


Hua keluar dan memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi.


" Aku akan melakukan operasi sesar sekarang juga. Aku akan berusaha menyelamatkan keduanya, masuklah kedalam dan berikan istrimu semangat. Dia butuh...!".


Kata Hua menarik Alex masuk kedalam ruangan operasi segera.


Sampai didalam Aulia sudah dibius, tapi dia tetap membuka mata.


" Sayang, kenapa wajahmu jelek sekali? Bukankah setiap saat kamu terlihat tampan dan menarik? Hari ini kamu jelek sekali huh?".


Kata Aulia tersenyum meski dengan wajah pucat.


" Iya sayang, maaf!".


Kata Alex sambil menangis didepan Aulia, dia menciumi wajah Aulia.

__ADS_1


" Dasar mesum! Sejak kapan dia jadi Bucin begitu! Dunia sudah terbalik!".


Kata Hua meledek Alex dalam hatinya melihat sikap lembut Alex yang diluar nalarnya.


" Nafasmu bau mesiu, aku tak suka. Kau membuatku ketakutan saja, untung ada Ric yang menjagaku ketika disana. Kenapa kau membangun neraka yang mengerihkan seperti itu? Aku heran dengan hobimu itu?".


Kata Aulia manja lagi tak ada rasa takut, bahkan selalu tersenyum.


" Sayang? Kamu baik-baik saja kan? Aku ketakutan sekali?".


Tanya Alex ma ha dan gemetaran.


" Hei, aku yang mau operasi bukan kamu. Dasar kepala batu, besok-besok jangan kembali keneraka itu. Aku stress karena kamu tahu?".


Kata Aulia dan mulai menutup mata karena mengantuk.


Melihat Aulia yang mengantuk dan sayu Hua jadi panik.


" Jangan biarkan dia tidur! Ganggu terus sampai siap operasi!".


Kata Hua tegas kepada Alex.


Alex terus mengganggu Aulia dengan berbagai cara, dari mengigit hidungnya sampai mencubit pipinya. Pokoknya Aulia jadi agak kesal dan gondok bukan main.


Oweeek.....!!!! πŸ‘ΆπŸ»


Owekkkkk......!!!πŸ‘ΆπŸ»


Suara tangis menggema didalam ruangan operasi.


Yes, baby boy ia coming...πŸ‘Ά


Alex tersenyum lebar melihat bayi Aulia mirip dengannya. Sangat tampan meskipun agak kecil karena prematur, tapi rambutnya mirip Aulia yang begitu tebal dan hitam.


Alex menciumi wajah Aulia karena bahagia bukan main. Lalu baby dibawa keruangan khusus inkubator, hanya ada bayi Alex saja disana. Karena jauh hari Hua sudah memprediksikan kelahiran Aulia.


Ric mengikuti bayi Alex kesebuah ruangan dan menatap malaikat kecil tak bersayap didalam tabung kaca. Mirip sekali dengan Alex, Ric begitu bahagia sampai menangis.


" Terimakasih tuhan! Bayinya selamat dan lucu! Malaikat kecil!".


Kata Ric bersujud sukur kepada Tuhan yang mengabulkan doanya.


Selesai sudah. Aulia dipindahkan keruangan bersebelahan dengan ruangan bayi mereka. Setelah Aulia beristirahat, Alex keruangan bayi.


" Lucu kan Ric?".


Tanya Alex dengan rasa bahagia. Bahkan dia merasa bahwa Tuhan memberikan seluruh dunia kepadanya tanpa syarat.


" Iya tuan, lucu...!".


Kata Ric meneteskan air mata.


" Terimakasih Ric! Kau selalu ada buat Aulia, makasih ya!".


Alex memeluk Ric dan mereka tersenyum bahagia.


Kini hidup Alex sudah lengkap dengan kehadiran si kecil, dia begitu kegirangan sampai seperti orang gila saja. Senyum setiap saat.


Habis menang lotre ya bang?πŸ˜‚


Sabtu tiba, Aulia sudah keluar rumah sakit. Dia memang menghadiri pesta pernikahan Indah dan Endy dengan seijin Alex. Ya Alex sih ada juga disana, menjaga Aulia meski lebih banyak duduk. Hanya 3 jam saja kemudian mereka kembali kerumah lagi, bayi Alex tetap berada di inkubator karena berat badan rendah kurang umur.


Alex sudah menyiapkan segala sesuatunya didalam kamarnya. Agar Aulia bisa menyusui si baby dan Hua terpaksa menginap disana selama seminggu ini permintaan dari sahabat karibnya itu.


Alex tiap malam tak tidur, kalau Aulia bangun pagi dan bergantian menjaga. Alex membayar dokter terbaik untuk mengurus si baby... Bahkan Hua ditahan disana, Sultan mau dilawan.


" Kamu lapar sayang?".


Tanya Alex menatap Aulia.


" Aku mau susu hangat saja. Eh teringatnya jangan panggil sayang lagi, kamu sudah jadi papa dan aku sudah jadi mama. Oke?".


Kata Aulia menggoda Alex dengan senyuman nakalnya.


" Iya mama cantik, papa kebawah ambil susu. Mau camilan?".


Tanya Alex dengan nakal.


" Boleh!".


Kata Aulia lembut.


Alex pergi dan Hua mendekati Aulia,


" Tahu tidak? Baru kali ini setelah puluhan tahu aku kenal Alex. Tak kusangka dia bisa jadi Bucin, kamu hebat Aulia. Mulai saat ini kamu jadi idolaku ya, luar biasa!".


Kata Hua dengan senyuman aneh.


" Memang kenapa dia?".


Tanya Aulia bingung.


" Alex itu kejam, dingin, arogan dan menyebalkan tingkat dewa. Kenapa juga kamu bisa menikahi gunung es seperti itu. Heran aku?".


Tanya Hua penasaran apa jawab Aulia setelah ini.


" Takdir.....!!!".


Kata Aulia polos dan tertawa gelak.


Tak lama Ric dan Alex datang membawakan banyak makanan enak dan lezat tentunya.


" Siapa namanya tuan?".


Tanya Ric kepada Alex.


" Siapa ya? Ada ide mama?".


Tanya Alex melirikku serius.


" Muhammad Raja Langit...!".


Kata Aulia seketika saja.


" Nama bagus, tidak buruk?".


Kata Alex menyetujuinya. Lalu dia duduk disamping Aulia sambil mencicipi kue tadi. Dia berpikir akan nama anak mereka tadi.


" Wah! Hebat nama yang bagus!".


Kata Ric kegirangan lagi.


" Panggil dia raja, dia akan menjadi seperti papa nya. Tak terkalahkan dan mengusai seluruh langit, bahkan bumipun harus tunduk pada anakku. Setuju kalian?".


Tanya Aulia dengan bangga.


"Setuju...!".


Jawab mereka bertiga dengan bahagia.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Terimakasih ❀️ karena sudah setia membaca novelku. Ceritanya sudah tamat ya kakak dan Abang ku...🌷


Jangan lupa like dan komen ya. Mudah-mudahan akan kubalas satu persatu komennya. Habis ini aku lanjut kembali ke novel yang sempat putus ditengah jalan.


🌷" Vampire terCantik " 🌷


Sampai jumpa kembali...πŸ™

__ADS_1


Thooor sayang kalian! ❀️


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2