
Didalam villa jauh dari rumah,
" Tuan, nyonya baru saja membuat kehebohan di mall. Tapi tidak ada masalah yang terjadi!".
Kata Ric memberikan laporan.
" Seperti apa yang dia lakukan?".
Kata Alex dengan nada panik.
" Menusuk tangan pria preman dengan garpu, mereka mengancam. Nyonya memberikan mereka pelajaran dan pengawal menghukum mereka dikantor pihak yang berwajib. Nyonya hebat!".
Kata Ric dengan tersenyum,
" Syukurlah dia bisa melindungi dirinya sendiri pada akhirnya!".
Kata Alex tenang sambil memeriksa beberapa dokumen perusahaan.
" Seperti dugaan kita selama ini benar tuan, perusahaan cabang membuat rugi karena kegagalan proyek. Dengan cara pencucian uang, sekretarisnya juga sudah lama dipecat oleh wakil direktur!".
Kata Ric memberi tahu rincian sambil membukakan file penting.
" Adakan rapat besok, katakan pada Rika untuk menyiapkan berkasnya. Malam ini aku akan pulang, pastikan Ana dalam intaian kita! Aku tidak mau semua rencana kita akan sia-sia begitu saja. Dalang dibalik kejadian lampau pastilah orang terdekat kita, bukan begitu?".
Kata Alex kepada Ric dengan tenang dan seperti biasa.
" Baik tuan. Saya paham!!".
Kata Ric sambil keluar ruangan.
Ric berjalan kekamarnya dan istirahat sejenak. Maklum seharian sudah kerja keras bukan main.
Dunia dalam berita....!!!
Berita dalam dunia....!!!
" Salah satu personel group band yang terkenal di Kota V terjerat kasus kekerasan dan obat terlarang. Sehingga, kemungkinan konser akhir tahun akan dibatalkan. Dan banyak fans, penonton dan penyelanggara akan kecewa. Kerugian yang dialami kemungkinan akan membuat management bangkrut dan tutup. Sekian berita terkini dari sebuah club malam, selamat malam...!".
Itulah berita yang terkini dari kota V.
Berita ini langsung tersebar dengan cepat keseluruh negeri, membuat beberapa pihak tertekan.
Yuke salah satunya,
" Kenapa bisa begini? Apakah benar terjadi demikian...?".
Tanya Yuke kepada Yuda.
Yuke dan Yuda sedang asik memikirkan baju mereka untuk konser yang sesuai dengan tema.
" Aku juga bingung? Sejak kapan ini terjadi, aku kaget dengar berita!".
Kata Yuda sambil lemas menepuk jidat. Kelihatannya dia bingung.
" Aku lelah, aku mau balik kanan...!".
Kata Yuke beranjak pergi meninggalkan Yuda sendiri di Studio, dengan langkah kecewa.
Laila adalah manager mereka, datang dengan langkah kaki setengah berlarian.
" Apa yang terjadi...?".
Tanya Laila setengah marah.
Yuke yang sampai didepan pintu hanya geleng kepala sambil pasang headset ditelinga.
" Hei Yuke? Mau kemana?".
Tanya Laila melotot dan geram.
" Balik kanan, apa lagi?".
Jawab Yuke lugas dan langsung pergi seperti Jin 76.
Opo iyo kang....? π
" Siala* sekali...! Mereka berempat masuk kantor polisi disaat genting seperti ini. Aku sudah kesana tadi!".
Kata Laila dengan nada kesal dan duduk dilantai.
" Bagaimana? Apa kata pengacara kita? Seharusnya ini mampu kamu tangani dengan mudah! Hah?".
Kata Yuda sambil membuang nafas lega namun begitu berat.
" Aku sudah berusaha keras, tapi mereka positif menggunakan Narkot*ka. Barang bukti juga sudah jelas ada ditangan mereka. Asalkan kita punya koneksi dan Backing kuat mungkin bisa buat jaminan!".
Kata Laila lagi sambil menunjukkan berkas kepada Yuda.
Sesaat itu juga suasana hening menghantui ruangan latihan. Yuda menyiapkan barang bawaan dan bergegas pergi keluar.
" Mau kemana lagi...?".
Tanya Laila heran bukan main.
" Mau cari angin segar diluar, aku akan mempelajari berkas ini. Aku pinjam dahulu sebentar ya...!?".
Kata Yuda dan pergi meninggalkan Laila seorang diri.
Yuda berjalan dengan langkah kaki gamang keluar dan memacu mobilnya dengan santai.
Laila terdiam menatap poster mereka saat manggung kemarin itu. Begitu indah, bahagia dan bersinar, tapi entah kenapa bisa terjatuh dan tersandung kasus Nark*ba.
" Bagaimana sekarang? Siapa pengacara yang bisa menangani ini, bisa saja tidak dipenjara kan? Tapi harus di rehabilitasi...! Bagaimana bisa konser Akhir tahun lancar! Masa iya hanya 2 personel saja yang tampil, aku harus bilang apa ke Panitia penyelenggara acara nya? Ya ampun, pusing kepala saja! Siapa yang bisa menolong sekarang? Bisa bubar kami!".
Kata Laila pelan sambil menggaruk kepala, bayangkan tugas manager itu sulit dan ranjau pula.
" Aaaaaahk! Sial! Bisa mati aku!".
Kata Laila lagi berteriak membanting minuman kaleng.
Sementara itu Yuke didalam kamar menghayal tingkat 100.π
" Bagaimana sekarang?".
Tanya Yuke pelan kepada diri sendiri sambil menepuk jidat berulang kali.
Lalu tak lama setelah itu,
__ADS_1
Ting.....!
Tong......! π₯
Suara bel rumah Yuke berbunyi,
"Siapa tengah malam begini gedor rumah orang? Apa kurang kerjaan ya tengah malam begini...?".
Kata mama Yuke sambil merepet membukakan pintu rumah.
Mama Yuke membuka pintu rumah dan kaget bukan main,
" Siapa ya? Sepertinya saya pernah lihat? Tapi lupa dimana?".
Tanya mama Yuke gugup dan bingung melihat sosok Yuda yang tampan dan menawan. Berkilau bagaikan emas 24k.
Opo iyo kang Yuda? π
" Malam Tante! Maaf mengganggu tidur dan istirahat Tante. Saya teman satu tim Yuke. Oh ya Tante, Yuke nya ada tidak ya?".
Tanya Yuda dengan sangat sopan dan lembut.
" Oh iya. Pantes saja seperti kenal, rupanya teman band Yuke. Ayo silahkan masuk! Tante antar kekamar Yuke, dia baru saja tadi siap mandi. Mungkin belum tidur!".
Kata mama Yuke sambil mempersilahkan Yuda masuk.
Mama Yuke membawa Yuda menuju kamar Yuke dilantai atas.
" Yuke, ada teman kamu sayang!".
Teriak mama Yuke didepan pintu.
" Hah? Siapa lagi tengah malam bertamu? Mengganggu tidurku saja! Apa dia tidak tahu diri ya?".
Kata Yuke bergumam kesal karena diganggu hampir tengah malam.
" Sayang sudah tidur kah?".
Teriak mama Yuke lagi, karena tidak ada jawaban dari dalam.
" Iya mama! Masuk saja!".
Jawab Yuke berteriak lagi.
Pintu dibuka dan Yuke kaget melihat Yuda ada didepan matanya.
" Maaf aku mengganggu ya?".
Kata Yuda kepada mereka berdua dengan sopan dan malu sekali. Tapi apa boleh buat dia juga lagi kalep.
" Sudah tidak perlu sungkan. Malam ini menginap saja disini. Sudah malam, tidak baik pulang sendiri. Lagian kamu pasti capek kan?".
Kata mama Yuke sambil menutup pintu kamar dan pergi.
Yuke dan yuda saling menatap tajam, seperti musuhan saja.
" Mau apa kamu kerumahku? Aku kira ada orang yang tidak tahu diri mampir minta sumbangan...?".
Kata Yuke keceplosan tanpa ada saringan dan pikir panjang.
Kata Yuda dan duduk didepan Yuke dengan leluasa sekali.
" Aku dan kamu sama saja tahu? Bagaimana ini....?".
Tanya Yuke kepada Yuda dengan polos dan berharap Yuda akan memberikan solusi terbaik.
" Huh! Aku juga pusing ini!".
Kata Yuda lagi dengan nada putus asa dan pasrah dengan kasus yang menimpa mereka semua.
" Apa kata pengacara kita?".
Tanya Yuke lagi dengan penasaran.
" Mereka bisa tidak ditahan tapi mereka harus menjalani Rehabilitasi. Sementara konser sudah dekat. Bagaimana jadinya?".
Kata Yuda menjelaskan.
" Apa tidak ada cara lain?".
Tanya Yuke lagi, dia kelihatan pusing karena menepuk jidat berulang kali tanpa sadar.
" Asalkan ada yang mau menjamin dan Backingan kuat mungkin bisa diatas dengan mudah. Tapi setelah itu mereka harus menjalani keputusan sesuai kesepakatan!".
Kata Yuda menjelaskan lagi dengan yakin dan optimis.
Mereka berdua terdiam sejenak. Saling menatap dan hanya diam, akhirnya mereka berdua tertidur lelap setelah lama berpikir dan diam membisu tanpa sebuah kata apapun yang keluar dari bibirnya.
Sementara itu Alex dan Aulia juga tidur dengan lelap. Hanya Ric saja yang dapat masalah besar.
" Aaaaah! Mana Alex! Aku mau malam ini dia tidur bersamaku! Aku mau pergi mencarinya. Kelaurkan aku dari kamar sial*n ini....!!".
Teriak Ana keras bukan main kepada para penjaga.
Ana dikurung didalam kamar agar tidak melarikan diri. Bagaimana tidak, Alex tak akan membiarkan dia lepas kali ini karena dia terlibat bencana di keluarga Clinton. Ric berjaga tiap malam di villa Ana berada, sementara Alex pulang menemani Aulia yang kini sedang hamil tua. Maklum Bucin....! π
Semilirnya.... Angin pagi hari. Membawaku terlarut dalam mimpi indah, sepoi-sepoi dikala balik dedaunan ditaman. Embun pagi yang sejuk nan menggoda setiap insan di bumi untuk tidur lagi. Subhanallah, luar biasa nikmatπ
Aulia membuka mata, terlihat sosok indah seperti biasa disebelahnya. Indah, mempesona dan menawan hati setiap orang yang memandang. Bulu mata lentik, hidung panjang seperti Tembok Cina. Bibir merah delima dan alis yang begitu tebal.
Siapa lagi? Dialah sang Imam dikeluarga kecil Clinton.
Aulia tersenyum sambil memandangi wajah indah rupawan itu, seperti lukisan disore hari saja. Lama mata memandang dalam dan lebih dalam lagi.
" Kalau tidur tidak kelihatan garang? Lebih enak dipandang, tidak menyebalkan juga. Wah indahnya!".
Kata Aulia pelan sambil tersenyum dan mulai mengelus perutnya.
Ya, di kecil didalam juga merespon setiap perkataan Mama nya.
" Wah sayang! Sudah bangun juga? Kamu tahu saja kalau mama lagi melihat pemandangan indah! Mumpung papa belum bangun, kalau sudah sadar pasti berubah menyeramkan, menyebalkan dan akan teriak sana teriak sini! Buat jantung mama mau copot saja!".
Kata Aulia lagi berbicara pada si kecil yang sedang asik menendang.
Lalu Aulia bangun dan mencari handuk baru didalam lemari untuk mandi, biar segar.
" Sayang, ayo bangun! Kamu bisa terlambat kekantor? Tidak ada rapat penting ya? Ayolah sayang!".
__ADS_1
Kata Aulia sedikit meneriaki Alex yang masih tidur.
Hoooam.....!!!
Alex menguap dan membuka mata.
" Sudah pagi kah? Pantasan saja Madonna sudah konser, setiap pagi dan setiap hari. Huh!".
Kata Alex dengan sedikit mengeluh dan duduk ditempat tidur.
" Hari ini aku ada rapat penting, harus urus Ular betina dulu! Semoga saja tidak ada masalah!".
Kata Alex sambil menguap lalu menggaruk kepala.
Kemudian Aulia keluar dengan setelan rapi, dengan baju dinas ala Emak-emak zaman now... Daster.
" Sayang? Bagus tidak kalau aku pakai baju daster begini?".
Tanya Aulia akan pendapat Alex.
" Kamu itu pakai apa saja cantik sayang, kamu dimataku tetap saja seperti bidadari. Mau keluar dari lumpur atau kandang ayam, tetap saja kecantikan kamu tidak luntur ataupun berkurang dimataku!".
Kata Alex mulai menggombal Aulia, dengan penuh percaya diri.
" Apa iya? Aku tidak percaya? Hei, tuan besar Clinton. Dengar baik-baik ya sayangku. Sebelum kamu jadi ular... Aku sudah jadi naga 100 kali. Jadi tidak perlu kamu merayuku, apalagi main ular-ularan samaku. Sampai sini paham sayang...?".
Kata Aulia membalas seluruh ucapan gombalan Alex tadi sambil senyum geli sendiri.
" Hah? Iya aku kalah sayang, tapi main ular-ularan yuk? Mumpung masih pagi dan masih semangat!".
Kata Alex bersemangat bangkit dan menggendong Aulia kembali keatas kasur yang amat empuk.
" Sialan! Rugi aku berdebat dengan dia, aku tidak akan pernah menang".
Batin Aulia berkata sendiri.
" Sayang, kamu semakin menarik saja belakangan ini? Apa karena perut kamu yang menggoda itu?".
Kata Alex memuji lagi.
" Tidak perlu memuji, gombal saja!".
Kata Aulia mematahkan pujian Alex yang menurutnya membosankan.
" Mau berapa putaran sayang? Kalau aku mau sampai sore, aku mau menemani kamu seharian saja dirumah boleh?".
Tanya Alex manja sambil meraba.
" Ya sudah terserah! Ayuk....!".
Jawab Aulia dengan semangat.
" Wangi sekali, kamu bahagia hidup bersamaku kan?".
Tanya Alex agak lebay.
" Iya aku bahagia, terimakasih ya suamiku tersayang...!".
Kata Aulia sambil membelai kepala Alex pelan.
Stttt.....!!!! π
Adegan dewasa dipotong ya.
ππππππππππππ
Thoor mau curhat dulu,
Yeeei!! πβοΈ Hore..... Hore....! π
Thor dah keluar rumah sakit, meski jarang up tapi sedang berusaha biar sering up.
Maaf ya kalau thoor curhat, kalau sama si Abi... Thoor belum berani. Semoga yang baca gak bosen.
β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ
Huft!
Ya Allah, maha tahu...!!!
Apakah anakku disana baik-baik saja bersamamu? Apakah dia tidak kedinginan? Apakah dia kenyang? Apakah dia rewel dan cengeng?
Aku harap kau menjawabnya!
Adek sayang, anak ibu yang cantik. Ibu rindu adek, udah 35 hari adek meninggalkan ibu. Rasanya masih sakit nak, apalagi ibu tidak bisa lihat adek. Tidak tahu mengungkapnya bagaimana lagi sayang. Jangankan untuk melanjutkan hidup... Untuk bertahan hidup saja ibu belum sanggup nak. Baik-baik disana sayang, tunggu ibu disana. Sekarang ibu sudah mulai bisa berpikir jernih, biarpun banyak kata orang ibu sakit jiwa. Ibu akan berusaha jadi lebih baik supaya kita bisa berkumpul bersama kelak, maaf sayang.
Karena banyaknya dosa ibu, adek harus menanggungnya. Ibu yang salah, tapi adek yang tanggungjawab atas dosa ibu. Tapi yakinlah sayang, ibu selalu sayang adek. Ibu rindu adek, selalu dan selamanya. Jangan rewel sayang. Lihatlah dari sana, betapa tangguhnya ibu, betapa kuatnya ibu menjalani hidup didunia. Apa dulu yang sempat tertunda akan ibu teruskan, apa yang dulu belum tercapai akan ibu raih. Percayalah, ibu kuat dan tangguh sayang.
Dokter bilang, ibu kemungkinan tidak bisa punya anak lagi. Karena Abi kemaren lebih memilih keselamatan ibu, ya tentu ibu tahu kalau Abi bohong.
" Yang sabar sayang, kita masih bisa punya anak. Yang penting kamu sehat sayang!".
Itu kata Abi kepada ibu. Tapi ibu tahu, ada yang hilang dalam tubuh ibu saat itu. Abi tidak bilang apapun sana saat ini, lagian juga mungkin Abi tahu kalau ibu sudah tahu.
Adek yang pertama dan terakhir dalam hidup ibu, Allah punya rencana sendiri buat kita cantik. Meski adek belom lihat ibu, tapi ibu sudah lihat adek. Suara mungil saat adek nangis selalu terngiang ditelinga ibu setiap saat. Meski tuhan membariskan jutaan bayi lucu, tapi ibu tahu dimana dan yang mana Adek... Anak ibu yang cantik.
Ya Allah... Sayang! Maaf ya setiap saat ibu tangisi adek. Bukan tidak ikhlas cuma ibu rindu mau peluk adek, ibu hanya rindu nak.
Ya sudah ini surat pertama ibu, semoga adek baik disana. Ingatlah sayang, ibu sayang adek.
Dari: Ibu
β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ
Ya Rab...
Kukirim surat buat putriku yang sekarang bermain bersamamu. Aku sudah berusaha bangkit, sekuat tenaga aku bertahan. Remuk dan letih badanku, hancur dan lelah hatiku menahan sakit. Bukan mau mengutuki akan kehendakMu, hatiku sakit dan mau bagaimana lagi. Bahkan tubuhku saja masih merasakan sakit akibat jarum infus, setiap hari minum obat 3x1, untuk berjalan saja aku sempoyongan.
Untuk menatap mata suamiku, aku butuh keberanian darimu. Lalu bagaimana aku harus melanjutkan hidup, aku sudah berusaha tapi aku belum bisa bangkit.
Melihat matahari yang begitu terang saja aku melihat gelap selalu. Aku juga gak tahu membedakan siang dan malam. Apa yang salah padaku? Aku juga bingung.
ππππππππππππ
Jangan lupa like n komennya. Apapun komentar kalian akan Thor balas langsung karena saya sudah sehat. Hore...π
Makasih....π
__ADS_1