Istri Imut Om CEO

Istri Imut Om CEO
20


__ADS_3

Sebulan berlalu begitu saja, kabar Aulia juga belum ditemukan. Papa Alex juga sudah meninggal karena gak mampu bertahan lagi.


Wahai penduduk bumi yang masih bernafas sama seperti ku, andaikan hitung2 bisa berbicara. Mereka juga akan mengabarkan kepada Alex bahwa Aulia masih hidup. Tapi sayangnya, itu tidaklah mungkin akan terjadi.


Alex sudah bisa move on meskipun sesungguhnya masih tidak bisa lepas dari bayang2 Aulia, pujaan hatinya.


Fei datang dan membawa berkas,


Fei" hei Lex, William dan Ken si pangeran kerajaan kota sss akan mampir untuk kerja sama pembuatan jembatan Port. Kelihatanya mereka juga menang tender kali ini....!!"


Fei memberikan profil perusahaan yg dipimpin oleh William Group.


Ell" sudah kuduga, selain kita untuk kota xxx mereka juga mewakili kota sss. Jembatan Port ini sangat penting untuk menghubungkan kedua wilayah, bravo?!".


Ell menuju kursi Alex sambil melirik profil William group dengan mata bergedik ngerih dan malas tentunya.


Alex" sudahlah, terima saja. Kapan mereka sampai dikota?Berikan sambutan yg hangat untuk mereka, oke?".


Alex memberikan map yg diberikan Fei tadi kepada Ell.


Ell" baiklah sesuai permintaan mu Lex?!"


Ell membawa berkas itu keluar runganan dan kembali kemeja kerjanya.


Fei" ya sudah, aku mau makan siang diluar. Ikut gak.....??".


Hm.....mm, tegasnya padat.


Mereka keluar untuk makan siang di restoran langganan mereka.


Tapi....ditengah jalan,


Fei" gila Lex, lihat wanita itu. Mengendarai sepeda motor 250cc, sumpah dunia dah mau kiamat x ya?"


Fei hanya berdecak kagum, sambil menggeleng2kan kepala melihat wanita yg melaju kencang, meliuk-liuk indah didepan mobil mereka.


Alex" biarkan saja, jangan mendekat lagi. Kamu jangan cari masalah ya....?"


Alex kesal karena Fei berusaha mengejar sepeda motor itu, Alex paling benci naik mobil ugal2an dijalan.


Wajar saja demikian, Alex teringat kejadian Aulia dan ayahnya. Kecelakaan itu merenggut kedua orang yg disayangi dan sekaligus dicintainya seperti melindungi dirinya sendiri.


Tiba dilampu merah, wanita itu membuka helem dan mengangkat telpon.


Deg....


Deg.....


Alex kaget melihat wajah wanita itu, sementara Fei sibuk membalas chat hp.


Alex" Aulia.....ya itu Aulia....Fei....!!!! Dia?".


Alex masih mematung gak percaya,


Seketika lampu hijau, dan sepeda motor itu melaju kencang dan hilang.


Fei" ada apa? Seperti melihat hantu ya?"


Fei menatap wajah pucat Alex.

__ADS_1


Alex" ah tidak kok. Aku hanya berhalusinasi saja kok. Ayo kita makan?"


Alex kembali mengingat gadis itu.


Wahai penduduk bumi, apakah cinta bisa membuat kita kehilangan akal sehat. Sampai2 tidak bisa membedakan warna, dan hanya tertuju padanya saja. Apakah hati ini akan selalu terjaga, apakah ini juga hukuman akibat perilaku hidup.


Alex hanya diam menatap kedepan, sambil menatap jalan lurus dengan tatapan mata kosong. Ya....Fei menyadarinya dan hanya menggeliat pelan dengan hati sedih.


End....


Sementara itu Aulia....eh alias Laura sedang sibuk membereskan rak buku milik Ken. Ya hari ini.... Will pergi keluar kota untuk rapat penting.


Ken berbicara dengan tim dokter yg lain mengenai masalah ku.


Ken" usahakan dia jangan sampai ingat apapun. Aku gak mau Will sedih, berikan dosis obatnya sesuai takaran. Paham?".


Selesai merapikan rak buku, aku berjalan menuruni tangga dengan tergesah2 dan,


Bruuk......💥


Aku tergelincir dan kepalaku terbentur oleh anak tangga. Pelayan yg melihat berlarian untuk menolongku yg bersimbak darah.


Ken begitu terkejut dan menghampiriku,


Aku masih tak sadarkan diri. Aku dibawa keruangan dimana dulu aku dirawat,


Ya.... Kamar Will yg sebulan ini kutempati. Will pindah kekamar tamu.


Dalam mimpiku,


Aku" om, hari ini papa mertua akan mengajakku jalan. Mau kubelikan apa?"


Alex" apa saja boleh....!!"


Alex berkata dengan wajah datar dan dingin sekali. Seperti biasalah...


Aku menatap wajah tampan, om galak_sedunia itu dengan lembut.


Alex" hei nakal, jangan terlalu dipandang. Saya memang tampan dan menarik, nanti kamu jatuh cinta syg ku???".


Alex meraih daguku dan menciumku begitu lembut dan nyaman.


Lalu....


Tuan kadi" Alexandra Clinton....??"


Cuma sekedar memastikan saja, namun suara tuan Kadi begitu lantang terdengar diseluruh sudut ruangan.


Alex" ya saya pak....!!!?"


Suara om lantang dan tegas menjawab.


Mereka saling menjabat tangan, sementara aku masih diruangan rias pengantin menunggu dipanggil.


Alex" saya terima nikah Aulia Slavina Wijaya binti Gusti Yanto Wijaya dengan mahar tersebut tunai.....!!!?!".


Suara Alexandra Clinton bergema keseluruh ruangan dengan tegas, membuat orang didalamnya berdecak kagum dan bangga.


Sah.....

__ADS_1


Sah.....


Sah.....


Itulah sepotong yg kulihat.


Kemudian aku bangun dengan ingatan yg dulu, sebagai Aulia Slavina Wijaya alias istri Alexandra Clinton.


Aku" tuhan terimakasih banyak....!!"


Aku memegang dadaku kuat sekali.


Ken terkejut melihat aku tiba2 bangun dengan seketika, dia mengelus kepalaku lembut dan tersenyum kecil.


Ken" kamu sudah bangun? Dimana yg sakit? Apa kamu baik2 aja Laura?"


Ken menghapus air mataku dengan lembut yg menetes deras.


Aku masih saja diam dan menatapnya,


Ken" kenapa? Laura kamu baik2 saja?"


Ken kembali mengelusku, dan menggenggam tanganku.


Aku hanya diam saja menatap kedepan dengan air mata yg masih menetes perlahan tapi pasti. Seketika kulirik wajah tampan yg sedari tadi berbicara padaku dengan ramah, sopan dan lembut itu.


Ken kembali tersenyum dan membelai pipiku dengan hangat, seperti kakak yg mengcemaskan adiknya. Hangat.....


Ken" baiklah kalo kamu masih diam, oh ya Laura...Will sedang keluar kota. Mungkin 3hari lagi pulang, sementara itu aku yg akan menjagamu, Laura syg....!!"


Ken menatapku dalam dan mulai mengerutkan dahinya sambil menatapku dengan dalam sekali.


Aku" aku bukan Laura, aku Aulia Slavina Wijaya... Maaf Ken. Aku sudah ingat semuanya. Aku mau pulang....!!!"


Aku berbicara dengan lembut dan membuat Ken melotot menatapku.


Ken" kau adalah Laura. Kebahagian William ku tersayang, aku gak peduli darimana kau berasal. Kau akan tetap disini selamanya untuk Will ku...!?"


Nada bicara Ken berubah kasar dan mengintimidasi ku dengan kejam.


Aku" aku mau pulang, terimakasih karena merawatku beberapa bulan ini. Makasih".


Aku berdiri dan beranjak pergi meninggalkan Ken yg masih mematung didekat jendela.


Ken" pengawal.....!!!!"


Teriak Ken dengan nada tinggi dan menakutkan sekali, memanggil penjaga diluar kamar.


Para penjaga datang dan menghentikan langkahku menuju pintu untuk keluar rumah besar ini.


Ken" jangan biarkan nona keluar meninggalkan rumah ini.....!!!"


Para penjaga hanya mengangguk saja.


Ken pergi meninggalkan aku, tanpa melihat ku lagi. Biasanya tatapannya begitu hangat dan ramah padaku. Selalu tersenyum dan begitu perhatian padaku.


Kulihat pundak yg gagah itu menjauh dari tempat aku berdiri dan menutup pintu. 2 orang penjaga berdiri didepan pintu kamarku untuk mengawasi aku.


Jangan lupa like n komen ya....

__ADS_1


__ADS_2