Istri Imut Om CEO

Istri Imut Om CEO
eps 4


__ADS_3

****** aku, ini lidah entah kena apa tadi. Niat mau berteman saja dan ucapkan terimakasih kepada dia karena sudah menolong ayah. Kok jadi begini sih? Mana mungkin aku nikah sama dia itu? Aduh....aulia sadar dong? Aku masih sekolah tahu? Huh?.


Gumam aulia dalam hati sambil ketakutan begitu melihat senyum Alex.


" Pak...ibu...maaf sebelumnya. Saya berniat melamar anak anda. Boleh?".


Kata Alex mengatakan itu dengan lantang dan tegas membuat ayah dan ibu Aulia terkejut dan kaget karena tiba-tiba Alex melamar anak gadisnya yang masih duduk dibangku sekolah.


" Saya tidak salah dengarkan pak Alex? Aulia itu masih sekolah dan belum 18 tahun?".


Tanya Ibu terheran lagi dan bingung.


" Saya serius, masalah itu sudah saya pikirkan. Aulai bisa terus sekolah dan saya bisa jamin semua aman dikendalikan saya. Bagaimana? Apakah anda setuju dan menerima niat baik saya untuk Aulia...?".


Tanya Alex mencoba meyakinkan kedua orang tua Aulia dengan sangat hati-hati.


" Coba pikir ulang pak Alex, anak saya cuma anak kecil. Bocah nakal... tidak tahu apapun. Dia bisa merepotkan Anda kelak! Saya tidak begitu paham perkataan anda...!".


Tanya Bapak tersenyum kearah Aulia.


" Oke baik. Saya sudah tentukan. Selesai Sabtu ini kami akan menikah... Bagaimana menurut anda. Tenang saja, saya berjanji akan membahagiakan Aulia...? Tolonglah Aulia, bantu saya. Bukankah saya sudah katakan tadi, bukankah ini juga mau kamu...?".


Kata Alex menatap lembut Aulia


Aulia hanya terdiam dan mulai bingung.


Bagaimana ini, ayah butuh bantuan dia. Kami tidak punya pilihan lain. Apakah ini mimpi? Ya Tuhan tolong berikan aku petunjukmu.


Kata Aulia dalam batin.


" Anda anggap saja aku menjual diriku ini pada anda. Berikan ayah dan ibuku materi yang cukup...maka aku akan menikah dengan anda. Bagaimana? Apakah anda bisa?".


Tanya Aulia meneteskan air mata.


Tidak aku terllau lancang kepada orang yang baru kukenal. Aku tidak tahu dia orang yang bagaimana. Kenapa aku mau menikah dengan orang seperti itu? Tidak, ini salah!.


Kata batin Aulia lagi.


" Jangan sayang, kalau kamu tidak suka tak apa. Ibu juga tidak mau kamu sedih. Pasti ada cara lain untuk masalah kita...!".


Kata Ibu mengelus pipi Aulia dengan lembut dan penuh kasih sayang.


" Aku tak mau ibu kerja capek lagi, ayah juga butuh perawatan dari dokter dan perhatian ibu, aku bisa apa lagi? Aku tidak mau jadi beban ibu, lagian mungkin ini sudah takdir dari Allah kok. Kita punya rencana tapi Gusti Allah sing kuasa. Tidak ada salahnya kita mengalah, cepat atau lbat aku juga akan menikah. Baik dan buruk aku hanya bisa pasrah, Karen Allah yang punya rencana!".


Kata Aulia dengan pasrah sambil tersedu.


Saat menangis pun dia masih bisa untuk tegar, sungguh anak yang pintar dan cerdas. Sangat perduli dengan nasib orang tuanya, sungguh beruntung aku bila memiliki istri seperti dia! Aku sungguh menginginkamnya!.


Gumam Alex dalam hati kecil nya.


" Jangan begitu sayang, kamu jangan menyerah begitu? Kalau tidak suka kamu boleh menolak lamaran pak Alex!".


Kata Ayah menatap Aulia dengan sedih


" 5 milyar, itu saja syaratnya. Selain itu kita diskusikan lain kali...!".


Kata Aulia tegas.


" Baik, aku setuju. Selesai ayahmu operasi kita menikah di KUA....!".


Kata Alex lantang dan tersenyum puas akan kemenangan yang baru saja diraihnya.


" Setuju, aku tunggu. Harus tepat janji!".


Kata Aulia berjalan kearah Alex dan bersalaman dengan Alex,


Betapa hancur hati Aulia, dibeli dengan harga 5 M dan itu semua demi ayah dan ibu yang sudah mulai menua.


" Sehabis ini ibu tak perlu kerja lagi, temani dan rawat saja ayah. Aku akan baik-baik saja kok, akan kubuktikan pada ibu bahwa Aulia anak baik dan berguna!".


Kata Aulia menangis sengkukan di kaki ayah nya karena sedih atas ucapan nya.


Keesokan harinya, operasi jantung ayah Aulia berjalan lancar. Selama 9 hari Alex tidak menemui Aulia dan kirim pesanpun tidak, Aulia juga lebih tenang untuk menghadapi ujian UAN.


Hari ini, Senin pagi yang padat dan sibuk. Dimana seluruh anak SMA akan menghadapi ujian UAN diseluruh Indonesia secara serentak selama 3 hari.


" Ya Allah, semoga aku bisa lulus dengan baik dan lancar. Aku akan mengerahkan semua kemampuanku yang terbaik dan seluruh hidupku, semangat ya Aulia Slavina Wijaya. Semangat....!!!! Jangan kasih kendor, gas saja bro....!!! Kalahkan dunia....!!!".


Semangat 45 Aulia berteriak keras memberikan semangat untuk dirinya sendiri.


Aulia memberikan semangat untuk dirinya sendiri pula, dengan penuh percaya diri. Begitulah selama 3 hari berlalu, kesehatan ayah semakin membaik dan dalam beberapa hari akan segera pulang dari rumah sakit.


End....


Alex sibuk mengerjakan seluruh pekerjaan kantornya, yang menumpuk didepan matanya.


" Banyak sekali yang harus diperiksa? Kalau begini aku bisa tua beneran? Kapan mau longgarnya? Ah sial sekali....?".


Kata Alex sambil memijit-mijit dahinya,


Alex memanggil Fei dan Ell untuk datang secepatnya keruangan kantornya.


Selang 10 menit Ell dan Fei datang dengan wajah kusut dan ditekuk-tekuk seperti jeruk purut...! Sungguh seram sekali.


" Dasar Alex sialan? Aku banyak kerjaan tahu? Segunung Bromo berkas diatas mejaku yang harus aku periksa...! Sial....!?".

__ADS_1


Kata Fei menepuk jidat dan mengeluarkan rokok dari dalam saku celana.


" Hari ini terakhir ujian, anak SMA akan coret-coret bukan? Tolong siapkan aku segala sesuatunya, aku akan menikah!".


Kata Alex pelan dan santai wajah dingin.


Perkataan Alex yang santai dan tiba-tiba itu membuat Fei dan Ell hanya diam saling menatap seakan mereka tak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengarkan yang keluar dari dalam mulut sahabat karibnya itu.


Ha.....


Ha......


Ha.......😄


" Sialan kamu Lex? Mau menikah sama siapa? Hah? Ha...ha....ha....aaaa??".


Kata Fei tertawa terbahak sambil mengelus perutnya yang sakit karena tertawa kocak.


" Yakin Lex? Perempuan sial mana yang akan menikah dengan batang pisang? Kasihan sekali nasibnya, ya Tuhan....!!".


Kata Ell juga tertawa terbahak sampai hampir menangis melihat tingkahnya.


" Sial kalian. Aku menyuruh kalian kemari untuk kasih kabar baik ke kalian tahu. Kalian malah mengejek aku, sial?".


Kata Alex merajuk dan bibirnya monyong.


Ell dan Fei saling menatap lama sekali.


Sungguh tidak mungkin? Kami salah dengar?


Batin mereka berdua serentak.


" Tunggu....Lex? Tidak sama Aulia bukan?". Tanya Fei kembali memastikan pikirannya yang selama ini melayang-layang diudara.


Alex hanya mengangguk saja sambil tersenyum tipis kegirangan.


" Hah? Yang benar aaja? Sialnya anak manis itu menikahi kamu, gumpalan gunung es yang tidak tahu diri...! Dasar kambing tua? Hah?".


Kata Fei menepuk jidat dan berhenti menertawakan Alex, sahabat terbaiknya.


" Apa kau tahu mana orang nya?".


Tanya Ell terhenti sejenak dan menatap Fei yang merasa keheranan dan mulutnya terbuka lebar karena tercengang mendapati kenyataan yang diluar dugaan.


" Lex? Serius nih? Aku tidak percaya loh? Kamu bisa saja bercanda yang berlebihan... tidak lucu tahu Lex? Jangan bercanda ah...!".


Kata Fei mulai serius menatap mata Alex.


" Kamis ini jam 10 pagi, kalian temani aku ke kantor KUA ya. Jadi saksinya...?".


Mereka saling menatap lama dan tajam, saling tidak percaya. Sungguh aneh.


Alex menyuruh orang suruhannya untuk menemui orang tua Aulia calon pengantin yang sudah membuat Alex termehek-mehek itu dan membawakan semua keperluan dihari Kamis nanti.


Ya tentu saja, baju kebaya dan segala pernak pernik untuk keluarga Aulia dan cek yang telah disepakati mereka. Ibu yang menerimanya dirumah sakit merasa terkejut dikala membuka semua bingkisan dari Alex.


" Apakah ini aungguhan pak Alex akan menikahi anak kita, uangnya juga sudah diberikan! Tepat jumlah yang dijanjikan pak?".


Kata Ibu melirik amplop berisikan cek 5 M dan 5 juta uang cash.


" Sudah begitu pula perjanjian yang mereka buat, sudah takdirnya buk. Jangan disesali pula demikian. Kapan...?".


Tanya Ayah hanya mengelus dadanya saja.


" Besok pak? Aulia belum tahu loh?".


Kata Ibu hanya mencoba bersikap tenang saja menghadapi kenyataan yang buat dia tidak bisa tenang begitu saja.


" Ya sudah besok juga tidak apalah. Pelan-pelan kasih tahu dia besok. Ibu bisa beritahu Aulia nanti malam....! Semoga saja...!".


Kata Bapak dengan nada ragu dan sedih.


Ibu hanya mengangguk saja sambil melihat setumpuk barang pemberian dari Alex...calon mantunya itu.


Sementara itu Alex pulang lebih awal dan memberikan kabar baik ini pada Papanya yang sedang asik duduk ditaman.


" Assalamualaikum, papa!!!".


Salam Alex sambil duduk didepan papanya sambil senyum-senyum kecil.


" Tumben pulang cepat, bagaimana perusahaan kita? Lancar?".


Tanya Papa meminum tehnya yang masih hangat


" Ya lancar, oh ya besok Papa....ada janji tidak keluar atau sibuk apa begitu?".


Tanya Alex sambil membuka jasnya dan menaruh dikursi tempat ia duduk. Lalu melonggarkan dasi dan kancing baju lengan panjang nya itu.


" Tidak ada tuh? Kenapa?".


Tanya Papa melirik Alex dengan serius.


" Sesuai janjiku pada papa. Besok kita ke KUA temani Alex nikah yuk pa?".


Kata Alex dengan tanpa ragu.

__ADS_1


Perkataan Alex membuat papa nya langsung berdiri seketika karena terkejut sekali dengan ucapan Alex itu.


" Hah? Yang benar? Jangan bercanda Lex? Papa bisa jantungan tahu?".


Kata Papa melotot kearah Alex.


Alex hanya tersenyum saja sambil menuangkan teh dan minum santai.


" Calon mantu papa cantik dan imut, mau Papa lihat tidak? Aku serius papa!".


Kata Alex menawarkan diri kepada papa nya itu, yang masih terpaku tidak percaya.


" Mana coba papa lihat?".


Tanya Papa Alex berubah menjadi senang dan bahagia tidak karuan begitu.


Alex memberikan foto Aulia yang ada di ponselnya untuk dilihat oleh papa tersayang.


" Alhamdulillah....nak! Kamu laku juga, kasih papa cucu yang banyak. Papa bakal kasih apa sama mantu papa itu?".


Tanya papa kegirangan dan bahagia luar biasa dengan sangat bersyukur.


" Terserah papa dong, kok tanya aku? Kan papa yang ingin kasih ke dia? Tapi aku tidak mau rame dulu, yang penting menikah saja dulu. Papa jangan buat ribut, soalnya si mantu Papa itu tidak mau ribet begitu orang nya. Oke Papa?!".


Kata Alex menghabiskan kue yang ada didepannya itu dan pergi kekamar.


" Alhamdulillah...anakku nurut juga! Ha .....ha....aaa rejeki tidak kemana!!?".


Kata Papa begitu bahagia mendengarkan kabar baik dari putra semata wayangnya itu akan menikah besok.


Ah syukurlah papa bahagia!.


Batin Alex.


Seperti mimpi saja, Alex yang terkenal kejam dan dingin menikah juga akhirnya.


" Kau mau tahu Ell mana calon istri Alex? Coba nanti kalo pulang kerja kamu singgah ke toko kue manis didepan rumah sakit keluarga Alex. Aulia...nama perempuan itu...! Manis, imut, cantik dan mandiri?".


Tanya Fei serius.


" Beneran? Malangnya nasib cewek itu Fei? Penasaran aku? Bagaimana bentuknya!" kata Ell hanya menggelengkan kepala


" Nanti kutemani, siapkan obat sakit jantungmu. Kamu bakalan tahu sendiri!" kata Fei menepuk bahu Ell sambil senyum-senyum tidak jelas begitu apa tujuannya.


Aulia sudah sampai ditoko kue jam 2.30 dan langsung ganti pakaian. Ibu pemilik toko menghampiri Aulia yang sedang beres-beres meja.


" Lia...hari ini bantu didepan saja. Tidak ada yang layani soalnya, biar ibu yang dibelakang" kata Ibu meminta Aulia untuk kerja sebagai pelayan toko yang mengantar menu dan hidangan.


" Ya buk, paham. Lia kedepan ya?" kata Aulia kedepan dan melayani semua pelanggan toko yang baru tiba.


Pintu toko terbuka, Fei dan Ell cari tempat yang enak dan nyaman. Tepat disudut dekat jendela yang mengarah langsung kejalan raya, dari sini kita bisa memandang pemandangan jalan raya.


" Duduk sajalah dulu, keram kaki gara-gara si big bos yang menyebalkan itu...!" kata Ell mengenduskan nafas kasar dan bersandar dikursi.


" Sebentar ya, nanti dia databg juga kok?" kata Fei melihat kearah sekitar dan melihat Aulia yang sedang asik menulis pesanan.


" Siapa? Siapa sih?" Ell melihat clingak-clinguk juga akhirnya sama seperti Fei.


" Aulia....Aulia kesini? Ya....kesinilah?" kata Fei sambil berteriak melambaikam tangan kearah Aulia dan dia melihat nya.


Aulia berjalan sambil tersenyum menghampiri mereka karena sudah siap menuliskan pesanan orang tadi.


" Pak Fei...apa kabarnya. Sudah lama tidak jumpa. Mau pesan apa?" tanya Aulia memberikan buku menu,


" Kopi sama kue yang manis sja ya. Ell kamu pesanlah...disini enak semua loh?" kata Fei tersenyum manis pada Aulia,


" Ih...pak Fei. Ketawa-ketiwi tidak jelas begitu. Aku takut tahu tidak pak?"


kata Aulia sambil bergedik merinding karena takut dengan senyuman Fei yang penuh arti.


" Sama saja. Oke. Makasih...?" kata Ell memberikan daftar menu itu dan melihat Aulia dengan tajam.


" Aulia kenalkan ini Samuel...panggil saja Ell dia temanku loh. Ayo salam...?!"


Aulia menyambut tangan Ell dan menyalam nya dengan sopan.


" Tunggu sebentar ya pak, saya kembali kebelakang dulu. Oke...?" kata Aulia berbalik dan kembali mengambilkan pesanan orang juga.


" Sudah lihat? Bagaimana?" tanya Fei tertawa geli sambil mengambil memegangi perut nya.


" Manis, sopan, ramah, tangguh dan cantik sekali. Berikan saja dia padaku, untuk cemilan begitu...Fei? Aku suka?" kata Ell menggaruk dagunya sambil tersenyum puas seakan membayangkan Aulia ada dipelukan nya.


" Hilangkan pikiran jahatmu, dia akan jadi istri Alex besok. Mau dibunuh Alex?" kata Fei tertawa nakal....puas mempermainkan Ell sesuka hatinya.


" Apa? Apa? Yang benar saja? Kau tidak bercanda kan? Mana mungkin? Alex sudah ganti hobi dan selera yah?" tanya Ell menepuk jidatnya, dan menghembuskan nafas panjang.


" Aulia sudah sold out. Alex yang punya!" kata Fei menjelaskan singkat.


" Kamu sudah lama kamu tahu?" tanya Ell.


" Tentu, aku saja masih tidak percaya. Kita lihat saja besok apa jadinya!" kata Fei.


Mereka hanya saling menatap dalam satu sama lain saja. Seolah tidak percaya dengan apa yang dilihat mereka.


💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓

__ADS_1


Jangan lupa like n komen ya😍😍😍


__ADS_2